Rumahku Istanaku Menyambut Adaptasi Kebiasaan Baru

Rumahku Istanaku Menyambut Adaptasi Kebiasaan Baru. Rumah sebagai hunian merupakan kebutuhan primer manusia yang harus terpenuhi. Dikategorikan sebagai kebutuhan papan, setiap manusia membutuhkan hunian sebagai tempat berlindung dan tumbuh kembang di lingkungan masyarakat terkecil yaitu keluarga.

Sebagai tempat tinggal yang utama rumah harus sehat secara utilitas. Terlebih saat pandemi sekarang dimana situasi sudah memasuki adaptasi kebiasaan baru. Protokol kesehatan tetap harus dipatuhi seperti himbauan jaga jarak, gunakan masker dan cuci tangan dengan hand sanitizer atau air mengalir. Begitupun dengan hunian yang ditinggali. Masyarakat dianjurkan untuk senantiasa menjaga kebersihan tempat tinggal masing-masing.

Rumahku Istanaku

Sayangnya sebagian besar masyarakat masih terkendala membuat  tempat tinggal sehat dan layak huni. Ketidakberdayaan masyarakat memperoleh hunian yang layak mendapat perhatian dari pemerintah. Melalui Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) disalurkan bantuan sebesar Rp. 17,5 juta per unit untuk program bedah rumah tidak layak huni di Kabupaten Ciamis Jawa Barat. Total jumlah huniah yang dibedah sebanyak 200 unit. Keseluruhan anggaran yang dikucurkan sebesar Rp.3,5 miliar.

Rumahku Istanaku
Rumahku Istanaku | freepik.com

Bantuan bedah rumah ini dikhususkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah, sudah berkeluarga dan memiliki tempat tinggal dengan status kepemilikan tanah berikut bangunan yang legal dimata hukum. Total bantuan sebesar Rp. 17,5 juta terdiri dari pembelian bahan bangunan sebesar Rp. 15 juta dan upah pekerja sebesar Rp. 2,5 juta

Beberapa Kriteria Rumah Sehat

Menurut persyaratan kesehatan rumah tinggal berdasar Keputusan Menteri Kesehatan RI No.829/Menkes/SK/VII/1999 kriteria dari rumah sehat sebagai berikut;

1. Pencahayaan

Salah satu kriteria rumah sehat memiliki pencahayaan yang cukup. Setidaknya waktu malam maupun siang hari sebagian besar ruangan di dalam rumah dapat tercover cahaya. Intensitas penerangan cahaya yang disarankan minimal sebesar 60 lux (satuan standar pencahayaan).

Adanya pencahayaan ini membantu menyehatkan jasmani penghuni rumah. Pada malam hari penghuni rumah dapat tenang dan nyaman menjalankan kegiatan seperti belajar, mengerjakan pekerjaan rumah, membaca, menonton televisi dan sebagainya. Pada siang hari penghuni rumah dapat mengerjakan pekerjaan rumah tangga, dan kegiatan lainnya.

Sumber pencahayaan bisa berasal dari penerangan alami seperti sinar matahari dan penerangan buatan atau sinar lampu. Rumah yang sehat tentu mempunyai bukaan jendela. Tujuannya supaya bias terang cahaya matahari dapat masuk ke dalam rumah. Selain menerangi ruangan, cahaya matahari dapat meminimalisir tumbuhnya jamur pada tembok rumah.

2. Ventilasi

Kegunaan ventilasi untuk pertukaran udara dari luar ke dalam rumah dan sebaliknya. Rumah sehat tidak bergantung 24 jam pada pendingin udara atau air conditioning (AC). Selain itu rumah sehat tidak dianjurkan tertutup rapat tanpa ada aliran udara keluar masuk.

Manfaat lain ventilasi dapat menghilangkan polusi bau pengap dan menghemat energi sumber daya listrik. Pendingin ruangan atau kipas angin tidak perlu sering digunakan jika rumah memiliki ventilasi udara yang memadai.

3. Sumber Air

Manusia membutuhkan air untuk menjalani keberlangsungan hidupnya. Rumah sehat adalah rumah yang mempunyai sumber air untuk digunakan penghuni. Sumber air sendiri ada dua yaitu sumber mata air tanah dan jaringan air bersih berlangganan.

Air yang dapat digunakan penghuni harus bebas dari zat berbahaya. Pastikan sumber air yang digunakan memenuhi syarat kesehatan air bersih atau air minum sesuai ketentuan perundangan yang berlaku.

4. Limbah Buangan

Rumah sehat mempunyai sarana mandi cuci kakus (mck) yang memperhatikan pelestarian lingkungan. Limbah cair hasil kegiatan rumah tangga seperti air cucian peralatan masak dan alat makan, air cucian baju dan air cucian kendaraan bermotor setidaknya mempunyai saluran pembuangan tersendiri yang langsung masuk dalam tanah. Hal ini bertujuan supaya limbah bekas cucian berikut deterjennya tidak dibuang langsung ke selokan sehingga mencemari lingkungan sekitar.

