Tips Memilih Investasi untuk Pemula Anti Was-Was

Tips Memilih Investasi untuk Pemula Anti Was-Was. Investasi adalah cara mengelola uang saat ini untuk mendapatkan keuntungan di masa depan. Setiap orang dengan usia produktif akan berusaha menghasilkan pendapatan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Usaha yang dilakukan bisa dengan bekerja pada orang lain atau berwirausaha.

Pendapatan yang diterima akan dialokasikan pada berbagai kebutuhan. Setelah mengalokasikan biaya kebutuhan operasional sehari-hari biasanya ada alokasi untuk dana investasi. Sebelum menempatkan dana pada produk investasi sebaiknya mengetahui jangka waktu, tujuan, resiko, cara dan jenis produk investasi itu sendiri.

Investasi untuk Pemula
Cara memilih investasi bagi pemula

Investasi Bisa Untung atau Rugi

Setiap investasi sejalan dengan resiko. Kegiatan yang ada pada produk investasi adalah kegiatan bisnis. Terdapat pengelolaan uang dengan berbagai cara supaya mendapatkan keuntungan.

Perputaran uang oleh pelaku investasi dipengaruhi banyak hal. Seperti saat ini terjadi penurunan ekonomi akibat dampak dari pandemi. Secara tidak langsung akan menurunkan imbal hasil investasi. Jadi secara umum investasi bisa mendatangkan keuntungan atau kerugian.

Semakin tinggi imbal hasil dari jenis produk investasi maka semakin tinggi pula resiko yang menyertainya. Begitu juga sebaliknya. Jika resiko investasi rendah maka imbal hasil ikut rendah.

Jangka Waktu Investasi

1.Investasi jangka pendek. Jangka waktu investasi ini dibawah satu tahun. Untuk pemula investasi jangka pendek dapat dipilih karena resiko yang menyertainya sangat rendah. Kegiatan yang dibiayai dari hasil investasi jangka pendek misalnya; merenovasi rumah, membeli furniture rumah tangga atau membuat pesta pernikahan.

2.Investasi jangka menengah. Waktu yang dibutuhkan untuk mengalokasikan dana pada jenis ini antara satu sampai lima tahun. Tujuan kegiatan investasi ini misalnya membeli mobil, membayar biaya pendidikan atau sebagai modal usaha.

3.Investasi jangka panjang. Jangka waktu investasi ini diatas 5 – 10 tahun. Keuntungan investasi jangka panjang dapat memaksimalkan nilai uang secara konsisten. Namun tetap saja bergantung dari produk investasi yang dipilih. Investasi jenis ini mempunyai imbal hasil paling besar dan mempunyai kecenderungan resiko paling tinggi.

Cara Memilih Investasi

Sebagai pemula jika baru belajar berinvestasi, sebaiknya mempertimbangkan beberapa hal sebelum memilih jenis produk investasi. Berikut pertimbangan yang harus menjadi perhatian.

1. Tetapkan tujuan. Tujuan investasi berpengaruh terhadap jangka waktu investasi. Tujuan merenovasi rumah tentu berbeda dengan jaminan hari tua. Jika merenovasi rumah, paling tidak harus segera dilakukan dalam rencana jangka waktu satu tahun. Mengingat nilai ekonomis utilitas dan eksterior rumah cenderung menurun akibat diterpa panas dan hujan. Sedangkan jaminan hari tua adalah jangka waktu yang diperkirakan masih lama jika dihitung dari usia pemula produktif.

2. Pelajari resiko. Keuntungan atau kerugian yang dihasilkan investasi disebut resiko. Jika mengharapkan keuntungan besar maka resiko kerugian juga akan tinggi. Begitu juga sebaliknya. Perlu dipersiapkan dengan seksama resiko investasi bagi pemula.

Pemula yang baru belajar investasi sebaiknya memilih resiko rendah walaupun keuntungan juga rendah. Keuntungan investasi akan menambah pundi-pundi kekayaan. Sebaliknya kerugian akan mengurangi modal investasi.

3. Pelajari likuiditas. Sebagai pemula, pilih instrumen investasi yang mempunyai sifat likuid atau cair. Maksudnya produk investasi dapat cepat dicairkan menjadi uang tunai jika sedang dalam keadaan mendesak. Produk investasi yang sangat cair salah satunya logam mulia atau emas batangan.

4. Kondisi keuangan. Pemula yang memutuskan untuk berinvestasi tentu harus mempertimbangkan kondisi laporan keuangan yang dimiliki. Jangan sampai dana untuk investasi menganggu biaya operasional sehari-hari. Jadi alokasikan dengan cermat biaya kebutuhan primer termasuk membayar kewajiban terlebih dahulu. Setelah itu alokasikan sisa dana untuk investasi.

5. Tempat penyimpanan. Bukti fisik dari kepemilikan produk investasi berupa surat berharga. Bisa berbentuk bliyet deposito, serifikat rumah, surat saham, sertifikat obligasi, sertifikat barang branded serta wujud fisik logam mulia.

Penyimpanan surat kepemilikan investasi harus dipikirkan dengan seksama. Jika disimpan di rumah bisa disimpan dibrankas atau tempat aman lainnya. Jika tidak memungkinkan pemula bisa menyewa kotak penyimpanan barang berharga yang terdapat pada bank. Biasa disebut safe deposit box. Walaupun dibebankan biaya sewa, namun hal ini sebanding dengan tingkat keamanan surat berharga tersebut.

