Rencanakan Liburan di Traveloka Ikut Traveling Cara Aku Jelajah Lorong Waktu

Rencanakan liburan di Traveloka dengan traveling cara aku jelajah lorong waktu mungkin cukup unik dan berbeda dari orang lain. Adapun caranya dengan melakukan napak tilas bersama sahabat ke berbagai tempat yang mempunyai peninggalan dan cerita dari masa lalu.

Rencanakan Liburan di Traveloka

Dari berbagai jenis pariwisata berdasarkan tujuan, wisata sejarah atau yang berkaitan dengan cagar budaya adalah yang menarik minat Aku dan sahabat. Walaupun Aku dan sahabat bukan seorang ahli sejarah namun Kami selalu antusias jika melakukan perjalanan wisata yang berhubungan dengan peradaban masa lalu.

Jika saat liburan tiba Kami antusias merancang rencana perjalanan mengunjungi destinasi cagar budaya atau sejarah di sebuah kota. Seperti biasa Kami akan membuat rencana liburan di Traveloka menggunakan layanan Traveloka yang dapat diandalkan.  Hal ini berdasarkan pengalaman pribadi dari traveling sebelumnya dimana semua layanan yang diberikan Traveloka sangat memuaskan pengguna.

Rencanakan liburan di Traveloka
Jenis-jenis wisata berdasarkan minat; ilustrasi menggunakan canva oleh Bayu Fitri (sumber : kapanlagi.com)

Traveling Cara Aku

Tempat bersejarah umumnya  berusia lebih dari puluhan tahun bahkan ada yang sudah berdiri sebelum abad 21. Kali ini Aku bersama sahabat memutuskan mengunjungi Kota Lasem untuk melakukan jelajah lorong waktu.

Menurut informasi yang Kami baca, Kota Lasem sarat dengan peninggalan bangunan tua berornamen Cina. Keberadaan bangunan tua ini masih ada dan terpelihara dengan baik. Akulturasi budaya Cina dan Jawa juga kabarnya sangat kuat di Kota Lasem.

Bahkan Kota Lasem disebut kota yang menjunjung tinggi toleransi dalam perbedaan. Berbagai cerita unik dari Kota Lasem menghasilkan ide “Traveling Cara Aku”.

Traveling cara Aku
Kelenteng Tua Cu An Kiong Lasem dari abad 16 | doc.pribadi

Lasem dan Lorong Waktu

Kota Lasem berbentuk kecamatan yang berjarak 12 km dari kabupaten Rembang. Lasem terletak di pesisir pantai laut Jawa. Letaknya yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur membuat Lasem menjadi kota persinggahan pelayaran tersibuk pada masanya dahulu sekitar abad ke 16.

Menurut cerita sejarah, dahulu Lasem adalah tempat pendaratan orang Tiongkok yang dibawa Laksamana Cheng Ho. Sejak saat itu banyak pemukiman Tionghoa bertebaran di Lasem. Selanjutnya Lasem menjadi tempat pemukiman dengan akulturasi budaya Cina dan Jawa hingga saat ini.

Ciri unik bangunan kuno dengan arsitektur dominan Cina banyak dijumpai pada pemukiman Tionghoa Lasem. Ada bangunan kuno yang masih berdiri kokoh serta digunakan untuk berkegiatan, ada juga yang berupa bangunan kosong. Bahkan ada yang tinggal kerangka konstruksi atau pagar rumah saja.

Salah satu bangunan kuno yang menarik perhatian adalah ‘Omah Merah”.  Menurut cerita sejarah, bangunan ini diperkirakan sudah ada sejak abad ke 19 atau tahun 1800. Saat ini bangunan bersejarah ini difungsikan sebagai penginapan dan tempat kegiatan atraksi budaya.

Selain terkenal dengan bangunan khas Cina, Lasem juga terkenal dengan Batik Tulis 3 Negeri. Proses pembuatan batik tulis masih dilakukan dan bisa dilihat pengunjung secara langsung.

Keunikan Lasem dan lorong waktu yang berkaitan dengan masa lalu membuat destinasi ini unik dan menarik dikunjungi.

