
Pejuang Lingkungan KBA Rawajati Olah Sampah jadi Berkah Rawajati kampung terletak di Kota Jakarta bernama Kampung Berseri Astra. Dinobatkan sebagai kampung agrowisata dengan nama Kampung Berseri Astra Rawajati (KBA Rawajati). Lokasi ada di Komplek Zeni, Rawajati Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan. Dihuni kurang lebih 3000 kepala keluarga, kampung ini sukses menjadi kampung percontohan dalam tata kelola sampah dan lingkungan.

“Alam tak pernah ingkar janji”
quote ini mempunyai makna jika manusia memperlakukan alam dengan bijak maka alam akan membalas dengan cara terbaik untuk keberlangsungan hidup manusia di muka bumi.
Daftar Isi
KBA Rawajati Olah Sampah jadi Berkah
Awal mulanya di tengah Kampung Rawajati ada tanah kosong seluas 450 m2 yang banyak ditumbuhi pohon jati. Dari sini menjadi cikal bakal nama Kampung Agrowisata Rawajati.
Tahun 2000, seorang penggiat lingkungan bernama Bp. Syam (saat ini sudah alm) mencoba mengolah sampah menjadi kompos dengan cara manual berbekal alat seadanya di tanah kosong tersebut. Usahanya yang serius dan ulet mendapat apresiasi warga dan masyarakat sampai akhirnya pada tahun 2004 kampung ini mendapat penghargaan sebagai kampung percontohan Agrowisata se DKI Jakarta.
Karena kegigihan warga banyak pihak terkait diantaranya Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Lingkungan Hidup, UPK Badan Air mulai membantu pengadaan peralatan untuk proses pengolahan sampah mulai dari mesin pencacah, mesin pengayak, mesin pencucian plastik dan pembangunan hanggar (tempat memilah sampah) .
Tahun 2013 Grup Astra melalui PT. Astra International Tbk, memberikan bantuan untuk warga. Awal mulanya diberikan untuk menunjang hari raya Idul Fitri berupa sembako, kambing dan pelatihan mengolah sampah anorganik. Berlanjut membantu mendirikan fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Bank Sampah .
Pejuang lingkungan
Tahun 2015 Kampung Agrowisata Rawajati ditetapkan menjadi binaan Astra sebagai Kampung Berseri Astra. Pengolahan sampah dipimpin oleh Ketua PKK Ibu Sylvia Ermita yang sangat ulet dan energik. Dedikasinya dalam memberikan pemahaman untuk mengolah sampah menjadi berkah tidak pernah berhenti sampai kini.

Kepedulian warga sekitar mengenai pentingnya mengolah sampah terus disadarkan oleh ibu Sylvia mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, unit rumah tangga sampai dengan tingkat RT, RW dan kelurahan.
Sosialisasi Pejuang Lingkungan KBA Rawajati yang dilakukan ibu Sylvia dibantu empat relawan warga sekitar yaitu; Ibu Utami, Ibu Lia, Ibu Ida dan Bp. Wahid. Mendatangi setiap perkumpulan warga seperti arisan ibu-ibu di RT dan RW kemudian PKK, pemuda karang taruna, dengan datang dari rumah ke rumah setiap warga terutama yang belum menjadi nasabah.
Pejuang Lingkungan KBA Rawajati ini begitu gigih mendatangi warga supaya bersedia memilah sampah rumah tangga masing-masing sebelum dibawa ke tempat pengolahan. Sampah dipilah menurut jenisnya seperti sampah organik kering atau basah dan sampah anorganik. Sampah yang sudah dipilah dimasukkan ke dalam kantong dan disetorkan ke Bank Sampah KBA Rawajati.
Jenis – jenis sampah di KBA Rawajati
Terdapat dua jenis sampah yaitu organik dan anorganik:
a. Sampah organik, berasal dari alam dapat terurai di alam bebas secara alami dan ramah lingkungan. Bisa bermanfaat jika diolah secara tepat. Sampah organik sendiri terbagi dua, yaitu; 1. Basah karena mengandung air seperti sisa bahan dan makanan dari dapur rumah tangga. 2. Kering yang sedikit mengandung air seperti tebangan pohon beserta daun dan ranting.
b. Sampah anorganik, berasal dari bahan atau produk buatan yang sulit terurai di alam bebas serta rentan mencemari lingkungan jika ditimbun di dalam tanah.
KBA Rawajati mengolah sampah menjadi berkah
Berkat sosialisasi ini banyak warga yang sudah peduli pentingnya memilah sampah rumah tangga sebelum dibawa ke tempat pengolahan. Di tempat ini hanya mengolah sampah organik kering dan menerima sampah anorganik tertentu. Untuk sampah organik basah dimasukkan kedalam lubang biopori disetiap halaman rumah warga.
Sampah organik kering yang diolah hanya daun-daun kering untuk dijadikan kompos. Pengolahan sampah organik kering dinamakan komposting dimulai dari tahap 1, tahap 2 dan pengayakan.
Tahap 1, sampah yang dikumpulkan dicacah, dicampur aktipator, difermentasikan satu minggu. Tahap 2, sampah dibalik , dilakukan penyiraman ditimbun lagi proses ferementasi diulangi sampai minggu ke 6. Tahap terakhir proses pengayakan untuk mendapatkan kompos.

