Kusta Bukan Penyakit Kutukan dukung dengan SUKA DUKA

Sebagian besar orang berpendapat penyakit kusta adalah penyakit guna-guna. Padahal kusta bukan penyakit kutukan. Penyakit kusta menyerang jaringan kulit dan sel syaraf tepi. Dampak penyakit ini jika tidak diobati dapat menyebabkan kerusakan fisik pada bagian anggota tubuh.  Itu kenapa pengobatan yang cepat dan tepat sangat dianjurkan.

kusta bukan pemyakit kutukan
Penderita kusta harus minum obat dalam jangka waktu 6 bulan – 2 tahun

Sejarah Kusta

Kusta adalah penyakit dari zaman purba. Keberadaanya sudah ada sebelum tahun masehi. Tepatnya tahun 1400 sebelum masehi. Penyakit yang disebabkan Mycobacterium Leprae ini berkembangbiak di negara dengan iklim tropis. Menurut WHO, Indonesia menduduki peringkat ke 3 di mana sebagian warganya masih ada yang mengidap penyakit ini. Peringkat tertinggi berikutnya disandang negara Brazil dan India.

KBR dan NLR mendukung SUKA DUKA

Kantor Berita Radio (KBR) Bersama NLR pada tanggal 19 April 2021, mengadakan webinar mengenai “Melihat Potret Kusta di Indonesia”. Acara yang ditujukan untuk memberikan pemahaman dan edukasi mengenai penyakit kusta ini, dipandu host Naomi Lyandra dengan narasumber dr. Udeng Daman selaku Technical Advisor Program Pengendalian Kusta NLR Indonesia dan Monika Sinta selaku Team Leader CSR PT United Tractors.

Organisasi non pemerintah NLR sendiri didirikan di Belanda pada tahun 1967. Tidak ada akronim dari NLR itu sendiri. Misi mulai dari NLR adalah menanggulangi kusta dengan segala dampak yang ditimbulkan. Adapun cara penanggulangannya melalui tiga pendekatan, yaitu; nihil penularan, nihil disabilitas dan nihil eksklusi.

Berada di Indonesia sejak tahun 1975, NLR terus bertransformasi menjadi organisasi yang efektif dan efisien. NLR melakukan kerjasama dengan Pemerintah Republik Indonesia dalam menanggulangi kusta. NLR dengan KBR menginsiasi proyek SUKA dan DUKA. Akronim SUKA adalah “Suara untuk Indonesia Bebas Kusta”. Sedangkan akronim DUKA adalah “Dukungan untuk Indonesia Bebas Kusta”

Kusta Bukan Penyakit Kutukan

Stigma penyakit kusta saat ini sangat menyedihkan. Penderita kusta biasanya dihindari, dikucilkan bahkan kerap dijadikan bahan gunjingan karena dikira kena kutukan. Tak sedikit penderita penyakit kusta memilih menutup diri bahkan pergi meninggalkan lingkungan dimana ia tinggal untuk menyendiri atau bergabung bersama pada komunitas penyakit kusta.

Ciri Penyakit Kusta

Terdapat bercak putih seperti panu pada kulit. Bercak putih ini tidak gatal, tidak berambut dan tidak berkeringat. Jika bakteri sudah mengenai syaraf maka terdapat rasa kesemutan dan nyeri pada anggota badan atau muka.Telapak tangan dan kaki menjadi mati rasa. Melemahnya otot pada tangan dan kaki. Sulit sembuh jika ada terdapat luka dikaki. Selanjutnya sering terjadi kelopak mata tidak dapat menutup dengan sempurna.

Lingkungan dan Daya Tahan tubuh

Bakteri kusta dapat menular melalui kontak fisik langsung dalam jangka waktu lama dan percikan droplet air liur penderita di udara. Minimnya sanitasi lingkungan dan rendahnya daya tahan tubuh membuat seseorang menjadi rentan tertular jika secara tidak sengaja berdekatan terlalu lama dengan orang penderita penyakit kusta yang tidak diobati.

Kusta bisa Sembuh Total

Menurut dr. Udeng Daman, penderita penyakit kusta bisa sembuh total. Asalkan cepat memeriksakan diri ke dokter begitu mempunyai gejala yang diindikasikan penyakit kusta. Setelah itu jika sudah mendapat obat maka patuhi aturan minumnya dan jangan pernah bosan. Karena pengobatan penyakt kusta dengan antibiotik butuh waktu lama sekitar 6 bulan sampai 2 tahun tanpa putus sehingga pasien harus telaten dan sabar.

Supaya Terhindar dari Penyakit Kusta

Syarat utama perhatikan sanitasi lingkungan dan tingkatkan daya tahan tubuh. Selain itu tentu menjaga pola hidup sehat dan bersih supaya daya tahan tubuh meningkat.

Disabilitas yang diderita penyakit kusta karena tidak cepat mendapat pengobatan, semakin membuat penderita tidak percaya diri. Kemudian lamanya pengobatan dan tidak adanya lingkungan yang mendukung juga membuat penderita penyakit kusta semakin lama memperoleh kesembuhan.

Penderita Kusta dan Lowongan Kerja

Masalah terjadi ketika orang yang pernah mengalami kusta (OYPMK) sembuh, biasanya akan sulit mendapat pekerjaan. Khususnya bagi penderita kusta yang menjadi difabel karena terlambat diobati. Jari tangan yang tidak lengkap, penampakan wajah yang cacat progresif pada bagian hidung, alis atau jari kaki yang tidak sempurna membuat banyak pemilik usaha enggan menerima sebagai pekerja.

Asa bagi Orang yang Pernah Mengalami Kusta

Orang yang pernah mengalami kusta  bisa melamar kerja pada berbagai perusahaan. Dari hasil webinar kemarin, Monica Sinta selaku Team Leader CSR PT United Tractor mengatakan jika perusahaan dapat menerima mantan penderita kusta untuk dipekerjakan sebagai karyawan. Tidak ada persyaratan khusus selain sudah sembuh menjalani pengobatan penyakit kusta. Selain itu mantan pasien penyakit kusta diharapkan mempunyai keahlian yang dapat ditawarkan pada perusahaan.

Menurut Monica Sinta, sesuai dengan kebijakan pemerintah yang mewajibkan setiap perusahaan minimal mempekerjakan 1% penyandang difabel dari total jumlah karyawan. Berdasarkan hal tersebut, perusahaan United Tractor  siap menerima mantan penderita penyakit kusta sebagai karyawan perusahaan.

Kesimpulan
Penyakit kusta pada dasarnya bisa disembuhkan. Dibutuhkan ikhtiar dan keyakinan yang besar serta lingkungan yang mendukung supaya penderita bisa melewati masa pengobatan penyakit kusta dengan baik.

Bagi yang ingin mendapatkan informasi lebih detil mengenai penyakit kusta bisa melihat YouTube berita KBR atau follow akun KBR melalui sosial media Facebook Kantor Berita Radio-KBR, Twitter BeritaKBR dan Instagram KBR.id

Demikian hasil diskusi webinar kesehatan tentang Kusta Bukan Penyakit Kutukan dukung dengan SUKA DUKA. Semoga informasi ini bermanfaat.

Salam

Please follow and like us:

ditulis oleh

Bayu Fitri Hutami

Seorang pembelajar yang bukan siapa-siapa melainkan seorang yang senang bercerita. Seorang yang suka menulis berdasarkan apa yang dilihat, didengar dibaca dan dialami untuk menjadi sebuah tulisan informatif. Semoga tulisan yang saya sajikan bermanfaat. Terima Kasih.