Bangunan tua
Omah Merah peninggalan abad 19 | doc.pribadi

Bareng Traveloka

Liburan bareng Traveloka dimulai pada hari Kamis tanggal 24 November 2022. Mengambil waktu perjalanan selama 4 hari 3 malam, Kami memulai perjalanan dari Jakarta dengan singgah lebih dulu ke Kota Semarang. Rencananya keesokan pagi baru melanjutkan perjalanan ke Kota Lasem dan bergabung bersama teman open trip.

Dari Jakarta, Aku dan sahabat berangkat menggunakan moda transportasi Kereta Api Argo Sindoro dengan tujuan Semarang yang dipesan melalui aplikasi Traveloka. Jadwal keberangkatan dari Stasiun Gambir jam 13.05 wib. Durasi tempuh perjalanan kurang lebih 6 jam . Pada jam 19.01 wib, kereta api Argo Sindoro tiba di Stasiun Tawang Semarang.

Traveling dengan teman
Traveling Jelajah Lorong Waktu bareng sahabat | doc. pribadi

Hotel Traveloka

Sesudah tiba di Stasiun Tawang Semarang, Aku dan sahabat bergegas menuju hotel Traveloka yang sudah Kami booking terlebih dulu.

Whiz Hotel Pemuda Semarang adalah tempat kami menginap selama satu malam di Kota Semarang. Karena hari sudah menjelang malam ketika tiba di kota Semarang maka Kami memutuskan untuk istirahat di kamar hotel saja.

Whiz Hotel berlokasi di kawasan pusat bisnis tepatnya di Jl. Piere Tendean No. 9 Semarang Tengah. Konsep kontemporer mendominasi desain interior dan eksterior hotel ini.

Terletak tidak jauh dari Stasiun Semarang Poncol, hotel ini letaknya sangat strategis. Di seberang Hotel terdapat Paragon City Mall Semarang dan dekat dengan Rumah Sakit Pandanaran Semarang yang berjarak tidak sampai 1 km.

Hotel ini juga dekat dengan destinasi wisata Lawang Sewu yang berjarak 875 meter saja. Selain itu lokasi hotel juga dekat dengan Simpang Lima Semarang yang berjarak hanya 171 km.

Fasilitas umum yang tersedia di Whiz Hotel sangat lengkap meliputi; keamanan 24 jam, laundry, area parkir, WiFi, restoran untuk sarapan, AC, area smoking dan no smoking.

Pilihan kamar tersedia dengan beberapa jenis tempat tidur. Adapun pilihan kamarnya yaitu; Single Room Only 1 single bed, Single Room 1 single bed, Standard Twin Room Only 2 single bed, Standard Twin 2 single bed.

Selain itu tersedia juga pilihan kamar; Standard Double Room Only 1 king bed, Standard Double 1 king bed, Standard Double Room Business Package 1 king bed dan Standard Twin Room Business Package 2 single bed.

Setiap kamar dilengkapi room service amenities dan bathroom service amenities. Tersedia juga pendingin ruangan atau AC serta TV channel program list yang dapat digunakan tamu. Setiap kamar mandi dalam kamar dilengkapi water heater.

Untuk fasilitas sarapan tersedia pada jenis kamar Standard Twin dan Standard Double. Aku dan sahabat memilih jenis kamar Standard Twin, dengan demikian mendapatkan fasilitas sarapan pagi. Menurut Aku pribadi rasa makanan pada sarapannya termasuk enak dan lezat.

Tidak salah jika review pelanggan atas Whiz Hotel mendapatkan nilai 8,3 dari skala 10. Aku pribadi menyetujui hal ini karena mendapat pelayanan dan fasilitas terbaik dari Whiz Hotel Pemuda Semarang.

Bareng Traveloka
Whiz Hotel Pemuda Semarang | ilustrasi menggunakan canva oleh Bayu Fitri (doc.pribadi)

Perjalanan ke Lasem

Tepat keesokan harinya sekitar jam 07.00 pagi Aku dan sahabat bergabung dengan teman open trip untuk bersama-sama berangkat menuju Kota Lasem. Perjalanan ke Lasem melalui jalur darat membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam.

