
Mengenal Budaya Korea Selatan dari Hanbok sampai Kimchi. Sebagai negara maju Korea Selatan tidak pernah melupakan budaya leluhur. Budaya membentuk nilai kehidupan yang berguna untuk membangun masa depan bangsa.
Sebagai salah satu pemenang lomba menulis artikel traveling dTraveler Goes To Korea dari Detik.com, pada bulan Mei 2019 saya berkesempatan mengunjungi negeri OPPA . Negara ini terkenal dalam industri dunia hiburan sebagai penghasil artis penyanyi K-POP dan serial drakor terkenal.
Korea Selatan mempunyai banyak gedung budaya. Hal ini sebagai pengingat akan tradisi, adat istiadat budaya yang masih dilestarikan hingga kini. Gedung budaya terbuka untuk umum dapat dikunjungi wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri.

Daftar Isi
Korea House
Sesuai itinerary rombongan kami berkesempatan mengunjungi Korea House. Sebuah gedung budaya yang memperlihatkan sesuatu yang unik atau khas KOREA. Letak Korea House ada di tengah Kota Seoul. Gedung ini terdiri dari 5 lantai. Begitu masuk kami disambut pemandu asli orang Korea Selatan yang fasih berbahasa Indonesia. Lantai pertama terdapat alat – alat tradisional yang dipakai untuk mengolah rumput laut menjadi nori.
Nori
Rumput laut terkenal dengan kandungan nutrisi dan mineral yang bermanfaat untuk kesehatan. Selain itu kandungan antioksidannya baik untuk mencegah penuaan dini. Rumput laut dari perairan Korea Selatan mempunyai kualitas terbaik di dunia.

Rakyat Korea sudah sejak dulu membudidayakan rumput laut dan mengolahnya menjadi makanan tradisional dengan nama nori. Mengikuti perkembangan selera kuliner, nori diolah menjadi aneka rasa. Mulai dari rasa almond, jamur sampai ginseng.

Lembaran nori warna hijau kerap dijadikan camilan untuk pendamping makan nasi seperti kerupuk. Nori dipakai juga sebagai pembungkus nasi gulung pada sushi atau remahan abon untuk nasi kepal khas Korea.
Kimchi
Kami lanjut naik ke lantai 2, seorang pembuat kimchi memperlihatkan cara membuat kimchi. Makanan khas korea ini selalu tersedia sebagai pendamping menu utama pada saat jamuan makan. Kimchi pada zaman dahulu dibuat untuk stok pangan. Sebagai negara 4 musim, rakyat Korea harus mempunyai stok makanan selama periode musim dingin.

Kimchi dibuat dari sawi putih mentah segar yang dibalur bumbu merah dan mengalami proses fermentasi. Selain sawi putih bisa menggunakan lobak dan timun. Zaman dahulu rakyat Korea Selatan memfermentasikan kimchi ke dalam tembikar tanah. Semakin lama durasi penyimpanan maka semakin enak dan berkhasiat kimchi yang dihasilkan.
Zaman now, proses membuat kimchi masih sama. Hanya saja untuk proses fermentasi cukup menaruh sawi berbalur bumbu merah dikotak kedap udara. Selanjutnya menyimpan ke dalam lemari pendingin (kulkas).
Khasiat Kimchi
Mengkonsumsi kimchi mempunyai banyak manfaat. Menurut orang Korea khasiat kimchi dapat melancarkan pencernaan karena bersifat probiotik. Selanjutnya dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga kesehatan mata. Khasiat lain dapat mengendalikan kolesterol, mampu menurunkan berat badan serta mencegah kanker.
Baca Juga : Aneka Kuliner dan Tempat Makan Halal Food di KorSel
Praktek Membuat Kimchi
Rombongan kami mendapat kesempatan membuat kimchi. Setiap peserta wajib memakai apron atau celemek. Pemandu memberikan satu perlengkapan seikat sawi putih dan semangkuk bumbu merah. Kami harus membalurkan bumbu merah ke setiap helai sawi putih. Setelah merata, ikat simpul sawi supaya bumbu merah meresap. Selanjutnya menyimpan ke dalam kotak kedap udara. Proses fermentasi sawi putih menjadi kimchi memakan waktu 3 – 7 hari.
Hanbok
Lantai teratas dari Korea House adalah tempat menyewa baju hanbok. Baju ini merupakan baju tradisional rakyat Korea Selatan. Warna-warni yang ada pada hanbok mempunyai makna tersendiri. Umumnya warna hanbok cenderung soft dan cerah. “Han” adalah sebutan untuk rakyat Korea, sedangkan “bok” mempunyai arti pakaian. Jika digabung menjadi “pakaian warga Korea”.
Simbol Warna Hanbok
Pada zaman Korea masih menjadi kerajaan, warna hanbok menyiratkan simbol dan status pemakainya. Berikut penjelasannya;
Hanbok yang berwarna putih mempunyai simbol arti kemurnian jiwa. Warna putih mendominasi hanbok untuk pakaian bagi warga biasa. Jika pemakainya merupakan wanita yang akan menikah maka memilih simbol warna merah pada hanboknya.