Untuk sampah anorganik, pengurus Bank Sampah hanya menerima benda tertentu yang bisa dijual lagi ke pengepul. Contohnya adalah; 1. Sampah kertas (surat kabar, kardus, karton, buku, bungkus kertas). 2. Sampah plastik (plastik kresek, gelas minum plastik, ember, pipa paralon, aluminium foil), 3. Sampah Logam Kaca (seng, paku, besi, kaca, kran air).

Jam operasional dibuka mulai pukul 08.00 s/d 14.00 dari hari Senin s/d Sabtu. Khusus hari Kamis dan Sabtu pengurus melakukan “jemput bola” menggunakan gerobak motor ke RW-RW untuk mengambil sampah yang sudah dipilah dan dimasukkan ke dalam kantong besar.

Warga yang menyetorkan sampah akan diberikan buku Bank Sampah. Berisi data warga dan catatan jumlah sampah yang disetor berikut jumlah nominal uang yang akan diterima.
Untuk memomotivasi warga supaya rajin menabung, pengurus memberikan imbal balik berupa sembako bagi nasabah yang paling rajin datang menyetor sampah, dan yang mempunyai saldo nominal terbanyak dari hasil menyetor sampah.
Pengurus melalui Ibu Sylvi masih berusaha meningkatkan jumlah nasabah. Karena dari 3000 KK baru sekitar 819 KK yang menjadi nasabah Bank Sampah.
Produk dari hasil pengolahan sampah KBA Rawajati
- Pupuk kompos untuk tanaman. Pupuk dari daun-daun kering yang difermentasikan berubah menjadi kompos. Pupuk kompos yang tersedia dijual kepada warga yang membutuhkan atau digunakan sendiri untuk kebun tanaman apotek hidup (green house) yang ada di KBA Rawajati.

- Kriya dari koran bekas dan bungkus kemasan plastik. Kriya dari kertas koran bekas diproses sedemikian rupa menjadi anyaman keranjang atau wadah menyerupai anyaman rotan. Ada yang menjadi alas gelas, kotak buku, keranjang baju dan sebagainya. Sedangkan kriya dari plastik kemasan dianyam sedemikian rupa menjadi taplak meja, tas belanja dan alas perangkat makan.


Manfaat dari hasil pengolahan sampah KBA Rawajati
1. Mendapat pengetahuan keterampilan dan penghasilan tambahan. Warga KBA Rawajati mendapat bantuan pelatihan keterampilan kriya dari Astra Grup. Hasil kriya dari warga selalu diikutsertakan Astra Grup ke ajang pameran-pameran kriya ukm dan umkm diberbagai acara.
Dari penuturan Ibu Sylvia, produk kriya warga KBA Rawajati selalu laris manis diborong pembeli. Dengan demikian warga mempunyai penghasilan tambahan dari hasil kriya yang dibuatnya. Pada akhirnya KBA Rawajati memberi manfaat pada warganya dari mengolah sampah menjadi berkah.

2. Kesehatan warga terjaga karena lingkungan bersih. Semenjak ditetapkan menjadi kampung agrowisata percontohan se DKI Jakarta dan menjadi KBA Rawajati, warga semakin peduli dengan kondisi lingkungan. Suasana kampung yang asri penuh pepohonan dan minim dari buangan sampah menjadikan udara bersih dan segar. Manfaatnya kesehatan warga menjadi terjaga dengan baik.