6.Legalitas perusahaan investasi. Membeli produk investasi tentu melalui suatu badan usaha. Jika membeli produk logam mulia bisa ke toko emas terpercaya, perusahaan gadai maupun perusahaan penjual logam mulia terkemuka. Jika membeli produk branded tentu dapat dibeli pada toko perwakilan resmi.

Membeli produk saham, reksadana, obligasi dapat menghubungi bank atau perusahaan sekuritas. Jika ingin investasi pada deposito maka dapat mendatangi bank terkemuka. Jika ingin investasi pada pendanaan maka dapat menghubungi perusahaan pendanaan.

Intinya pilihlah perusahaan terdaftar dan terpercaya serta mempunyai kewenangan menjual produk investasi. Legalitas perusahaan dapat dicek pada situs resmi pemerintah seperti Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia.

Produk Investasi

1.Logam Mulia. Nilai logam mulia naik secara signifikan seiring berjalannya waktu. Produk investasi ini dapat menjadi salah satu pilihan bagi pemula. Terlebih sudah tersedia dalam bentuk tabungan emas. Sifatnya sangat likuid atau cair karena setiap saat dapat dijual jika membutuhkan dana dalam waktu cepat.

2.Property. Tanah dan bangunan adalah property yang harga jualnya lambat laun mengalami kenaikan. Walaupun dibutuhkan waktu lama namun nilai investasi yang ditanamkan pada property semakin lama semakin tinggi. Kelebihan property dapat digunakan sendiri maupun disewakan pada orang lain. Sehingga menambah pemasukan.

3.Barang branded. Beberapa barang branded atau bermerk mempunyai kualitas terbaik dan diproduksi dengan jumlah sangat terbatas. Kepemilikan barang branded dibuktikan dengan sertifikat. Contohnya tas tangan pria dan wanita keluaran rumah mode ternama dunia. Semakin limited edition maka harga barang second-nya menjadi semakin mahal. Hal ini berlaku untuk komunitas penggemar barang branded tersebut.

4.Deposito. Produk yang satu ini umum dimiliki semua bank. Setoran awal minimal untuk pembukaan deposito tergantung kebijakan setiap bank. Adapun jangka waktu deposito dapat dipilih mulai dari 1 bulan sampai 12 bulan. Imbal hasil yang diberikan berupa bunga berpedoman pada tingkat suku bunga Bank Indonesia.

Pembaharuan deposito menggunakan dua cara. Pertama jumlah pokok deposito yang diperpanjang. Kedua jumah pokok dan bunga deposito yang diperpanjang. Terdapat sistem penalti atau denda jika pemilik deposito menarik simpanan sebelum masa jatuh tempo.

5.Saham. Jika mempunyai saham berarti ada persentase kepemilikan dari suatu perusahaan. Semakin banyak jumlah saham dibeli maka porsi kepemilikan seseorang terhadap perusahaan semakin besar. Imbal balik dari kepemilikan saham adalah dividen atau pembagian keuntungan perusahaan.

6.Obligasi. Produk ini adalah surat berharga berupa pernyataan utang. Dikeluarkan penerbit obligasi terhadap pemegang obligasi. Obligasi yang paling populer dikeluarkan oleh negara sebagai sumber pendanaan pembangunan. Obligasi mempunyai jangka waktu antara 1 sampai 10 tahun.

7.Reksadana. Ini adalah suatu tempat pengumpulan dana dari berbagai macam investor atau penanam modal. Kumpulan dana dikelola oleh manajer investasi. Pengelolaan dana dilakukan di pasar modal. Keuntungan yang didapat sangat tinggi. Namun perlu diingat resiko yang menyertainya juga tinggi.

8. Peer to peer lending. Merupakan perantara antara pemilik dana dan peminjam dana secara online. Kapasitas peminjam dana sebagian besar adalah pemilik usaha skala menengah kebawah. Perantara pendanaan seperti ini dapat dijadikan investasi bagi pemula. Imbal hasil yang didapatkan adalah pembagian keuntungan sesuai perjanjian.

Jadi langkah-langkah yang harus diperhatikan untuk pemula dalam investasi adalah mempelajari jangka waktu investasi, cara memilih investasi dan produk investasi. Untuk memulai investasi sendiri tidak perlu menunggu terlalu lama atau mempunyai uang banyak. Karena semakin cepat mengenal cara berinvestasi maka semakin terampil memilih produk investasi sesuai kebutuhan. Sehingga tujuan ekonomi di masa yang akan datang dapat tercapai.

Demikian Tips Memilih Investasi untuk Pemula Anti Was-Was. Semoga informasi ini bermanfaat. Selamat berinvestasi.

 

 

 

Please follow and like us:

ditulis oleh

Bayu Fitri Hutami

Seorang pembelajar yang bukan siapa-siapa melainkan seorang yang senang bercerita. Seorang yang suka menulis berdasarkan apa yang dilihat, didengar dibaca dan dialami untuk menjadi sebuah tulisan informatif. Semoga tulisan yang saya sajikan bermanfaat. Terima Kasih.