Piaynemo Papua Destinasi Wisata Hijau dari Timur Indonesia

Piaynemo Papua Destinasi Wisata Hijau dari Timur Indonesia. Swafoto berlatar gugusan pulau karang Piaynemo bukti sudah menginjakkan kaki ke Raja Ampat. Itulah impian saya yang belum terlaksana.

Indonesia dengan aneka ragam kekayaan alam bak misteri yang tak pernah habis untuk dijelajahi. Sebagai orang yang besar di ibu kota, saya mempunyai impian untuk dapat menjelajah destinasi di Indonesia Timur. Raja Ampat adalah destinasi wisata impian yang akan saya kunjungi jika diberikan kesempatan.

Gugus Pulau Piaynemo | Pixabay.com

Papua Destinasi Wisata Hijau

Destinasi wisata hijau adalah tempat wisata yang menawarkan keindahan alam dengan flora dan fauna yang terjaga keasliannya . Hal ini  menarik wisatawan untuk melakukan kegiatan perjalanan wisata dengan mempelajari daya tarik dan potensi sumber daya alam. Apakah berasal dari yang alami ataupun konservasi.

Papua merupakan provinsi terluas di Indonesia yang terletak di Indonesia bagian Timur. Papua sendiri dibagi dua yaitu provinsi Papua dengan Ibu Kota Jayapura dan Papua Barat dengan Ibu Kota Manokwari.

Sebagian besar wilayah Papua terdiri dari hutan hujan tropis yang dikelilingi  lembah curam dan pegunungan tinggi. Luas hutan Papua awalnya ada sekitar 42 juta hektar (ha). Semakin hari luas hutan Papua berkuarang akibat dampak dari pemekaran wilayah. Kebutuhan tempat tinggal memaksa pemangku kepentingan melakukan kebijakan pembukaan hutan untuk tempat tinggal dan lahan pangan.

Menuju Piaynemo Papua Destinasi Wisata Hijau

Penerbangan langsung dari Jakarta tujuan Sorong dengan durasi 4 jam menjadi pilihan ketika ingin menjelajah Papua Destinasi Wisata Hijau. Waktu di Indonesia bagian Timur dua jam lebih cepat dibandingkan Jakarta. Sesampai di Sorong perjalanan dilanjutkan menggunakan transportasi laut menggunakan  kapal cepat secara estafet. Rutenya adalah Sorong – Waisai – Mutus – Piaynemo, dengan total waktu perjalanan kurang lebih 6 Jam.

Piaynemo terletak di Desa Pam, Distrik Waigeo Barat, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Pulau ini mempunyai pemandangan gugusan karang yang dapat dilihat dari puncak Bukit. Akses masuk ke puncak Piaynemo harus menaiki ratusan anak tangga yang terbuat dari kayu. Ratusan anak tangga ini dibuat dengan tidak merusak pohon dan tumbuhan sekitar.

Menurut informasi yang saya baca, pengelolaan tempat wisata Piaynemo melibatkan warga setempat yang peduli dengan kearifan lokal. Pepohonan sekitar dibiarkan tumbuh liar dan sulur – sulur dari tumbuhan banyak yang mencuat dari sela anak tangga. Perlakuan warga yang memberi ruang bagi tumbuhan dan pepohonan membuat udara  kaya akan oksigen.

Piaynemo Papua Destinasi Wisata Hijau dari Timur Indonesia
Akses Jalan Alami ke Piaynemo | Pixabay.com

Untuk mendaki ratusan anak tangga menuju puncak, dibutuhkan stamina fisik yang prima. Namun perjalanan akan didominasi sejuknya udara dan indahnya kupu-kupu liar yang banyak berterbangan diseputar jalur treking.

Lelah terbayar setelah sampai dipuncak Bukit Piaynemo. Terdapat sudut pandang tertinggi berupa pelataran kayu bagi pengunjung untuk melihat gugusan pulau karang dibawahnya. Wisatawan dapat berswafoto di pelataran yang menjadi tempat ikonik Piaynemo.

Jelajah Seputar Piaynemo

Jauh-jauh ke Piaynemo, tentu saya tidak ingin melewatkan kesempatan menjelajahi Papua Destinasi Hijau lainnya. Menurut literatur yang saya baca ada beberapa destinasi seputar Piaynemo yang menyajikan atraksi, wisata alam dan petualangan serta kuliner.

