KBA Cengkareng Timur, Cara Mewujudkan Lingkungan Asri di Pemukiman Padat Penduduk

KBA Cengkareng Timur mempunyai cara mewujudkan lingkungan asri di pemukiman padat penduduk. Keberhasilan ini mendapat apresiasi banyak pihak.

Tinggal di lingkungan nan asri pastinya menjadi dambaan semua warga. Banyak keuntungan jika lingkungan sekitar asri terutama dari soal kesehatan dan kenyamanan.

Kampung Berseri Astra atau KBA Cengkareng Timur terletak di Jalan Kayu Besar Dalam, RW. 11, Jakarta Barat. Jika Kita masuk dari arah jalan tol lingkar luar maka akan disambut gapura dengan spanduk bertuliskan ” Selamat Datang di Kayu Besar Dalam RW 011 Kampung Berseri Astra”.

Lingkungan RW 11 sendiri membawahi 14 RT. Pemukiman padat penduduk ini menjadi binaan Astra Indonesia dalam rangka program CSR.

KBA Cengkareng Timur
Ibu Asiah Ketua KBA Cengkareng Timur periode 2019 – sekarang | doc. pribadi

KBA Cengkareng Timur

Keberhasilan KBA Cengkareng Timur tidak lepas dari figur penggiatnya bernama Ibu Siti Asiah dengan nama panggilan Ibu Asiah. Perempuan kelahiran tahun 1969 asal Tegal ini sudah tinggal di Jakarta selama 40 tahun.

Kiprah Ibu Asiah dalam Kampung Berseri Astra atau KBA Cengkareng dimulai tahun 2016. Saat itu ia dipercaya menjadi bendahara KBA Astra sampai tahun 2019. Tepat pertengahan tahun 2019 terjadi perubahan kepengurusan KBA Cengkareng dan Ibu Asiah didapuk menjadi Ketua KBA Cengkareng sampai saat ini.

“Dimana bumi dipijak disitulh Kita harus berbuat yang terbaik”. Kalimat motivasi ini diucapkan Ibu Asiah dengan penuh keyakinan ketika Sedang penulis wawancarai.

Ibu Asiah memberikan makna jika sebagai manusia Kita diciptakan sama dimata Tuhan. Setiap manusia diberikan kelebihan tersendiri. Tugas manusia memanfaatkan kelebihan yang diberikan Tuhan supaya bermanfaat baik buat diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar.

Ibu Asiah sendiri mempunyai latar belakang pendidikan yang tidak tinggi. Ia hanya sempat mengenyam pendidikan sampai Sekolah Menengah Pertama di Tegal. Setelah lulus sekolah Ibu Asiah merantau ke Jakarta dan mengadu nasib dengan bekerja menjadi buruh di pabrik.

Sampai akhirnya Ibu Asiah dipertemukan dengan pasangan atau saat itu calon suaminya dan mereka menikah. Setelah menikah, Ibu Asiah dikarunia dua orang anak dan saat ini masing-masing sudah berkeluarga.

Keseharian Ibu Asiah tidak lepas dari kegiatan sosial. Bahkan sebagian besar waktu Ibu Asiah nyaris dihabiskan untuk berkegiatan sosial di luar rumah. Bagusnya kegiatan Ibu Asiah mendapat dukungan penuh dari suami dan anak-anaknya.

CSR Astra
Ibu Parni sahabat Ibu Asiah dalam berkegiatan sosial | doc. pribadi

Dasawisma Pendukung KBA Cengkareng Timur

Kampung Berseri Astra sendiri adalah program kontribusi sosial berkelanjutan Astra yang diimplementasikan ke masyarakat dalam empat pilar. Adapun keempat pilar itu adalah; Pendidikan, Kewirausahaan, Lingkungan dan Kesehatan.

Sehubungan dengan terpilihnya wilayah RW 11, Kayu Besar Dalam sebagai Kampung Berseri Astra, maka ragam kegiatan harus dijalankan mengacu empat pilar.

KBA Cengkareng Timur dengan Ketua Ibu Asiah melalui Dasawisma menjalankan empat pilar Astra secara bersinergi.

Dasawisma sendiri adalah kelompok ibu yang berasal dari 10 kepala keluarga rumah yang bertetangga untuk menjalankan program PKK atau kelurahan. Berikut empat pilar program Astra;

1.Pilar Lingkungan
Pilar lingkungan adalah program kerja yang berkaitan dengan penghijauan lingkungan. Kondisi wilayah RW 11 yang merupakan pemukiman padat penduduk membuat lahan pekarangan setiap rumah warga sangat terbatas.

Namun dari lahan terbatas ini tidak menyurutkan semangat Ibu Asiah untuk melakukan penghijauan. Langkah pertama dengan mewajibkan setiap rumah mempunyai tanaman dalam pot yang diletakkan di depan pintu rumah. Disetiap jalan masuk gang kecil juga diletakkan tanaman dalam pot untuk menambah keasrian.

