
Dedikasi Ibu Tati untuk anak-anak disabilitas dalam mengajar seni kriya tidak diragukan lagi. Wanita berusia 56 tahun ini, sudah menghabiskan sepanjang sisa usia di dunia pendidikan luar biasa.
“Anakmu Bukan Milikmu (Khalil Gibran)”. Anak adalah titipan Tuhan, lengkap dengan kelebihan dan kekurangan, maka tugas orang dewasa apapun status dan profesinya harus dapat menjadi guru yang dapat digugu dan ditiru oleh siapa saja terutama anak-anak.
Ibu Tati Leliana Purba nama lengkapnya, menghabiskan masa kecil di Sukabumi dengan bersekolah di SD dan SMP kemudian meneruskan ke SMA SPG Tegal lanjut ke D2 SGPLB Negeri Bandung dan menamatkan jenjang pendidikan S1 di UNJ Jurusan Pendidikan Luar Biasa.

Dedikasi Ibu Tati untuk Anak Disabilitas
Pengabdian Ibu Tati di dunia pendidikan luar biasa sudah berjalan hampir 35 tahun. Banyak suka duka beliau berkaitan dengan kegiatan belajar, mengajar dan menangani anak-anak disabilitas.
Dijelaskan Ibu Tati, bahwa tingkatan anak disabilitas ada 6. Tingkat A, adalah anak disabilitas tunanetra. Tingkat B, anak disabilitas tunarungu. Tingkat C, anak disabilitas tunagrahita (cacat mental). Tingkat D, anak disabilitas tunadaksa (cacat tubuh). Tingkat E, anak disabilitas tunalaras (nakal atau bandel), Tingkat F, anak disabilitas tunaganda campuran. Khusus di SLBN 6, mayoritas anak disabilitas terdapat pada tingkat B dan C yaitu tunarungu dan tunagrahita.

Malang melintang menjadi guru kelas di sekolah luar biasa swasta. Pada tahun 2015 Ibu Tati diangkat menjadi guru dengan status pegawai negeri sipil dan ditempatkan di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN 6) Meruya, Jakarta. Jenjang pendidikan di SLBN 6 setara dengan SLTP dan SLTA. Di tempat ini, beliau menemukan jati diri untuk apa dan bagaimana harus membimbing anak-anak yang luar biasa ini.
Produk Kriya dari Anak-Anak Disabilitas
Di SLBN 6, seni kriya termasuk mata pelajaran yang diberikan untuk melatih keterampilan dan kemampuan motorik anak-anak disabilitas. Ibu Tati Leliana Purba dengan sabar, ulet dan telaten melatih, mengajar dan memberi semangat anak-anak tanpa kenal lelah. Harapannya anak-anak mempunyai keahlian untuk menunjang kemandirian di masa depan setelah lulus dari sekolah luar biasa.

Untuk menambah keahlian dalam melatih seni kriya, Ibu Tati selalu meningkatkan pengetahuan dengan mengikuti berbagai pelatihan terkini menggunakan biaya pribadi. Hasil dari mengikuti pelatihan diaplikasikan sedemikian rupa sesuai dengan kondisi keterbatasan anak-anak.

Berbagai pelatihan yang diikuti tidak hanya di dalam kota tetapi sampai ke luar kota. Seperti ketika Ibu Tati mengikuti pelatihan membuat kain sibori dan ecoprint. Beliau pergi ke kota Bandung dan Yogyakarta.

Beliau selalu mengikuti mode yang sedang berkembang seperti model kain ecoprint yang dibuat dengan menggunakan getah dedaunan dan bunga. Ecoprint sendiri adalah teknik cetak pada kain menggunakan pewarna alami. Teknik sederhana ini memerlukan kesabaran dan ketekunan karena tidak menggunakan bahan kimia sehingga proses pengerjaannya dapat menghadirkan suasana lingkungan sekitar yang humanis dan harmonis.
Ada lagi seni lukis garam pada selembar kain. Kemudian ada seni tekstil menggunakan teknik sibori yang menghasilkan motif jumputan. Seni kriya dengan teknik decoupage yaitu menempelkan tisu bermotif ke satu permukaan. Ada juga kriya burn effect, seni lukis yang memanfaatkan kertas koran bekas. Kriya dengan teknik sospeso transparente yaitu menampilkan motif yang dipotong dan ditempel dimedia sehingga menimbulkan efek tiga dimensi.

