Wisata Alam Sehari di Daratan Labuan Bajo

Wisata Alam Sehari di Daratan Labuan Bajo ternyata sangat indah. Labuan Bajo tidak hanya terkenal keindahan laut, dan gugusan pulau saja. Daratan Labuan Bajo mempunyai destinasi wisata alam tak kalah menarik untuk dieksplor. Bulan Mei 2019 hari Sabtu, setelah selesai mengikuti sailing komodo, saya dan dua orang teman mempunyai waktu tunggu satu hari sebelum pulang ke Jakarta. Hal ini dikarenakan tiket jadwal penerbangan pesawat yang akan kami tumpangi mengikuti jadwal terbang promo yang hanya ada pada hari kerja. Sehingga saya harus bertahan di daratan Labuan Bajo selama satu hari.

Setelah hari Sabtu chek-in Penginapan di Labuan Bajo , kami menyusun itinerary perjalanan untuk hari minggu keesokan hari. Setelah berdiskusi dengan driver mobil yang kami sewa, akhirnya diputuskan untuk mengeksplor destinasi Batu Cermin dan Bukit Sylvia. Hari Minggu Pagi setelah sarapan, driver sudah menjemput kami dan siap untuk jelajah destinasi wisata alam.

Wisata Alam di Daratan Labuan Bajo

♥ Batu Cermin

Batu Cermin berjarak kurang lebih 4 km dari pusat kota. Jika kita naik kendaraan bermotor waktu tempuh yang dibutuhkan sekitar 30 menit. Begitu sampai destinasi Batu Cermin maka kita diminta membayar harga tanda masuk sebesar Rp.10.000/ orang untuk wisatawan nusantara dan Rp.20.000 untuk jasa pemandu.

Wisata Alam Sehari di Daratan Labuan Bajo
Loket HTM | Pribadi

Dari pintu gerbang kita dapat menyusuri jalan setapak dengan pemandangan hutan bambu di kiri kanan jalan. Terdapat beberapa monyet liar ekor panjang yang berlarian mencari makan kesana kemari. Monyet ini tidak akan menganggu pengunjung sepanjang kita tidak menganggu mereka dan mengikuti arahan pemandu.

Gapura Batu Cermin | Pribadi

Batu Payung

Di pertengahan jalan saya ditunjukkan sebuah batu payung menyerupai jamur atau cendawan. Dikatakan demikian karena bentuk batu ini mirip sekali dengan payung sehingga kita bisa berteduh dibawahnya.

Batu Payung | Pribadi

Menurut pemandu yang berasal dari penduduk setempat, batu payung ini sudah ada sejak dahulu kala. Tidak ada yang mengetahui secara pasti bagaimana batu payung bisa membentuk formasi dan struktur seperti payung. Unik sekali bentuk batu payung ini. Jadi jangan lupa untuk berswafoto.

Baca Juga : 5 Tempat Wisata Toraja

Anak Tangga Menuju Batu Cermin

Setelah berjalan kaki 500 meter tibalah saya di pintu masuk berupa anak tangga menuju Gua Batu Cermin. Anak tangga ini sudah dibeton semen dan nyaman untuk didaki walaupun beberapa anak tangga ada yang ketinggiannya nyaris tegak lurus. Jadi siapkan fisik yang prima ya.

Kenapa Disebut Batu Cermin

Setelah mendaki puluhan anak tangga sampai juga saya ke Gua Batu Cermin. Dinding-dinding Batu Cermin mengandung garam sehingga terbentuk stalaktit dan stalakmit.  Dinding batu yang berbentuk goa ini sangat tinggi sekali sehingga jika cahaya matahari masuk maka antar dinding goa akan saling memantulkan sinar matahari. Itulah kenapa disebut Batu Cermin.

Menurut pemandu, dahulu kala goa ini ada didasar laut namun lambat laun muncul ke permukaan. Bukti dari gua ini pernah ada didasar laut, kita bisa melihat aneka fosil penyu, terumbu karang dan batuan karang yang membentuk stalaktit dan stalakmit.

Dinding Batu Cermin | Pribadi

Bukti lain jika gua ini pernah ada didasar laut, pemandu meminta saya berteriak mengeluarkan suara dan membuktikan bahwa suara yang kita keluarkan tidak bergema. Ternyata hal ini terjadi karena Batu Cermin berasal dari batu karang yang berpori sehingga tidak menghasilkan gema suara.

Jika ingin menjelajah masuk kedalam gua, jangan lupa menggunakan pelindung kepala atau helm ya. Helm ini terletak diluar gua dan bisa dipakai bebas oleh pengunjung. Karena ketinggian gua ini bervariasi jadi gunakan helm supaya kepala kita tidak terantuk bebatuan gua.

Berpose di Batu Cermin | Pribadi

♥ Bukit Sylvia

Usai eksplor Batu Cermin, kami memutuskan makan siang sebelum ke destinasi berikutnya. Destinasi berikutnya adalah Bukit Sylvia. Lokasi bukit ini ada di sisi jalan lingkar luar utama. Dapat ditempuh dengan berjalan kaki atau naik kendaraan umum (angkot) , ojek atau kendaraan pribadi. Jika eksplor ke Bukit Sylvia disarankan sore hari sekitar jam 16.00 wita.

Bukit Sylvia dengan Pemandangan Jalan Lingkar Luar | Pribadi

Bukit Sylvia adalah dataran tinggi yang ada di daratan Labuan Bajo. Keistimewaan bukit ini, kita bisa melihat lautan lepas yang terbentang di bawah bukit dan jalan lingkar luar di sisi lain bukit. Bukit Sylvia menjadi tempat terbaik berburu senja.

Bukit Sylvia dengan Pemandangan Laut Lepas | Pribadi

Dari ketinggian tempat ini kita bisa melihat dan mengantarkan pulangnya senja menuju peraduan. Sedangkan di tengah laut sana terlihat hilir mudik kapal nelayan dengan kegiatannya. Siapkan kamera terbaik untuk mengambil senja ya teman.

Senja di Bukit Sylvia | Pribadi

Nah itu cerita saya mengenai Traveling Wisata Alam Sehari di Daratan Labuan Bajo. Bagaimana cerita destinasi alam yang pernah teman-teman kunjungi. Boleh share ya di kolom komentar. Terima Kasih

 

Baca juga : Sailing Komodo Perjalanan Istimewa Jelajah Indonesia Timur

 

 

Please follow and like us:

ditulis oleh

Bayu Fitri Hutami

Seorang pembelajar yang bukan siapa-siapa melainkan seorang yang senang bercerita. Seorang yang suka menulis berdasarkan apa yang dilihat, didengar dibaca dan dialami untuk menjadi sebuah tulisan informatif. Semoga tulisan yang saya sajikan bermanfaat. Terima Kasih.