Cara Bersepeda Kekinian dengan Terapkan Perilaku Prokes

Cara Bersepeda Kekinian dengan Terapkan Perilaku Prokes. Bersepeda kekinian menjadi trend di masa adaptasi kebiasaan baru. Banyak keuntungan yang didapat dari kegiatan kayuh pedal. Salah satunya tubuh menjadi bugar seperti dikemukakan Bang Iyus dalam artikel Manfaat bersepeda yang harus diketahui.

Namun jika tubuh menjadi letih, lelah, dan kaki keram maka ada yang salah dengan cara bersepeda. Untuk menghindari hal tersebut maka ada baiknya melakukan persiapan terlebih dahulu. Selain itu jangan abaikan protokol kesehatan atau prokes memasuki adaptasi kebiasaan baru.

Cara Bersepeda
Bersepeda dengan terapkan prokes

Penyebab Trend Bersepeda

Terbatasnya kegiatan individu selama pandemi membuat orang menjadi jenuh dan penat. Terlebih situasi pandemi menuntut setiap individu meningkatkan daya tahan tubuh. Jalan keluar yang dipilih dan menjadi trend adalah melakukan kegiatan bersepeda.

Nge-gowes sepeda dipilih karena ramah lingkungan dan dapat dilakukan siapa saja. Baik anak – anak, remaja, orang dewasa sampai lanjut usia sepanjang tubuh dalam kondisi fit sehingga dapat melakukan kegiatan ini. Selain membuat tubuh berkeringat, juga sebagai simbol aktualisasi diri, relaksasi dan sosialisasi. Itu kenapa fenomena nge-gowes menjadi trend kekinian.

Cara Bersepeda Kekinian

Segala sesuatu yang sedang trend banyak ditiru dan dilakukan tanpa pertimbangan tertentu. Banyak individu berbondong-bondong membeli sepeda dan langsung nge-gowes di jalan raya tanpa persiapan. Tanpa melakukan pemanasan lebih dulu. Akibatnya tubuh manjadi sakit dan pegal.

Menyambut adaptasi kebiasaan baru, persiapan sebelum bersepeda menjadi bertambah. Salah satunya dengan menerapkan protokol kesehatan. Hal ini dimaksudkan supaya tubuh tidak tertular virus pandemi yang masih ada. Berikut cara bersepeda kekinian sesuai dengan protokol kesehatan.

Sebelum Gowes

1.Peregangan tubuh. Lakukan pemanasan tubuh dengan olahraga ringan dan peregangan. Hal ini bermanfaat supaya tubuh siap menggowes karena sudah lentur sebelumnya.

2. Periksa sepeda. Tekanan angin pada kedua ban, kondisi rantai sepeda, sistem rem, lampu sepeda (jika gowes malam hari), pedal, alat pemantul cahaya, spakbor dan bel sepeda wajib diperiksa kelaikannya.

3. Perlengkapan pengaman. Gunakan perlengkapan pengaman tubuh ketika bersepeda. Menggunakan helm, bantalan lutut dan siku, baju yang nyaman, handuk kecil dan sarung tangan.

4. Tubuh bugar. Ketika akan bersepeda, pastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat. Tidak lelah, atau tidak sedang tidak enak badan. Karena bersepeda membutuhkan konsentrasi dan pengaturan pernafasan yang teratur. Maka mengkonsumsi makanan bernutrisi adalah suatu keharusan sebelum melakukan kegiatan bersepeda..

5. Pelajari rute. Hal ini penting supaya kita mengetahui kemampuan bersepeda kita. Ada rute yang landai ada juga yang banyak rintangan. Pilih rute yang sekiranya tidak menguras fisik.

6. Masker cadangan. Untuk mentaati protokol kesehatan siapkan masker cadangan, botol minuman tersendiri, handsanitizer dan masker cadangan. Untuk masker gantilah jika sudah basah terkena keringat atau air minum.

Selain itu pertimbangkan bahan masker yang digunakan. Pilh masker berbahan dasar tidak membuat sesak dan masih dapat bernafas secara leluasa.

Saat Gowes

1. Jaga jarak. Jika berkelompok maksimal ada 5 orang goweser. Ketentuan berkelompok kecil dimaksudkan supaya ada pengaturan jarak.

2. Rambu – rambu lalu lintas. Bersepeda di jalan raya berarti kita berbagai ruang dengan pengguna jalan lainnya. Sehingga aturan rambu lalu lintas harus dipatuhi bersama.

