Tips Mudah Menjaga Akun Sosmed dari Peretas

Menjaga akun sosmed Anda dari peretas atau hacker sangat penting dilakukan. Karena ini menyangkut keamanan data pribadi Anda. Jika akun diretas maka Anda mempunyai pekerjaan tambahan seperti harus membuat akun dari awal lagi. Tidak hanya itu data dan foto-foto pribadi di dalam akun sosmed Anda terancam bisa dilihat dan disebarkan oleh peretas.

Jika Anda sering berbelanja online dan menghubungkan akun sosmed dengan kartu kredit atau informasi metode pembayaran lainnya, kemungkinan besar peretas bisa mengakses dan menggunakan kartu kredit tersebut.

Jadi, menjaga keamanan akun sosmed harus jadi prioritas bila Anda ingin menggunakan internet dengan tenang. Tetapi, bagaimana caranya? Mari simak uraian berdasarkan pengalaman pribadi yang pernah saya alami.

Phising
Menjaga akun sosmed

Cara Mudah Menjaga Akun Sosmed dari Peretas

Sebenarnya, cara menjaga akun sosmed dari peretas sangatlah mudah. Nah, berikut ini adalah beberapa metode yang bisa Anda coba sendiri.

Mengaktifkan autentikasi 2 Faktor
Autentifikasi 2 faktor merupakan salah satu fitur perlindungan berlapis yang sekarang sudah tersedia untuk semua website dan media sosial. Sederhananya, setiap pengguna yang masuk ke akun sosmed tertentu perlu melakukan konfirmasi menggunakan kode OTP yang dikirim melalui email atau nomor telepon.

Untuk beberapa orang, mode autentifikasi 2 faktor ini mungkin dinilai merepotkan. Sebab jika nomor telepon yang digunakan tersebut hangus atau hilang, maka akun sosmed tidak akan bisa dibuka.
Namun jika Anda ingin memastikan akun sosmed aman dari peretas, maka fitur ini benar-benar membantu.

Membedakan password tiap akun sosmed
Hingga saat ini, masih banyak orang yang menggunakan satu kata sandi yang sama untuk setiap akun media sosial mereka. Anda juga mungkin termasuk salah satu yang masih melakukannya. Padahal kebiasaan seperti ini bisa berbahaya untuk keamanan akun sosmed. Ketika ada orang yang mengetahui kata sandi salah satu akun sosmed Anda, maka ia bisa mengakses seluruh sosial media yang lain juga.

Jadi jika Anda masih menggunakan password yang sama untuk setiap akun, sebaiknya langsung mengganti dengan yang berbeda. Cara yang paling mudah adalah dengan tetap menggunakan format kata sandi yang sama namun dengan urutan yang berbeda, misalnya “KataSandi123”, “123katasandi”, dan “katasandi123”.

Menggunakan kombinasi angka, huruf kecil dan huruf besar
Jika diperhatikan, beberapa website media sosial mewajibkan Anda menggunakan kombinasi huruf besar dan angka dalam membuat kata sandi. Hal ini dilakukan bukan hanya agar kata sandi sulit ditebak oleh orang lain, melainkan juga oleh komputer.

Dalam dunia peretasan, terdapat metode bernama brute-force attack, dimana perangkat tertentu akan mencoba kombinasi kata sandi secara otomatis dari “aaaaaa” hingga “zzzzzz” hingga ditemukan password yang tepat untuk akun tersebut. Dengan menggunakan kombinasi angka, huruf kecil dan huruf besar, Anda bisa mencegah metode brute-force ini meretas akun.

Hindari Sembarang Berbagi Data Pribadi

Data pribadi rentan disalahgunakan. Misalnya e-ktp, nama gadis ibu kandung, alamat rumah, no. hp dsb. Untuk itu jangan mengumbar data pribadi di akun sosmed yang belum jelas legalitasnya.

Jangan sembarang klik tautan
Beberapa peretas membuat akun tersamar dan menyembunyikan dalam link tertentu. Biasanya peretas memanfaatkan fasilitas pemendekan artikel supaya link utama tersamarkan. Selanjutnya peretas membuat ajakan dengan cara mengiming-imingi “gratis” produk tertentu.

Paling sering ditemui promo makanan dari brand waralaba tertentu dengan kalimat “Beli dua gratis satu” atau “Beli dua menu bayar harga satu menu” dsb. Sasaran peretas adalah pembaca yang minim literasi digital. Tujuannya tentu ingin mendapatkan informasi penting dari pembaca yang tertarik dan meng”klik” link tersebut. Alih-alih dapat harga promo yang terjadi pembaca dialihkan ke situs lain.

Tidak sembarang memasukan ID dan kata sandi
Terakhir, jangan pernah memasukan ID dan password sosmed selain di situs resmi mereka. Karena ada banyak website phising dengan desain website mirip sosial media seperti Facebook atau Instagram namun dengan alamat domain yang berbeda. Jika memasukkan kata sandi dan alamat email ke website tersebut, maka pembuat website bisa mengetahui kata sandi Anda.

Menghindari Penandaan (Kasus Facebook)

Pengguna akun Facebook akhir-akhir ini diresahkan dengan serangan penandaan atau tag dari akun tak dikenal. Akun tak dikenal ini mengupload isi postingan tidak layak baca. Hal ini tentu mengganggu kenyamanan dari pemilik akun. Namun hal ini bisa disiasati dengan cara sebagai berikut

1.Atur settingan Facebook
Masuk ke pengaturan, pilih profil dan penandaan atau tag. Langkah selanjutnya aktifkan tinjauan, karena FB secara default menonaktifkan settingan ini. Itu sebabnya akun pengguna FB dapat menerima tag atau penandaan dari siapapun.

2. Atur siapa yang boleh melihat
Pada fitur penandaan atau tag atur siapa saja yang boleh melihat postingan dari hasil tag. orang lain. Bisa diperlihatkan untuk semua pengikut atau teman kita, bisa juga disembunyikan postingan yang berasal dari penandaan. Dengan demikian tidak semua orang dapat melihat postingan penandaan yang mampir dilinimasa kita.

Kesimpulan

Seperti itulah tips mudah menjaga akun sosmed dari peretas. Jangan lupa untuk tidak membuka link-link yang mencurigakan dan mengandung malware atau ransomware agar akun media sosial Anda tidak menjadi sandera dan harus membayar sejumlah uang sebagai tebusan.

Lebih baik lagi jika kita tingkatkan literasi digital supaya tidak mudah terpedaya dengan banyaknya jebakan di dunia maya. Yukk giatkan literasi digital, baca, pahami, ikuti aturan. Semoga informasi ini bermanfaat.

Salam

 

Please follow and like us:

ditulis oleh

Bayu Fitri Hutami

Seorang pembelajar yang bukan siapa-siapa melainkan seorang yang senang bercerita. Seorang yang suka menulis berdasarkan apa yang dilihat, didengar dibaca dan dialami untuk menjadi sebuah tulisan informatif. Semoga tulisan yang saya sajikan bermanfaat. Terima Kasih.