Cara Investasi Minim Resiko Skala Rumah Tangga

Cara Investasi Minim Resiko Skala Rumah Tangga. Investasi skala rumah tangga bertujuan mendapatkan keuntungan ekonomi di masa depan. Caranya dengan mengalokasikan pendapatan ke instrumen investasi.

Baik pasangan menikah maupun lajang pada usia produktif tentu mempunyai impian di masa depan berkaitan dengan hasil pendapatan yang diterima hari ini. Sebelum memilih instrumen investasi ada baiknya mengetahui kondisi keuangan seperti diceritakan momblogger pada artikelnya berjudul Finansial Sehat Keluarga Hebat.

Masalahnya semua investasi mengandung resiko. Namun investasi minim resiko bisa individu dapatkan. Syaratnya pelaku investasi harus mau mempelajari segala sesuatu sebelum memutuskan memilih instrumen yang sesuai. Berikut yang harus dicermati sebelum melakukan investasi.

Kondisi Keuangan

Sebelum memilih investasi pastikan kondisi keuangan yang dimiliki individu atau pasangan rumah tangga sangat sehat. Buatlah tingkatan keuangan dimulai dari kebutuhan dasar sampai pengembangan aset atau harta.

1.Kebutuhan dasar sudah terpenuhi. Kebutuhan papan, pangan dan sandang adalah kebutuhan primer setiap manusia untuk bertahan hidup. Jika sudah terpenuhi sesuaikan pendapatan dengan gaya hidup. Kesesuaian gaya hidup dengan pendapatan menentukan kesehatan kondisi keuangan.

  • Gaya hidup apa adanya. Pada tingkatan ini penghasilan yang didapat murni semua untuk pemenuhan penghidupan. Sebagian besar untuk mencukupi sandang papan pangan tanpa berhutang. Sehingga gaya hidup juga menyesuaikan terlihat sederhana apa adanya.
  • Ada sisa pendapatan. Pada tingkatan ini mulai ada sisa pendapatan, tidak bergantung sepenuhnya dari kartu kredit maupun pinjaman dari pihak lain untuk mencukupi kebutuhan.
  • Bebas dari hutang konsumtif. Walaupun mempunyai utang namun untuk hasil produktif seperti modal usaha.
  • Biaya sehari-hari tidak bergantung dari gaji bulanan. Ada pendapatan dari sumber selain gaji. Sehingga bisa mempunyai dana darurat.
  • Kondisi keuangan sangat sehat. Kebutuhan dasar terpenuhi, dana darurat tersedia, tidak punya utang, aset bertambah dan pemenuhan kebutuhan primer tidak semata bergantung pada gaji. Pertambahan pendapatan karena hasil akumulasi dari pengalokasian dana pada instrumen investasi yang tepat.

2. Ada Dana Darurat. Dana darurat adalah sebagian dana dari penghasilan dan pemasukan yang wajib dialokasikan pada pos darurat. Dana ini berguna untuk sesuatu yang tidak dapat diprediksi dan tak terencana. Kerugian jika tidak mempunyai dana darurat adalah individu akan rentan terlibat utang. Dana darurat yang harus dimiliki dihitung berdasarkan jumlah pengeluaran perbulan. Terdapat perhitungan sederhana sebagai berikut;

Investasi Minim Resiko
Dana Darurat

3. Mempunyai Proteksi. Proteksi adalah produk keuangan yang bersifat melindungi atau mengcover tertanggung dari hal yang tidak terduga. Umumnya proteksi yang wajib individu atau keluarga miliki adalah perlindungan kesehatan dan perlindungan jiwa.

Asuransi jiwa berguna apabila pencari nafkah meninggal dunia maka keluarga yang ditinggalkan mendapat uang santunan untuk dapat melanjutkan kehidupannya. Sedangkan asuransi kesehatan bermanfaat untuk melindungi setiap jiwa apabila mengalami kondisi sakit yang dapat terjadi setiap saat.

4. Mengetahui Tujuan Investasi. Sebelum memutuskan memilih instrumen investasi kenali dulu tujuan investasi. Mengetahui tujuan investasi berkaitan dengan durasi imbal hasil dari produk investasi yang akan dipilih. Terdapat tiga tujuan investasi berikut contoh produknya.

  • Tujuan Jangka Pendek. Periode investasi ini 1 – 3 tahun. Investasi ini dapat cepat dicairkan sesuai kebutuhan. Misalkan untuk uang masuk anak sekolah tingkat taman kanak-kanak . Contoh produknya berupa¬† Tabungan, deposito, reksa dana pasar uang.
  • Tujuan Jangka Menengah. Jangka waktunya 3 – 5 tahun. Waktu jatuh tempo investasi ini sedikit lebih lama daripada investasi jangka pendek. Contoh produknya reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap dan obligasi pemerintah.
  • Investasi Jangka Panjang. Misalkan untuk kebutuhan uang masuk kuliah anak. Jangka waktunya 5 -10 tahun. Contoh produknya saham, reksa dana saham, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana pendapatan campuran, dan property, logam mulia.