Produk Kriya Anak-Anak Disabilitas Mendapat Apresiasi
Aneka kriya tekstil menjadi lebih bernilai karena dikembangkan menjadi produk siap pakai dan siap jual. Diantaranya kain dengan teknik ecoprint dan sibori dibuat menjadi kaos, pashmina, kerudung, aneka jenis tas, dompet, baju outer dan celana kulot. Sedangkan untuk teknik kriya sospeso, burn effect dan decoupage ada pada produk nampan, tas tangan, pigura, tempat tisue, kaleng kerupuk dan alas gelas.

Hasil karya produk seni kriya yang dibuat oleh anak-anak binaan Ibu Tati tidak kalah bagus dan mempunyai nilai seni tinggi serta harga jual bersaing dibandingkan dengan produk sejenis karya anak-anak non disabilitas. Terbukti banyak pihak yang melakukan pemesanan ulang pada produk buatan mereka yang ternyata lebih rapi dan berseni.

Dengan hasil karya yang indah berbagai pihak mengajak membuat pameran untuk memasarkan produk kriya buatan anak-anak binaan Ibu Tati. Banyak yang bersimpati dengan kegigihan Ibu Tati membina dan mendidik anak – anak, sehingga diberikan ruang tempat pameran tanpa dipungut biaya sewa.
Ketika menjual produk hasil kriya kepada pengunjung pameran, ibu Tati selalu menekankan untuk membeli tanpa rasa belas kasihan tetapi melihat kualitas dan keindahan yang diciptakan anak-anak. Pemahaman kualitas produk senantiasa diberikan pada anak-anak supaya mengerjakan produk kriya dengan rapi, teliti dan bersih sehingga hasil akhir akan terlihat menarik.

Jika produk hasil kriya menarik maka “pembeli dan uang akan datang”. Pemahaman ini diberikan ibu Tati kepada anak – anak didik sebagai pemacu semangat agar termotivasi menghasilkan karya terbaik dimata pembeli.
Sebagai bentuk pengingat produk kriya buatan anak – anak, Ibu Tati memberikan merk D’tama untuk setiap produk yang siap jual. Arti dari merk D’tama adalah produk dikerjakan dengan tangan dan mata anak-anak disabilitas.

Seberkas Cahaya dari Meruya
Suka duka yang dialami Ibu Tati dalam mendidik anak-anak terbayar jika alumni dari SLBN 6 dapat mandiri menggunakan keahlian yang dimiliki. Alumni SLBN 6 dapat percaya diri menatap masa depan dengan kegiatan produktif yang dapat menghasilkan uang untuk dirinya.

Ibu Tati mempunyai harapan untuk ke depan anak-anak dapat terhimpun dalam satu wadah komunitas yang diprakarsai oleh donatur sehingga dapat berdaya secara ekonomi. Diharapkan suatu saat ada pihak yang bersimpati memberikan bantuan semacam tempat pelatihan di SLBN 6 untuk mengerjakan pesanan produk kriya sesuai permintaan calon pembeli.

Dengan adanya tempat pelatihan yang diperuntukkan khusus alumni SLBN 6, mereka tetap dapat berkreasi menghasilkan karya-karya baru untuk dipamerkan sehingga menarik minat pembeli.
Semangat dan dedikasi ibu Tati Leliana Purba untuk anak disabilitas telah memberi makna dan menginspirasi banyak orang terutama saya sebagai penulis. Semoga harapan Ibu Tati dan anak-anak didiknya dapat terwujud. Beliau telah menjadi seberkas cahaya untuk menerangi anak-anak didik dan lingkungan sekitarnya. Sukses terus Ibu Tati Leliana Purba. “Ikuti cerita #AksiHidupBaik lainnya di akun Youtube dan Instagram @ibu.ibukota”.
Tulisan ini berdasarkan wawancara penulis dengan ibu Tati Leliana Purba dan naskah tulisan diikutsertakan dalam lomba menulis tokoh inspiratifĀ ibuibukota akhir tahun 2019 di DKI Jakarta.