Lingkungan asri nan hijau tentunya menyegarkan mata, ditengah keterbatasan lahan maka Ibu Asiah mempunyai ide dengan mengecat tembok beberapa gang dengan mural menggunakan cat tembok warna hijau. Hasilnya lingkungan tampak hijau dan tidak kotor lagi.

Selanjutnya warga diajak untuk menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Untuk pengelolaan sampah dibangun rumah “Bank sampah”.

Letak Bank Sampah ada di tepi jalan raya dalam sebuah bangunan. Ketika Saya berkunjung ke Bank Sampah Cengkareng Timur sedang tidak ada kegiatan sehingga kondisi bangunan terkunci. Namun dari sela jendela Saya bisa melihat tumpukan botol yang terikat rapi.

Bank Sampah sendiri menerapkan syarat dan ketentuan terhadap penerimaan sampah dari warga. Pertama sampah harus dipilah antara sampah organik dan non organik.

Untuk sampah organik akan dijadikan kompos atau pupuk tanaman. Sedangkan sampah non organik akan dikumpulkan dan dijual ke pengepul. Hasil penjualan sampah akan masuk ke tabungan warga pemilik sampah yang disetor.

KBA Cengkareng mempunyai sebidang tanah kosong yang difungsikan sebagai fasilitas umum di lingkungan RT 9. Upaya penghijauan produktif dilakukan pada lahan ini. Aneka pohon buah dan tanaman seperti; pokcoy, daun pandan dan lidah buaya ditanam di sini.

Ada juga rumah jamur untuk budidaya jamur tiram. Terakhir ada tanaman apotik herbal berupa aneka rimpang dan daun herbal.

Untuk bibit tanamannya didapat dari Astra Indonesia sebagai penggagas KBA. Sekali pemberian bibit jumlahnya bisa mencapai 100 bibit per tanaman.

Pilar lingkungan
Bank Sampah KBA Cengkareng Timur | doc. pribadi

2. Pilar Kewirausahaan
Untuk tanaman lidah buaya dijadikan minuman nata. Hasil jual minuman nata aloe vera dimasukkan dalam program pilar usaha. Dalam proses penjualan produk dilakukan teknik pengemasan supaya lebih menarik sewaktu dijual.

Selain minuman nata lidah buaya, RW 11 dalam memanfaatkan hasil dari tanaman di kebun penghijauan dengan membuat dan menjual minuman kesehatan herbal.

Pangsa pasar untuk penjualan produk minuman nata dan minuman kesehatan herbal ini sudah sampai BUMN dan perusahaan besar. Hal ini tentu membanggakan dan menjadi prestasi dalam pilar kewirausahaan program Astra Indonesia.

Empat pilar KBA
Lidah Buaya yang dibuat nata Aloe Vera untuk menjalankan pilar kewirausahaan | doc. pribadi

3. Pilar Kesehatan
Walaupun tinggal di pemukiman padat penduduk, namun semua warga RW 11 Cengkareng Timur sangat peduli dengan kesehatan. Atas kesadaran bersama Ibu Asiah selaku Ketua KBA giat memotivasi kader posyandu dan posbindu untuk memberikan pelayanan terbaik bagi warga setempat.

Tak ketinggalan setiap minggunya ada petugas jumantik yang datang ke rumah-rumah untuk memeriksa ada tidaknya jentik nyamuk di penampungan air dalam rumah warga.

Kader Posyandu RW 11 sendiri sudah pernah mengukir prestasi ketika mengikuti lomba antar posyandu dengan meraih juara 3 pada tahun 2021.

Antusiasme kader posyandu dan posbindu mendapatkan apresiasi dari Astra Indonesia dengan diberikan bantuan berupa alat-alat kesehatan.

Beberapa alat kesehatan pemberian Astra Indonesia seperti.; timbangan anak dengan karakter, timbangan digital, masker medis, meja dan kursi untuk pendaftaran dan pemeriksaan saat kegiatan posyandu atau posbindu.

4. Pilar Pendidikan
RW 11 Cengkareng Timur menjalankan pilar pendidikan. Salah satu upaya yang dilakukan dengan memanfaatkan pemberian perlengkapan kebersihan dari Astra Indonesia untuk menjadi sekolah adiwiyata.

Arti dari sekolah adiwiyata sendiri adalah sekolah dengan konsep penghijauan atau “Green School.” Sekolah ini mempunyai konsep peduli lingkungan. Sehingga semua elemen yang ada di sekolah senantiasa selalu menjaga lingkungan supaya bersih.

Cara ini juga memberikan contoh pada lingkungan sekitar sekolah untuk senantiasa menjaga kebersihan.  Setelah lingkungan bersih maka langkah selanjutnya membuat penghijauan pada lingkungan sekolah.