Tepat jam 9.30 pagi Kami sudah sampai di Kota Lasem. Kami langsung menuju penginapan Rumah Oei. Lokasinya di daerah Jatirogo Lasem. Pada halaman belakang rumah Oei dibangun sebuah wisma penginapan yang disewakan untuk umum. Jenis penginapan di Rumah Oei berbentuk Homestay. Penginapan ini bisa dicari pada produk layanan Traveloka.

Kamar yang Kami pesan melalui aplikasi Traveloka di Rumah Oei bernama kamar “Bismantaka”. Satu kamar mempunyai 5 ranjang model bertingkat. Kami melakukan booking kamar pada Rumah Oei untuk 2 malam.

Pada fasilitas kamar tersedia AC dan air minum kemasan cuma-cuma. Kamar ini dilengkapi dengan kamar mandi dalam berikut air panas untuk mandi serta toiletries.

Berbagai keunikan bisa Kita lihat pada homestay di Rumah Oei. Pada kamar mandi dalamnya terdapat gentong keramik untuk menampung air mandi hangat.  Adanya gentong keramik  mengingatkan pada nuansa kamar mandi jaman dahulu sebelum ada shower moderen.

Semua kamar di Rumah Oei tidak menyediakan fasilitas televisi. Hal ini dimaksudkan supaya tamu bisa merasakan suasana tempo dulu ketika belum mengenal siaran televisi. Suasana tenang dan damai Kami rasakan selama bermalam di Rumah Oei.

Rumah Oei menyediakan sarapan pagi yang dibuat dari dapur restoran sendiri. Fasilitas lain di Rumah Oei yaitu terdapat kafe sederhana yang terletak di area halaman depan. Sajian kafe ini sangat tradisional dimana menyajikan produk kuliner Lasem diantaranya; Kopi Lelet, Sirup Kawista dan Kacang Lasem.

Rumah Oei terletak di jalan besar dan dikelilingi layanan publik diantaranya; Masjid Jami, Pasar Ayodya, Bank serta Minimarket ternama. Homestay ini sangat direkomendasikan bagi wisatawan yang rencanakankan liburan di Traveloka

Lasem dan lorong waktu
Rumah Oei Lasem | ilustrasi menggunakan canva oleh Bayu Fitri (doc. pribadi)

Destinasi Wisata Lasem

Rumah Oei adalah bangunan Cina yang sudah berdiri selama 200 tahun lebih sejak tahun 1818. Pemilik Rumah Oei dahulu adalah pedagang Cina termashur. Pedagang Cina ini menjual beras ketan sekaligus menjadi saudagar kereta kuda.

Pada halaman Rumah Oei terdapat sumur besar dengan diameter 2 meter dan mempunyai sumber mata air yang jernih. Saat ini Rumah Oei menjadi Rumah Heritage Peranakan, Pusat Edukasi Seni, Budaya dan Kuliner Lasem.

Rumah Oei bagian depan difungsikan sebagai museum dengan menampilkan ragam peninggalan penghuni rumah jaman dahulu. Ada baju kebaya encim, perangkat makan, mebel meja kursi dari kayu jati, koleksi gerabah dan masih banyak lagi. Wisatawan bisa melakukan house tour didampingi pemandu wisata.

Setelah puas berkeliling Rumah Oei, kami menuju ke beberapa destinasi wisata Lasem antara lain; Pohon Trembesi Raksasa. Pohon ini sudah berusia 200 tahun. Letak pohon ini ada di Desa Karasjajar Lasem. Disamping pohon ini ada makam tempat dikebumikannya seorang tokoh pembuka Desa Karasjajar.

Pohon Trembesi Raksasa, bersebelahan dengan workshop Batik Beruang. Sekitar area pohon raksasa ini adalah persawahan sehingga ramai oleh para petani yang sedang bekerja di sawah. Pengunjung bisa berswafoto dibawah pohon raksasa yang legendaris ini.