1.Telaga Bintang Piaynemo. Ini adalah telaga yang dikelilingi bukit karang. Telaga berwarna hijau tosca yang bergradasi dengan birunya air laut. Jika dilihat dari ketinggian, telaga ini mirip dengan bintang. Untuk mendapatkan pemandangan di Bukit Bintang, wisatawan harus mendaki bukit karang yang sangat tajam dan cukup terjal. Dibutuhkan kehati-hatian yang tinggi supaya tidak jatuh ke telaga dan laut. Kegiatan yang dapat dilakukan setelah mencapai puncak tentu saja berswafoto.

2. Desa Saukabu. Jelajah desa ini akan dijumpai pemandangan pantai berpasir putih yang bersih dan indah. Pesona keindahan bawah lautnya masih asri dan terjaga dengan baik. Ikan Napoleon dan Ikan Hiu mudah kita temui di perairan dangkal desa ini. Ombak di pantai tidak terlalu besar, sehingga kita bisa bermain pasir atau sekedar berkeliling perairan dengan kapal nelayan yang disewakan. Terdapat produk khas hasil industri rumahan dari penduduk setempat berupa minyak VCO. Minyak kelapa ini mempunyai kualitas terbaik dan sudah terkenal di kalangan wisatawan. Produk VCO menjadi buah tangan bagi wisatawan yang datang berkunjung.

3. Pulau Fam. Berupa gugusan pulau kecil dan sering disebut “Raja Ampat Mini”. Pulau ini terkenal dengan pemandangan bawah lautnya yang asri. Sehingga cocok untuk kegiatan snorkling. Sesudah snorkling kita dapat menyicipi kuliner lokal Ikan Bubara yang dimasak dengan cara diasap. Sementara itu penduduk setempat membuat produk sabun dengan metode tradisional untuk dijadikan buah tangan bagi wisatawan.

Menjaga Papua Destinasi Wisata Hijau

Alam harus senantiasa dijaga dan dirawat dengan benar. Jika manusia memperhatikan alam maka alam akan membalas dengan memberikan apa yang manusia butuhkan. Keseimbangan alam di Papua gencar dikampanyekan melalui berbagai gerakan pencinta lingkungan salah satunya ECO NUSA.

Ini merupakah organisasi nirlaba yang mengangkat pengelolaan sumber daya alam berkeadilan dan berkelanjutan di Indonesia. Selain itu mempromosikan dialog antar pemangku kepentingan untuk mengembangkan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan, mengangkat keadilan, konservasi dan transparansi.

Dibutuhkan kerjasama yang kompak antara pemangku kepentingan, penduduk setempat, pelaku wisata dan tentunya wisatawan itu sendiri. Karena wisatawan juga mempunyai tanggung jawab untuk bersama-sama menjaga destinasi agar tetap hijau lestari. Sebagai contoh tidak membuang sampah sembarangan dan senantiasa mematuhi aturan yang sudah ditentukan pengelola wisata atau penduduk setempat.

Semoga Piaynemo Papua Destinasi Wisata Hijau dari Timur Indonesia dapat saya kunjungi secepatnya sehingga saya bisa bercerita berdasarkan pengalaman nyata secara informatif dan lengkap.

 

Sumber Referensi :

  • Misi ECO NUSA https://www.econusa.id/id/home
  • Gugusan Karang Raja Empat dari Puncak Pianemo https://kabarpapua.co/cantiknya-gugusan-karang-raja-ampat-dari-puncak-pianemo/
  • Rimba Terakhir https://www.hutanpapua.id/
  • Tempat Asik disekitar Piaynemo Raja Ampat https://pesona.travel/destinasi/922/5-tempat-asik-di-sekitar-piaynemo-raja-ampat

 

Please follow and like us:

ditulis oleh

Bayu Fitri Hutami

Seorang pembelajar yang bukan siapa-siapa melainkan seorang yang senang bercerita. Seorang yang suka menulis berdasarkan apa yang dilihat, didengar dibaca dan dialami untuk menjadi sebuah tulisan informatif. Semoga tulisan yang saya sajikan bermanfaat. Terima Kasih.