Komodo Island Rumah Binatang Purba ada di Indonesia

Komodo Island Rumah Binatang Purba ada di Indonesia. Komodo adalah hewan kadal purba besar yang tersisa dan ada di Taman Nasional Komodo. Tempat ini berupa gugusan pulau yang berada diantara Pulau Sumbawa dan Pulau Flores. Kawasan Taman Nasional ini ditetapkan sebagai 7 Keajaiban Dunia atau New 7 Wonders of Nature.

Menjadi seorang travel blogger adalah tantangan yang seru dan mengasyikkan seperti diceritakan Sista Citra pada artikelnya yang berjudul Bagaimana Menjadi Travel Blogger. Terlebih jika harus mengarungi lautan untuk dapat singgah dari satu pulau ke pulau lainnya seperti perjalanan saya kali ini ketika  mengunjungi Komodo Island.

Komodo Island Rumah Binatang Purba ada di Indonesia
Taman Nasional Komodo | Pribadi

Komodo Island Rumah Binatang Purba Terakhir

Sebelum pandemi COVID-19 melanda, heboh diberitakan akan ditutupnya Pulau Komodo dari kunjungan wisatawan. Hal ini karena tingkat kunjungan wisatawan rentan membuat komodo stress. Sehingga dikhawatirkan perkembangbiakan komodo akan terganggu dan terancam punah.

7 keajaiban Dunia | Pribadi

Bahkan ada wacana pengelola Taman Nasional Komodo akan menerapkan harga tiket masuk yang sangat mahal dan dikenakan antrian waiting list bila ingin masuk ke sini. Bulan Maret 2019 saya berkesempatan ikut sailing komodo dengan salah satu itinerarynya berkunjung dan melihat rumah tinggal si binatang purba.

Taman Nasional Komodo

Taman Nasional Komodo mempunyai beberapa area gugusan pulau sebagai habitat asli komodo. Terdiri dari tiga pulau besar yaitu Pulau Komodo, Pulau Rinca dan Pulau Padar. Tempat tinggal komodo dengan populasi terbanyak ada di Pulau Komodo.

Waktu yang dibutuhkan menuju Pulau Komodo dari dermaga Ujung Labuan Bajo sekitar dua jam perjalanan berlayar mengarungi lautan. Saya sampai di Pulau Komodo sekitar jam 11.00 WITA. Harga Tanda Masuk dikenakan sebesar Rp.50.000 per orang untuk wisatawan lokal dan Rp.200.000 untuk wisatawan mancanegara.

Komodo Binatang Purba | Pribadi

Sampai di Pulau Komodo semua semua pengunjung akan digabung ke dalam kelompok besar berjumlah 100 orang. Diberikan waktu dua jam pada setiap kelompok besar untuk mengeksplor kawasan ini. Ada dua sesi waktu setiap harinya bagi pengunjung untuk dapat melihat dari dekat habitat hewan purba ini. Dari pintu gerbang ke dalam hutan tempat hunian komodo,  pengunjung harus  berjalan kaki sejauh satu kilometer.

Pawang atau Ranger

Setiap kelompok yang masuk akan didampingi beberapa orang ranger atau pawang yang akan melindungi pengunjung jika didekati Komodo. Ranger membawa sebilah tongkat untuk menghalau Komodo mendekat.

Komodo yang tersisa dilepasliarkan di alam terbuka. Mempunyai indera penciuman yang sangat kuat dan mampu mendeteksi keberadaan musuh dari jarak jauh. Ranger menyarankan pengunjung berjalan perlahan, bersuara pelan dan tidak melakukan gerakan reaktif berlebih.

Komodo dapat menjadi sangat agresif jika merasakan panas tubuh manusia dengan gerakan reaktif dan jika mencium bau anyir darah. Bagi pengunjung perempuan yang sedang berhalangan hati-hati ya jika berkunjung ke sini.

Populasi dan Perilaku

Komodo Island tidak hanya dihuni sang hewan purba saja. Ada hewan lain sebagai sumber makanan komodo seperti, kerbau hutan, babi hutan dan rusa. Pulau ini merupakan vegetasi hutan purba yang masih sangat rapat. Banyak terdapat tumbuhan langka berusia ratusan tahun yang masih ada hingga saat ini. Sesekali terdengar suara burung liar terbang bersahut-sahutan diantara rerimbunnya pepohonan.

