KBA Lengkong Kulon Berdaya dan Produktif Berawal dari Kesederhanaan

KBA Lengkong Kulon terletak di pemukiman penduduk kampung yang masih asri dan bersisian dengan ragam perumahan modern. Lokasi tepatnya ada di Kampung Sawah RT.02 RW.03 Lengkong Kulon Kec. Pagedangan Kabupaten Tangerang Banten.

Dahulu sebelum ada perumahan real estate, akses menuju kampung ini harus melewati area persawahan. Itu kenapa dinamakan Kampung Sawah. Penduduk yang berdomisili di kampung ini terdiri dari satu RW berikut 5 RT yang dihuni 570 kepala keluarga dengan jumlah penduduk 1900 jiwa.

KBA Lengkong Kulon
Dari kanan ke kiri; Duta KBA Lengkong Kulon Ibu Yuli Sulastri, Ketua Pilar Pendidikan Ibu Nining dan Penulis | doc.pribadi

KBA Lengkong Kulon

Saya berkunjung ke perkampungan ini pada hari Selasa tanggal 15 November 2022. Saya menggunakan transportasi ojek online dari stasiun KRL Cisauk menuju Kampung Sawah. Akses masuk ke Kampung Sawah, Lengkong Kulon, Pagedangan melewati perumahan Bumi Serpong Damai Kabupaten Tangerang Banten.

Suasana asri dan sejuk langsung Saya rasakan ketika memasuki area perkampungan. Saya membuat janji bertemu secara langsung dengan Duta KBA Lengkong Kulon Tangerang bernama Ibu Yuli Sulastri.

Sebagai Duta dan Ketua KBA Lengkong Kulon, Ibu Yuli banyak bercerita mengenai awal mula berdirinya KBA Lengkong Kulon. Ibu Yuli awal mulanya aktif berkegiatan sebagai kader di Posyandu dan Posbindu setempat.

KBA dan Program CSR Astra

Kampung Berseri Astra atau KBA adalah program Corporate Social Responsibility atau CSR dari Astra  dibawah naungan PT. Astra International Terbuka.

Program CSR ini menyasar pemberdayaan kegiatan warga di perkampungan melalui empat pilar. Keempat pilar tersebut adalah; Pilar Kesehatan, Pilar Pendidikan, Pilar Lingkungan, dan Pilar Kewirausahaan.

Dimulai dari tahun 2013, program KBA merupakan komitmen Astra untuk membangun desa atau kampung dengan melibatkan partisipasi warga setempat. Komitmen Astra selaras dengan kebijakan pemerintah mengenai membangun lingkungan desa atau kampung yang berdaya dan produktif..

Program KBA sendiri merupakan bagian dari misi Astra Internasional untuk mewujudkan nilai pertama pada Catur Dharma yaitu;

Menjadi Milik yang Bermanfaat bagi Bangsa dan Negara

KBA dan Program CSR Astra
Empat Pilar Program Pemberdayaan Astra | ilustrasi menggunakan canva oleh Bayu Fitri

Kegiatan Sederhana dan Dibutuhkan

Ketika ada program CSR Astra tahun 2016, Ibu Yuli sebagai salah satu warga Kampung Sawah Lengkong Kulon Pagedangan tertarik untuk merealisasikan 4 pilar pemberdayaan dalam program Kampung Berseri Astra.

Pihak Astra sendiri memberikan pendampingan dan pembinaan pada penduduk kampung untuk menerapkan empat pilar pemberdayaan.

Sasaran bentuk kegiatannya adalah yang “sederhana” namun “dibutuhkan warga”. Sehingga realisasinya bisa tercapai dan dampaknya memberikan manfaat untuk semua warga kampung.

Kegiatan Sederhana dan Dibutuhkan
Proses tanya jawab dengan Ibu Nining sebagai Ketua Pilar Pendidikan

Empat Pilar Kegiatan

Tantangan dari Astra untuk menerapkan empat pilar pemberdayaan kampung berhasil dilakukan warga Kampung Sawah dengan Ibu Yuli sebagai penggeraknya. Saat ini Kampung Sawah Lengkong Kulon Pagedangan mendapat julukan Kampung Berseri Astra setelah masuk menjadi nominasi SATU Indonesia Award 2021. Adapun empat pilar yang berhasil diterapkan kegiatannya di Kampung Sawah Lengkong Kulon Pagedangan meliputi;

1. Pilar Kesehatan; Kesadaran Kesehatan dari Posyandu

Menurut Ibu Yuli saat awal tahun 2016 masih banyak ibu-ibu rumah tangga produktif yang abai dengan kesehatan diri.