Begitu juga limbah padat dari kloset setidaknya mempunyai tempat pembuangan limbah atau septic tank yang bisa dikendalikan. Jangan sampai limbah ini rembes dan mencemari tanah sekitarnya. Penataan antara jarak lokasi sumber mata air dan tempat pembuangan limbah menjadi hal penting untuk diperhatikan.

Pengalaman Cara Merawat Rumah Idaman

1. Senantiasa Bersih

Rumah yang bersih akan membuat penghuni sehat dan dan bugar. Cara sederhana dengan rajin menyapu dan mengepel lantai rumah setiap hari. Membersihkan ventilasi udara, mengelap kaca jendela dari debu dan  mencuci tirai atau kain gorden penutup jendela secara berkala.

Rumahku Istanaku
Membersihkan Rumah | freepik.com

Perabot rumah tangga yang ada dalam rumah juga harus rajin dibersihkan. Lemari pajang, sofa set, buffet dan sebagainya. Membersihkan rumah secara rutin selain membuat rumah menjadi sehat, tenaga juga lebih efisien. Karena rajin dibersihkan maka waktu untuk bersih – bersih rumah menjadi singkat.

2. Bebas Zat Kimia Berbahaya

Pemakaian produk perawatan rumah yang mengandung bahan kimia sebaiknya diperhatikan. Misalkan pemakaian pengharum ruangan, cat tembok, aerosol zat anti nyamuk yang disemprot ke ruangan dan sebagainya. Zat kimia pada bahan – bahan tersebut dapat melekat pada tembok. Setelah itu aromanya terserap ke saluran pernafasan, kulit dan sebagian membuat perih mata. Perhatikan kandungan zat kimia yang tertera pada produk-produk tersebut. Jangan sampai kandungan zat kimia berbahaya bagi kesehatan tubuh penghuninya.

3. Senantiasa Terawat

Rumah yang senantiasa terawat mengeluarkan pancaran ceria dari penghuni didalamnya. Untuk itu segera perbaiki bagian – bagian dari rumah yang sudah rusak dimakan usia. Misalkan memperbaiki genteng yang bocor, membersihkan sarang laba-laba, mengecat dinding rumah yang kusam, memperbaiki kusen yang retak dan sebagainya.

4. Bebas Hewan Pengganggu

Rumah yang sehat bebas dari hewan pengganggu seperti tikus, ular dan serangga. Hewan tersebut dapat membuat sarang karena kondisi rumah yang kotor dan nyaman untuk “mereka” tinggali. Tumpukan barang bekas dan barang tidak terpakai yang teronggok di sudut rumah bisa menjadi tempat nyaman untuk bersarang.

Keberadaan hewan pengganggu selain beresiko terhadap kesehatan manusia juga dapat merusak bagian dari rumah. Untuk tikus sebagai hewan pengerat akan menggerogoti bagian rumah yang terbuat dari kayu sehingga menjadi berlubang dan lapuk. Solusinya jangan menumpuk benda tak terpakai dalam rumah.

5. Selalu Kering

Beberapa sudut rumah selalu basah dan lembab. Seperti kamar mandi, tempat cuci piring dan tempat cuci baju. Kondisi basah dan lembab sangat rentan ditumbuhi jamur. Spora dari jamur berbahaya untuk pernafasan, Selain itu aroma lembab menjadi polusi udara yang sangat tidak enak dihirup pernafasan.

Solusinya tempat yang berpotensi basah dan lembab selalu dijaga dalam keadaan kering. Misalkan selalu membersihkan area cuci piring sesudah digunakan, menjaga lantai kamar mandi tidak terlalu basah dan licin setelah dipakai, mengeringkan tempat cuci baju dengan lap setelah dipakai dan sebagainya.

Rumah Pertama Impian Semua Orang

Konsep rumah pertama impian adalah rumah idaman yang memberi kenyamanan dan keamanan bagi penghuninya. Rumah idaman tidak harus besar, mewah dan mentereng. Rumah dengan tampilan sederhana sepanjang mempunyai kriteria rumah sehat dapat menjadi rumahku istanaku  untuk penghuninya.

Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), membantu mewujudkan rumah impian bagi masyarakat Indonesia khususnya yang berpenghasilan rendah. Program bedah rumah sebagai pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang memberikan banyak manfaat diharapkan dapat dirasakan masyarakat seluruh pelosok negeri.

Rumahku Istanaku Menyambut Adaptasi Kebiasaan Baru. Bersama Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR wujudkan mimpi rumah pertama.

Salam

Referensi :

1. https://perumahan.pu.go.id/berita/view/337/200-rtlh-di-ciamis-dapat-bantuan-bedah-rumah

2. https://www.pu.go.id/

3. https://id.scribd.com/document/355437181/Kepmenkes-RI-No-829-Tahun-1999-Persyaratan-Kesehatan-Perumahan-pdf

 

 

 

Please follow and like us:

ditulis oleh

Bayu Fitri Hutami

Seorang pembelajar yang bukan siapa-siapa melainkan seorang yang senang bercerita. Seorang yang suka menulis berdasarkan apa yang dilihat, didengar dibaca dan dialami untuk menjadi sebuah tulisan informatif. Semoga tulisan yang saya sajikan bermanfaat. Terima Kasih.