Beberapa kompleks perumahan menyediakan lajur khusus untuk sepeda. Ini bisa dimanfaatkan goweser jika ingin bersepeda dengan aman dan nyaman tanpa bercampur dengan pengguna jalan lain khususnya kendaraan roda empat dan roda dua berbahan bakar minyak.

3. Perhatikan hidrasi. Aturlah waktu untuk memberi tubuh air minum supaya tidak dehidrasi. Tubuh yang dehidrasi akan mengalami kelelahan. Dampak terburuk bisa pingsan dan jatuh. Untuk itu bawalah botol berisi air mineral secukupnya.

Sebelum bersepeda sekitar 10 – 20 menit, minumlah air mineral sebanyak 150 – 300 ml. Hal ini untuk memberikan cadangan air pada tubuh ketika meng-gowes. Setelah bersepeda tubuh akan keringat maka harus ada penggantian air keluar dengan air yang masuk ke dalam tubuh sebanyak 1.5 kali.

4. Patuhi prokes. Ketika istirahat jangan bergerombol dan masker harus tetap dipakai.  Jaga jarak setidaknya 1,5 meter dan membawa hand sanitizer. Usahakan tidak makan dan minum dan bersosialisasi dengan membuka masker secara bersamaan. Cari tempat dan jaga jarak ketika makan dan minum atau ketika harus membuka masker.

Pulang ke Rumah

Sebelum pandemi kita bebas keluar masuk rumah sehabis berpergian. Saat ini setelah berkegiatan dari luar rumah kita harus melepas segala pernak pernik yang digunakan ketika berpergian di area luar rumah.

Helm, sarung tangan, sepatu dan kacamata semprot dengan desinfektan. Masker, baju dan celana langsung dilepas dan rendam dalam air deterjen. Sesudah itu kita langsung masuk kamar mandi untuk membersihkan tubuh dengan mandi dan mencuci rambut.

Aturan di Jalan Raya

Tujuan bersepeda membuat tubuh sehat dan bugar. Hal penting yang patut diingat untuk selalu menjaga kenyamanan dan keamanan bersama. Ada hak orang lain pada jalan raya yang dilalui. Patuhi aturan bersepeda di jalan raya sebagai berikut;

1. Kenali rute. Sebelum bersepeda jika melintas di jalan raya tentukan dulu rute pulang dan pergi secara cermat. Pastikan setiap anggota atau diri sendiri sudah mengenal baik rute yang dilalui. Misalkan apakah ada persimpangan, lampu merah, beriringan dengan truk gandeng, dekat jalan tol dan sebagainya.

Mengenal rute sebelum bersepeda selain untuk keamanan diri sendiri juga mempertimbangkan kenyamanan pengguna jalan raya lainnya. Terkadang pengguna jalan raya khususnya roda empat  sedikit “ngeri” ketika berpapasan dengan goweser.

Hal ini karena sepeda adalah kendaraan yang ringkih dan mudah terdorong jika terkena senggolan benda keras. Bahkan beberapa pesepeda dapat jatuh terkena angin dari hempasan laju kendaraan.

2. Tentukan tempat istirahat. Jika bersepeda dengan rute jarak jauh, maka sesekali perlu melepas lelah. Tempat istirahat yang dipilih sebaiknya ruang terbuka hijau. Misalkan di taman kota atau taman bermain.

3. Kenali tempat penting. Ketika sedang meng-gowes tidak tertutup kemungkinan terjadi hal yang diluar perkiraan. Misalkan terjadi jatuh dari sepeda. Maka kenali klinik pengobatan terdekat. Kantor polisi jika terjadi tindakan kriminal. Toilet pom bensin jika ingin buang air kecil.

Nah demikian  Cara Bersepeda Kekinian dengan Terapkan Perilaku Prokes. Bagaimana dengan teman semua? Apakah mempunyai pengalaman mengenai cara bersepeda kekinian? Boleh share ya dikolom komentar. Terima Kasih.

Salam

Sumber : Seminar Online Bareng Komunitas Sepeda “Yuk Sepedaan Sehat dan Aman” di Era Adaptasi Kebiasaan Baru, Dit. Promkes RI

Please follow and like us:

ditulis oleh

Bayu Fitri Hutami

Seorang pembelajar yang bukan siapa-siapa melainkan seorang yang senang bercerita. Seorang yang suka menulis berdasarkan apa yang dilihat, didengar dibaca dan dialami untuk menjadi sebuah tulisan informatif. Semoga tulisan yang saya sajikan bermanfaat. Terima Kasih.