Sebagian besar ibu hamil serta ibu yang mempunyai balita enggan memeriksakan diri dan anaknya ke Posyandu. Menyiasati hal ini sebagai langkah perkenalan di gagas sebuah kegiatan pemeriksaan gratis bagi ibu hamil dan pemeriksaan bagi yang mempunyai balita dengan cara jemput bola. Beberapa program yang dibuat dan menarik minat warga antara lain;

Balon Gratis. Setelahnya Ibu Yuli membuat program “ada pembagian balon gratis di Posyandu”. Tujuan kegiatan ini supaya anak balita membujuk orang tua nya supaya diantar ke Posyandu memeriksakan diri dan bisa mendapat balon gratis.

Pada tahun 2016 pemberian balon gratis dari Posyandu sukses menarik minat anak-anak balita.Selain anak balita, beragam kegiatan dari Posyandu bisa diikuti. Kegiatan ini diperuntukkan khususnya bagi perempuan produktif diantaranya; kelas mempersiapkan kehamilan, perawatan selama kehamilan, persalinan, nifas dan perawatannya setelah melahirkan.

ASIK. Untuk menyemangati para ibu yang baru melahirkan dibuatlah program ASIK atau ASI eksklusif. Jika ibu bisa menyusui anaknya sampai usia dua tahun penuh maka akan diberikan piagam penghargaan. Hal ini diharapkan  memotivasi para ibu untuk memberi ASI pada bayinya secara penuh.

Jika ibu telah melahirkan juga ada kegiatan yang bisa diikuti dari Posyandu seperti; bagaimana merawat bayi baru lahir, menggunakan alat kontrasepsi dan pembuatan akte kelahiran. Di Posyandu ini selain terdapat kader terlatih juga ada tenaga kesehatan dari puskesmas setempat.

PTM. Semakin hari kesadaran tentang pentingnya memeriksa kesehatan ke Posyandu semakin meningkat. Setelah melihat antusiasme warga kampung, Ibu Yuli melakukan pemberdayaan mengenai pentingnya pemeriksaan diri ke Posbindu-PTM bagi semua warga kampung.

Posbindu-PTM adalah Pos Binaan Terpadu Penyakit Tidak menular yang dapat digunakan untuk pemeriksaan kesehatan warga dari usia 15 tahun sampai 59 tahun.

Ragam pemeriksaan kesehatan yang bisa warga peroleh pada Posbindu-PTM antara lain; pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan kolesterol, gagal ginjal, diabetes melitus dan gangguan jantung.

Khusus untuk anak remaja putra dan putri dilakukan edukasi tentang penyakit tidak menular seperti anemia dan diabetes melitus. Diberikan juga edukasi tentang gaya hidup dan pentingnya asupan nutrisi pada pola makan. Selain itu pemberian tablet tambah darah pada remaja putri juga dilakukan supaya tidak terserang anemia dan stunting akibat kekurangan zat besi.

Kader di Posbindu PTM sudah dilatih oleh tenaga kesehatan untuk mendeteksi indikasi atau gejala PTM. Jika ada warga yang terindikasi gejala PTM maka akan dirujuk ke puskesmas setempat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Keberhasilan Posyandu dalam menarik minat masyarakat berkunjung tentunya tak lepas dari program pembinaan dari Astra berkaitan pilar kesehatan. Pembinaan dari Astra mempunyai tujuan supaya kader Posyandu mempunyai pengetahuan dan ilmu demi untuk menerapkan standar pelayanan Posyandu.

Saat ini Posyandu Kampung Lengkong Kulon Pagedangan menjadi percontohan untuk Posyandu lainnya. Alasannya Posyandu Lengkong Kulon Pagedangan masuk nominasi 5 besar tingkat nasional. Sedangkan untuk kader Posyandunya mendapat juara dua sekabupaten Tangerang.

