Cara Mencintai Indonesia Melalui Uang Kertas Rupiah

Cara Mencintai Indonesia Melalui Uang Kertas Rupiah. Tepat 17 Agustus 2020, Bangsa Indonesia berusia 75 tahun memperingati kemerdekaannya. Perjalanan panjang bangsa ini telah melahirkan berbagai peristiwa cerita dan sejarah.

Sejarah ada untuk menjadi hari ini, dan hari ini akan menjadi sejarah untuk masa depan.

Sejarah dan Rasa Cinta Tanah Air

Belajar sejarah itu tidak harus selalu menghafalkan tanggal kejadian peristiwa sehingga menjadi kegiatan yang menjemukan. Salah satu cara mempelajari sejarah bisa  melalui traveling. Seperti yang diceritakan Kak Icha di blognya. Melakukan traveling bisa menambah wawasan berkaitan dengan sejarah suatu tempat.

Mempelajari sejarah dapat meningkatkan rasa cinta tanah air. Melalui sejarah kita dapat mengenal nilai-nilai akar budaya sehingga mendapatkan pemahaman yang utuh mengenai bangsa ini.

Cara lain mempelajari sejarah melalui uang logam dan kertas. Gambar dan desain yang ada pada uang logam dan kertas rupiah umumnya menceritakan informasi tentang sejarah tokoh atau pahlawan. Selanjutnya ada sejarah peninggalan budaya, pesona alam, adat istiadat, budaya dan filosofi.

Uang Sebagai Alat Tukar

Uang logam dan kertas sebagai alat tukar transaksi yang sah dikeluarkan pemerintahan suatu negara berdaulat. Bank Indonesia (BI) sebagai bank sentral negara mencetak dan mengedarkan mata uang “Rupiah” sebagai alat transaksi yang sah.

Uang kertas maupun uang logam yang beredar mempunyai masa usia edar. Jika sudah sampai batas waktu edarnya maka BI akan menarik uang lama dan mencetak uang edisi terbaru. Selain mencetak uang untuk kebutuhan transaksi, BI juga mencetak uang kertas dan uang logam edisi khusus.

Simbol Kedaulatan Negara

Uang kertas rupiah  dapat menjadi alat kedaulatan pada suatu tempat atau daerah terpencil. Indonesia terdiri dari ribuan pulau, ratusan daerah pedalaman serta puluhan daerah terdepan dan  terluar atau daerah perbatasan.

Jika penduduk setempat memiliki mata uang negara yang berlaku dan mempergunakan sebagai alat tukar transaksi, maka penduduk tersebut ada dalam satu wilayah negara berdaulat.

Uang Edisi Khusus

Bank Indonesia sendiri sudah empat kali menerbitkan uang logam dan uang kertas rupiah edisi khusus  memperingati Kemerdekaan Indonesia. Pertama dalam bentuk logam bersepuh emas dan perak pada tahun 1970 memperingati kemerdekaan ke – 25.

Kemudian bentuk logam bersepuh perak dan emas dalam rangka perayaan kemerdekaan ke – 45 tahun 1990. Selanjutnya masih dalam bentuk logam bersepuh emas dan perak pada tahun 1995 saat Dirgahayu ke – 50. Terbaru saat ini pada tahun 2020 dalam rangka kemerdekaan ke – 75, BI menerbitkan uang kertas bernominal Rp.75.000.

Uang Peringatan Kemerdekaan

Uang peringatan kemerdekaan (UPK) dengan nilai Rp.75.000 diterbitkan terbatas sebanyak 75 juta lembar. Satu orang WNI hanya mendapatan satu lembar saja. Adapun persyaratannya harus menunjukkan identitas e-ktp.

Jadi kesimpulannya hanya ada 75 juta orang WNI yang akan memiliki uang kertas rupiah edisi khusus ini. UPK Rp.75.000 ini dapat digunakan sebagai alat tukar transaksi yang sah. Hanya saja karena UPK ini dicetak terbatas maka sebaiknya mejadi koleksi pribadi.

UPK Rp.75.000

Pada tampak depan ada gambar tokoh Proklamator Soekarno Hatta. Selanjutnya ada gambar pengibaran bendera sang saka merah putih saat proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia 17 Agustus 1945. Terakhir gambar hasil pembangunan infrastruktur berupa; Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta dan Jembatan Youtefa Papua.

UPK Tampak Depan | Pribadi

Tampak bagian belakang UPK, terdapat gambar 9 anak-anak menggunakan pakaian khas tradisional daerah. Dimulai dari  pakaian:

  • Ulee Balang Aceh
  • Kebaya Labuh Riau
  • Batik Jawa dengan blangkon
  • King Baba dari suku Dayak Kalimantan Barat
  • Pakaian adat Suku Tidung Kalimantan Utara
  • Pakaian adat Nusa Tenggara Timur
  • Pakaian adat makuta Gorontalo Sulawesi Utara
  • Pakaian adat Cele Maluku
  • Pakaian adat koteka dengan hiasan kepala burung Merak dari Papua

Selain itu terdapat gambar 3 kain tradisional yang menghiasi mata uang kertas berupa kain batik Kawung dari Jawa, kain songket Sumatera Selatan dan kain tenun grinsing dari Bali. Ketiga kain tersebut melambangkan kebaikan, keagungan dan kesucian.

