Cara Terapkan Protokol Kesehatan dari Diri Sendiri

Cara Terapkan Protokol Kesehatan dari Diri Sendiri. Mematuhi protokol kesehatan adalah salah satu cara agar terhindar dari virus Covid-19. Situasi pandemi yang belum mereda menyebabkan masyarakat harus terbiasa melakukan perilaku sehat ketika memasuki adaptasi kebiasaan baru.

Masalah terjadi setelah sekian bulan pandemi melanda dunia khususnya Indonesia, banyak yang mengabaikan anjuran berperilaku sesuai protokol kesehatan. Anjuran menjaga jarak, memakai masker sampai mencuci tangan yang disingkat 3M menjadi sebuah keterpaksaan bukan kesadaran dalam perilaku masyarakat.

Melakukan himbauan atas dasar terpaksa tentu bukan sesuatu yang bersifat jangka panjang. Rasa terpaksa disebabkan banyak berita liar yang terkesan meremehkan sampai kurangnya edukasi mengenai virus ini.

Rabu 30 September 2020, pukul 13.00 – 15.00 WIB, diselenggarakan “Seminar Online Bareng Blogger, Yuk Disiplin ..Covid-19 Ambyar.” Seminar online kesehatan ini hasil kerjasama Komunitas Bloggercrony dengan Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia.

Ada 3 narasumber dalam memberikan materi seminar. Dimulai dari dr. Riskiyana S. Putra, M. Kes (Kemenkes), Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi (Psikolog) dan Wardah Fajri selaku Founder Bloggercrony.

Protokol Kesehatan
Seminar Online Kesehatan | Ditpromkes RI

Kasus Konfirmasi Positif

Menurut dr. Riskiyana S. Putra, M.Kes, sebaran kasus yang terkena virus Covid-19 semakin hari semakin meningkat. Sampai per- tanggal 28 September 2020 kasus konfirmasi positif perhari di dunia sebesar  32.730.945 . Sedangkan untuk data di Indonesia kasus per-hari ada di angka 275.213. (sumber data PHEOC Kemkes RI).

Anjuran 3M dan Sanksi

Berbagai cara sudah dilakukan pemerintah guna menekan persebaran virus ini secara masif. Anjuran mentaati protokol kesehatan atau 3M (mencuci tangan, menggunakan masker sampai menjaga jarak) senantiasa dihimbau untuk dipatuhi.

Bahkan berbagai macam kebijakan berikut sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan sudah dibuat dan diterapkan. Namun tingkat penurunan kasus terkonfirmasi virus ini belum sesuai dengan yang diharapkan.

Transmisi Virus

Cepatnya virus bertransmisi disebabkan perilaku dari sebagian besar masyarakat yang masih belum serius menjalankan 3M. Seperti diketahui, gejala orang terkena Covid didahului dengan meningkatnya suhu tubuh lebih dari 37 °C, selanjutnya ada batuk pilek, tidak enak badan sampai terjadi gangguan pernafasan.

Virus Covid-19 sendiri menular melalui droplet yang keluar dari mulut seseorang ketika berbicara, batuk dan bersin. Selanjutnya virus dapat berpindah melalui jabat tangan. Selain itu kontak fisik ketika tangan memegang benda – benda yang sudah terpapar virus dapat berpindah ketika secara tidak sadar individu mengusapkan ke bagian mulut, hidung dan mata.

Kendala Perilaku Kebersihan

Pandemi yang telah berjalan 7 bulan ini telah menghantam berbagai bidang. Mulai dari kesehatan, pendidikan sampai ekonomi. Namun hari esok masih harus dijalani. Pemerintah telah mencanangkan “Adaptasi Kebiasaan Baru”. Hal ini dimaksudkan bahwa masyarakat bisa berkegiatan dalam kehidupan sehari-hari dengan merubah perilaku hidup yang lebih bersih.

Protokol Kesehatan
Protokol Kesehatan Perlindungan Individu | Ditpromkes RI

Masalahnya masyarakat terlalu lama terbiasa menyepelekan perilaku hidup bersih. Sehingga ketika masuk dalam fase adaptasi kebiasaan baru banyak yang “kaget” dan tidak terbiasa.