Perjalanan ke Lasem
Pohon Trembesi Raksasa | doc. pribadi

Selanjutnya Kami mengunjungi destinasi tiga Kelenteng tua di Lasem yang berusia lebih dari satu abad. Ketiga kelenteng tersebut bernama; Kelenteng Cu Ang Kiong yang terletak di Desa Dasun, Kelenteng Gie Yong Bio yang terletak di Desa Babagan dan Kelenteng Poo An Bio yang terletak di Desa Karangturi Lasem. Kehadiran ketiga Kelenteng bernuansa Tionghoa ini semakin membuktikan jika Kota Lasem pantas mendapat julukan “Tiongkok Heritage Lasem”.

Pada hari kedua, Kami mengunjungi destinasi Rumah Nyah Kiok Lasem. Ini adalah rumah yang sudah berusia 200 tahun dengan kegiatan pembuatan Batik Tulis Tiga Negeri. Hanya ada tujuh pembatik perempuan di rumah ini yang setia mengerjakan pesanan Batik Tulis Tiga Negeri. Proses pembuatan batik tulis bisa wisatawan saksikan di sini.

Batik tulis
Poses membatik di Rumah Nyah Kiok Lasem | doc. pribadi

Selanjutnya kami mengunjungi destinasi Rumah Tegel Lasem atau Pabrik Ubin LZ. Ini adalah bangunan tua yang dibangun tahun 1800 milik seorang Kapitan bernama Lie Thiam Kwie. Desain bangunan ini lekat dengan model arsitektur Tiongkok.

Dibelakang Rumah Tegel berdiri pabrik tegel yang dibangun tahun 1910. Dahulu pabrik tegel ini sangat terkenal dengan produksi ubin yang mempunyai motif unik. Bahkan menurut informasi dari pemandu wisata, Rumah Tegel Lasem sampai menyuplai produknya ke kota besar seluruh Jawa. Saat ini Rumah Tegel Lasem hanya menerima pesanan saja.

Berikutnya Kami mengunjungi situs perahu kuno raksasa “Panjulharjo”. Dikisahkan pemandu wisata jika perahu kuno raksasa ini diperkirakan dari abad ke 7 masehi. Perahu ini ditemukan tahun 2008 oleh penduduk secara tak sengaja ketika hendak menggali tanah membuat tambak. Lokasi penemuan perahu kuno ada di Pantai Punjulharjo.

Menjelang sore di hari kedua, kami berkunjung ke Pantai Karangjahe. Pantai ini sangat asri, bersih dan rapi. Pasirnya lembut dan putih. Lokasi pantai masuk wilayah Rembang. Sayangnya cuaca sedang mendung jadi Kami tidak bisa menyaksikan indahnya matahari terbenam.

Pantai Karang Jahe menjadi destinasi terakhir Kami selama traveling menjelajahi lorong waktu. Pada hari ketiga Kami langsung kembali ke Semarang untuk pulang ke Jakarta. Tak lupa Kami memesan tiket Kereta Api menggunakan Layanan Traveloka.

Pengalaman traveling di Lasem sangat membekas di hati Aku dan sahabat. Bagaimana tidak, Aku dan sahabat masih diberi kesempatan melihat peninggalan jejak peradaban masa lalu yang masih alami. Ini menjadi inspirasi jika Aku ingin melakukan traveling lagi dan rencanakan liburan di Traveloka pada tempat yang berbeda.

Destinasi wisata Lasem
Rumah Tegel LZ Lasem peninggalan abad 16 | doc. pribadi

Liburan Istimewa

Tahun 2023 sudah tiba. Rencananya ingin melakukan liburan istimewa dengan cara menjelajahi lorong waktu di tiga kota berbeda. Pertengahan tahun 2023 sekitar bulan Mei, Aku dan sahabat berkeinginan rencanakan liburan di Traveloka pada destinasi wisata yang terletak di tiga kota Jawa Tengah.

Adapun ketiga kota tujuan destinasi wisata tersebut yaitu; Yogya, Semarang dan Solo. Untuk itu Aku sudah menyusun itinerary traveling impianku. Tentu saja Aku dan sahabat masih setia menggunakan produk layanan Traveloka.

Alasan Wisata 3 Kota

Yogyakarta, Semarang dan Solo adalah 3 kota besar di Jawa Tengah yang letaknya sangat berdekatan. Dua kotanya yaitu Yogyakarta dan Solo bahkan masih terdapat bangunan istana kerajaan yaitu Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Keraton Kasunanan Surakarta.