UPK Tampak Belakang | Pribadi

Di atas kepala kesembilan anak dengan pakaian tradisonal terbentang gambar peta Indonesia Emas. Melambangkan kesiapan generasi menyambut masa depan Indonesia gemilang. Selain itu terdapat gambar satelit merah putih RI. Ini mempunyai makna harapan meratanya akses jaringan teknologi informasi digital sebagai alat komunikasi seluruh rakyat Indonesia.

Uang Kertas Rupiah Saat Ini

Uang kertas rupiah yang beredar luas saat ini adalah edisi baru yang diterbitkan BI pada Desember 2016. Ada 7 tokoh/ pahlawan yang tertera pada edisi uang kertas rupiah terbaru tersebut. Pecahan uang kertas Rp.100.000 merupakan pecahan tertinggi dengan gambar tokoh Proklamator Soekarno Hatta.

Bandara Djuanda Surabaya

Mata uang kertas pecahan nominal Rp.50.000 bergambar tokoh Djuanda Kartawidjaja. Beliau adalah pahlawan kemerdekaan nasional asal Tasikmalaya Jawa Barat. Pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Indonesia ke 10. Prestasinya membuat deklarasi Djuanda tahun 1957 tentang laut Indonesia yang masuk kedaulatan NKRI. Selanjutnya nama beliau diabadikan sebagai Bandara Djuanda di Surabaya Jawa Timur.

Tokoh daerah berikutnya ada pada uang kertas pecahan Rp.20.000. Terdapat gambar tokoh Sam Ratulangi seorang nasionalis dari Sulawesi. Jasa beliau dikenang sebagai anggota dari Panitia Persiapan Kemerdekaan Republik Indonesia. Sam Ratulangi menjadi Gubernur Sulawesi setelah Republik Indonesia terbentuk. Kiprahnya menjadi terdepan ketika melawan kolonialisme yang masih terus dipropagandakan Belanda setelah kemerdekaan Indonesia.

Selanjutnya ada Frans Kaisepo dipecahan mata uang Rp.10.000. Putra kelahiran Biak Papua ini sangat gigih menentang kolonialisme Belanda yang menguasai Papua (Irian). Kepanjangan dari Irian sendiri adalah “Ikut Republik Indonesia Anti Netherland”. Setelah Irian bergabung ke dalam NKRI, beliau diangkat menjadi Gubernur Irian pertama tahun 1964 –  1973.

Pecahan uang kertas dengan nominal Rp.5000 bergambar tokoh bernama Idham Chalid. Putra daerah kelahiran Kalimantan Selatan ini pernah menjabat Wakil Perdana Menteri Indonesia pada kabinet Djuanda. Selain sebagai politisi beliau dikenal sebagai tokoh NU sekaligus ketua PBNU terpilih hasil dari Muktamar NU ke-21

Pada uang kertas nominal Rp.2000 terdapat  tokoh bernama M. Hoesni Thamrin. Beliau orang Betawi pertama yang menduduki anggota Dewan Rakyat mewakili pribumi saat Hindia Belanda berkuasa. Putra kelahiran Betawi ini seorang perintis Revolusi Kemerdekaan Indonesia.

Terakhir uang kertas dengan pecahan terkecil Rp.1000. Tokoh ini adalah pejuang wanita dari Aceh bernama Tjut Meutiah. Beliau memimpin pasukan dan melakukan serangan gerilya pada tentara belanda yang berkuasa di Aceh. Hebatnya beliau melakukan taktik serangan gerilya dari tempat persembunyian di pegunungan.

Uang Kertas Rupiah
Pahlawan Nasional | Pribadi

Panorama Alam dan Tarian Nusantara

Selain tokoh dan pahlawan nasional, pada selembar uang kertas kita dapat melihat gambaran panorama alam yang menggambarkan keindahan Indonesia. Selanjutnya disandingkan dengan tarian nusantara dari berbagai daerah. Berikut penjelasannya.

1.Wayag Raja Ampat Papua. Panorama alam ini ada di pecahan uang kertas rupiah dengan nominal Rp100.000. Pulau Wayag merupakan ikon wisata alam Papua Barat. Tempat ini lebih dulu terkenal sebagai lokasi penyelaman terbaik di mata pencinta wisata bahari dikalangan turis mancanegara.

Banyak terdapat spot penyelaman terbaik untuk melihat keindahan bawah laut. Bersanding dengan Kepulauan Wayag ada Tari Topeng. Tarian ini berasal dari Betawi dimana gerakannya mempunyai makna dapat menjauhkan diri dari marabahaya.

2.Pulau Padar Taman Nasional Komodo Labuan Bajo. Salah satu gugusan pulau di kabupaten Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur, menjadi gambar yang ada pada cetakan mata uang Rp.50.000. Keindahan empat teluk dengan warna pasir berbeda menjadikan Bukit Padar sebagai ikon Labuan Bajo.

