Cara Merawat Aki Mobil yang Jarang Dipakai

Cara merawat aki mobil yang jarang dipakai memang wajib diketahui bagi setiap pemilik kendaraan roda empat. Seperti yang kita ketahui bahwa mobil yang tidak pernah atau jarang digunakan dapat membuat performa akinya menjadi menurun.

Meskipun demikian, menurunnya performa tersebut karena mobil jarang digunakan ini bisa dicegah. Apalagi aki adalah suatu komponen yang sangat penting agar bisa menghidupkan mesin mobil maupun komponen kelistrikan lain.

Jika aki bermasalah, bisa saja memicu terjadinya kerusakan yang menjalar ke beberapa komponen lain sehingga membutuhkan daya aki baru. Padahal harga aki tidaklah murah, dan jika sudah rusak tentunya kita akan mengeluarkan biaya yang lebih mahal. Oleh sebab itu, merawat aki mobil merupakan hal yang sangat penting.

Perawatan aki mobil
Aki mobil harus tetap dirawat rutin

Intip Cara Merawat Aki Mobil yang Jarang Dipakai Agar Tidak Mudah Rusak

Saat musim pandemi seperti sekarang ini membuat sebagian orang dan pekerja di luar harus menetapkan protokol kesehatan dan menjaga jarak. Salah satunya adalah dengan tidak keluar rumah dan menerapkan WFH alias kerja dari rumah.

Apabila kamu salah satu dari mereka dan memiliki mobil sendiri, pastinya kendaraanmu jarang sekali untuk digunakan. Sehingga kamu harus bisa merawat dan menjaga mobil agar performa lebih baik dan awet.

Terutama hal yang paling penting merawat mobil adalah pada bagian aki, karena ini merupakan sumber agar mobil bisa hidup. Oleh karena itu, cara merawat aki mobil yang jarang dipakai setidaknya kamu panasi kurang lebih 3 hari sekali saja agar aki tidak soak.

Nah, hal terpenting lagi yang harus kamu ketahui adalah dengan melakukan perawatan di Otoklix, merupakan platform yang berfokus di automotive aftermarket domain. Ini bukanlah bengkel, namun sebuah platform untuk kamu gunakan sebagai booking service.

Layanan yang ditawarkan seperti perawatan mobil untuk ganti oli, rem, ban, sampai cuci mobil sekalipun. Apabila mobilmu tidak bisa berfungsi, Otoklix yang mampu menjawab semua masalah pada kendaraan kamu.

Bahkan Otoklix sudah bermitra hingga 1000 bengkel dan menawarkan harga yang lebih hemat daripada di bengkel umumnya. Bagi kamu yang memiliki mobil namun jarang digunakan, berikut ini ada beberapa tips untuk kamu lakukan.

1. Rutin Memanasi Mobil

Cara merawat aki mobil yang jarang dipakai pertama untuk kamu lakukan adalah nyalakan kendaraanmu minimal 3 hari sekali atau setiap hari. Karena daya aki yang jarang digunakan nyatanya dapat berkurang dengan sendirinya (self discharge).

Tentunya ini berakibat mobil tidak dapat dinyalakan, hal ini karena tenaganya sudah kosong. Sehingga kamu bisa memanaskan mobil selama 10-15 menit namun di udara terbuka.

Jangan kamu memanaskan mobil di ruangan yang tertutup karena bisa menyebabkan polusi yang sangat berbahaya. Atau mungkin kamu bisa menggunakan kendaraan untuk berkeliling sebentar selama setengah jam agar daya bisa maksimal.

2. Pastikan Bahwa Terminal Aki Terpasang Sempurna

Cara merawat aki mobil yang jarang dipakai, jangan sampai lupa untuk memastikan bahwa kondisi terminal aki pada kendaraan dalam keadaan baik. Karena pada klep penghubung kutub positif dan negatif dapat bermasalah apabila kendaraan jarang dipakai.

Hal ini bisa menyebabkan beberapa masalah seperti munculnya karat, jamur, maupun dengan posisi yang longgar. Apabila hal ini kamu biarkan secara terus-menerus, maka aki mobilmu dapat memiliki usia yang pendek. Jika muncul jamur di terminal aki, sebaiknya bersihkan menggunakan air panas dan gosok perlahan menggunakan sikat lembut.

3. Cek Ketinggian pada Aki Mobil

Cara merawat aki mobil yang jarang dipakai selanjutnya adalah sebaiknya kamu selalu cek ketinggian pada aki tersebut. Karena aki yang memiliki ketinggian air di bawah standar, tentunya tidak bisa menyimpan daya lebih maksimal lagi.

Tidak hanya itu saja, melainkan arus daya aki yang kekurangan sumber air akan menurun dan mengganggu komponen pada kelistrikan. Perlu diketahui bahwa penambahan air aki hanya bisa berlaku jika dengan aki hybrid atau aki basah.

4. Lihat Jumlah Elektrolit Aki

Kamu bisa melakukan pengecekan caranya dengan melihat jumlah elektrolit aki secara rutin setidaknya selama satu sebulan sekali. Ini bisa kamu lakukan dengan mengecek pada bagian garis bawa berada di low atau tidak. Bila garis bawah berada di low, maka menandakan elektrolit aki memerlukan tambahan aki.

5. Periksa Jenis Aki

Cara merawat aki mobil yang jarang dipakai, sebaiknya kamu bisa kenali jenis akinya, apakah tipe aki kering atau aki basah. Jika tipe aki basah, sebaiknya cek kondisi aki pada bagian batas atas dan bawah di aliran elektrolit, jika mendekati batas bawah harus segera ditambah.

Pada tipe aki kering, ada indikator warna. Jika warna biru aki masih dalam kondisi prima, namun bila warna putih, aki butuh setrum. Lalu jika warna merah, maka aki segera diganti.

Menangkan Hadiah di Otoklix

Ada kabar gembira nih buat kamu yang memiliki hobi di bidang otomotif dan gemar menulis. Karena kamu bisa memiliki peluang untuk menyalurkan hobi maupun kreasi kamu semenarik mungkin di dalam Blog Competition by Otoklix.

Dalam kompetisi ini kamu berkesempatan untuk memenangkan hadiah berupa voucher jajan, voucher service, dan total uang puluhan juta rupiah dari Otoklix. Nah syarat yang utamanya, kamu wajib mengikuti atau memfollow akun Instagram Otoklix di @otoklix dan akun Facebook di @Otoklix.

Periode kontes ini sudah mulai dibuka sejak tanggal 1 Maret sampai dengan 30 Juni 2021 mendatang. Sedangkan pengumuman pemenangnya akan berlangsung pada 14 Juli 2021. Yuk segera daftarkan diri dan menangkan hadiahnya!

Nah setelah mengetahui cara merawat aki mobil yang jarang dipakai, mulai sekarang kamu bisa langsung mempraktikkannya dari rumah. Jangan lupa mengikuti platform Otoklix dan rasakan kemudahannya untuk melakukan service serta perawatan kendaraan kesayanganmu.

Please follow and like us:

ditulis oleh

Bayu Fitri Hutami

Seorang pembelajar yang bukan siapa-siapa melainkan seorang yang senang bercerita. Seorang yang suka menulis berdasarkan apa yang dilihat, didengar dibaca dan dialami untuk menjadi sebuah tulisan informatif. Semoga tulisan yang saya sajikan bermanfaat. Terima Kasih.