
Tips Memulai Usaha Makanan Online Rumahan Anti Komplain. Bisnis makanan tak lekang dimakan waktu, karena semua orang butuh makan. Terlebih saat pandemi Covid-19 yang belum mereda, memaksa kegiatan di luar rumah menjadi terbatas. Membeli makanan melalui aplikasi perangkat digital atau secara online menjadi salah satu pilihan.
Sudah banyak yang membahas cara atau tips memulai usaha online. Seperti yang dikemukakan kak Hadi dalam artikelnya berjudul Bisnis Online Tanpa Modal dan 5 Tips Memulainya. Pada dasarnya memulai bisnis online apapun jenis produknya harus memperhatikan banyak hal. Ini untuk menghindari komplain atau keluhan yang berujung pada “kapoknya” pelanggan melakukan pembelian kembali.

Daftar Isi
Apa itu Komplain
Komplain adalah keluhan atas ketidakpuasan pembeli terhadap produk baik itu barang atau jasa. Keluhan ini mengakibatkan pelanggan jera untuk kembali memesan produk yang kedua kali. Suatu jenis usaha apapun bisa survive dan terus ada jika pembeli loyal menggunakan produk dari produsen yang sama.
Mencari pembeli adalah suatu hal yang susah, namun lebih susah lagi untuk dapat mempertahankan pembeli yang sudah ada supaya tetap loyal.
Mudahnya Bisnis Makanan
Makanan adalah kebutuhan dasar manusia. Apapun situasi dan kondisi semua orang membutuhkan makan untuk dapat berkegiatan. Usaha makanan rumahan yang dijajakan menggunakan perangkat digital atau secara online tumbuh pesat saat ini.
Tidak ada “matinye” begitu istilah orang Betawi untuk menggambarkan kian masifnya pelaku usaha makanan online rumahan. Ibarat kata jika ada satu usaha makanan online rumahan yang berhenti produksi maka akan tumbuh seribu satu usaha makanan online rumahan lain.
Usaha Makanan Online Rumahan
Bagi pemula yang baru terjun menggeluti usaha makanan online rumahan harus memperhatikan benar cara mengelola usaha. Utamanya meminimalkan komplain, sehingga pembeli akan loyal untuk melakukan pembelian ulang kembali. Berikut tips memulai usaha makanan online rumahan anti komplain dari sudut pandang pembeli.
1. Lakukan Riset Makanan Sejenis.
Bagi pelaku usaha penting melakukan riset untuk mengetahui pangsa pasar. Semakin sedikit pembuat makanan rumahan dengan pangsa pasar yang besar tentu menjadi peluang bagi pelaku usaha. Pangsa pasar bisa dimulai dari orang terdekat sekitar. Misalkan tetangga, kerabat, teman komunitas dan sebagainya.
Melalui pengamatan, pelaku usaha dapat mengetahui kesukaan dan selera makanan dari orang yang diamati. Selanjutnya dapat membuat makanan berdasarkan kebutuhkan dan kesukaaan menurut hasil riset.
2. Buat Diversifikasi dan Keunikan Makanan.
Seribu pelaku usaha dapat membuat seribu satu makanan rumahan sejenis. Misalkan produk makanan beku. Apakah itu bakso, nugget, dimsum, siomay dan sebagainya sangat mudah membuatnya. Untuk mempermudah penjualan, buatlah keunikan dan pembeda pada produk.
Contoh membuat siomay ayam beku rasa aneka sayuran. Diversifikasi dan keunikannya siomay ayam tersebut ada pada rasa brokoli, wortel, terong dan sebagainya. Kemudian buatlah nugget ayam rasa paprika, nugget ayam rasa jagung bakar dan sebagainya.
Membuat keunikan pada produk makanan sebaiknya tidak sekadar memberi taburan namun harus dapat mengkombinasikan bahan utama. Contoh jika menjual donat berbahan baku utama terigu kemudian hanya memberi olesan nutella tentu sudah banyak yang membuat. Bedakan jika menjual donat dengan bahan baku utama campuran ubi ungu dengan kentang tanpa pemanis atau gula sehingga sehat untuk penderita diabetes.
Trend saat ini, pembeli menyukai makanan rumahan karena diproduksi secara manual berdasarkan pesanan. Hal ini menyebabkan produk mempunyai kandungan bahan baku segar dan sehat. Selain itu beberapa pembuat makanan rumahan bersedia “kompromi”soal penggunaan bahan baku. Misalkan pembeli “request” memakai tepung gluten free, menggunakan gula rendah kalori dan sebagainya.
3. Test Pangsa Pasar.
Apabila produk makanan rumahan sudah jadi, langkah selanjutnya mencari pangsa pasar. Pembuat makanan rumahan harus mengetahui secara pasti siapa sasaran dari pembeli produk. Untuk makanan rumahan biasanya yang membutuhkan adalah ibu rumah tangga. Selanjutnya ada anak kost, keluarga minimalis, pasangan suami istri yang belum mempunyai anak dan sebagainya.