Kebiasaan perilaku di masyarakat;

1.Praktik cuci tangan masih rendah. Kurangnya menjaga kebersihan dalam masyarakat dipengaruhi kebiasaan lama. Sebelum pandemi, orang bebas berkegiatan tanpa sering mencuci tangan. Kegiatan yang menggunakan  tangan kurang mendapat perhatian khusus supaya senantiasa terjaga kebersihannya.

Banyak orang mencuci tangan hanya jika dirasa sangat kotor. Selebihnya mereka lebih suka mengelap tangan ala kadarnya. Bahkan jarang mengelap tangan-nya sama sekali dengan alasan merasa tidak kotor. Selain faktor tersebut, sulitnya menemukan air bersih dibeberapa tempat menyebabkan kegiatan mencuci tangan adalah hal yang belum menjadi kebiasaan secara umum.

2. Perilaku perjalanan. Kegiatan produktif kaum urban membuat individu berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Pergerakan masyarakat melalui lintas kota serta provinsi ikut menyebabkan transmisi virus dengan cepat. Terlebih jika orang tanpa gejala atau yang disebut pembawa virus ini mempunyai daya tahan tubuh kuat.

Sudah banyak peristiwa satu orang di tempat tertentu terkena virus akibat mendapat kunjungan orang terdekat yang datang dari luar kota. Sementara sang pembawa virus masih bugar wal’afiat, yang dikunjungi menjadi sakit terjangkit virus sampai harus mendapat perawatan medis.

3. Tidak percaya pandemi. Virus penyebab pandemi bernama Coronavirus Disease-2019. Merupakan virus baru yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan pernapasan dan radang paru. Virus ini tidak terlihat. Begitupun gejalanya bisa sumir tanpa pemeriksaan yang akurat. Jadi untuk sebagian orang awam dampak bahaya dari virus Covid-19 kerap dipandang sebelah mata.

Dampak pandemi ini luar biasa. Selain ruang gerak masyarakat di luar rumah menjadi terbatas juga memukul kegiatan perekonomian. Namun pemerintah dalam hal ini tidak melarang masyarakat untuk berkegiatan di luar rumah. Terlebih untuk mencari nafkah. Hanya saja perilaku menerapkan 3M harus senantiasa dipatuhi.

Psikologis Manusia

Setiap individu mempunyai hati nuraini yang ada di dalam jiwa. Menurut Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi (Psikolog), kurangnya edukasi secara persuasif tentang bahaya virus belum menyentuh kesadaran psikologis manusia.

Protokol Kesehatan
Membentuk Disiplin Protokol Kesehatan | Ditpromkes RI

Faktor Psikologis

Psikologis adalah pengalaman dan tingkah laku manusia yang terjadi karena terciptanya suatu kondisi. Menyikapi adaptasi kebiasaan baru dengan himbauan untuk mematuhi protokol kesehatan membuat respon tingkah laku individu beraneka ragam. Ada yang patuh dengan kesadaran sendiri. Ada yang patuh namun dalam keadaan terpaksa karena takut dengan sanksi. Bahkan ada yang tidak peduli sama sekali. Terdapat faktor inetrnal dan eksternal sehubungan dengan respon individu terhadap hal ini.

1. Faktor internal

Sebagai mahluk sosial sebenarnya manusia mempunyai rasa empati untuk memahami perasaan orang lain. Pada kasus pandemi, individu yang merasa daya tahan tubuhnya kuat seharusnya berpikir seribu kali untuk tidak menjadi sumber penular virus.

Jika di dalam tempat tinggalnya ada orang tua dengan usia lanjut dan anak bayi atau anak kecil maka individu tersebut harus ketat dalam menerapkan protokol kesehatan. Kesadaran untuk berempati pada orang lain dibarengi dengan kontrol diri. Artinya berpikir sebelum bertindak sehingga dapat memperlakukan orang lain sama berharga seperti dirinya.

