
Menjaga keamanan data pribadi di era digital sangat penting. Mengingat perkembangan dunia digital saat ini berlangsung pesat.
Dunia digital mulai merambah pada berbagai lini kegiatan. Hantaman pandemi selama dua tahun terkhir telah merubah aktivitas manusia dari berkegiatan secara offline menjadi online.
Mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi semua kegiatan manusia saat ini tidak bisa lepas dari perangkat elektronik dengan platform digital di dalamnya. Sebut saja mulai dari kegiatan pesan makanan siap santap sampai menggunakan jasa membersihkan rumah pada aplikasi. Semua ada dalam satu genggaman bernama gadget.

Daftar Isi
Menjaga Keamanan Data Pribadi
Menginstal sebuah aplikasi adalah langkah awal dari masuknya data pribadi ke ruang digital. Hal ini terjadi karena aktivasi aplikasi membutuhkan email pengguna. Selanjutnya pada fitur profil juga diminta memasukkan data pribadi pengguna.
Dari sisi aplikasi, data pribadi pengguna bertujuan untuk mengidentifikasi akun pengguna sebagai “manusia” bukan akun “fake” atau robot. Ini untuk mencegah adanya peretasan digital oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.
Data pribadi pengguna yang umum diisi biasanya; nama lengkap, data kelahiran, no. identitas personal atau e-KTP, nomor NPWP dan sebagainya.
Mulai dari Diri Sendiri
Proses pengisian data pribadi ke dalam aplikasi digital tentu mempunyai kelemahan tersendiri. Bagaimana jika data tersebut bocor atau dapat diakses pihak yang tidak bertanggung jawab?
Menjaga keamanan data pribadi dalam dunia digital tidak bisa hanya bergantung pada keamanan dari pihak penyedia layanan digital saja. Sejatinya garda terdepan menjaga keamanan data pribadi berasal dari diri pengguna sendiri. Perilaku pengguna adalah kunci keamanan data pribadi yang ada di ruang digital.

Keamanan di Ruang Digital
Untuk mengedukasi masyarakat luas melalui konten kreator dalam hal ini para blogger, pada hari Sabtu tanggal 21 Mei 2022 diadakan community workshop dengan tema “Keamanan di Ruang Digital”. Bertempat di 7Shades Coffee Jakarta, acara ini digagas oleh ITSEC ASIA bekerja sama dengan komunitas Indonesian Social Blogpreneur (ISB)
ITSEC ASIA sendiri adalah perusahaan IT yang sudah ada sejak tahun 2004 dengan nama ITSEC INDONESIA. Perusahaan ini fokus dibidang cybersecurity. Layanan yang diberikan perusahaan berkaitan dengan perlindungan data digital dari serangan pihak tidak bertangung jawab.
Virus digital menyebar melalui piranti lunak atau software dalam jaringan. Ragam virus digital sendiri sangat banyak seperti malware, torjan, spyware dan sebagainya. Biasanya virus akan menyerang jaringan pada perangkat lunak ketika ada celah masuk dalam sistem yang tidak sengaja dibuka oleh pengguna itu sendiri.
Cara Melindungi Data Pribadi
Menurut Andri Hutama Putra selaku Direktur Utama ITSEC ASIA, ada beberapa tips melindungi data pribadi pada ruang digital.
1. Gunakan 2 Factor Authentication (2FA)
Ini adalah cara melindungi data pribadi dalam ruang digital menggunakan dua lapis keamanan tambahan. Ketika mengaktifkan (2FA) biasanya diminta memasukkan nomor telepon dan data yang diminta. Setelah selesai maka sistem mengiri kode verifikasi ke nomer telepon yang terdaftar.
2. Buat kombinasi password yang sulit ditebakÂ
Selain password yang sulit ditebak, pengguna disarankan rajin diganti kombinasi password minimal 3 bulan sekali. Sekilas hal ini merepotkan. Namun tindakan seperti ini merupakan pencegahan demi keamanan data pribadi di ruang digital.