5.Pengembangan Aset atau Harta. Untuk mengetahui pengembangan aset maka harus di cek aliran kas masuk dan keluar pendapatan dan pengeluaran. Selanjutnya cek posisi antara harta dan utang yang dimiliki atau disebut neraca keuangan

Cek Cash Flow

Catatan pengeluaran selama satu periode (satu bulan atau satu tahun penghasilan)  disebut cash flow. Terdiri dari Pemasukan dan pengeluaran rutin sehari Рhari skala rumah tangga. Jika diakhir periode jumlah pemasukan lebih besar dibandingkan jumlah pengeluaran maka cash flow tersebut dikatakan surplus. Jika terjadi sebaliknya maka dikatakan defisit.

Apa yang harus dilakukan jika cash flow defisit ? Infografis berikut menjelaskan solusinya

Investasi Minim Resiko

Cek Neraca Keuangan Keluarga/ Individu

Neraca adalah catatan kondisi keuangan keluarga atau seseorang yang memperlihatkan perbandingan antara harta dan utang pada satu waktu tertentu. Selisih dari harta dan utang adalah nilai kekayaan bersih yang dimiliki keluarga atau individu tersebut.

Pada grafis dibawah ini adalah contoh kondisi perbandingan antara harta dan utang. Kemudian jika dilihat selisih harta dan hutang menghasilkan nilai kekayaan bersih dengan porsi total harta lebih besar daripada total hutang. Sehingga neraca ini dikategorikan dalam keadaan sehat.

Investasi Minim Resiko
Contoh Neraca Keuangan Keluarga – Individu

Kenali Pengendalian Resiko

Setiap investasi ada resiko yang harus ditanggung. Pengendalian resiko harus dipahami sebelum memutuskan untuk mengambil instrumen investasi. Hal ini penting supaya tidak “kaget” ketika mengalami kejadian diluar prediksi.

1. Pilihan produk/instrumen investasi. Aneka produk investasi di tawarkan satu paket dengan resiko dan imbal hasil. Investasi yang menjanjikan imbal hasil tinggi tentu mempunyai resiko yang tinggi juga dibandingkan dengan yang menjanjikan imbal hasil kecil.

2. Kemampuan dana investasi. Memilih instrumen investasi berarti mengeluarkan sejumlah uang untuk penempatannya. Uang yang digunakan sebaiknya uang “nganggur”. Artinya uang yang benar-benar tidak dipergunakan untuk pemenuhan kebutuhan primer. Secara umum uang untuk kebutuhan primer sudah “aman” atau terpenuhi.

3. Kesiapan mentoleransi resiko. Mempunyai produk investasi sangat rentan dengan resiko. Untuk itu sebaiknya mempersiapkan diri dengan menetapkan ambang batas toleransi terhadap resiko yang akan diperoleh.

Jangan sampai menjadi beban pikiran kemudian “stress” ketika mendengar harga saham “anjok.” Padahal naik turunnya harga saham adalah sesuatu yang biasa. Hanya saja jika ambang toleransi individu sangat rendah sebaiknya hindari memilih investasi yang sangat fluktuatif pergerakannya.

Jenis Resiko

Setelah dapat mengendalikan resiko, maka kenali jenis resiko. Hal ini bertujuan supaya individu mengetahui ada ditingkat jenis resiko yang mana.

1.Konservatif. Resiko ini menyukai produk investasi dengan hasil yang sudah diketahui. Pada kondisi ini, individu mempunyai perasaan tidak nyaman jika mendengar atau mengetahui berkurangnya sejumlah uang yang ditempatkan pada instrumen investasi.

2. Moderat. Jika individu berada diposisi ini, cenderung memilih produk investasi yang memberi imbal hasil tinggi namun penuh kehati-hatian. Produk investasi yang dipilih sebisa mungkin memberi imbal hasil yang pasti.

3. Agresif. Individu pada posisi ini berani mengalokasikan sejumlah uang untuk produk investasi dengan imbal hasil paling tinggi. Selanjutnya tidak mempersoalkan seandainya imbal hasil kecil bahkan minus. Karena individu seperti ini mempunyai keyakinan untung dan rugi dalam investasi adalah hal yang biasa dan wajar.

Kesimpulan

Jika ingin melakukan investasi minim resiko perhatikan empat syarat berikut;

Syarat Investasi

Jadi jangan ragu untuk berinvestasi sepanjang memperhatikan syarat investasi sehingga resiko bisa diminimalisir. Demikian tips Cara Investasi Minim Resiko Skala Rumah Tangga. Bagaimana dengan teman semua. Apakah mempunyai saran atau pengalaman lain? Boleh share ya di kolom komentar. Terima Kasih.

Salam

Baca Juga : Begini Cara Pakai eNofa Pajak untuk Keperluan Perpajakan

Please follow and like us:

ditulis oleh

Bayu Fitri Hutami

Seorang pembelajar yang bukan siapa-siapa melainkan seorang yang senang bercerita. Seorang yang suka menulis berdasarkan apa yang dilihat, didengar dibaca dan dialami untuk menjadi sebuah tulisan informatif. Semoga tulisan yang saya sajikan bermanfaat. Terima Kasih.