Langkah awal dengan memberikan sampel produk untuk dicicipi. Kemudian minta saran dan masukan atau penilaian dari segi organoleptik (rasa, aroma, tekstur, warna).
4. Perhatikan Cara Mengemas Makanan.
Ketika produk makanan sudah siap jual, maka perhatikan cara mengemas produk. Mengemas produk makanan membutuhkan perlakuan khusus. Terlebih jika produk makanan rumahan ini rentan hancur, remuk, patah dan sebagainya.
Mengemas produk makanan seperti puding, cake ulang tahun, kue kering, rempeyek itu memerlukan perlakuan khusus. Mulai dari memilih tempat packing, cara packing sampai alat tambahan untuk menjaga produk tidak remuk redam sampai tangan pembeli.
5. Pilih Aplikasi Online dan Jasa Layanan Antar Terpercaya.
Memasarkan produk makanan rumahan dilakukan dengan banyak cara. Mulai dari promosi dari mulut ke mulut, menitip ke rumah makan atau warung sampai memasarkan melalui sosial media dan aplikasi online. Trend memasarkan produk melalui sosial media dan aplikasi online menjadi cara yang dipilih pelaku usaha. Alasannya karena jangkauan pemasaran secara online lebih luas dan tak terbatas.
Hal ini menyebabkan proses pengiriman makanan rumahan membutuhkan layanan antar atau ekspedisi terpercaya. Ketika memilih layanan antar pastikan terdapat fasilitas perlakuan khusus untuk mengirimkan makanan. Pastikan baik pembeli dan penjual dapat menelusuri jejak informasi dan durasi waktu pengiriman.
6. Kesamaan Produk dengan Promosi.
Ketika memasarkan melalui sosial media atau aplikasi online, biasanya menyertakan foto produk makanan rumahan berikut deskripsi. Uraian deskripsi harus terlihat pada postingan produk. Selanjutnya rasa makanan sebaiknya sama dengan yang dideskripsikan.
Jika pada deskripsi tertulis rasa makanan asin dan gurih maka ketika makan produk tersebut akan merasakan hal yang sama. Jika pada foto makanan terlihat toping dengan taburan kacang dan keju maka ketika makanan sampai ke tangan pembeli harus sama persis dengan yang terdapat pada gambar foto promosi.
7. Konsisten Update Informasi Produk.
Supaya pembeli tidak melupakan produk makanan yang kita pasarkan, maka cara mengingatkan kembali dengan memberikan update informasi produk. Sebaiknya selalu memperbaharui postingan produk makanan di sosial media setidaknya 3 hari sekali.
Cara lain dengan menginformasikan jika ada varian rasa baru. Mengadakan potongan harga jika memungkinkan. Menampilkan testimoni dari pembeli sebelumnya mengenai pengalaman mengkonsumsi produk makanan. Menampilkan foto makanan terbaru dengan sudut pengambilan gambar yang berbeda.
8. Terbuka Menerima Masukan dan Komplain.
Tidak ada sesuatu yang sempurna, maka wajar jika satu dua pembeli memberi masukan atau komplain. Pelaku usaha makanan rumahan harus dapat menerima komplain atau saran. Kemudian menjadikan sebagai bahan evaluasi.
Jika ada komplain terkait kerusakan produk makanan rumahan karena faktor pengiriman, maka menawarkan solusi penggantian produk adalah jalan terbaik. Hal ini supaya pembeli tidak “kapok” membeli produk untuk kedua kali.
Demikian Tips Memulai Usaha Makanan Online Rumahan Anti Komplain. Pembelian kembali adalah tujuan akhir dari penjualan suatu produk. Karena dengan demikian produk makanan rumahan berhasil mempengaruhi pembeli. Selamat memulai usaha makanan online rumahan.
Salam
![]()
Baca Juga : Ini Cara Memilih Bahan Pangan Berkualitas dan sehat

Jadi inget waktu pertama buka usaha ayam bakar. Jualannya di bazaar pas ramadhan. Sekalian tes pasar. Alhamdulillah banyak yang suka dan kadang ngasih masukan, kaya bungkusnya jangan pake sterofom. Terus mereka juga suka kasih masukan untuk menyediakan sendok plastik tapi disesuain kebutuhan. Pas pandemi ini jadinya tinggal nerima pesanan dari online
Padahal aku punya usah kuliner. Lalu peminatnya juga lumayan dan pasarnya ada.
TAPIIII… aku ini mood2an orangnya. Hehehe
Jadi kadang jualan pas mood bagus aja >.< Gimana mau sukses coba
Makasih banyak ya mba tipsnya
Makin semangat buat jualan makanan online nih kak setelah baca artikelnya. Dan tipsnya bisa dicoba juga, makasih yaaaa
Sejatinya memang usaha makanan rumahan secara online gini harus menyediakan telinga untuk pendapat konsumen ya kak. Demi perbaikan dan kepuasan konsumen lebih besar lagi.
