
Nasionalisme tidak hanya sebatas ucapan di mulut saja. Cara Memperlakukan Uang Rupiah sebagai Wujud Nasionalisme adalah salah satunya. Era digital saat ini telah mengubah perilaku masyarakat dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Terlebih situasi dan kondisi masih dalam keadaan pandemi covid 19.

Daftar Isi
Berniaga dan Alat Pembayaran
Berniaga adalah kegiatan untuk pemenuhan kebutuhan manusia. Mulai dari kebutuhan dasar sampai sekunder. Penggunaan mata uang sebagai alat tukar atau pembayaran yang disepakati nilainya sudah digunakan sejak zaman dahulu. Pada masa kerajaan Islam Banten sekitar abad 7 – 17, penyebutan mata uang dikenal dengan nama Keuh dan Kain.
Pada masa kolonial sekitar tahun 1816 – 1949, terdapat mata uang Gulden, NICA, dan Federa. Masuk pada masa pemerintah Republik Indonesia tahun 1946 – 1965, penyebutan mata uang adalah ORI, ORIDA, dan RP. Terakhir pada masa nasionalisasi hingga saat ini penyebutan resmi mata uang Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Rupiah.
Perubahan Perilaku Berniaga
Seiring berjalannya waktu, terjadi perubahan perilaku penggunaan wujud fisik mata uang sebagai alat pembayaran dalam berniaga. Saat ini marak digunakan uang digital dalam kegiatan sehari-hari. Salah satu yang paling umum penggunaan dompet digital. Namun, perlu diingat dompet digital hanya sebagai sarana kemudahan berniaga. Wujud fisik baik uang kertas maupun logam masih diperlukan dan tetap ada pada setiap negara.
Simbol Kedaulatan dan Kehormatan Negara
Menurut UUD 1945, terdapat empat simbol kedaulatan negara yaitu; bendera, bahasa, lambang negara, dan lagu kebangsaan. Sedangkan dalam UU Mata Uang no.7 tahun 2011, Rupiah sebagai mata uang juga merupakan salah satu simbol kedaulatan NKRI.
Uang kertas dan logam adalah salah satu simbol kedaulatan negara. Gambar yang terdapat pada uang kertas dan logam menceritakan sejarah, budaya, serta asal usul berdirinya suatu negara yang berdaulat hingga saat ini.
Gambar yang terdapat pada Selembar Uang Rupiah
Setiap bentuk fisik uang resmi dari suatu negara mempunyai desain gambar pada kedua sisi mata uangnya. Desain gambar tersebut berupa simbol kedaulatan suatu negara. Makna simbol gambar pada uang Rupiah baik kertas maupun logam sebagai berikut:
Memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa
Simbol gambar yang terdapat pada mata uang rupiah selalu terdapat wajah tokoh atau pahlawan nasional. Tujuannya memberi informasi bahwa ada figur orang yang berjasa memberikan ide, pemikiran, serta mengorbankan jiwa raga untuk bangsa ini. Tanpa memandang suku, bahasa, agama dan budaya, para tokoh atau pahlawan ini mempunyai satu tujuan sama yaitu berbuat yang terbaik bagi kepentingan bangsa Indonesia.
Menjaga kehormatan yang menunjukan kedaulatan dan eksistensi
Simbol gambar pada mata uang diwakilkan juga dengan ragam budaya adat istiadat yang mempunyai nilai luhur. Gambar peta Negara Republik Indonesia dan Lambang negara Burung Garuda menunjukkan pada setiap orang bahwa negara hadir pada selembar mata uang Rupiah.
Menciptakan ketertiban, kepastian dan standarisasi
Semua masyarakat yang melakukan kegiatan khususnya niaga dalam wilayah Negara kesatuan Republik Indonesia wajib terikat dan tunduk pada aturan perundang-undangan NKRI. Salah satu aturan yang harus dipatuhi jika berniaga wajib menggunakan mata uang Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah. Hal ini menunjukkan terdapat standarisasi dalam penggunaan mata uang Rupiah sampai penjuru negeri di bawah naungan NKRI.
Cara Memperlakukan Uang Rupiah
Bentuk fisik uang rupiah terdiri atas uang kertas dan uang logam. Kedua jenis uang ini pastinya dimiliki oleh semua masyarakat Indonesia. Sesuai sifat bendanya, uang kertas dan logam membutuhkan perlakuan dari pengguna supaya dapat berfungsi dengan baik sebagai alat pembayaran. Menjaga fisik uang Rupiah dapat dimulai dengan cara sederhana yaitu 5J dan 3D.