Selain keraton masih banyak peninggalan sejarah lainnya berupa bangunan tua peninggalan Hindia Belanda seperti Lawang sewu Semarang, Kelenteng tertua Sam Poo Kong, Ragam situs di desa Rejowinangun dan bangunan bekas pabrik gula jaman Hindia Belanda bernama De Tjolomadoe dan The Heritage Palace.

Peninggalan bangunan tua bersejarah inilah yang membuat Aku dan sahabat tertarik membuat rencanakan liburan di Traveloka ke tiga kota tersebut. Secara umum terdapat alasan wisata 3 kota  yaitu;
1. Masih terdapat banyak peninggalan dan bangunan tua bersejarah
Bangunan tua bersejarah pada tiga kota besar yaitu Yogya, Semarang dan Solo sampai hari ini masih terawat. Tidak hanya bangunan tua namun peninggalan bersejarah lainnya seperti situs, candi, benteng, arca dan tempat petilasan masih terjaga dengan baik.

2. Jarak ketiga kota berdekatan
Kota Yogya, Semarang dan Solo masih ada dalam cakupan wilayah Jawa Tengah. Terhubungnya akses ketiga kota tersebut dengan pembangunan infrastruktur jalan tol semakin mempermudah dan mempersingkat waktu tempuh.

Jadi jika wisatawan bermalam pada salah satu kota tersebut maka masih bisa mengeksplor kota lainnya melalui jalan darat dengan sistem pergi pulang atau PP.

3. Mempunyai jejak peradaban dengan masa lalu
Bangunan tua atau sebuah tempat peninggalan masa lalu pastinya lekat dengan cerita sejarah. Banyak makna yang tersimpan dalam cerita sejarah.

Pastinya cerita tersebut bisa menjadi pelajaran bagi generasi masa kini kedepannya. Mengetahui peradaban masa lalu juga membuat Kita kaya akan pengetahuan dan bisa lebih mensyukuri apa yang didapatkan hari ini.

Alasan wisata tiga kota
Tiga alasan wisata jelajah lintas kota | ilustrasi menggunakan canva oleh Bayu Fitri

Perjalanan 3 Kota

Rencana liburan di Traveloka dengan melakukan perjalanan 3 kota akan start dari Kota Jakarta menuju Kota Yogyakarta lebih dulu. Moda transportasi yang Aku gunakan adalah kereta api yang bisa dibeli pada layanan Traveloka.

Aku dan sahabat berencana naik Kereta Api Taksaka yang berangkat dari Stasiun Gambir jam 09.10 wib. Durasi perjalanan kurang lebih 6 jam. Diperkirakan pada pukul 15.35 wib kereta api akan tiba di Stasiun Tugu Yogyakarta.

Sampai Kota Yogyakarta rencananya Aku dan sahabat akan bermalam di Hotel Ibis Styles, lokasinya terletak di Jalan Dagen No 109, Malioboro Street, Yogyakarta.

Lokasi hotel ini tidak jauh dari Stasiun Tugu Yogyakarta dengan jarak 576 km. Sedangkan dari Bandar Udara Internasional Adisutjipto berjarak 7,76 km.

Menurut ulasan yang Aku baca pada layanan Traveloka, Hotel Ibis Styles Yogyakarta mendapat rating mengesankan dengan skor nilai 8,4 dari 10. Berdasarkan ulasan dari tamu untuk layanan stafnya dirasakan sangat ramah.

Untuk kebersihan kamar sangat baik, fasilitas hotel komplit serta suasana suasana hotel sangat nyaman. Istimewanya lagi menurut ulasan tamu hotel, rasa makanan breakfastnya sangat enak.

Jenis kamar yang tersedia di Hotel Ibis Styles Yogyakarta yaitu; Superior 1 Queen Bed dan Superior 2 Twin Beds. Setiap kamar dilengkapi dengan AC, WiFi, pembuat kopi/ teh, mini kulkas, air minum kemasan cuma-cuma dan brankas dalam kamar.

Untuk perlengkapan kamar mandi tersedia toiletries, handuk dan shower dengan water heater. Layanan jenis kamar bisa dipilih apakah dengan atau tanpa breakfast.