3. Fasilitas PAUD yang ada di KBA Rawajati pun menjadi semarak dan banyak peminat. Banyak orang tua murid yang senang dengan lingkungan asri di KBA Rawajati sehingga antusias memasukkan anak mereka ke PAUD tersebut walaupun jauh dari tempat tinggal. Manfaat dari segi ekonomi warga dapat berjualan panganan ringan untuk pengantar anak PAUD.

Penghargaan yang pernah diterima Kampung Agrowisata KBA Rawajati
Sebagai kampung agrowisata percontohan se DKI Jakarta, KBA Rawajati sering mendapatkan kunjungan dari berbagai daerah bahkan dari luar negeri yang ingin belajar mengenai pengolahan sampah.
Perwakilan penggiat lingkungan dari luar negeri seperti dari Jepang, Ukraina sampai dari dalam negeri seperti dari Berau Kalimantan Utara dan Sulawesi pernah berkunjung ke KBA Rawajati.
Tidak ada kerja keras yang tidak membuahkan hasil. Kegigihan Ibu Sylvia dan kawan-kawan beserta warga Rawajati dalam mengolah sampah telah mendapat beberapa penghargaan lingkungan hidup.
Penghargaan lingkungan hidup yang pernah diterima antara lain; Lomba Program Kampung Iklim (Proklim), Penghargaan Kampung Agrowisata dari Gubernur Sutiyoso tahun 2004, Penghargaan Bank Sampah terbaik se DKI Jakarta dan Bintang 4 Kampung Berseri Astra.
Sukses dan semangat terus Ibu Sylvia beserta kawan-kawan serta warga Rawajati, semoga kisah Pejuang Lingkungan KBA Rawajati Olah Sampah jadi Berkah dapat menjadi inspirasi untuk semua warga kampung di seluruh Indonesia demi terwujudnya #KitaSATUIndonesia #IndonesiaBicaraBaik #LFAAPA2019JAKARTA

