Tips Mengenalkan Arti Nilai Uang pada Anak

Arti nilai uang harus dikenalkan sejak dini pada anak. Tujuannya supaya anak mempunyai rasa empati pada usaha untuk mendapatkan uang. Sebagai orang tua tentu ingin memberikan yang terbaik bagi buah hati. Berbagai daya upaya dilakukan orang tua demi memenuhi kebutuhan dan keinginan buah hati tercinta.

Namun dibalik kesungguhan daya upaya tentu orang tua mempunyai keterbatasan. Oleh sebab itu anak harus diberikan pengertian tentang arti nilai uang. Penting memberikan pengertian tentang nilai uang  sejak dini supaya anak mempunyai konsep nilai tentang sesuatu yang berharga.

Batasan Usia Anak

Menurut UU no. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, batasan usia yang disebut anak sampai dengan 18 tahun. Oleh karena itu sepanjang waktu tersebut segala tindak tanduk anak masih berada dalam pengawasan orang tua. Tak terkecuali pemenuhan kebutuhan anak yang notabene membutuhkan biaya.

Anak dengan segala kebutuhan dan keinginannya pada usia tersebut masih menjadi tanggungan orang tua. Jika anak sudah mengerti fungsi uang sebagai alat transaksi maka bekali juga dengan pemahaman mengenai nilai uang. Terlebih jika anak sudah mendapatkan uang saku bulanan.

Anak harus diajarkan menggunakan uang secara bijak dan bertanggung jawab. Jika perlu ajarkan anak untuk membuat catatan pengeluaran sederhana mengenai pemakaian uang. Tidak hanya bersumber dari orang tua, terkadang anak mendapatkan uang dari orang lain atau sanak saudara. Misalnya uang sebagai hadiah ulang tahun dari kakek nenek dan keluarga besar. Beberapa anak mendapatkan uang dari hadiah kompetisi mengikuti lomba. Baik yang diselenggarakan pihak sekolah maupun luar sekolah.

Nilai Uang
Mengenalkan arti uang pada anak sejak dini | ilustrasi bayufitri desain canva

Cara Sederhana Mengenalkan Arti Uang pada Anak

1. Jangan membuang makanan
Makanan dibeli dengan uang. Untuk mengenalkan arti uang pada anak berikan contoh untuk tidak menyisakan makanan yang sudah dibeli atau dipesan. Jika makanan yang terlanjur dibeli tidak habis bisa disimpan untuk kemudian dimakan kembali sampai habis.

Orang tua sebagai role model penting untuk memberikan contoh nyata pada anak. Misalkan sedang makan di rumah makan, biasakan memesan makanan dalam porsi secukupnya. Ajarkan pada anak bahwa makanan dibeli dengan uang yang diupayakan dengan bekerja. Beri pemahaman bahwa bersyukur masih dapat membeli makanan karena di luar sana banyak orang yang masih kesulitan mencukupi kebutuhan pangannya.

2. Belilah benda yang dibutuhkan
Anak perlu diberikan pemahaman bahwa tidak semua keinginan harus dipenuhi. Ajarkan untuk memilah mana kebutuhan dan mana keinginan belaka. Karena keterbatasan daya nalar, biasanya anak hanya meniru apa yang dilihat.

Jika teman sepermainan mempunyai mainan dengan merk”A” maka anak merasa ingin memiliki juga. Biasanya anak akan minta dibelikan mainan serupa. Berikan pemahaman bahwa tidak semua mainan harus bermerk sama. Terpenting adalah setiap mainan mempunyai keunikan tersendiri. Berikan penjelasan detil jika membeli peralatan sekolah lebih diutamakan daripada membeli mainan. Nilai uang yang dibelanjakan pada peralatan sekolah lebih banyak manfaatnya dibandingkan jika membeli mainan.

3. Menjaga dan merawat benda yang dibeli
Setelah anak memahami nilai uang pada pembelian benda, maka rawat dan jagalah benda yang sudah dibeli dengan baik. Contoh sederhana, anak dapat diajarkan mencuci sepatu sekolah secara rutin. Menjaga baju sekolah supaya tidak cepat kotor dan kusam. Menjaga mainan yang dimiliki supaya tidak cepat rusak atau hilang.

