
Begini Cara Menghilangkan Rasa Grogi Ketika Presentasi. Kegiatan berbicara di depan orang saat menyampaikan informasi disebut presentasi. Penyajiannya dapat berupa suara, gambar (foto maupun video) serta bahasa tubuh. Komunikasi dalam presentasi dapat dilakukan secara offline maupun online.
Jika presentasi dilakukan secara offline, artinya pembicara berhadapan langsung dengan audiensi atau pendengar. Selanjutnya pembawa presentasi dan pendengar ada dalam satu ruangan atau kelas yang sama. Sedangkan jika presentasi dilakukan secara online maka audiens dan pembawa presentasi atau presenter berada di tempat berbeda.

Daftar Isi
Penyebab Grogi
Grogi adalah kondisi yang menggambarkan rasa canggung, tidak percaya diri, salah tingkah atau malu ketika harus berhadapan dengan orang lain. Umumnya hal ini terjadi ketika berbicara di depan orang banyak atau yang lebih dikenal sebagai presentasi. Berikut penyebab grogi ketika berbicara di depan orang banyak.
1. Kurang menguasai materi presentasi. Tujuan presentasi supaya materi atau informasi yang disampaikan dapat diterima audiens dengan baik. Jika sebagian besar audiens tidak mengerti, tidak tertarik dan tidak paham maka kemungkinan cara berkomunikasi masih kurang tepat. Hal ini terjadi karena presenter tidak menguasai materi yang dibawakan.
Contohnya, presenter hanya membacakan materi presentasi dari layar saja tanpa penjelasan lebih lanjut. Presenter berbicara terlalu cepat, intonasi kurang jelas dan tidak memberikan kesempatan audiens bertanya. Biasanya presenter seperti ini hanya ingin menyelesaikan tugasnya secepat mungkin. Sehingga tidak membangun interaksi dengan audiens.
2. Kurang mengenal audiens. Sebelum presentasi dimulai ada baiknya presenter mencari informasi mengenai latar belakang audiens yang akan dihadapi. Hal ini berhubungan dengan cara berkomunikasi yang akan digunakan. Gaya berkomunikasi untuk audiens ibu rumah tangga tentu berbeda dengan anak milenial atau pekerja profesional.
Audiens Tidak Menyimak
Jika salah menerapkan maka audiens akan memberikan respon negatif. Misalnya audiens berbicara sendiri, tidak mendengarkan materi presentasi, meninggalkan ruangan sebelum selesai dan sebagainya. Respon negatif dapat menimbulkan rasa grogi pada presenter.
3. Tidak percaya diri. Beberapa presenter pemula masih terlihat kurang percaya diri ketika membawakan presentasi. Misalkan sering menggaruk kepala, mengusap wajah, memainkan bolpoint, memilin ujung kemeja dan sebagainya.
Jika presentasi dilakukan offline biasanya presenter akan terlihat gemetar, berdiri tegak tanpa merubah posisi atau melihat hanya pada satu sudut saja. Kondisi ini akan menghilang seiring “jam terbang” seringnya melakukan presentasi dikemudian hari.
4. Kondisi tubuh kurang bugar. Berbicara di depan umum baik offline maupun online membutuhkan stamina fisik prima terutama pada pita suara. Hal ini karena presenter mengeluarkan suara untuk presentasi.
Kondisi Kesehatan Tubuh
Jika tubuh presenter sedang dalam kondisi flu dan batuk atau demam tentu akan berakibat pada terganggunya konsentrasi dan kejernihan pita suara. Sehingga suara yang dikeluarkan menjadi tidak jelas dampaknya audiens tidak dapat menangkap tujuan dari presentasi. Penampilan presenter menjadi lesu serta tidak menarik untuk dilihat.
Cara Menghilangkan Rasa Grogi
Baik secara online maupun offline bahasa tubuh presenter harus dapat menyajikan informasi dengan penuh rasa percaya diri. Artinya tidak ada rasa grogi, malu, ataupun gugup ketika sedang berkomunikasi. Jika pembawaan presenter meyakinkan maka informasi yang disampaikan lebih mudah dipahami audiens. Sehingga tujuan dari penyampaian materi presentasi dapat tercapai. Berikut cara menghilangkan rasa grogi ketika presentasi di depan audiens.
1.Mempersiapkan materi presentasi. Sebelum presentasi sebaiknya presenter mempelajari dengan seksama materi yang akan dipresentasikan. Terlebih jika materi adalah buatan dari presenter sendiri. Presenter harus banyak membaca sumber referensi. Hal ini dimaksudkan supaya ketika ada audiens bertanya dapat memberikan varian contoh yang sesuai dengan isi materi.
