
Wisata Kota Tua Jakarta dari Amsterdam ke Makam Kuno. Kota Tua Jakarta adalah destinasi wisata yang menyimpan sejuta cerita masa lalu. Kenali kotamu cintai negerimu, semboyan ini sesuai bagi traveler untuk mengenal lebih dekat negeri tercinta dimulai dengan jelajah di kota sendiri. Seperti diceritakan siswiyantisugi.com dalam artikelnya yang berjudul Yuk Jadi Turis di Kota Sendiri.
Daftar Isi
Wisata di Jakarta
Berwisata tidak selalu jauh dari kota tempat tinggal kita. Dalam kota pun masih banyak tempat yang bisa kita eksplor. Jauh sebelum pandemi COVID-19 melanda saya mencoba berwisata di dalam kota dengan tujuan Kota Tua Jakarta. Ada beberapa tempat menarik dalam satu area yang bisa kita eksplor. Berikut ceritanya.

Museum Kota Tua
1.Museum Fatahillah. Dibangun tahun 1707-1712 tempat ini mempunyai nama lain Museum Sejarah Jakarta. Uniknya bangunan ini adalah “kembaran” Istana Dam di Amsterdam negeri Belanda. Dahulu bangunan ini berfungsi sebagai Balai Kota Batavia.
Amsterdam via Museum Fatahillah
Harga Tanda Masuk Museum Fatahillah Rp.5000/ orang. Jika traveler masuk dari pintu depan akan menjumpai teghel segi empat asli yang sudah ada sejak jaman pemerintah Hindia Belanda berkuasa. Tegel ini sengaja disisakan ketika kawasan ini di revitalisasi sebagai kenang-kenangan.

Menurut cerita, beberapa teghel diangkut dan diletakkan di Istana Dam Amsterdam negeri Belanda untuk mengingat tanah Batavia. Ada satu mitos yang berkembang, jika traveler menginjakkan kaki ke teghel di depan Museum Fatahillah maka separuh diri kita sudah ada di Amsterdam Belanda.
Koleksi Museum
Setelah masuk kedalam bangunan Museum, kita jumpai koleksi peninggalan pemerintah Hindia Belanda seperti; lukisan, mebel, patung sampai lemari raksasa tempat arsip untuk dewan hukum pada saat itu.

Di lantai dua terdapat sudut jendela terbuka. Pengunjung dapat melihat ke halaman luar berupa pelataran tempat eksekusi beserta tiang gantungan. Dari sudut jendela ini dahulu digunakan pejabat VOC untuk melihat terpidana yang dijatuhi hukuman gantung karena kesalahannya.

Bangunan ini mempunyai ruang bawah tanah yang dapat dimasuki pengunjung. Fungsinya sebagai tempat tahanan sebelum dieksekusi. Tinggi ruang bawah tanah hanya setengah meter dengan kondisi pengap dan gelap. Terdapat rantai pemberat kaki yang sengaja ditinggalkan sebagai penanda betapa kejamnya perlakuan pada tahanan saat itu.

Ruang bawah tanah ini sering terendam air rob ketika laut pasang. Pada waktu itu diceritakan banyak tahanan yang kedinginan sehingga meninggal dunia karena sakit. Berada di ruang bawah tanah ini saya merasakan aura mistis yang membuat badan merinding.

Di halaman belakang terdapat patung perunggu Dewa Hermes. Patung ini melambangkan dewa perlindungan yang dibuat pada jaman renaissance, Giovanni Bologna (1529-1608). Selain itu terdapat Meriam Jagur yang melambangkan kesuburan. Menurut mitos jika ada pasangan yang belum memiliki keturunan kemudian menyentuh meriam ini maka keinginan mempunyai keturunan akan terkabul.

2. Museum Keramik. Terletak di seberang Museum Fatahillah, gedung tua Museum Keramik dibangun pada tahun 1870. Dahulu digunakan sebagai gedung Peradilan Tinggi Belanda. Setelah kemerdekaan Indonesia gedung ini dijadikan kantor Walikota Jakarta.
Harga Tanda Masuk
Sekarang gedung tua bersejarah ini dijadikan Museum Seni Rupa dan Keramik. Harga Tanda Masuk Museum Keramik Rp.5000/ orang.