Alasan Aku dan sahabat memilih Hotel Ibis Styles selain lokasinya strategis juga terdapat fasilitas kolam renang di area rooftop. Aku dan sahabat senang sekali menikmati senja atau malam di tepian kolam renang dari rooftop. Rencananya Kami akan menginap di Hotel Ibis Styles Yogyakarta selama 4 hari 3 malam.

Hotel Traveloka
Ibis Styles Yogyakarta | ilustrasi menggunakan canva oleh Bayu Fitri (sumber. traveloka.com)

Itinerary Jelajah Lorong Waktu

Untuk itinerary wisata Aku dan sahabat rencanakan liburan di Traveloka dengan jelajah lorong waktu ke tiga tempat destinasi wisata pada tiga kota berbeda. Yogya, Semarang dan Solo adalah kota destinasi tujuan. Berikut rencana itinerary Jelajah Lorong Waktu bareng Traveloka.

Itenerary jelajah lorong waktu
Trip planner wisata tiga kota | ilustrasi menggunakan canva oleh Bayu Fitri

Hari Pertama – Yogyakarta
Pada hari pertama, Aku dan sahabat rencanakan liburan di Traveloka dengan menghabiskan waktu di Kota Yogyakarta menggunakan paket wisata Xperience dari Traveloka. Ada dua paket wisata Xperience Traveloka yang Aku dan sahabat akan pilih yaitu; Rejowinangun Xperience dan Kotagede Heritage Xperience.

Alasan Aku dan sahabat memilih dua  paket Xperience ini karena destinasi wisatanya masih alami dan ada atraksi budayanya.

Rejowinangun Xperience menyediakan destinasi yang disebut Klaster. Terdiri dari Klaster Agro, Kuliner, Herbal dan Kerajinan. Selesai mengunjungi Klaster wisatawan akan berkunjung ke Kebun Binatang Gembira Loka.

Menurut ulasan Traveloka, wisatawan yang berkunjung ke Kampung Wisata Rejowinangun akan mendapatkan wisata edukasi agro, kerajinan, kuliner, sejarah hingga seni budaya.

Wisatawan juga bisa melihat atraksi budaya berupa tradisi tingkeban atau upacara tujuh bulanan kehamilan. Wisatawan juga bisa melihat upacara adat Wiwit Pari yaitu upacara yang diselenggarakan mengawali masa panen.

Untuk wisata sejarahnya, wisatawan bisa melihat Beteng Peleman yaitu tembok kuno yang dibangun pada masa Panembahan Senopati. Kemudian ada Situs Nogo Bondo atau Taman Air petilasan Rejo Kusumo anak dari Sri Sultan Hamengkubuwono ke 1. Terakhir wisatawan bisa melihat Situs Manuk Beri dimana tempat ini dahulu adalah pemandian pada masa Sultan Hamengkubuwono 2.

Perjalanan Rejowinangun Xperience dimulai dengan peserta trip yang akan diminta berkumpul ditempat yang telah ditentukan pemandu wisata pada jam 07.00 – 08.00 pagi.

Setelahnya peserta akan berkunjung ke lima klaster yang ada di Kampung Wisata Rejowinangun sampai pukul 12.00. Sesudah ishoma peserta diberikan pilihan apakah akan mengunjungi atau tidak mengunjungi Kebun Binatang Gembira Loka.

Selesai dari destinasi pertama Kami berencana melanjutkan mengambil paket traveling  Xperience “Kotagede Heritage”. Menurut informasi dari layanan Traveloka, waktu mulai trip paket ini bisa dipilih, apakah dimulai pada pagi hari atau sore hari.

Aku dan sahabat memilih waktu jelajah Kotagede Heritage pada sore hari. Adapun jam mulainya ada pada jam 16.00 – 19.00 wib. Area lokasi terletak di Jl. Masjid Besar Mataram, Akungan, Jagalan, Banguntapan Yogyakarta.

Menurut ulasan layanan Traveloka, ini adalah kegiatan wisata  dengan cara berkeliling Kotagede menggunakan skuter. Wisatawan akan disuguhi pemandangan perkampungan abad ke-16.