2.Melatih diri berbicara. Jika presentasi ini adalah ajang berbicara pertama kali, maka dapat latihan berbicara di depan kaca cermin. Perhatikan dan nilai ekspresi muka diri sendiri. Jika memungkinkan latihan tersebut dapat direkam dalam bentuk video untuk dievaluasi kekurangannya. Usahakan raut wajah santai, rileks, ramah dengan senyuman.
3. Membangun rasa akrab dan nyaman. Gaya komunikasi persuasif dapat dilakukan presenter untuk mengakrabkan diri pada audiens. Sebelum masuk ke materi utama presenter dapat melakukan kata pembuka dengan menyapa audiens terlebih dulu. Mengucapkan salam, menanyakan kabar audiens hari ini, sesekali melemparkan gurauan atau bercerita kejadian lucu adalah salah satu cara membangun rasa akrab dan nyaman. Jika hal ini dilakukan rasa grogi pada diri seorang presenter dapat dihindari.
Audiens Merasa Akrab dan Nyaman
Keuntungan jika audiens merasa akrab dan nyaman dengan pembawaan presenter maka paparan materi akan disimak hingga selesai. Selanjutnya audiens akan memberikan imbal balik berupa berbagai pertanyaan bahkan meneruskan pesan dari materi presentasi pada lingkup pertemanannya. Jika presentasi ini bertujuan memasarkan satu produk, tidak tertutup kemungkinan audiens tertarik lebih lanjut sampai pada keputusan pembelian.
4. Menyiapkan air minum. Suara adalah modal dari seorang presenter ketika menyajikan presentasi. Untuk itu pita suara adalah aset yang harus mendapat perhatian penuh. Supaya suara tidak serak akibat dehidrasi siapkan air minum di meja presenter. Jika memungkinkan dapat meminta jeda sejenak pada audiens untuk dapat meminum air. Selain menghindari dehidrasi , minum air dapat menjadi pereda rasa grogi.
5. Berpenampilan rapi. Presenter dengan penampilan rapi tentu menarik perhatian audiens. Jika presentasi dibawakan secara offline, penampilan presenter dari ujung rambut sampai ujung kaki tak luput dari pengamatan audiens. Itu mengapa presenter dituntut berpenampilan rapi dan menarik.
Membersihkan Tubuh
Membersihkan tubuh seperti mandi, menggosok gigi, makan bernutrisi mengisi energi, memakai baju bersih dan memberikan sedikit semprotan wewangian parfum adalah cara yang dapat dilakukan. Bagi perempuan dapat ditambahkan dengan merias wajah dan menata rambut supaya terlihat segar.
Jika presentasi dilakukan secara online atau dalam jaringan seperti situasi saat ini, berpenampilan rapi harus tetap dilakukan. Walaupun yang terlihat hanya wajah saja namun jika secara keseluruhan tubuh rapi dan bersih maka akan meningkatkan rasa percaya diri.
Demikian tips Begini Cara Menghilangkan Rasa Grogi Ketika Presentasi. Semoga dengan melakukan persiapan terlebih dahulu maka presentasi akan lancar tanpa ada rasa grogi.

Kak Bayu, ternyata kalau kita sudah lama tidak berbicara di depan umum bisa juga menyebabkan rasa grogi ya. Walaupun dulunya kita sudah terbiasa berbicara di depan umum.
Latihan di depan cermin mungkin bisa dilakukan juga ya Kak supaya mengurangi rasa grogi ketika kita mau presentasi.
Dulu saat masih kuliah atau bekerja presentasi lumayan pede. Makin ke sini kok bicara di depan umum jadi grogiiiii setengah mati. Hiks!
Tips yang lengkap Mbak..mesti praktek memang ya, biar makin lancar presentasinya. Juga menguasai materi penting
Memperhatikan kondisi kesehatan itu bener banget Mbak Bayu. Bayangkan kalau kita mau presentasi trus kepala lagi pusing aduhh bakal gak konsen deh menyampaikan materinya yak
Aduh, kenapa baru sekarang ya bacanya. Minggu lalu saya presentasi dengan grogoi. Alhasil saya bicaranya terlalu cepat tapi padat karena menguasai materi.
Jadi pengen tertawa kalau ingat saat presentasi itu. Saya tidak pernah bicara secepat itu, rasanya, seumur hidup ini.
Kalau presentasi offline, Insya Allah saya udah gak grogi lagi. Yang jadi PR nih kalau diadakan online, hahaha.. grogi karena blas belum pernah ada pengalaman.
Dulu salah satu tips yang pernah saya baca menyebutkan memegang salah satu benda seperti balpoin ataupun pointer persentasi, ternyata bisa cukup mengurangi rasa grogi juga. Tips yang sangat menarik, terutama bagi saya yang harus persentasi terus di kelas 🙂
Tipsnya boleh dicoba ni mba, kalau saya selalu membayangkan ruangan kosong jadinya seakan2 baru ngomong di depan ruangan yang kosong, hahaha. Tapi masih ga nyaman kalau audience nya ribut sendiri.