Desain gedung, mempunyai rancangan arsitektur neo klasik Eropa dengan delapan tiang besar sebagai penopang di teras utama. Terdapat lebih dari 500 karya seni rupa yang dipamerkan. Mulai dari aneka keramik berbagai mancanegara, lukisan kuno, dan pahatan patung. Terdapat pula keterangan tertulis berupa sejarah dari koleksi benda-benda seni rupa yang tersimpan.

Keramik yang dipamerkan ada yang berasal dari kerajaan nusantara jaman dahulu. Ada keramik dari Majapahit, Sriwijaya, Negeri Cina, Eropa dan sebagainya. Terdapat juga keramik hasil temuan kapal kerajaan yang karam di bawah laut.

Makam Kuno
3. Museum Wayang. Bangunan yang terletak di sebelah Museum Fatahillah ini awal mulanya adalah sebuah gereja yang didirikan pemerintah Hindia Belanda pada abad 16. Umumnya gereja pada saat itu mempunyai area pemakaman di dalam halamannya.Harga Tanda Masuk yang ditetapkan di Museum Wayang Rp.5000/orang.
Suasana yang Asri
Salah satu tokoh pejabat yang pernah dimakamkan adalah Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen, pendiri kota Batavia. Menurut cerita wafatnya beliau disebabkan sakit malaria. Selain itu beberapa Gubernur Jenderal Hindia Belanda setelahnya ketika wafat ikut dimakamkan di sini.

Beberapa saat kemudian keseluruhan jasad yang ada di sini dipindahkan ke pemakaman lain. Alhasil tersisa petilasan makamnya saja yang berbentuk prasasti nisan. Pengelola museum membuat sedemikian rupa agar bekas makam ini tidak menyeramkan. Di sekitar prasati nisan dibangun sebuah taman asri dan sering dijadikan obyek foto pengunjung museum wayang.

Beranjak ke dalam museum, pengunjung akan melihat koleksi wayang atau boneka dari berbagai negara. Wayang asli dari Indonesia dapat pengunjung lihat seperti, wayang kulit, wayang suket (rumput ), wayang golek sampai boneka keluarga Unyil dan teman-temannya.

Ada pula wayang atau boneka yang membawa ciri khas budaya dan identitas negara tertentu. Seperti boneka dari India, Rusia, Inggris dan sebagainya. Setiap boneka atau wayang mempunyai ciri khas tersendiri ditunjukkan dengan aksesoris dan pakaiaannya. Terdapat keterangan singkat mengenai nama boneka, dari negara mana dan tahun berapa boneka tersebut dibuat.

4. Kanal Kalibesar. Tempat ini terletak di belakang area Kawasan Kota Tua. Pada abad 18 di masa pemerintahan Hindia Belanda, Kanal Kali Besar adalah jalur sungai kecil yang berfungsi membawa muatan niaga dari Pelabuhan Sunda kelapa menuju kawasan Kota. Revitalisasi Kanal Kali Besar dilakukan setelah ditemukannya pondasi pintu pengatur debit air oleh para pekerja pengeruk kali secara tak sengaja.

Revitalisasi Kanal Kali Besar saat ini sudah selesai. Pengunjung dapat menikmati senja di Kanal Kali Besar. Terdapat deretan kursi taman disepanjang area paving block yang tertata rapi dan artistik.
Suasana Asri Sepanjang Kanal
Suasana semakin asri dengan adanya taman dan bunga disepanjang kanal. Konon penataan ini terinspirasi dari desain Kanal Venesia Eropa dan bersihnya air Sungai Cheonggyechon di Korea Selatan.
Pengalaman Wisata Kota Tua
Inilah pengalaman traveling icon kota yang pernah saya kunjungi. Jadi empat destinasi ini jangan terlewatkan ya jika berkunjung ke Wisata Kota Tua Jakarta. Bagaimana dengan temans semua apakah mempunyai pengalaman berkunjung ke kawasan kota tua di tempat kalian tinggal? Boleh share ya di kolom komentar. Terima Kasih.