2. Pilar Pendidikan; Bangkitkan Kesadaran Membaca dan Mendongeng

Setelah pilar kesehatan berjalan, sebagai kader Posyandu Ibu Yuli melihat adanya kebutuhan masyarakat dibidang pendidikan. Pilar pendidikan sesuai dengan program 4 pilar dari Astra Daihatsu.

Menurut Ibu Yuli, awal masa emas pendidikan ada pada tingkatan pendidikan anak usia dini atau TK/PAUD. Menempati rumah pribadi seorang warga, didirikan lembaga TK/PAUD dengan nama Az-Zahra. Di tempat ini anak usia balita bisa mulai bersosialisasi dengan belajar dan bermain.

Pengurus sekaligus pemilik rumah yang dijadikan lokasi PAUD bernama Ibu Nining. Beliau juga sebagai Ketua Pilar Pendidikan di Kampung Sawah Lengkong Kulon.

Tenaga Pengajar
Bersama guru PAUD/ TK AZ-ZAHRA Islamic School Kp. Sawah Lengkong Kulon | doc. pribadi

Ibu Nining bercerita bagaimana anak-anak usia dini membutuhkan tempat belajar dan bermain yang aman dan nyaman. Pertumbuhan anak usia dini adalah masa emas dimana harus diarahkan daya imajinasinya supaya bisa berkreatifitas.

Untuk mendukung pilar pendidikan, pihak Astra memberikan sumbangan gerobak baca supaya anak-anak gemar membaca. Isi dari gerobak ini adalah buku-buku bacaan dan buku pengetahuan.

Tujuan jangka panjang dari program membaca supaya anak-anak lebih menyerap banyak pengetahuan dan tidak terpaku pada permainan game di smartphone. Inisiasi kegiatan membaca sejak dini ini juga bisa memperbanyak kosa kata atau perbendaharaan kata pada anak-anak.

Sesuai namanya, gerobak ini bersifat mobile alias tidak menetap. Jadi letak gerobak ini bisa berpindah sesuai kebutuhan. Bisa di halaman masjid, bisa di halaman TK/PAUD dan sebagainya. Tempat penyimpanan gerobak sendiri ada di halaman Masjid Al-Istiqomah Kampung Lengkong Kulon.

Selama pandemi, kegiatan belajar mengajar secara tatap muka menjadi terhenti total. Namun hal ini tidak menyurutkan semangat Ibu Nining dan tenaga pendidik TK/PAUD untuk memberikan pembelajaran melalui media dalam jaringan.

Menurut Ibu Nining saat pandemi, orang tua diminta mengambil peran membantu mendidik anak dari rumah sambil dipantau tenaga pengajar. Salah satu cara dengan memberdayakan orang tua sebagai pendongeng buku bacaan untuk anak mereka masing-masing.

Setiap orang tua diminta merekam kegiatan mendongeng bersama anak dan mengirimkan video ke tenaga pengajar. Diberikan penilaian dan apresiasi untuk orang tua yang dapat mendongeng dengan baik dimana anaknya bisa mengerti apa yang didongengkan.

Kegiatan Kelas
Proses belajar mewarnai | doc.pribadi

Hal ini tentu saja menambah tantangan sekaligus semangat bagi para orang tua sehingga berupaya memberikan hasil terbaik.

“Jadi pandemi ada hikmahnya, karena sekarang orang tua jadi punya ketertarikan untuk belajar cara mendongeng”. Begitu seperti dikemukakan Ibu Nining.

Sempat ada pelatihan mendongeng untuk anak dengan mengundang pakar dongeng anak. Hasilnya banyak orang tua berminat mengikuti pelatihan mendongeng tersebut.

Saat ini situasi seusai pandemi perlahan berjalan normal. Kegiatan pembelajaran tatap muka sudah berjalan. Anak-anak usia TK/PAUD mulai belajar setiap hari secara tatap muka dari jam 08.00 sampai jam 11 siang.

Terdapat tiga ruangan belajar di TK/ PAUD AZ-ZAHRA Islamic School yang terdiri dari Ruang Sentra Seni, Ruang Sentra Persiapan Dan Ruang Pelaksanaan. Satu kelas terdiri dari 9 -10 siswa. Tenaga pendidik di TK/ PAUD AZ-ZAHRA ada 6 orang yang akan memberikan pengajaran pada anak-anak Paud.