Petugas pengadilan menggunakan hanbok dominan warna nila. Sedangkan orang-orang dilingkungan kerajaan menggunakan hanbok berwarna kuning. Warna hitam pada hanbok mempunyai simbol kedukaan atau kematian.
Ginseng
Hari berikutnya kami mengunjungi pusat ginseng terkenal di pusat kota Seoul. Negeri ini terkenal sebagai penghasil ginseng terbaik. Tanaman sejenis akar atau rimpang ini dapat tumbuh baik pada dataran tinggi Korea Selatan. Menurut pemandu ada syarat tertentu untuk mendapatkan ginseng dengan kualitas terbaik.
Proses menanam ginseng sampai siap panen adalah enam tahun. Lamanya proses menanam ginseng bertujuan membuat hasil ginseng baik secara kualitas. Manfaat ginseng bagi kesehatan untuk menjaga stamina. Warga Korea biasa mengkonsumsi ginseng dengan mencampurkan pada makanan sehari-hari.

Kualitas ginseng dibagi menjadi tiga tingkatan. Kualitas terbaik ada pada ginseng surga, kemudian ginseng bumi dan terendah ginseng standar. Penjualan ginseng asli dari Korea Selatan ke luar negeri melalui proses ketat dan sangat terbatas.
Salah satu penyebabnya, tanah bekas ginseng yang baru panen harus dibiarkan begitu saja selama 15 tahun. Tujuannya supaya unsur hara tanah tersebut subur secara alami sebelum menanam ginseng kembali. Itu mengapa ginseng asli mempunyai harga mahal. Hal ini menyebabkan ginseng termasuk produk langka dan dilindungi pemerintah Korea Selatan.
Demikian cerita traveling ikon kota Mengenal Budaya Korea Selatan dari Hanbok sampai Kimchi. Bagaimana dengan teman semua? Apakah mempunyai cerita tempat tertentu berkaitan dengan budaya atau sesuatu yang khas dan unik? Boleh share ya di kolom komentar. Terima Kasih.
Salam
![]()
Baca Juga : Perjalanan Piknik Pertama Kali ke Negeri OPPA