Masih berdasarkan keterangan dari ulasan Traveloka, tempat ini dahulu merupakan Ibu Kota Kerajaan Mataram Islam. Menariknya banyak terdapat bangunan dengan arsitektur kuno yang masih terpelihara baik. Selain itu pengunjung juga bisa melihat mural unik pada kawasan Kotagede ini.

Liburan terencana Traveloka
Xperience Traveloka di Kota Yogyakarta | ilustrasi menggunakan canva oleh Bayu Fitri (sumber : traveloka.com)

Hari Kedua – Semarang
Pada hari kedua Kami rencanakan liburan di Traveloka dengan memilih Xperience Traveloka pada “Paket Wisata Semarang Lawang Sewu, Sam poo kong, Kota Lama from Yogya”.

Keunggulan memilih Xperience ini, wisatawan bisa mengunjungi tempat bersejarah yang ada di Kota Semarang dalam waktu satu hari. Selain itu paket ini memberi layanan antar jemput dari asal hotel, penginapan atau bandara di Yogyakarta.

Menurut keterangan pada layanan Traveloka jadwal traveling dimulai jam 05.30 wib pagi. Wisatawan akan dijemput menggunakan kendaraan yang disediakan pihak tur. Perjalanan darat dari Kota Yogyakarta menuju Kota Semarang membutuhkan waktu kurang lebih dua jam.

Setelah sampai Kota Semarang, maka objek wisata pertama yang dikunjungi adalah Lawang Sewu. Gedung tua peninggalan Belanda ini sudah berusia satu abad.

Sejak gedung Lawang Sewu selesai dipugar Aku dan sahabat belum berkesempatan untuk mengunjungi Lawang Sewu kembali. Maka pada kesempatan, Traveling Cara Aku,” Kami ingin eksplor lebih jauh bangunan Lawang Sewu.

Selesai eksplor Lawang Sewu direncanakan sekitar jam 12.00 wib, Aku dan sahabat melanjutkan untuk berkunjung ke objek wisata Sam poo kong. Obyek wisata ini adalah sebuah kelenteng tertua yang berusia 600 tahun.

Kelenteng Sam poo kong dibangun pada masa kedatangan Laksamana Zheng He (Cheng Ho). Bangunan bersejarah ini sangat unik dengan ornamen berciri khas arsitektur Tionghoa.

Seusai dari Sam poo kong, rencananya Aku dan sahabat akan mengunjungi Kota Lama Semarang. Kawasan cagar budaya Kota Lama Semarang masih terdapat gedung tua bersejarah dan bangunan lama peninggalan Hindia Belanda.

Menurut cerita dari temanku, Kota Lama Semarang saat ini sudah selesai di revitalisasi. Akses jalannya tertata baik dan aman serta nyaman untuk dieksplor wisatawan. Senja adalah momen terbaik untuk berjalan kaki mengelilingi Kota Lama Semarang.

Seusai eksplor kawasan Kota Lama sesuai jadwal paket Xperience Traveloka yaitu jam 16.30 wib maka Aku dan sahabat akan diantarkan kembali ke hotel di Yogyakarta. Perjalanan eksplor obyek wisata Semarang selesai pada hari kedua.

Rencana liburan dengan Xperience Traveloka
Xperience Traveloka Kota Semarang | ilustrasi menggunakan canva oleh Bayu Fitri (sumber; traveloka.com)

Hari Ketiga – Solo
Hari terakhir traveling, Aku dan sahabat rencanakan liburan di Traveloka dengan eksplor menuju Solo. Untuk kenyamanan berwisata selama traveling, Aku dan sahabat berencana menggunakan Layanan Traveloka  yaitu “Rental Mobil”.

Sistem rental mobil dari Layanan Traveloka ini menyediakan pilihan yaitu bisa menggunakan driver atau tanpa driver. Alasan Kami memilih rental mobil dari Layanan Traveloka supaya menghemat waktu dan tenaga. Selain itu berdasarkan rekomendasi dari teman-temanku, Layanan Traveloka untuk “Rental Mobil” bisa dipercaya dan diandalkan.