 Empat Pilar Kegiatan
Ruang Kelas PAUD/TK AZ-ZAHRA Islamic School | doc.pribadi

3. Pilar Lingkungan; Memanfaatkan Lahan Terbatas dan Eduwisata

Lingkungan yang asri dan hijau adalah dambaan semua orang. Dahulu Kampung Sawah, kecamatan Lengkong Kulon Pagedangan dikelilingi persawahan. Seiring berjalannya waktu area persawahan berubah menjadi perumahan real estate.

Upaya memberdayakan pilar lingkungan akhirnya dilakukan Ibu Yuli dengan memanfaatkan sebagian dari lahan tanah wakaf tempat pemakaman umum Kampung Sawah. Area kebun ini dinamakan Kebun Sabilulungan.

Pilar lingkungan
Kebun Sabilulungan Lengkong Kulon | doc. pribadi

Posisi kebun menempati bagian depan halaman tempat pemakaman umum Kampung Sawah. Sebagian area tanahnya ditanam tumbuhan produktif seperti terong ungu, kacang panjang, sayur sawi, daun singkong, kangkung, bayam, pohon rambutan, pohon mangga dan sebagainya.

Pengadaan benih tanaman dan bibit pohonnya juga mendapat bantuan dari pihak Astra. Sebanyak 600 pohon mangga dan rambutan diberikan untuk ditanam di area Kebun Sabilulungan.

Tidak hanya itu disini juga ada pembiakan ikan lele dalam kolam dan drum. Pengunjung kebun terutama anak-anak bisa ikut melihat dan memberi pakan ikan,

Adanya pemberdayaan pilar lingkungan selaras dengan pilar pendidikan. Dengan memanfaatkan sebagian dari lahan pemakaman untuk berkebun Ibu Yuli berharap kegiatan ini bisa menumbuhkan kecintaan lingkungan pada warga dan anak-anak penduduk kampung Sawah.

Pengenalan kegiatan penghijauan dengan cara bercocok tanam dan memanen hasil kebun adalah upaya yang coba diperkenalkan pada warga khususnya anak usia dini. Harapannya anak-anak akan terbiasa mencintai lingkungan sejak dini.

4. Kewirausahaan, Produktif Budidaya dan Beternak

Untuk meningkatkan kewirausahaan, Ibu Yuli mengajak penggiat dan anggota Karang Taruna melakukan kegiatan wirausaha. Dari hasil diskusi bersama penggiat Karang Taruna diputuskan untuk budidaya ikan nila, udang lobster dan beternak ayam kampung.

Lokasi wirausaha budidaya ikan nila, udang lobster, dan pemeliharaan ayam kampung ini ada di sebidang tanah hasil tukar guling dengan fasum perumahan Bumi Serpong Damai.

Kegiatan ini dijalankan oleh anggota karang taruna setempat disela kesibukan mencari nafkah sehari-hari. Secara otodidak melalui Youtube dan internet anggota karang taruna tekun belajar secara mandiri mengenai cara melakukan budidaya ikan nila, udang lobster dan beternak ayam kampung.

Ternak lobster
Budidaya udang lobster | doc. pribadi

Untuk pemberian pakan ayam kampung, tempat ini mengandalkan sumbangan sisa makanan dapur warga setempat. Jadi setiap pagi terdapat beberapa warga secara sukarela membawa makanan sisa dapur seperti nasi, sayur mayur, tahu, tempe dan sebagainya.

Sisa makanan dapur ini sudah dicacah sedemikian rupa dan siap diberikan pada ayam kampung. Pemberian pakan ayam dari sisa makanan dapur mempunyai dua tujuan yaitu selain memberi makan ayam juga untuk menghindari terbuangnya makanan sisa dapur secara sia-sia.

Dipilihnya jenis ayam kampung sebagai hewan ternak karena lebih tahan terhadap penyakit. Begitu seperti dijelaskan Kang Indra, seorang pemuda Karang Taruna Kampung Sawah.

Untuk pakan udang lobster dan ikan nila diberikan pelet seperti pada umumnya. Tempat budidaya ikan nila dan udang lobster serta peternakan ayam kampung ini terbuka untuk umum dan bisa dilihat siapa saja.