Artikel yang begitu bagus mengenai korea selatan …..
Terima Kasih
Wah Saya tertarik soal pembuatan Kimchi. Hebat sekali ya hasil fermentasinya bisa awet Lama. Sementara tkesturnya masih krenyes krenyes. Mantep banget
Betul fermentasinya bagus ya sehingga menghasilkan sawi yang krenyes2
semua itu cukup familiar karena kebetulan orang sekitar pada suka ttg ke koreaan, blm lagi dulu saya punya bos orang korea jadi ya mau g mau di paksa mau. kayak kimchi tu dulu suruh makan dan tanya ini apa bos
Wah asyiknya punya Bos Orang Korea jadi bisa tanya2 semua hal tentang Korea ya kak
Omoooooo, Keren banget mba ke korea hasil dari blog. Btw, Kalau aku lebih seneng makan nori dari pada kimchi mba.
Bener mba Nori tuh kering dan krispy bisa di cemil kyk kerupuk ya hehe
Pertama kali saya ke Korea , senang melihat budaya makanan dan tempat-tempat sejarah yang tetap dipelihara dengan bersih dan nyaman. Mereka juga tetap mempertahankan makanan tradisional seperti kimchi….kangen dengan Korea.
Betil mbak kesan pertama menginjakkan kaki ke Korea..ini adalah negara bersih dengan tingkat kedisiplinan warganya yang tinggi ya
Masyaa Allah Mba ini pencapaian yang luar biasa menang lomba nulis di detik travel itu sangat gak mudah soalnya banyak saingan para traveller hebat! Selamat ya.
Dan ke Negeri Ginseng ceritanya tak akan pernah habis kesan, banyak hal unik dan historis, huhuhu kapan aku ke sana ya? 😀
Keren Mba!
Terima Kasih teh ANI. Alhamdulillah teh semoga next teteh bisa ke negeri OPPA juga
Kece kak Bayu, bisa ke Korea Selatan dari blog. Kimchi tuh yaa suka bikin penasaran. Soalnya, aku pengen banget nyoba makan kimchi asli korea. Pernah bikin sendiri, coba-coba. Rasanya jadi aneh. Dan baru tau juga kalo Nori justru kaya kerupuk ya, pendamping makanan. Tapi, lebih sehat.
Iya ku juga pernah coba malah ga suka wkwk mungkin bumbu merahnya kurang pas kali ya
Luar biasahhh kakak dan perjalananannya. Pengen kak, kesitu hahaha dan tertarik sekali untuk mencoba membuat kimchinya soalnya bisa nurunin berat badan kan hehe
Betul mbak katanya cewek Korea bisa langsing2 ya karena sering makan kimchi itu hehehe
Keren mbak. Bisa ke Korea dari lomba blog. Aku penasaran pembuatan nori, bisa tipis dan kering gitu
iya mbak kalau buat nori tuh kayak lembaran pasta gitu mbak jadi di tipisin berkali2
Luar biasa bisa ke Korsel dari Blog, Kapan ya saya bisa ngikuti hehehe
Secepatnya kak kudoakan Amin YRA
pengen nyoba kimchi… pengen pakek hanbok… baca artikelnya kayak udah jalan-jalan beneran..
mudah-mudahan bisa ikutan ke sana… bisa ke tempat syuting drakor favorit
Amin YRA secepatnya kudoakan ya kak
Nice sharing…
Aku blom pernah nih ke Korea..
Klo ada kesempatan ke sana pingin barengan si Kakak nih sulung aku
Since her knowledge about Korea is much better than me.
Amin YRA secepatnya kudoakan ya kakak bisa ke Korea dengan si sulung
Hai Mbak Fitri. Menarik sekali ini uraian tentang korea selatannya. Jadi kangen nonton drama korea nih. Sebagai pecinta drama kolosal, saya nggak ngeh nih kalo ternyata warna baju hanbok aja berdasarkan pada strata sosial masyarakatnya yaa. Menarik sekali,..
Jaman dahulu membuat kimchi itu bumbu merahnya apa aja ya mba? Kan kayaknya model menggunakan bubuk cabe ini kayaknya belum lama adanya. Kalau dulu apa menggunakan tomat dan cabe kering atau gmna ya mbak?
Betul mbak baju Hanbok ternyata ada filosofi warnanya. Dan untuk bumbu merah sebagai bahan pembuatan kimchi ga dijelaskan detail sih mbak..cuma cabe bawang putih dan cuka lanjutannya rahasia kata nya hehehe
Ternyata kimchi banyak manfaatnya juga ya. Saya selalu penasaran sama rasa sawi ini. Mau bikin sendiri kok ragu, takut gak enak. Mau beli kok di sini gak ada yang jual 😀
Paling gambpang beli kimchi pas santap di restaurant Korea kak dikasihnya dikit krna hnya sebagai side dish
Seandainya berkesempatan ke Korea , saya mau ke pulau jeju, terus mau beli macem macem permen cute yg Ada Di massita toys hahaha
Wh seru juga tuh ke pulau Jeju ya kak..sayang itinerary nya ga sampai ke sana
MasyaAllah seru banget yaa kak, apalagi jalan-jalanya hasil dari hadiah makin seru deh hehe. Doakan aku bisa kesana yaah kak hehe
Alhamdulillah kak, iya seru banget perjalannnya
Menarik ya negeri ginseng ini, mereka bisa mengemas budaya menjadi Paket pariwisata