3. Gunakan satu jenis email hanya untuk satu kegiatan digital. Misalkan satu email untuk transaksi digital perbankan saja, satu email untuk transaksi dompet digital, satu email untuk surat menyurat ruang lingkup pekerjaan kantor dan sebagainya.
Pemisahan jenis email ini bertujuan untuk bisa mendeteksi transaksi fraud pada kegiatan personal perbankan. Selain itu dapat menelusuri tindakan akses log in ilegal berkaitan keamanan data pribadi.
4. Kenali aplikasi dan fungsinya
Ragam aplikasi dibuat sesuai kebutuhan pengguna. Sebaiknya pilih aplikasi dari penyedia resmi untuk meminimalisir serangan virus. Install aplikasi yang memang sering digunakan. Lakukan update aplikasi secara berkala untuk menghindari bug.
5. Jangan share password dan data pribadi sembarangan
Fenomena flexing atau memamerkan kegiatan personal di ruang digital membuka peluang terekspos-nya data pribadi secara tidak sengaja. Misalnya tanggal, bulan dan tahun lahir, nama ibu kandung, asal sekolah dan sebagainya.
Beberapa pemilik aplikasi mensyaratkan unggah foto e-KTP dan swafoto dengan e-KTP. Pemilik aplikasi menjanjikan hasil data yang diunggah hanya untuk keperluan administrasi. Namun siapa bisa menjamin jika data tersebut tidak disalahgunakan?
Untuk mengantisipasi penyalahgunaan data kartu identitas, bisa dengan menempel kertas kecil pada bagian bawah kartu dengan tulisan…“untuk keperluan …”
6. Jangan klik link atau tautan sembarangan yang tidak dikenal
Sebaran link yang menyerupai instansi, perusahaan atau institusi tertentu terkadang hanya pengecoh saja. Sudah banyak terjadi orang meng-klik link atau tautan yang terlihat resmi padahal diarahkan menuju situs duplikat. Isi dari situs duplikat yang menyerupai ini biasanya terdapat virus atau kode script tersembunyi yang bisa membaca aktivitas pengguna dunia digital beserta datanya.
7. Hindari log in situs, email atau akun pribadi pada sembarang perangkat elektronik
Sebisa mungkin jangan log in atau membuka akun pribadi pada perangkat elektronik milik orang lain. Terkadang secara tidak sadar ketika mengakses akun pribadi pada perangkat orang lain lupa untuk log out. Hal ini menyebabkan celah keamanan data pribadi terbuka lebar. Untuk itu jika terpaksa menggunakan perangkat orang lain jangan lupa log out ketika selesai mengakses akun pribadi.

Konten Edukasi tentang Keamanan Digital
Sebagai tambahan dari Teh Ani Bertha selaku founder dari komunitas Indonesian Social Blogpreneur (ISB) memberikan tips supaya blogger ikut serta mengedukasi mayarakat melalui konten tulisan berkaitan dengan keamanan data pribadi di ruang digital.
Ketika blogger mempublikasi konten atau tulisan hendaknya relevan dengan nichie blog. Tulisan yang dipublikasi hendaknya bersifat menginspirasi bagi pembaca, informatif dan edukatif. Sertakan sumber referensi tulisan jika diperlukan.
Utamanya Teh Ani berpesan jika blogger harus senantiasa mau belajar mengikuti perkembangan teknologi dimulai dari yang paling sederhana sampai bertingkat. Setelahnya blogger harus mau mencari informasi dan menerapkan standar keamanan data pribadi berkaitan dengan kegiatan di ruang digital.
Penutup
Pada akhirnya keamanan data pribadi di ruang digital dapat diantisipasi sejak dini dari sisi pengguna. Barengi pengetahuan “creative content” dengan “protection content“. Demikian tips sederhana di era digital untuk menjaga keamanan data pribadi. Semoga informasi ini bermanfaat.