Usaha makanan memang gak ada habisnya ya kak, selalu ada inovasi yang berkembang. Jadi kepikiran bikin bisnis makanan nih
Terima kasih Kak tipsnya. Bisa dijadikan acuan jika kelak kami sudah bisa memulai kembali membuka usaha kuliner yang sudah lama terhenti.
Sepakat kak. Btw sekarang karena kondisi nggak menentu jualan langsung kuuplod di status. Bisa langsung dilihat pangsa pasarnya juga kak
saya udah sering banget nyoba ini itu
tapi memang perlu trik khusus dan riset tentunya
kalau nggak bakat jangan dipaksain
dan ternyata saya hanya bakat jadi pembeli
soalnya nggak telaten banget
btw, terima kasih tipsnya…mungkin bisa saya coba juga
Saya suka salut sama orang yang jual makanan. Karena mengolahnya itu dengan rasa cinta untuk konsumennya. Tipsnya sangat bagus
Sepakat banget. Masa pandemi kayak gini membuat banyak yang terpuruk. Btw kadang aku jualan langsung posting tanpa mikir yang lain hiksss.. harusnya tetap ada step2 tertentu ya kak.
Usaha makanan rumahan online memang lg booming bgt di masa pandemi. Memang benar harus ada trik khusus agar pembeli tidak berpaling. Kualitas memang poin utama
Usaha makanan rumahan online memang lg booming bgt
Memang benar harus ada trik khusus agar pembeli tidak berpaling. Klo aku pilih rasa dl baru yg lain2. Intinya kualitas
Wah bagus nih tips nya saya dari dulu baru pengen2 aja…. semoga next bisa seriusin ah hehe…
Usaha makanan rumahan secara online bisa jadi pemasukan lumayan lho kalau dikelola dengan baik. Salah satu tetangga yang terkena PHK di awal masa pandemi menjadikan usaha makanan rumahan ini sebagai solusi dan ternyata katanya hasilnya malah lebih besar dari gaji dia waktu bekerja
Dalam memulai usaha makanan online rumahan emang penting banget yang namanya test pangsa pasar ya mbak. Biar kita tahu maunya konsumen itu apa. Jadi kita bisa menyesuaikan selera mereka agar makin laris.
dari sini saya jadi tahu betapa besar potensi usaha makanan kalo di online kan? profitnya ternyata gede juga. Tak catet dulu tips triknya biar gk lupa
Bisnis usaha makanan gini memang harus punya keunikan, misalnya rasanya yang dibikin berbeda, biar cepet dikenal juga sama orang banyak.
setuju banget buat nerima masukan dari customer kan biar bisa terus upgrade kualitas makanannya. ada temenku juga punya usaha makanan, biasanya malah nanya ada feedback apa
Waah artikelnya mengingatkan pada proyek yang tertunda. Dari dlu pengen punya bisnis makanan online. Tapi eksekusinya belum aja nih. Thanks tipsnya ya kak
memepertahankan pembeli itu memang yg sulit. bagaimana merawat pembeli agar melakukan pembelian lagi atau repeat order. salah satu kuncinya adalah memberikan pelayanan prima terhadap pembeli. karena pembeli adalah raja.
Point. No 8 yang paling penting,karena sebagai pelaku usaha harus siap menerima komplaint ataupun saran dari customer.
Apalagi lidah setiap orang berbeda beda selera nya, ada yang tak terlalu suka asin, dan lain sebagainya.
Dan customer adalah raja, ada baiknya menerima masukan supaya lebih di perbaiki lagi.
daebak, ini lengkap banget panduannya. memang harus kreatif inovatif sama usaha makanan sih kalau tujuan kita retail ya mbak. yang terpenting mempertahankan kualitas nanti supaya dapet repeat order terus hehe
Apalagi dimusim pandemi seperti sekarang, usaha on line pilihan alternatif agar tetap hidup, dan kuliner yang unik, menarik dengan harga terjangkau dan promo2 lainnya akan membuat banyak orang tertarik untuk mencoba dan berlangganan..
saya bakalan jadi pelanggan setia kalo enak dan murah, haha. saya tuh suka banget jajan dan selalu cari usaha kuliner rumahan karena homemade. selain itu harganya enggak terlalu mahal. bener banget tipsnya nih. makasih sharingnya mba.
Dari dulu pengen banget bisa punya usaha bidang kuliner, tapi kemampuan masakku terbatas banget, hiks
Iya nih kak, kadang manusiawi ya kalau sebel apa yang difoto/video cantiiik banget eh kadang nyampai makanannya beda banget. Kan jadi mikir itu foto kalau memang hasil comot google minimal samain lah jangan bikini pembeli kecewa
Usaha makanan online rumahan memang paling banyak dicari ya yang penting rasa , sama unik aja ya baik model tempatnya atau makanannya, Pengen coba tapi belum berhasil.
Usaha makanan memang aku akui untungnya bisa 50% tapi memang resiko tinggi. Bisa komplain pelanggan dan tidak tahan lamanya makanan tersebut
Boleh ini tipsnya coba diterapkan, biar pelanggan ga ada lagi yang komplen