Keren ulasannya. Bagus² ya karya anak² disabilitas asuhan bu Tati. Kalo bagus begini dan berkualitas, mudah²an banyak yg beli deh…
Sudah banyak pembeli yang melakukan repeat order mbak, dan hebatnya yang repeat order karena puas dengan kualitas produk kriya anak-anak disabilitas ini bukan berdasarkan belas kasihan.
Beliau sosok yg sangat menginspirasi. Semua anak itu istimewa dengan caranya masing2.
Setuju mbak, karena setiap anak istimewa dengan caranya maka tugas orang dewasa harus mampu mengarahkan dan mengantarkan mereka ke tahapan yang lebih baik lagi.
Dedikasi yang luar biasa untuk ibu tuti penuh dengan sabar yang luar biasa.
Betul kak luar biasa dedikasi ibu Tati yang dalam menangani anak disabilitas…tidak kenal lelah dan semangat nya luar biasa
Bu Tati mengajar dengan hati tulus. Terutama pas baca di bagian ‘ikut pelatihan dengan uang pribadi’ auto terharu.
Saya pun salut mbak, beliau mengabdikan diri secara totalitas hanya supaya anak-anak disabilitas dapat berkarya mengikuti trend kekinian sehingga bisa menjadi bekal untuk menyongsong masa depan mereka secara mandiri.
Suka haru banget kalo liat anak2 disabilitas berkreasi. Gurunya top banget.. moga banyak kebaikan yang diraihnya mengajari anak2 polos istimewa itu.
Iya betul mbak, sepanjang wawancara saya melihat sendiri interaksi anak-anak disabilitas dengan Ibu Tati, dibutuhkan ketelatenan untuk dapat mendidik, dan ,membina anak-anak istimewa tersebut.
Produknya bagus, ga kalah dengan hasil tangan pada umumnya. Semoga Ibu Tati selalu sehat dan semangat mendampingi adik-adik istimewa
Amin YRA,..semoga selalu ada jalan kemudahan yang didapatkan Ibu Tati dalam mendampingi dan membina adik-adik kita yang sangat istimewa ini
Wah, ini keren mbak.. ide dan isi ceritanya. Kalau ABK diberdayakan mereka akan madiri di masa depan sehingga keterbatasan bukan jadi penghalang untuk mereka maju.
Sosok seperti Bu Tati sangat layak diapresiasi
Betul mbak paling tidak anak dengan kemampuan seperti ini tidak merasa berbeda, tidak merasa rendah diri, dapat duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dibadingkan dengan anak normal lainnya. Anak-anak disabilitas dapat percaya diri bahwa mereka bisa mandiri secara ekonomi tanpa berharap belas kasihan orang lain
Sebagai penyandang disabilitas juga, saya sangat bersyukur karena selalu ada orang-orang baik yang turut memikirkan hingga membekali ketrampilan teman-teman disabilitas saya. Semoga akan selalu ada orang-orang seperti Ibu Tati ini.
Alhamdulillah ya mbak..manusia pada dasarnya dilahirkan untuk saling melengkapi. Kelebihan kita mungkin bermanfaat untuk membantu yang kekurangan. Sementara yang kekurangan pasti mempunyai kelebihan tersendiri yang tidak dimiliki orang lain. Jadi jika saling melengkapi tentu dunia akan menjadi indah.
Ah,, luar biasa dedikasinya yaa Ibu Tati. Sabar membersamai proses berkreasi anak² disabilitas. Semangat perubahan yg pantas diteladani, tfs Mbak
Iya betul mbak, sy pun mendapat banyak pelajaran keteladanan dan ketulusannya dari Ibu Tati
Waah cantik2 sekali hasil karyanya. Memang setiap insan memiliki kelebihannya masing-masing, termasuk juga adik2 disabilitas diatas, mereka bisa menunjukan dibalik kekurangannya, mereka bisa tetap berkarya.
Betul kak, sy pun takjub dengan kemampuan adik-adik tersebut dalam menghasilkan produk kriya yang tak kalah bagus dari buatan orang pada umumnya
Inspiratif. Orang-orang seperti bu tati yang tulus memberikan keterampilan kepada para ABK ini patut mendapat apresiasi. Semoga semakin banyak ibu Tati-ibu tati yang lain yang tulus mendidik ABK ini..
Masya Allah. Semoga sehat terus Ibu Tati ya, panjang umur sehingga bisa membersamai anak anak didiknya lebih lama. Banyak rejeki ya Bu.
Amin YRA..semoga Ibu Tati sehat selalu ya mba..sebab orang dengan dedikasi seperti Ibu Tati sangat langka di negeri ini