Setujuu banget mba
Karena memang jaga keamanan data pribadi itu super urgent
apalagi kita berada di era serba digital.
terwajib jaga security data dgn cara2 yg jitu
Iya nih, pada saat instal-instal aplikasi sering banget diminta menyetujui kesepakatan. Seringnya selalu asal di oke-oke in aja biar cepet selesai. Perihal gonta-ganti pasword ini nih yang masih peer banget. Sudah pelupa tapi males nyatet itu penyakitku sampe saat ini yang sulit disembuhkan, hiks. Jadinya lebih sering ngalamin lupa password, deh. Ya, Allah semoga kita sllu dalam lindungan Allah dari orang-orang yang berniat jahat..
Manfaat sekali ini, sebuah pengingat diri, setuju jika garda terdepan menjaga keamanan data pribadi berasal dari diri pengguna sendiri. Saya akan coba caranya menjaga keamanan data pribadi di artikel ini…Penting bangets!!
Waah asiknya ketemuan online, bahasannya juga bermanfaat buat para blogger. Applause buat ISB dan Teh Ani
penting banget literasi digital agar tak jadi korban?
saya ingat dulu, di awal memakai laptop, saya asal klik
akibatnya laptop lelet karena virus
karena itu saya belajar dan belajar agar tidak terjerumus semakin dalam
Saya punya banyak email, di mana udah ada post-postnya masing-masing 😀
Yang mana email rahasia untuk khusus perbankan atau keuangan.
lalu email buat kerjapun beda.
Biar nggak dibobol satu, kebobolan semuanya 😀
Yang yang paling penting memang penggunaan pwd yang tidak mudah ditebak ya
Dunia digital memang menyenangkan. Bahkan bisa sangat membantu aktivitas kita. Tetapi, memang kita juga harus paham ttg bahayanya. Jangan sampai nanti malah jadi merugikan diri sendiri
Bikin kombinasi password yang rumit beberapa kali saya lakukan tapi karen suka lupa sekarang suka langsung saya ss dan kirim di email pribadi. Jadi kalau lupa tinggal copy
Baru tau aku tentang ITSEC ASIA ini.. btw memang bener sih harus hatti2 banget kalau soal data pribadi me medsos.. aplg suka ada DM kita suruh ngeklik link….
Ashiaaaaap mbak. Setelah tahu tipsnya, aku jadi pengin buat email lagi. Aku khususin gak dicampur aduk deh. Thankiss ya, mbak
Walau kesannya jadi punya banyak akun email, alias ternak akun, tetapi malah dampaknya bagus juga ya, karena punya email khusus untuk data pribadi, pekerjaan, belanja, dll
Wah iya, sekarang ini kita harus makin waspada dengan data data pribadi kita
Kita harus lebih menjaga keamanan data pribadi kita ya
Data pribadi itu emang butuh penjagaan banget, banget! Karena itu butuh tahu cara yang tepat untuk menjaganya ya mbak, thanks for sharing it!!
Semakin kesini, semakin kita terlibat dalam dunia digital, keamanan data tuh berasa banget ya Fit. Apalagi buat travel blogger yang mengandalkan hasil jepretan, data-data tertulis dan supporting info yang tentunya bukan hal gampang untuk didapat. Ada di satu titik pastinya kita harus aware dengan data safety.
Dunia digital sebetulnya menyenagkan. Bahkan banyak sekali membantu aktivtas manusia. Tetapi, memang sangat penting memahami rambu-rambunya. Agar jangan merugikan diri sendiri.
Urusan data pribadi memang kita kudu hati-hati banget. Karena urusannya bisa repot kalau sampai tersebar. Apalagi digital kan. Kadang kita juga nggak menyadari ternyata data kita udah kesebar. Jadi aku setuju. Kita memang perlu mulai menjaga dari diri sendiri sih
Nah poin yang suka klik link sembarangan nih yg suka bikin lupa, mengganggap itu aman dan resmi taunya malah kejebak. Semoga kita dijauhkan dari hal buruk ya
Dunia digital memang benar benar harus diteliti lebih dalam lagi, jangan main sembarang klik, kemarin saya habis ikut training of trainer dari kominfo tentang literasi digital, ternyata banyak yag harus dipelajari lagi