didekat area kota tua juga ada museum uang ya mba. duuuuh emang kumplit sih ya. Itu btw keramik2 yg ada di museum keramik mirip2 gambarnya sama keramik2 yg dijual di daerah belawan mba. kebetulan ibu saya suka beli piring keramik yg ada ornamennya persis seperti gambar yg ada di ulasan mba ini.
Tepatnya museum Bank Indonesia dan Museum Bank Mandiri kak ..benar di kedua museum itu ada koleksi mata uang dari jaman dulu.
Buat para anak rantau, apalagi yg newbie, Kota Tua itu jadi tempat tujuan buat didatangi pastinya.. jadi pas ada teman yg baru datang merantau atau sekedar wisata aja, kita pasti mainnya ke sini,hehe
Wah, kangen saya wisata ke kota tua, Mbak. Saya terakhir rahun 2018. Yang saya suka, satu lokasi bisa mengunjungi banyak tempat wisata bersejarah. Dari museum Bank Mandiri, Museum Bank Indonesia, Museum Fatahilla, Museum seni dan keramik, sampai museum wayang. Tiket masuknya pas di hati dan kantong lagi hahaha.
Pengin ke sana lagi, soalnya pas itu saya belum punya tripod dan kamera, jadi fotonya standar sekali hahaha.
Bener banget tuh dbagian penjara itu bikin merinding..hahahaa…
Dulu suka banget ke kota tua, secara kantor di oangeran jayakarta.. dlu tempatnya asri banyak pohon .. ddpan museum fatahillah ada pohon besar.. ntar kenapa skrg udah ditebang semua pepohonan smua, mmbuatku malas bgt kalo kseana brasa bgt panasny.. padahal tmpatny enak buat lburan..
Betul banget kak dulu sempat ada pohon besar gitu ya jadi rindang kawasan kota tua ehh sekarang panas banget kalau siang heuheu
Sukaaa deh kalau berwisata ke museum. Tentunya aku nggak akan berani kalau sendirian. Pergi berdua atau bertiga lalu teman-temannya melipir ke bagian lain dan di situ sepi pun aku pasti langsung nyariin, hahaha …
Tapi berwisata ke museum itu menakjubkan. Serasa terlempar ke masa lalu. Otak pun berasa terisi wawasan yang nggak pernah kita dapat di bangku sekolah. Sayang banget aku belum pernah kesini. Maunya kalau ke museum itu bisa menikmati dengan santai. Lebih asyik lagi kalau didampingi pemandu wisata. Jadi, kita bisa melihat sekaligus mendengar kisah di balik benda-benda yang dipajang di sana.
aku salah satu orang yang suka mengunjungi museum ini. Karena dengan mengunjungi museum kita bisa belajar banyak tenntang sejarah. Wisata kota tua ini salah satu icon pariwisata Jakarta ya mbak. Emang keren banget deh. Semoga nanti bisa berkunjung ke sana.
Tiket masuknya betul betul ekonomis ya.
Rasanya ke Jakarta tanpa mampir ke sini terhitung masih kurang greget.
Lengkap kap kap menurutku.
Museum, kanal, patung, makam dan penjara bawah tanah.
Sejujurnya, pas liat pic penjara bawah tanah kok kayak ada serem2nya ya.
Apa cuma aku aja yang mikir gitu
bersyukur saya pernah ke wisata kota tua jakarta sungguh pengalaman yg luar biasa waktu tahun 2018 hehe
Wah senangnya bisa berkunjung ke kota tua ya kak
Aku harus menepuk jidat sendiri nih,
Kok ya kalau ke kota tua tuh seringnya malam dan buat nongkrong makan kerak telor aja
Btw negeri negeri yg dijajah biasanya desian bagungan nya mirip dengan negeri penjajah, tapi stlh penjajah cabut kenapa gak mirip ya misal kaya kanal besar itu digunakan untuk naik kapal/perahu gitu hehehe
Aku baru ke Museum Fatahillah saja, dan baru tahu mitos jika tegelnya diinjak berasa ada di Amsterdam…wah kapan-kapan mau coba juga. Kalau Museum Wayang dan Keramik karena jadi kunjungan wajib anak saat SD jadi mereka menolak diajak ke sana , padahal Emaknya belom pernah Baiklah, nanti bisa dikunjungi nih
Sdh beberapa kali kebjakarta, malah dulu sempat domisili di bandung dan sering ke jakarta, tapi belom sekalipun saya pernah ke kota tua.
Aku belum pernah mba ke kota tua jakarta. Padahal udah mu 3 tahun tinggal di tangerang selatan. Semoga kalau pandemi selesai aku dan keluarga bisa maen ke kota tua jakarta. Amin