Penghijauan dilakukan dengan menanam pohon, memelihara tanaman dalam pot sampai membuat mural hijau nan asri pada tembok pembatas sekolah. Supaya warga sekolah lebih semangat menjaga kebersihan, beberapa kali diadakan lomba kebersihan antar kelas untuk tingkat sekolah dasar.

Pengabdian Tak Kenal Lelah

Sosok Ibu Asiah sebagai sebagai Ketua KBA Cengkareng tak pernah kenal lelah untuk melakukan pengabdian sosial pada lingkungan tempat tinggalnya. Walaupun pendidikan beliau tidak tinggi namun jiwa pengabdian beliau patut dijadikan contoh dan inspirasi bagi siapa saja.

Tak jarang ketika melakukan kegiatan sosial Ibu Asiah harus mengeluarkan dana dari kantong pribadi supaya kegiatan sosial terus berjalan. Namun hal tersebut tidak menjadi persoalan besar bagi beliau.

Untuk menjaga kekompakan warga dan anggota dasawisma Ibu Asiah menggunakan aplikasi percakapan digital. Supaya anggota grup antusias dan semangat untuk bergotong royong membantu kegiatan penghijauan maka Ibu Asiah memberikan kuis atau pertanyaan dalam grup.

Bagi yang bisa menjawab akan diberikan uang pulsa. Jumlahnya tidak besar namun yang diingat warga adalah betapa mereka diperhatikan keberadaanya.

Kegiatan kuis membuat warga merasa dihargai. Sehingga ketika diminta berpartisipasi oleh Ibu Asiah dalam menjalankan program KBA Astra maka dengan senang hati warga membantu tenaga dan waktu secara bergantian.

Program KBA
Penulis dengan Ibu Asiah | doc. pribadi

Sahabat Seperjuangan

Ketika menjalani pengabdian dalam kesehariannya, Ibu Asiah ditemani sahabat karibnya semasa kecil sekaligus tetangganya bernama Ibu Parni. Walaupun tempat tinggalnya beda wilayah RT namun masih dalam naungan satu RW yang sama yaitu RW 11.

Dari penuturan Ibu Parni kepada penulis, beliau menjadi saksi mengenai sepak terjang Ibu Asiah dalam dunia pengabdian sosial untuk warga sekitar.

Menurut Ibu Parni, jiwa sosial yang dimiliki Ibu Asiah kepada warga dan lingkungan sangat tinggi. Tak heran jika Ibu Asiah rela merogoh kocek pribadi untuk mendanai kegiatan sosial termasuk 4 pilar Astra Indonesia demi kemaslahatan warga.

Hasil dari program empat pilar Astra saat ini sudah dirasakan warga sekitar. Setiap rumah sudah dipenuhi tanaman dalam pot, penghijauan di pinggir jalan besar, dan penghijauan di lahan kosong yang berfungsi sebagai lahan bersama di bawah naungan RW 11.

Sudah tak terlihat lagi serakan sampah karena warga secara rutin menyetorkan sampahnya ke Bank Sampah. Secara kasat mata lingkungan RW 11 Cengkareng Timur menjadi asri dengan ragam tanaman hijau dan bebas sampah.

“Memanusiakan manusia” itulah prinsip Ibu Asiah dalam menjalin hubungan dengan warga RW 11 Cengkareng Timur. Cara ini terbilang berhasil dengan melihat Ibu Asiah masih menjabat sebagai Ketua KBA Cengkareng dari 2019 hingga saat ini.

Penutup

“Tidak ada gading yang tak retak”, begitu ungkapan yang dikemukakan Ibu Asiah ketika Saya memuji sepak terjang pengabdian sosial pada warga.

Menurut Ibu Asiah, sebagai manusia pasti tidak sempurna dan pernah berbuat khilaf. Namun semua itu justru menjadikan senantiasa mawas diri.

Ibu Asiah dengan pengabdian sosial dan prestasinya sebagai Ketua KBA Astra Cengkareng Timur merupakan sosok yang bisa menjadi inspirasi bagi yang ingin meneladani perjalanannya.

Sehat selalu ya Ibu Asiah dan sukses membawa KBA Cengkareng Timur dalam berbagai prestasi.

 

Note : Tulisan ini dibuat berdasarkan hasil wawancara langsung dengan Ibu Siti Asiah selaku Ketua KBA Cengkareng Timur, periode 2019 – saat ini.

Please follow and like us:

ditulis oleh

Bayu Fitri Hutami

Seorang pembelajar yang bukan siapa-siapa melainkan seorang yang senang bercerita. Seorang yang suka menulis berdasarkan apa yang dilihat, didengar dibaca dan dialami untuk menjadi sebuah tulisan informatif. Semoga tulisan yang saya sajikan bermanfaat. Terima Kasih.