Mengunjungi gugusan kepulauan di Labuan Bajo hanya dapat ditempuh dengan cara sailing atau berlayar. Tari Legong dari Pulau Dewata Bali menjadi ikon yang berdampingan dengan Pulau Padar di mata uang tersebut. Tarian ini berpadu dengan gamelan.

3. Pulau Derawan. Terkenal dengan Taman Bawah Laut, Pulau Derawan terletak di Berau Kalimantan Timur. Pulau Derawan ada di cetakan uang kertas nominal Rp.20.000. Dikatakan Taman Bawah laut karena banyak terdapat biota laut berupa karang dan hewan laut lainnya selain ikan.

Berpadu dengan gambar Pulau Derawan terdapat tarian tradisonal khas Dayak dari Kalimantan Timur. Tari tersebut bernaman bernama Tari Gong. Gerakan Tari Gong penuh dengan kelembutan. Biasanya dibawakan saat menyambut tamu.

4. Taman Nasional Wakatobi. Terletak di Kabupaten Wakatobi Sulawesi Tenggara taman nasional ini ada pada gambar diuang kertas pecahan Rp. 10.000. Keistimewaannya lagi-lagi ada pada keindahan bawah laut.

Tari Pakarena

Tari dari Sulawesi Selatan berdampingan dengan panorama Taman Nasional Wakatobi. Tari Pakarena sendiri disebut tari kipas. Dibawakan dengan tabuhan gendang yang merupakan peninggalan dari masyarakat kerajaan Gowa.

5. Gunung Bromo. Terletak di Jawa Timur, gunung dengan kawah aktifnya ini menjadi gambar yang tercetak di mata uang kertas pecahan Rp.5000. Upacara adat ritual Yadnya Kasada menjadi atraksi wisata setiap tahunnya bagi wisatawan dalam dan luar negeri.

Mendampingi gambar Gunung Bromo ada Tari Gambyong yang berasal dari Surakarta. Tarian ini dibawakan untuk menyambut kedatangan tamu yang sedang berkunjung ke Istana Mangkunegaran Surakarta.

Uang Kertas Rupiah
Panorama dan Kesenian | Pribadi

6.Ngarai Sianok. Deretan lembah memanjang nan curam yang berkelok sebagai garis batas bernama Ngarai Sianok terdapat di perbatasan Bukittinggi Kabupaten Agam Sumatra Barat. Panjang ngarai membentang sejauh 15 km dengan kedalaman tebing 100 m.

Gambar panorama nan indah ini terdapat di selembar mata uang dengan pecahan nominal Rp.2000. Berdampingan dengan gambar Ngarai Sianok terdapat Tari Piring Solok Sumatera Barat.

7. Banda Neira Maluku. Berupa gugusan pulau yang terletak di Kabupaten Maluku Tengah dan tercetak pada mata uang dengan nilai nominal Rp. 1000. Pada abad lalu Banda Neira sebagai pusat pengumpulan rempah-rempah oleh kolonial Belanda. Rempah-rempah yang dimonopoli  adalah pala dan cengkeh.

Turut serta mendampingi gambar Banda Neira adalah Tari Tifa dari daerah Papua dan Maluku. Makna tari ini sebagai simbol kebersamaan.

Belajar  Sejarah dan Keanekaragaman

Melihat gambar panorama dan tokoh pahlawan yang ada pada cetakan uang kertas rupiah edisi baru, membuat kita belajar keanekaragaman. Bangsa ini besar karena ada perbedaaan suku, ras antar golongan dan agama. Hargai perbedaan dengan mengedepankan persatuan kesatuan bangsa.

Memperlakukan Uang Kertas

Karena uang kertas merupakan salah satu simbol negara maka sebaiknya belajar memperlakukan uang kertas sebagai berikut;

1. Jangan melipat uang kertas menjadi lipatan kecil.

2. Dilarang mencoret uang kertas, serta tidak boleh merobek uang kertas.

3. Tidak membasahi uang kertas.

4. Hindari merusak dengan cara streples, lem, jepit dan sebagainya.

Cara memperlakukan uang kertas menunjukkan kedewasaan dalam bernegara. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pendahulunya. Jika dahulu para pendahulu berjuang untuk merebut kemerdekaan dari penjajah asing.

Saat ini kita berjuang untuk lebih peduli dan bijak bersikap memperlakukan simbol negara. Salah satunya perlakukan uang logam dan uang kertas rupiah secara layak.

Demikian review mengenai Cara Mencintai Indonesia Melalui Uang Kertas Rupiah. Semoga kita semua menjadi anak bangsa yang mencintai negeri dengan berbuat sesuatu serta memberikan yang terbaik.

Salam

 

Baca Juga : Merdeka Gunakan Media Sosial Secara Bijak Zaman Now

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Please follow and like us:

ditulis oleh

Bayu Fitri Hutami

Seorang pembelajar yang bukan siapa-siapa melainkan seorang yang senang bercerita. Seorang yang suka menulis berdasarkan apa yang dilihat, didengar dibaca dan dialami untuk menjadi sebuah tulisan informatif. Semoga tulisan yang saya sajikan bermanfaat. Terima Kasih.