Di lingkungan tempat tinggal saya juga seperti ini kak, malah sudah dari tahun 2017 ada bank sampah, Alhamdulillah warga lebih sadar lingkungan.
Kami berfikir dari pada sampah di buang ke kali mending di setor ke bank sampah dapat duit.. hehe
Betul kak jika tata kelola sampah sekreatif ini sampah menjadi bersahabat ya dengan manusia..lingkungannya menjadi bersih ekonomi warga menjadi berkah..
Patut dicontoh nie oleh daerah lain sehingga bisa mengurangi sampah ya kak
Betul kak, karena sampah sudah menjadi masalah tersendiri disetiap lingkungan
Ini namanya dari sampah berubah jadi berkah. Kegiatan yang bagus. Semoga nanti akan banyak KBA Rawajati lainnya
Semoga ya kak karena kegiatan ini malah memberikan dampak positif yang besar untuk warga lingkungan sekitar baik ekonomi maupun sosial.
Harusnya yg seperti ini diperbanyak dan dicontoh daerah sekitar dan seluruh daerah lainnya… sehingga masalah persampahan bisa cepat terselesaikan… contoh sederhana sampah bisa jadi uang.. idenya kreatif
Betul jika dapat merubah mindset bahwa sampah bukan sesuatu yang harus dihindari maka pasti ada peluang dari hasil mengelola sampah
Sudah banyak yang diterapkan didaerah kak, cuma pemerintah atau instansi terkait banyak yang belum mengapresiasi sehingga banyak yang baru berjalan sebentar sudah tidak aktif lagi
ALhamdulillah, senang rasanya, membaca profil pejuang lingkungan seperti ini. Karena saya jadi dapat lonjakan semangat kembali.
Saya masih berjuang sendirian, mengolah sampah rumah tangga menjadi kompos, sampah anorganik menjadi benda baru (reuse), sambil menerima tatapan aneh dari tetangga. Bahkan suami sendiri pun ga ngerti kenapa saya suka melakukannya.
“Kurang sibuk, Ma?” tanyanya. Gemes, saya! Tjurhat detected. Wkwkwk
Wah mbak kok sama dengan saya hehe.. saya juga senang memilah barang bekas dan mengolah sampah tetapi tetangga pada kepo dan bilang “mau jadi pengepul ya”? padahal saya cuma berusaha memilah sampah supaya tugas pengangkut sampah lebih ringan..dan ada nilai ekonomis dari pilahan sampah anorganik jika dijual ke tukang loak..heheh
Keren ya kak. Di daerah saya, sampah juga dikelola dg bank sampah, bahkan kampung saya sempat dapat piala karena menjadi juara di lomba kebersihan dari Bupati pada 17an kemarin, namun tetep belum seprofesional itu. Keren keren..
Wah hebat mbak kampungnya bisa dapat penghargaan berarti masyarakatnya sudah punya kesadaran tinggi terhadap pengelolaan sampah ya..
Indonesia butuh lebih banyak lagi orang kreatif dan perduli sama lingkungan, semoga makin banyak lagi hasil kreativitas anak bangsa untuk menjaga lingkungan selalu bersih dan sehat.
Betul kak memamang masih banyak dibutuhkan penggerak yang mampu memotivasi orang untuk lebih peduli dengan lingkungan dan mau bersama bergerak mengelola permasalahan sampah mengingat wilayah Indonesia luas dan banyak penduduknya heheh
Lingkungan yang menginspirasi nih. Andaikan semua wilayah mempunyai kesadaran dan kepedulian yang sama, maka negeri indah akan semakin indah dan lingkungannya jadi ramah dengan sampah.
Benar sekali andaikan semua lingkungan mempunyai penggerak lingkungan niscaya warga akan mempunyai kesadaran tentang pentingnya memilah sampah dan menciptakan sampah yang ramah terhadap lingkungan.
Semoga bisa menginspirasi warga kelurahan lainnya.
dari 3000 KK baru 819 yang menjadi nasabah, semoga bu Sylvia dan timnya tetap bersemangat untuk menambah jumlah nasabahnya
Salut deh buat PT Astra Internasional yang telah membantu warga dalam mengelola sampah. Semoga setelah ini muncul KBA-KBA yang lain, dan program sejenis diikuti oleh perusahaan-perusahaan yang lain.
Betul semoga makin banyak ya kak.. perusahaan-perusahaan yang bersimpati dengan insiatif warga dalam mengelola lingkungan secara swadaya
Saya senang sekali semakin banyak kampung hijau di berbagai daerah di Indonesia. Di Denpasar ada juga KBA. Salut sama Astra.
Wah iya sepertinya KBA sudah merambah banyak kota di Indonesia ya kak…
Semakin menyebar ya KBA di beberapa daerah di Indonesia. Aku sering baca artikel teman-teman, tapi engga hafal di daerah mana saja. Bener-bener deh sampah membawa berkah. Bisa ditiru juga ya untuk lingkungan RW atau Kelurahan…
Pegiat lingkungan seperti ini memberikan dampak yang besar terhadap orang-orang di sekitarnya. Kebetulan penelitian saya di kampus berkaitan dengan sampah juga, sampah plastik, itu sudah mengkhawatirkan sekali. Pasalnya kita, Indonesia, menjadi produsen sampah plastik terbesar kedua di dunia.
Semoga Kampung Berseri Astra seperti ini bisa dibuka juga di daerah2 lain di Indonesia.
Sampah? Ternyata sampah mampu memberikan banyak sekali keber manfaat bagi kehidupan manusi hmm, melihat cerita ini saya jadi tertarik untuk mengembangkan pengolahan sampah di kampung saya, trimakasi mba fitri atas inspirasinya
Betul saya pun memberikan ide inspirasi ini dilingkungan tenmpat saya tinggal . alhamdulillah pak RT menerima dan akan mencoba berdiskusi dengan warga untuk mulai mewujudkan gerakan sampah ramah lingkungan ini.
Betul kak..sampah yang ada dipenampungan menjadi lebih sedikit ya karena sudah dipilah dan diolah dari hulu nya ..lingkungan terjaga..ekonomi masyarakat menjadi tertolong dengan adanya manfaat dari membuat benda dari sampah anorganik terpilih
alhamdulillah ketika sudah ada kampung yang bergerak untuk memanfaatkan sampah dengan memikirkan solusi dan tentu dilakukan treatment. Semoga menginspirasi kampung-kampung lainnya untuk melakukan gerakan yg sama
Keren sekali kampung hijaunya, ini sangat menginspirasi. apalagi ditempat saya belum mengadakan kegiatan positif ini.
Betul kaka kampung ini dapat menjadi inspirasi dan contoh buat yang ingin menjadikan kampungnya asri