Pilar kewirausahaan
Kang Indra dengan kegiatan budidaya ikan nila dan udang lobster | doc. pribadi

Gabungan Pilar Lingkungan dan Wirausaha menjadi Eduwisata

Lambat laun kegiatan lingkungan dan budidaya hewan air serta ternak ayam ini menarik perhatian lembaga pendidikan di luar Kampung Sawah. Menurut Ibu Yuli tempat ini juga menjadi tujuan eduwisata dari sekolah-sekolah TK/PAUD, SD di luar Kampung Sawah.

Banyak sekolah tingkat PAUD dan tingkat dasar yang berkunjung untuk melakukan pengenalan kegiatan penghijauan lingkungan pada anak muridnya.

Selanjutnya terjadilah kunjungan berbayar dari berbagai sekolah di luar Kampung Sawah ke Kebun Sabilulungan. Setelah dari Kebun Sabilulungan, pengunjung diarahkan berjalan kaki sejauh 500 meter menuju tempat budidaya ikan nila, udang lobster dan ternak ayam.

Untuk semakin menarik perhatian, khusus pengunjung anak-anak diperbolehkan menangkap hasil budidaya ikan nila di kolam ketika berkunjung ke tempat ini. Harapannya anak-anak sejak dini mengenal hewan air hasil budidaya.

Kegiatan eduwisata dengan berjalan kaki ini menjadi media pembelajaran mengenal alam dimana area Kampung Sawah masih asri dengan rimbunnya tanaman pepohonan. Kegiatan tersebut sudah berjalan rutin dan saat ini menjadi eduwisata di Kampung Sawah Lengkong Kulon Tangerang.

Eduwisata sendiri adalah suatu program dimana peserta kegiatan wisata melakukan perjalanan wisata pada suatu tempat tertentu dalam suatu kelompok dengan tujuan utama mendapatkan pengalaman belajar secara langsung terkait dengan lokasi yang dikunjungi

Menjual Hasil Budidaya dan Ternak

Selain sebagai sarana eduwisata, hasil budidaya hewan air dan ternak ayam juga dijual untuk dibelikan benih ikan yang baru lagi. Pangsa pasar hasil budidaya terbuka untuk umum. Biasanya dijual pada warga setempat maupun warga luar Kampung Sawah.

Wirausaha dengan cara memanfaatkan lahan secara produktif pada akhirnya melahirkan semangat kewirausahaan. Setelah hantaman pandemi selama dua tahun warga Kampung Sawah Lengkong Kulon Pagedangan perlahan mulai bangkit kembali menata kegiatan wirausaha dengan mencoba berbagai peluang dari sumber daya yang tersedia.

Penutup

Tidak ada hasil yang menghianati usaha

Begitu kiasan kata mutiara seperti yang dikemukakan Ibu Yuli Sulastri sebagai Ketua KBA Lengkong Kulon PagedanganTangerang.

Berkat keuletan Ibu Yuli, Ibu Nining, Kang Indra serta dukungan dari segenap Pemuda Karang Taruna dan warga akhirnya Kampung Sawah Lengkong Kulon Pagedangan masuk menjadi nominasi KBA dalam SATU Indonesia Awards, penggerak Kampung Berseri Astra tahun 2021.

Semangat berdaya produktif terus digaungkan warga Kampung Sawah Lengkong Kulon Pagedangan untuk mewujudkan 4 Pilar yaitu Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan dan Kewirausahaan . #BangkitBersamaUntukIndonesia #KitaSATUIndonesia.

Sumber Penulisan :

Wawancara langsung dengan Ibu Yuli Sulastri Duta KBA Lengkong Kulon, Ibu Nining Ketua Pilar Pendidikan dan Kang Indra Pemuda Karang Taruna pada tanggal 15 November 2022 di Kampung Sawah Lengkong Kulon Pagedangan Tangerang Banten

Buku Inspirasi Kampung Berseri Astra

Please follow and like us:

ditulis oleh

Bayu Fitri Hutami

Seorang pembelajar yang bukan siapa-siapa melainkan seorang yang senang bercerita. Seorang yang suka menulis berdasarkan apa yang dilihat, didengar dibaca dan dialami untuk menjadi sebuah tulisan informatif. Semoga tulisan yang saya sajikan bermanfaat. Terima Kasih.