
Tidak hanya wanita, masalah kesuburan dapat terjadi pada pria. Begini masalah kesuburan pria dan solusinya dari kulwhap dr. Indra.
Mempunyai anak adalah harapan semua pasangan suami istri yang telah menikah. Selain bisa meneruskan keturunan, kehadiran anak menjadi penambah semaraknya keluarga. Untuk mendapatkan anak pasangan suami istri harus melakukan hubungan seksual tanpa alat kontrasepsi.

Daftar Isi
Masalah Kesuburan Pria
Kemampuan manusia untuk bereproduksi dipengaruhi oleh bertemunya sel telur dan sel sperma dalam rahim yang bersatu dan berkembang membentuk janin. Kondisi sel telur dan sel sperma harus sehat sehingga bisa berkembang dan membentuk janin.
Masalah kesuburan alat reproduksi tidak hanya terjadi pada wanita. Pria juga bisa mengalami masalah kesuburan ini. Pada hari kamis 30 September 2021, dr. Indra. N. C Anwar mengadakan kuliah whatsapp dengan tema memperingati hari kontrasepsi sedunia. Adapun topik yang dibahas mengenai ” Tak Hanya Istri, Suami pun Dapat Alamai Gangguan Kesuburan”.
Faktor Masalah Kesuburan Pria
Untuk gangguan kesuburan pria bisa dari faktor eksternal seperti mengkonsumsi obat-obatan, gaya hidup merokok atau konsumsi alkohol dan kafein berlebihan. Selain itu menurut dr. Indra, pria yang mengendarai motor dalam jangka waktu lama, rentan mendapatkan panas di area selangkangan. Hal ini dapat mempengaruhi jumlah dan kualitas analisa sperma.
Sedangkan dari faktor internal seperti; kelainan pengeluaran sperma, hormonal, infeksi dan kelainan genetik atau kromosom. Faktor lainnya yang menyebabkan gangguan kesuburan pria adalah menderita penyakit penyerta seperti diabetes, atau tiroid.
Pemeriksaan Medis
Untuk memastikan penyebab utama dari ketidaksuburan pria, diperlukan pemeriksaan kesehatan oleh ahli urolog dan adrolog. Kemudian pemeriksaan anamnesa akurat. Selanjutnya pemeriksaan fisik umum meliputi; obesitas, seks sekunder abnormal, hipo androgenisme dan sindroma kleinefelter.
Pemeriksaan dilanjutkan dengan bagian genitalia dan pemeriksaan khusus analisa sperma standar, hormonal, klamidia dan antibodi antisperma.
Merawat Kesuburan Pria
Kesuburan fungsi organ reproduksi pria tidak dibatasi oleh usia. Selama kesehatan sperma dalam kondisi baik maka pria tetap dapat menghamili perempuan dan mempunyai anak. Untuk itu perlu menjaga dan merawat kesuburan fungsi organ reproduksi pria antara lain memperhatikan gaya hidup.
Sebaiknya tidak merokok dan minum alkohol serta tidak stress berlebih. Selain itu sebaiknya hindari konsumsi makanan tinggi lemak dan gula supaya terhindar dari diabetes serta rutin melakukan olah raga demi kebugaran tubuh. Terkait makanan untuk meningkatkan kesuburan, menurut dr. Indra, tidak ada makanan secara khusus. Hanya saja perlu diperhatikan asupan nutrisi yang masuk dalam tubuh harus seimbang dan tidak berlebihan.
Makuku Family
Sejarah Makuku adalah merk pakaian anak-anak terbaik dari Jepang. Sejak tahun 2020, Makuku Family ada di Jakarta di bawah naungan perusahaan PT. Lucky Mom Indonesia. Komitmen Makuku menyediakan desain inovatif serta solusi pabrikan makanan dan perawatan untuk pasangan keluarga muda Indonesia.
Makuku Family adalah platform ritel kelas menengah ke atas untuk wanita hamil, bayi dan anak-anak. Layanan yang diberikan berupa pengetahuan profesional dan solusi terkait ibu dan bayi. Visi Makuku Family menjadi teman baik untuk semua orang tua diseluruh dunia. Sedangkan misinya bersama orang tua menyediakan yang terbaik untuk anak.
Pemeriksaan kesuburan pria dapat dilakukan ahli kesehatan terutama dokter spesialis Obstetri & Ginekologi (Kebidanan dan Kandungan). Salah satunya adalah konsultan dokter Makuku Family, dr. Indra. N.C Anwar Sp.OG .