Indonesia kapan ya?
Betul mbak paket wisata yang menggabungkan edukasi kuliner seperti ini juga ada sih beberapa di Indonesia hanya belum banyak sepertinya
Ngences pengen ke Korea kak..
Btw, kakak aku kemaren praktek bikin kimchi..
Sayangnya, rasanya gak cocok di lidah aku kak..
Hahaha kasian dia jadi merasa gagal..
Memang kimchi itu tinggi probiotik. Bagus banget buat pencernaan
Betul katanya kalau bikin ala Indonesia bumbu kimchi nya berbeda kak dari yang asli Korea jadi rasanya pun berbeda hehehe
Suatu pemacu semangat. Keren kak. Thanks for sharing ya. Semoga rencana ke Korea bisa terwujud kapanpun itu.
Menarik banget perjalanannya.
Amin semoga di segerakan ya mbak
barakallah mbak bayu ini luar biasa, hadiahnya ke korea ga nanggung2. wishlist bgt ini pakai handbook bikin kimchi…ditambah harus makan ramyun di panci ya mbak hehe. semoga bs nularin nih jalan2 kesana dan lomba blog jg hehe
Amin YRA semoga terkabul ya kak
Waaw…jarang2 ada wisata ke korea tpi ikutan bkin kimchi lgsg nih..
Biasnya kalau ikutan paket trip ada kak hehehe
Senangnya bisa ke Korea ya kak, melihat langsung kebudayaan mereka.
Dan setau aku pakaian tradisional mereka tuk perempuan berbeda sesuai status mereka, untuk yang belum menikah,sudah menikah. Belum lagi nyobain kimchi nya gimana, pasti enak deh
Alhamdulillah kak iya nih ku juga baru tau kalau warna warni hanbok itu ada filosofinya
wah kak seru sekali bisa pergi ke korea & langsung praktek membuat makanan khas korea, aq suka kimchi tapi lebih suka sekali makan toppoki, klu ada festival budaya korea di jkt aq suka dtg, pasti suka ada bazar kuliner yg aq cari pasti toppoki doain aq juga ya biar bisa kesana seperti kakak
Wah iya Toppoki juga enak ya sayang malah ga nemu waktu ke sana hehehe
ihhh cobain buat kimchi di korea itu sesuatu kak, tapi fermentasinya lumayan ya. Ajarin aku kak, kalau langsung ke negerinya ku tak sanggup.
Hayuklah gampang buat kimchi sik..tinggal oles bumbu merah, kabarnya sdh ada bumbu merah siap pakai tuh buat kimchi
Lengkap dan jelas… baru tahu hanbok itu pakaian korea selatan . . Dari kata han dan bok.. sama jadi tau kimchi juga… tfs kak.. semoga suatu saat bisa ke korsel juga.. amin.. amin..
Duh senangnya bisa ke Korea mengunjungi oppa oppa ganteng, hehehe. Memang ya ke luar negeri bisa mengenal budaya bangsa lain, mbak. Dan yg pasti kulinerrr..
aku tuh suka banget sama jajanan street food-nya korea. tteoppoki, ramen, fish cake, duh itu tuh enak bangeet. tapi entah kenapa kutak doyan kimchi, padahal kata orang-orang enak. tapi buatku terlalu kuat banget rasa bumbunya haha. jadi kurang doyan. padahal bagus ya makan kimchi tuh.
Kak bayuuuu seru banget sih activitynya selama di korea. Berapa lama kemarin kak? Beruntung banget ya punya kesempatan merasakan hal-hal yang baru begini
wuaaaaaah selamat mba Bayu udah bisa jalan-jalan ke Koreah dan bisa cerita di blog yg bikin aku nikmatin perjalanannya nih. Ternyata Ginseng selama itu ya proses menanamnya dan ada tingkatannya pula, wuah pantes aja harganya maahaaaaaal
jadi pengen ngerasain kimchi… kalau baca ulasannya sepertinya saya belum tau suka apa gak he he…. jadi belajar budaya korea. makasih ulasanya
Penasaran deh mbak dengan Kimchi yang diawetin pakai bumbu, bukannya bahan kimchi dari sawi ya, yang tidak tahan lama.
Wah. Asyik banget mbak bisa ke Korea Selatan, pengen juga ke sanaaaaa. Aamiin
Btw. Aku pernah nyobain kimchi yg dibeli adekku, katanya yg bikin orang Korea asli, dan lidahku ternyata gak bisa menerima rasanya 🙁
Hihihi asem-asem gitu ya kak. Aku selama dimakan dengan ramyeon gitu oke sih asal nggak banyak-banya
Keren banget kak. Jadi pengen traveling ke Korea Selatan juga nih, apalagi disana tempatnya keren2 dan penasaran buat nyobain kulinernya
Amin..semoga terlaksana ya kak bisa traveling ke Korea Selatan
Wah serunya bisa menang lomba jalan-jalan ke Korea, untung jalan-jalannya tahun lalu ya mba jadi masih bebas expor ke segala tempat.
Moga suatu hari bisa menang lomba jalan-jalan ke Korea juga. Aamin
Pas kesana ngga ketemu oppa yang lagi syuting K-drama kah? hihi
Takjub aku sista dengan photo Gongseng dirimu dan baru ngeh aku proses Gongseng seperti itu.. duh kalau khimci beneran aku ga bisa makan hihi rasanya gak pas di lidah. Budaya Korea itu menarik ya