Menurut keterangan ranger saat ini jumlah populasi komodo sekitar 1500 ekor. Binatang ini  bereproduksi secara ovipar atau bertelur. Sekali bertelur dapat mengeluarkan 8 -15 butir telur. Mulai bertelur diusia 6 tahun. Menurut ranger, usia hewan ini dapat mencapai 50 tahun.

Anak Komodo | Pribadi

Menandai usia komodo dapat dilihat bintik kuning disekitar mata. Semakin banyak bintik kuning, maka usia semakin muda. Hewan ini termasuk kanibal. Sang induk dapat sangat tega memangsa  anak komodo yang baru menetas atau belum berusia 2 tahun.

Anak komodo yang sudah menetas biasanya akan merayap tinggal bersembunyi disela bebatuan dan pepohonan tinggi. Ini untuk melindungi diri supaya tidak dimangsa sang induk. Anak komodo mendapatkan makanan dari dari menyantap serangga dan telur burung. Ketika sudah beranjak besar maka sang anak akan turun ke tanah dan bergabung dengan komodo dewasa lainnya.

Komodo berusia dewasa cenderung pemalu dan bersembunyi di dalam hutan atau gua yang gelap. Jika  lapar, ia baru akan keluar dari persembunyiannya dan berburu hewan untuk disantap. Jika haus ia akan menuju sumur terbuka yang ada sumber mata airnya.

Saat haus dan menuju mata air terbuka inilah, maka  komodo akan keluar dan menampakkan diri. Pengunjung bisa melihat dan berswafoto dengan hewan purba ini. Tentu harus didampingi ranger dalam pengambilan foto.

Cara Makan Langsung Telan

Berat badannya bisa mencapai 200 kg, dengan panjang 3 meter. Ada yang unik dari cara makan kadal raksasa ini. Hewan ini hanya makan sebulan sekali. Mangsa yang sudah ditangkap, akan dicabik-cabik dengan taringnya kemudian ditelan semua tanpa dikunyah lebih dulu. Dalam pencernaannya ada enzin yang dapat mengolah mangsa menjadi lebih lumat dan hancur.

Tulang Belulang Mangsa Komodo | Pribadi

Setelah menelan mangsa komodo akan berjemur  untuk mempercepat proses pencernaan. Dibutuhkan waktu selama satu bulan supaya makanan tercerna dengan sempurna.Tulang belulang yang tidak tercerna akan dikeluarkan kembali melalui mulutnya. Karena itu dibeberapa jalan setapak, pengunjung akan melihat sebaran muntahan hewan yang dimangsa komodo. Muntahan tersebut berupa tulang belulang, kulit, tanduk, bulu  dan kuku yang sulit hancur dalam pencernaan.

Pemakan Bangkai

Hewan purba ini ternyata lebih senang memakan bangkai dibandingkan berburu mangsa segar. Penciumannya yang tajam mampu mendeteksi bau bangkai dari jarak jauh walaupun sudah dikubur pada kedalaman tanah tertentu.

Kegiatan lain yang dapat dilakukan untuk menikmati keindahan alam di Pulau ini adalah snorkeling dan diving dipinggir perairan pantainya. Jangan khawatir karena komodo menghindar dari keramaian orang. Nah itulah pengalaman saya bertemu dengan hewan purba tertua di dunia. Bagaimana dengan temans semua. Apakah punya pengalaman bertemu dengan hewan unik lainnya? Boleh share ya di kolom komentar. Terima Kasih.

 

 

 

 

Please follow and like us:

ditulis oleh

Bayu Fitri Hutami

Seorang pembelajar yang bukan siapa-siapa melainkan seorang yang senang bercerita. Seorang yang suka menulis berdasarkan apa yang dilihat, didengar dibaca dan dialami untuk menjadi sebuah tulisan informatif. Semoga tulisan yang saya sajikan bermanfaat. Terima Kasih.