Lima Jangan ( 5 J )
Uang kertas jangan dilipat, jangan dibasahi, jangan disobek, jangan distapler dan jangan diremas. Analoginya jika kita pergi ke luar negeri membawa mata uang asing tentu akan sangat berhati-hati menjaga fisik mata uang asing tersebut. Ketakutan kita, jika terjadi sedikit saja kerusakan pada mata uang asing maka sulit digunakan sebagai alat pembayaran di negara tersebut. Hal ini seharusnya juga diterapkan pada mata uang Rupiah kita. Utamanya kita harus menerapkan 5J supaya fisik uang rupiah terjaga baik, mempunyai marwah dan menunjukkan eksistensi serta kedaulatan bangsa.
Kenyataan di Lapangan
Sebagian masyarakat masih sekenanya memperlakukan fisik mata uang Rupiah. Hal ini tentu disayangkan mengingat penampilan uang rupiah menjadi lecek, dekil, dan kusam. Ini berlaku untuk satuan uang rupiah kertas dengan nominal Rp. 10.000 ke bawah. Masih banyak masyarakat yang melipat, mencoret bahkan menstaples uang kertas rupiah dengan alasan kepraktisan. Tentunya peristiwa ini sangat disayangkan.
Edukasi Perlakuan Mata Uang
Bank Indonesia membuat himbauan supaya masyarakat memperlakukan mata uang Rupiah dengan cara dilihat, diraba, dan diterawang (3D). Perilaku 3D bertujuan mengedukasi masyarakat untuk peduli dengan pemalsuan uang yang berdampak pada ketidakseimbangan jumlah uang beredar sehingga dapat mengakibatkan inflasi. Imbauan 3D, berlaku untuk semua masyarakat yang memegang fisik uang kertas. Terutama pada kegiatan berniaga secara tunai.
Penerbitan UPK 75
Uang Peringatan Kemerdekaan (UPK), diterbitkan Bank Indonesia setiap peringatan kemerdekaan Republik Indonesia pada beberapa periode tertentu. Baru-baru ini telah diterbitkan UPK 75 oleh Bank Indonesia. Pembuatan UPK 75 dibuat untuk merayakan Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 75.
UPK 75 dapat menjadi alat pembayaran transaksi sah sama seperti uang kertas Rupiah lainnya. Hanya saja karena dicetak sangat terbatas, jika masyarakat ingin memiliki UPK 75 harus menggunakan identitas diri atau e-KTP.

Makna Desain Istimewa UPK 75
Keistimewaan UPK 75 ada pada desain dengan warna kemerahan (reddish color). Bahan bakunya sendiri terbuat dari serat kapas serta tidak memendar jika UPK 75 terkena cahaya matahari. Desain sisi muka UPK 75 terdapat gambar wajah Bapak Proklamator Soekarno-Hatta.
Selanjutnya digambarkan juga peristiwa pengibaran bendera pusaka saat proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia. Berikutnya terdapat hasil pembangunan infrastruktur sebagai bukti kemajuan negara Republik Indonesia. Tak lupa lambang negara yaitu Burung Garuda.
Sedangkan tampak belakang didesain dengan peta kepulauan NKRI dan baju adat nusantara yang dikenakan anak-anak Indonesia. Tak ketinggalan pembangunan berupa jangkauan komunikasi mulai dari Sabang sampai Merauke dengan simbol satelit.
Kesimpulan
Melihat perjalanan panjang uang Rupiah maka sudah seharusnya sebagai warga negara Indonesia kita harus cinta, bangga, dan paham terhadap mata uang Rupiah. Caranya dengan mengenal dan menjaga fisik mata uang rupiah kita baik kertas maupun logam. Selanjutnya menunjukkan kebanggaan dengan hanya menggunakan mata uang Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah ketika berniaga dalam wilayah NKRI.
Terakhir, memahami penggunaan mata uang rupiah dan peredarannya yang bertujuan menciptakan stabilitas ekonomi. Jadi, mari kita kawal bersama penggunaan mata uang Rupiah dengan bijak dan seksama. Demikian review cara memperlakukan uang Rupiah sebagai wujud nasionalisme. Semoga informasi ini bermanfaat.
Salam
![]()

sayangnya saat ini aku masih sering menerima uang rupiah yg ada bekas stelpesnya mbak, tp mending sih daripada zaman dulu sering banget menerima uang rupiah berisi tulisan dan nomor telpon. huhu
harus banget edukasi 5J ini disebarluaskan sebagai bentuk cinta tanah air dg memperlakukan uang rupiah dengan benar
5J ini di lapangan masih banyak yang bekas distaples, atau malah diisolasi karena sobek hwaaa suka males kalau dapet kembalian kayagini. atau misal dapet yang lecek atau kusam. asumsiku sih mungkin ada yang nggak tahu kalau memperlakukan uang rupiah tuh jangan seperti itu.