2. Faktor eksternal

Pada beberapa kasus, individu membutuhkan faktor eksternal untuk konsisten menjalankan keyakinan internal dalam berempati pada orang lain. Faktor eksternal ini terdapat pada lingkungan sekitar berupa aturan baku sebuah kebijakan serta contoh nyata dan konsekuensi ketat yang relevan dari setiap pelanggaran.

Jika terdapat kebijakan menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, maka berlakukan untuk semua tanpa pengecualian. Jika ada konsekuensi bagi yang melanggar kebijakan maka ini berlaku juga untuk semua tanpa memandang golongan tertentu.

Pada intinya individu membutuhkan contah nyata dari pembuat kebijakan terkait dengan anjuran mematuhi protokol kesehatan. Sehingga aturan yang dibuat tidak sebatas tertulis dalam kertas melainkan ada contohnya di dunia nyata.

Mulai dari Diri Sendiri

Sebagai individu yang mempunyai pemikiran atas konsekuensi dari sebuah pebuatan, sebaiknya perilaku mematuhi protokol kesehatan ini dimulai dari diri sendiri. Karena dengan menerapkan pada diri sendiri setidaknya sudah menjadi contoh untuk orang lain.

Perilaku Mematuhi Protokol Kesehatan

1. Perilaku saat hendak masuk rumah. Jika sehabis berkegiatan di luar rumah, sebelum masuk rumah hendaknya melepas alas kaki dan langsung dibersihkan dengan desinfektan. Cuci tangan dan kaki di luar rumah. Jangan menyentuh benda apapun dalam rumah. Masuk kamar mandi lepaskan semua pakaian untuk direndam dengan deterjen. Segera mandi dan keramas hingga bersih.

2. Perilaku saat di dalam rumah. Rajin membersihkan rumah, jika perlu semprotkan desinfektan secara berkala. Istirahat cukup serta konsumsi makanan bergizi dan seimbang. Melakukan aktifitas fisik setiap hari seperti olah raga ringan, berjemur dan melakukan hobi yang menyenangkan supaya tidak jenuh. Jaga interaksi dengan orang yang tidak serumah. Caranya tidak menerima tamu jika ada orang lanjut usia di rumah.

3. Perilaku saat di luar rumah. Menggunakan masker, membawa sanitizer atau sabun untuk cuci tangan serta jaga jarak. Menggunakan baju lengan panjang atau jaket. Selanjutnya hindari menyentuh area wajah jika belum mencuci tangan menggunakan sabun.

Edukasi Melalui Komunitas

Situasi pandemi yang masih belum bisa diprediksi sampai kapan usainya, tentu tidak membuat kita menyerah. Segala cara dilakukan demi terbangunnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penerapan protokol kesehatan.

Edukasi dilakukan dengan mengajak semua lini masyarakat. Komunitas Bloggercrony yang menaungi blogger potensial, influencer dan aktivis sosial media ikut serta mengedukasi pada setiap kegiatan. Adapun kegiatan meliputi diskusi, edukasi dan aktivasi mengenai literasi digital disiplin protokol kesehatan.

Beberapa kegiatan yang pernah dilakukan Bloggercrony seperti; kampanye mandiri #dirumahaja bulan April 2020 dan #selalu pakai masker (jangan kendor) bulan Agustus 2020.

Demikian review dari “Seminar Online Bareng Blogger, Yuk Disiplin ..Covid-19 Ambyar” yang berkaitan dengan Cara Terapkan Protokol Kesehatan dari Diri Sendiri. Semoga semakin banyak individu yang menerapkan protokol kesehatan dengan kesadaran bukan keterpaksaan.

 

Salam

 

 

 

 

 

 

 

 

Please follow and like us:

ditulis oleh

Bayu Fitri Hutami

Seorang pembelajar yang bukan siapa-siapa melainkan seorang yang senang bercerita. Seorang yang suka menulis berdasarkan apa yang dilihat, didengar dibaca dan dialami untuk menjadi sebuah tulisan informatif. Semoga tulisan yang saya sajikan bermanfaat. Terima Kasih.