Selain menjadi konsultan dokter di Makuku Family, dr. Indra juga melakukan praktik di RSIA Bunda Jakarta dan Morula IVF Jakarta. Beliau juga melakukan praktik di Halodoc. Untuk mengenal lebih dekat dr. Indra mempunyai media sosial yang dapat difollow pada akun @indrancanwar
Kesimpulan
Masalah kesuburan yang dialami pria sebaiknya segera dikonsultasikan pada ahli kesehatan untuk mendapatkan solusi. Semakin dini memeriksakan gangguan kesuburan yang dialami tentu semakin cepat diketahui sumber masalahnya. Demikian review masalah kesuburan pria dan solusinya dari kulwhap dr. Indra. Semoga informasi ini bermanfaat.

Benar deh, kadang selalu yang dipojokkan adalah wanita, kalau soal tidak punya keturunan. Dibilang istrinya tidak subur, ada masalah pada reproduksinya. Ketika di cek si istri sehat2 saja. Padahal kesehatan reproduksi tidak berfokus pada si istri melainkan suami bisa juga ada gangguan kesehatan reproduksi. Tks insightnya dear.
Masalah kesuburan itu bukan aib sih ya bagi saya justru harus dibicarakan misal ada pasutri yg mengalami. Kenapa? Agar bisa dicari solusinya misal obat utk menyembuhkan
Wah, takut nih kebanyakan ngerokok bisa mengganggu kesuburan ternyata ya, duh….
Btw, kalo saya mah imbangi dengan olahraga rutin dan konsumsi makanan bergizi seimbang (perbanyak protein) supaya sperma juga jadi banyak.
betul banget
jika pasutri belum memiliki anak, pasti deh yang disalahin sang istri/perempuan
padahal suami juga berpotensi mandul
jadi sebelum menikah harus check up bareng dong ya
Setujuuuu… Masalah kesuburan pria jarang sekali dibahas. Jika ada pasangan menikah yang belum dikaruniai keturunan, selalu pihak perempuan yang ditanya atau malah disalahkan. Edukasi ini harus disebarluaskan nih ke para pria dan keluarganya yang masih selalu berpikir perempuan bisa hamil dengan sendirinya.
Nah, masalah kesuburan tidak melulu dari perempuan ya, laki2 juga bisa, jadi memang ada baiknya kalau sudah menunjukkan tanda-tanda dari masalah tsb segera diperiksakan ya biar bisa segera diatasi juga
Life style itu memang banyak memberikan pengaruh pada banyak hal ya Yu. Gak cuma masalah kesehatan tapi juga kehidupan ekonomi dan psikologi. Tidak sedikit, banyak teman yang masih berusia muda sudah kena diabetes. Yang setelah diusut berasal dari seringnya nongkrong, menikmati makanan (terutama camilan kekinian) dan minuman yang mengandung kadar gula yang tinggi. Stess juga jadi pemicu. Banyak pekerjaan dan pikiran bikin badan tidak rileks sehingga usaha untuk memiliki anak juga terhambat.
Masalah infertilitas itu tidak hanya berasal dari perempuan saja. Justru kan benihnya dari si pria. Hehehe. Apalagi kalo goalsnya adalah punya anak. Kedua belah pihak jharus kooperatif dong, jangan cuma mengusahakan dari satu pihak saja. Menarik banget isi kulwhap dr Indra mba.
Selama ini jika gangguan kesuburan terjadi, selalu saja perempuan yang dipaksa untuk memeriksakan diri dan suami jarang mau memeriksakan dirinya. Padahal pemeriksaan pada laki-laki justru harus dilakukan karena cek sperma juga penting.
Terkadang masih ada juga laki2 (suami) yang belum mau mengerti dan memahami bahwa dia pun harus diperiksa kesuburannya ketika sang isteri belum juga hamil. Untungnya, suami dari adikku yang perempuan sih paham banget dan ga keberatan dipersiksa juga. Hasilnya bagus dan memang sama Allah belum diberi rezeki momongan.
Masalah kesuburan pada laki-laki ini memang perlu ya sering dibahas, bukan apa selama ini jika pasangan suami-istri belum memiliki keturunan biasanya pihak wanita yg selalu dicurigai duluan padahal suami juga tidak menutup kemungkinan bermasalah terkait kesuburan
Kalau sudah ada gangguan kesehatan memang sebaiknya memeriksakan diri langsung ya, baik pria maupun wanita, agar dapat ditangani cepat
Setuju banget, mau keturunan yang sehat ya bapaknya pun harus sehat juga ya, minimal kurangi merokok, napza, alkohol. Dan jadi tolak ukur kalau belum ada keturunan perlu dipertanyakan keduanya.
Wah, soal kesuburan pria ya. Jadi kepengen rekomendasikan ke sepupu deh. Udah lebih dari 10 tahun belom punya anak. Yang diperiksa cuma istrinya saja. Suaminya gak pernah. Padahal bisa jadi permasalahan ada pada suaminya ya. Tapi rada sungkan nih mau ngasih tahu. 😀