Memang ya mba… Uang rupiah yang beredar sekarang ini banyak yang lecek, basah, bau ikan lagi…
Padahal penampakan uang dari negara lain itu tetep bagus, uangnya seperti baru, kayak duit buat salam tempel lebaran..
Jadi merasa berdosa nih, dulu sering banget staples2in uang kalau pas bagi2 uang tabungan. Alhamdulillah sekarang udah sadar sih, staplesnya diganti klip atau dimasukkan plastik aja biar nggak tercecer.
Aku pengen banget deh punya uang 75ribunya. Belum pernah punya. Tapi kalaupun punya keknya bakal disimpan doang ya, sayang dong kalau dipakai… hehe.
Memang masih perlu sosialisasi dan edukasi seputar perlakuan pada uang Rupiah ini. karena masih banyak yang melanggar 5 J: uang kertas jangan dilipat, jangan dibasahi, jangan disobek, jangan distapler dan jangan diremas Duh!
Jadi ingat dulu pas aku SMP nerima uang kertas ada nomor telepon gitu, mungkin sebagai pengingat kali ya namun engga segitunya jg ya, hehehe. Syukurnya skrng masyarakat lebih sadar dalam memperlakukan rupiah ya
Ketika berada di luar negeri, nilai rupiah itu terasa kecil. Bahkan nyaris tidak berharga. Tapi saya tetap simpan rupiah dalam dompet. Syukur sangat bangga dengan bangsa dan negara RI. Apalagi baca artikel ini. Duh, makin cinta NKRI ya
Hwaa penasaran bangett sama pecahan 75rb nyaa. Tapi sampai sekarang blm ada kesempatan buat nukernya hehehe
sejujurnya aku enggak begitu suka dgn uang cash mbak, soalnya suka cepet habis gitu aja hahaha kalau di atm gitu kayaknya lebih ke track uangnya ke mana aja hehehe emg iya sih dibawah 10rb masih banyak banget yang dicorat-coret, bahkan disteples, sgt disayangkan sih…
Ngomongin uang rupiah jadi kangen desain mata uang rupiah jaman dulu. Yang sekarang memang bagus, namun jadi pengin bernostalgia dengan rupiah jaman dulu.
Saya kan jualan di rumah Kak.. kadang miris banget lihat uang kertas. Kadang nggak cuma dicoret tapi juga penuh dengan tempelan. Mau gak diterima tapi kasihan..
Ya akhirnya ku terima dengan ikhlas.
Tapi biasanya aku edukasi ke anak-anak yang belanja.. “besok uangnya jangan dilipat/ diremas ya..”
wah 5J nya sangat bermanfaat mba, selama ini mungkin banyak yang belum tahu aturan soal uang yang ga boleh dilipat, nampaknya ini paling umum. atau bahkan tahu tapi mereka kurang peduli, dengan adanya tulisan ini saya jadi lebih paham. bahkan lebih parah banyak yang mensteples padahal itu merusak uang
Emang sih kita sebagau rakyat indonesia sudah seharusnya melindungi rupiah. Tapi saya sebagai penjual sering menerima uang sobek, hilang sebelah, sampai solasian, aduh gedek deh…dah tau itu kertas sekali dia sobek hilanglah harga dirinya
Emang sih kita sebagau rakyat indonesia sudah seharusnya melindungi rupiah. Tapi saya sebagai penjual sering menerima uang sobek, hilang sebelah, sampai solasian, aduh gedek deh…dah tau itu kertas sekali dia sobek hilanglah harga dirinya. Coba aja kayak dulu pakai emas dan perak pasti nggak bakal kejadian uang robek hilang nilainya
Masih sering menemukan uang rupiah yang mubcul dalam keadaan lecek, disteples, dilipat. Terkadang saya pun menyadari kslsu saya juga masih tanpa sengaja melipat uang rupiah apalagi pecahan kecil. Padahal kalau terima uang baru, senangnya luar biasa ya.
Di lapangan uang banyak di Staples buat menghindari diambil tuyul mbak wkwkwk kaget kan di zaman serba canggih gini masih percaya hal gituan . Kalau orang kanan kiriku sih kuajarin mending pakai karet gelang timbang disteples. Yes sudah saatnya Kita mencintai rupiah ya mbak kalau nggak sekarang kapan lagi?
Edukasi harusnya menyentuh hingga lapisan terkecil masyarakat ya Mba.
Kadang jadi sedih banget pas dapet kembalian lembaran rupiah ku udah lecek basah dengan tempelan
Makasih ya mbak sudah menyadarkan saya juga untuk merawat uang. Selama ini banyak saya seplekan, padahal seharusnya kita rawat sebaik2nya karena ini berpindah dari satu tangan ke tangan lainnya. Semoga ulasan ini dibaca oleh banyak orang.