Tempat yang sarat nilai sejarah. Saya beberapa kali ke Jakarta, tapi belum pernah mampir ke sini. Semoga suatu ketika punya kesempatan.
Mbak Bayu aku pingin banget ke Museum Fatahillah, dari kecil pernan nonbar filmnya bareng guru dan teman2 sekelas di bioskop diselenggarakan Dinas Dikbud zaman old hehe
Saya hanya berkunjung ke museum yang banyak lukisannya waktu singgah di kawasan Kota Tua. Suami malas masuk Museum Fatahillah dan mengeksplorasi seisi Kota Tua. “Capek”, katanya. Alhasil kami pilih sepedaan dan foto2 dengan berbagai karakter yang ada di sana.
Ya Allah aku pernah kepedean sama kakak jam 9 malam kesini. Kukira cafe batavia buka sampai malam ternyata tidak .
Tapi kanal kali besarnya keren lho pas malam kak, jadi pengen ikutan nulis pengalaman kesini ah.. Tapi next pasti kesini pas siang hari, pernah siang tapi malah pergi keep asemkanya kalap dengan beli pernak-pernik bross dll buat dijual lagi kala itu jadi udah kecapekan nggak sempat wisata ke museumnya
selama aku di jakarta kota tua itu menjadi paforitku, setiap malam minggu aku kumpul di sana sama teman-teman, tempat wisata murah meriah, bagi aku
Saya ke Kota Tua Jakarta pada tahun 2014. Saat itu saya belum suka menulis sejarah. Dan saya tetap ke sana sendirian bermodalkan nekat. Tapi saya hanya masuk ke Museum Bank. Sampai sekarang saya masih mengharapkan bisa ke Jakarta lagi dan pergi ke sini. Pasti dengan kacamata berbeda.
aku paling senang menelusuri sejarah seperti ini, berasa kayak ada di masa itu ketika sedang dekat dengan benda-benda bersejarah. dan paling suka kalau ada yang menceritakan mengenai apa yang sedang kita amati
Beberapa kali ke museum fatahilah. Entah kenapa selalu ngga kuat kalau deketan sama Lemari Kunonya, ngga tau kenapa . Tapi, emang kota tua mah engga ada abisnya pesonanya
wah sudah lama banget enggak main-main ke kota tua, dulu sering nih jamannya masih sekolah hehe, waktu SMP malah foto buku tahunan di kota tua ini haha. emang dari dulu tempat ini enggak pernah sepi dari pengunjung sih.
Wah kalau saya jaman SMA kyknya kak pepotoan di kawasan Kota Tua hehehe
ku yang belum pernah ke museum keramik waktu berada di kawasan kota tua. Kapan ya bisa ke sana lagi…. Suka banget sama arsitektur bangunan di kawasan kota tua
Aku belum pernah ke Jakarta kak.. hihi
Dan kota tua sudah kutulis menjadi daftar tempat yang akan dikunjungi bila ke sana. Suami dulu bolak-balik ke Jakarta tapi gak pernah juga singgah kemana-mana selain Monas. Karena jadwalnya padat jadi cuma bisa ke Monas karena dekat dari hotel menginap
Kota Tua seperti ini tidak hanya ada di Jakarta lho, Mbak. Di Padang pun ada. Namun meskipun arsitekturnya unik, kalau kita ingat-ingat sejarahnya, tetap terasa pahit. Yah, mungkin memang move on itu susah sekali, seperti kata orang-orang. Bahkan Belanda pun sampai sekarang masih merasa bersalah dengan bangsa kita.
Jadi ingat kenangan ke kota tua, makan kerak telor, foto sama badut dorami, sama lihat pameran seni. Kalau ke museum wayangnya belum nih. Semoga ada kesempatan kesana lagi. Walau sekarang sudah masuk new normal tapi kalau hanya untuk jalan-jalan, saya belum berani perginya.
Berkali-kali ke Jakarta tapi belum pernah masuk ke kawasan Kota Tua. Jadi makin pengen nih buat datang ke sini.
Aaaaaak, kangen main ke sana lagi. Eh, saya malah belum pernah ke Museum Wayang loh mba. Banyak koleksi jadul Si Unyil ya? Hihihi. Lucu. Kota Tua sekarang pasti makin kece ya.
Lama sekali belum main ke sana lagi. Main pas masih single aja dulu, dan ampek sekarang belum pernah lagi.
setiap ke museum tuh berasa mistis sepanjang perjalanan
pas ngeliat ruang bawah tanah, merindingnya jadi makin meningkat karena cerita di balik ruangan yang mengerikan
Betul kak ..mungkin karena museum tuh bangunan tua peninggalan jaman baheula jadi ya ada aja kesan mistisnya ya..