Aku dan sahabat rencananya memilih rental mobil berikut driver. Cara rental mobil melalui layanan Traveloka sangat mudah. Setelah masuk ke Akun Traveloka pilih fitur mobil setelahnya navigasi membawa ke tombol “cari rental mobil”. Pada laman ini ada pilihan “Dengan Supir” atau “Tanpa Supir”.

Selanjutnya pilih lokasi rental pengguna, pilih tanggal penjemputan dan durasi peminjaman mobil. Setelahnya tentukan waktu penjemputan. Klik cari mobil. Maka akan terlihat ragam jenis mobil, ketersediaan unit mobil, perusahaan penyedia rental mobil sampai harga sewa mobil satu hari.

Membuat rencana liburan di Traveloka
Jasa layanan mobil Traveloka | ilustrasi menggunanakan canva oleh Bayu Fitri (sumber : traveloka.com)

Setelah mendapatkan rental mobil, Kami menunggu di Hotel Yogya untuk dijemput. Perjalanan dari Kota Yogya menuju Kota Solo memakan waktu kurang lebih 2 jam.

Berdasarkan itinerary yang Aku buat rencananya akan mulai jalan dari hotel jam 08.00 pagi. Setelah tiba di Solo sekitar pukul 10.00 wib langsung menuju De Tjolomadoe dimana tiket masuknya Aku beli menggunakan layanan Traveloka pada fitur Xperience.

Berdasarkan informasi yang Aku baca, destinasi De Tjolomadoe adalah bangunan tua yang pernah digunakan sebagai pabrik gula. Bangunan ini sangat bersejarah karena dibangun pada tahun 1861.

Menyusuri bangunan tua serasa menjelajahi lorong waktu dengan melihat mesin-mesin pabrik jaman dahulu. Menurut rencana itinerary, Aku dan sahabat akan eksplor De Tjolomadu sekitar dua jam.

Setelah dari De Tjolomadu Kami akan mengunjungi destinasi The Heritage Palace yang terdapat di Xperience Traveloka. Menurut informasi dari Xperience Traveloka, The Heritage Palace adalah sebuah bangunan tua bekas Pabrik Gula Gembongan.

Bangunan ini bergaya kolonial ini banyak terdapat spot foto instagramable. Aku dan sahabat berencana eksplor The Heritage Palace selama dua jam. Tepat pukul 16.00 wib, berdasarkan itinerary rencanakan liburan di Traveloka maka saatnya Kami kembali ke hotel di Yogyakarta.

Merencanakan Liburan di Traveloka
Xperience Traveloka Kota Solo | ilustrasi menggunakan canva oleh Bayu Fitri (sumber : traveloka.com)

Penutup

Pada hari keempat Aku dan sahabat akan pulang ke Jakarta menggunakan moda transportasi Kereta Api Argo Lawu. Tentu saja booking tiket kereta apinya melalui Layanan Traveloka.

Menjelajahi lorong waktu di 3 kota besar Jawa Tengah bareng sahabat akan menjadi kenangan indah yang tidak terlupakan. Aku mengajak teman – teman semua untuk ikutin suara hati dan jalani hidup dengan caramu #LifeYourWay

Jadi rencanakan liburan di Traveloka ikut traveling cara Aku jelajah lorong waktu bersama sahabat tahun 2023. Selamat traveling..

 

Referensi :

https://www.traveloka.com/id-id/

https://kebudayaan.jogjakota.go.id/page/index/kawasan-kotagede

https://jadesta.kemenparekraf.go.id/desa/rejowinangun

https://heritage.kai.id/page/lawang-sewu

https://visitjawatengah.jatengprov.go.id/id/destinasi-wisata/kota-lama-semarang

https://plus.kapanlagi.com/6-jenis-jenis-pariwisata-di-indonesia–beserta-contoh-dan-tujuannya-9bb259.html

Please follow and like us:

ditulis oleh

Bayu Fitri Hutami

Seorang pembelajar yang bukan siapa-siapa melainkan seorang yang senang bercerita. Seorang yang suka menulis berdasarkan apa yang dilihat, didengar dibaca dan dialami untuk menjadi sebuah tulisan informatif. Semoga tulisan yang saya sajikan bermanfaat. Terima Kasih.