Tanamkan pada anak bahwa ada nilai uang pada setiap benda yang sudah terbeli dan menjadi milik anak. Berikan pengertian bahwa merawat benda yang sudah dimiliki anak sama dengan menghargai upaya orang tua dalam bekerja mencari uang untuk membeli benda tersebut. Jika memungkinkan dapat mengajak anak untuk melihat gedung tempat kerja orang tua pada saat hari libur. Terangkan pada anak bahwa ada perjuangan dari orang tua ketika mencari nafkah dengan meninggalkan rumah setiap hari.

4. Berbagi benda sudah tidak digunakan
Seiring bertambahnya usia, terkadang ada mainan atau pakaian anak yang sudah tidak digunakan lagi. Ajari anak untuk berbagi dengan yang lebih membutuhkan. Tekankan pada anak bahwa berbagi benda yang sudah tidak dibutuhkan ada syaratnya. Utamanya benda tersebut masih layak pakai jika berupa pakaian. Jika berupa mainan harus dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Untuk itu penting menjaga setiap benda baik pakaian atau mainan yang dimiliki. Supaya jika sudah tidak digunakan dapat diberikan pada yang membutuhkan dalam kondisi baik. Berilah pengertian pada anak bahwa terdapat rejeki orang lain pada setiap benda yang dimiliki. Itulah yang disebut fungsi dari berbagi.

5. Biasakan menabung
Menyisihkan sebagian uang untuk disimpan serta digunakan kemudian hari adalah prinsip dari menabung. Pada anak perlu diberikan pemahaman bahwa jika mempunyai uang tidak selalu harus habis dibelanjakan begitu saja.

Contoh sederhana jika anak ingin membeli benda atau mainan yang diidamkan maka biasakan untuk berupaya menabung dari uang saku dibandingkan meminta dibelikan secara langsung. Cara seperti ini menjadi pembelajaran bahwa untuk mendapatkan sesuatu dibutuhkan upaya dan kerja keras serta disiplin dalam membelanjakan uang.

6. Tidak dibiasakan menerima imbalan uang
Sebagian anak terbiasa menerima imbalan uang jika bersedia melakukan perintah orang dewasa. Bahkan orang tua cenderung memberi “ongkos capek” ketika menyuruh anak melakukan sesuatu. Seperti membantu membersihkan tempat tidur, menyapu rumah atau mengerjakan pekerjaan rumah tangga lainnya.

Mengimingi anak dengan imbalan uang adalah jalan pintas karena biasanya anak tertarik dan mengikuti apa yang diperintahkan. Namun hal ini berdampak tidak baik pada perkembangan jiwa anak. Karena sifat perhitungan akan lekat pada anak. Selanjutnya anak menjadi tidak ringan tangan dan sulit untuk berbagi.

Ajak Anak Diskusi tentang Penggunaan Uang

Anak akan meniru perilaku dan kebiasaan dari orang dewasa disekitarnya. Dalam menggunakan uang sebaiknya orang tua dapat menjadi contoh yang baik di depan anak-anaknya.

Seiring bertambah usia daya nalar anak juga berkembang. Ada masanya anak dapat diajak bertukar pikiran atau berdiskusi tentang penggunaan uang secara bijak. Contoh sederhana jika ingin makan di luar rumah bersama ajak anak memilih mau makan apa dan di mana. Ajari anak untuk memberikan alasan yang dapat didiskusikan mengenai pemilihan makanan dan tempat makan. Mengapa harus makan di tempat tersebut dan sebagainya.

Jika anak terbiasa berdiskusi dengan orang tua berkaitan dengan penggunaan uang, niscaya dalam diri anak tertanam penghargaan terhadap kegunaan uang itu sendiri. Termasuk juga cara mendapatkan uang yang dibarengi dengan kerja keras seperti diceritakan momblogger pada Finansial Sehat, Keluarga Hebat.

Demikian Tips Mengenalkan Arti Nilai Uang pada Anak. Bagaimana dengan teman semua apakah ada pengalaman serupa? Boleh share ya di kolom komentar. Terima Kasih.

Salam

 

Please follow and like us:

ditulis oleh

Bayu Fitri Hutami

Seorang pembelajar yang bukan siapa-siapa melainkan seorang yang senang bercerita. Seorang yang suka menulis berdasarkan apa yang dilihat, didengar dibaca dan dialami untuk menjadi sebuah tulisan informatif. Semoga tulisan yang saya sajikan bermanfaat. Terima Kasih.