Daging Kurban dan Ketahanan Pangan dari Rumah Zakat

Daging Kurban adalah hasil dari kegiatan penyembelihan hewan ternak dalam rangka ibadah sunnah muakkad bagi umat muslim. Arti dari sunnah muakkad adalah anjuran bagi umat Islam yang mempunyai kemampuan dalam berkurban.

Simbol simbolik dari kurban adalah menyembelih “sifat kehewanan” baik secara pribadi maupun kolektif. Adapun ragam sifat kehewanan seperti sifat keserakahan dan kerakusan. Selain itu dengan melakukan kurban maka manusia telah mematuhi ketaatan dan ketaqwaan pada Allah SWT.

Kegiatan kurban dilakukan saat Iduladha 10 Dzulhijjah atau tiga hari setelah Iduladha yang disebut hari Tasyrik. Pada hari Idul Kurban maka seluruh umat Islam melakukan pemotongan hewan Kurban.

Daging Kurban
Press Conference Rumah Zakat | doc. pribadi

Daging Kurban

Jenis hewan kurban yang disembelih biasanya domba, kambing atau sapi. Setelah disembelih maka akan dibagikan pada umat yang membutuhkan.

Pelaksanaan distribusi daging kurban di beberapa tempat menyisakan persoalan. Ada daerah yang kelebihan daging kurban namun ada juga daerah yang minim atau bahkan sama sekali tidak mendapat daging kurban.

Distribusi dalam keadaan mentah juga menyisakan persoalan tersendiri dalam proses kecepatan pembagian. Daging kurban mentah yang dibagikan harus segera diolah atau disimpan dengan peralatan pendingin supaya terjaga kesegarannya. Masalahnya tidak semua penerima daging kurban mempunyai alat pendingin.

Jika mengkonsumsi daging kurban yang sudah tidak layak konsumsi tentu akan menimbulkan masalah baru utamanya dari segi kesehatan pencernaan.

Rumah Zakat
Kolaborasi dalam mendistribusikan zakat | doc. pribadi

Rumah Zakat

Pada hari Senin 5 Juni 2023, bertempat di Hotel Sofyan Menteng Jakarta, Saya menghadiri Konferensi Pers Program Qurban Rumah Zakat 2023. Adapun temanya #BergerakNyata Untuk Indonesia.

Melihat berbagai persoalan pada saat distribusi daging kurban, Rumah Zakat melakukan terobosan baru yaitu mengolahnya menjadi lebih optimal dari segi pemanfaatannya.

Daging kurban oleh Rumah Zakat selain dibagikan dalam bentuk mentah juga ada yang diolah menjadiĀ  siap saji. Hasil pengolahan dibuat dalam bentuk kornet, daging rendang dan daging kari.

Proses pengolahannya tentu saja sudah sesuai syariat Islam dan memenuhi standar keamanan pangan yang berlaku.

Ketahanan Pangan

Upaya Rumah Zakat mengoptimalkan daging kurban juga dalam rangka memberikan solusi bagi ketahanan pangan dan pemenuhan gizi khususnya di Indonesia.

Prinsip ketahanan pangan sudah dicontohkan oleh Nabi Yusuf AS dalam 4 prinsip yang bisa menjadi acuan yaitu;

Optimalisasi pangan
Hal ini menyasar pada potensi lahan pertanian supaya menghasilkan bahan pangan pokok secara maksimal

Manajemen Logistik Pangan
Upaya mengoptimalkan sumber pangan berlimpah untuk dijadikan cadangan pangan. Selanjutnya cadangan pangan didistribusikan secara selektif saat ketersediaan pangan masyarakat berkurang.

Mitigasi Bencana Kerawanan Pangan
Jika terjadi bencana alam yang mengakibatkan kelaparan maka adanya cadangan pangan dapat didistribusikan sesegera mungkin.

Anomali Iklim
Perubahan iklim berakibat pada cuaca ekstrim yang dapat mengganggu sumber bahan pangan. Sumber daya air dan pakan ternak segar adalah salah satu yang terdampak akibat anomali iklim. Hal ini akan berakibat pada gagal panen dan berujung pada ketiadaan bahan makanan untuk dikonsumsi. Untuk itu cadangan pangan dapat dimanfaatkan untuk mengatasi hal ini.

Program Rumah Zakat

Menurut Irvan Nugraha selaku CEO Rumah Zakat, optimalisasi pemanfaatan daging kurban ada pada program Superqurban. Jutaan ton daging kurban dapat dioptimalkan menjadi cadangan makanan supaya ketahanan pangan Indonesia dapat tercapai.

Rumah Zakat sendiri saat ini memiliki dua program kurban yang bernama Superqurban dan Desaku Berqurban.

1. Program Superqurban
Ini adalah program optimalisasi daging kurban dalam bentuk daging siap saji seperti kornet, daging rendang dan daging kari. Jika sudah menjadi olahan daging siap saji makan pendistribusian lebih luas, dan produknya tahan lama sampai batas tertentu.

2. Program Desaku
Program ini ditujukan ke desa minim pequrban. Jadi terdapat kegiatan distribusi hasil qurban ke desa yang jarang ada orang berkurban. Tujuannya supaya warga desa dapat ikut merayakan Iduladha dengan menikmati daging kurban secara sukacita.

Distribusi Program Kurban

Amanah kurban yang disalurkan melalui Rumah Zakat telah didistribusikan pada yang berhak di 33 provinsi dan 4 negara selama tahun 2022. Sebanyak 200.000 orang mendapat manfaat dari program kurban Rumah Zakat.

Untuk program Superqurban telah didistribusikan 253.132 paket Superqurban selama tahun 2022 yang dialokasikan pada wilayah terpencil, terdalam dan terluar. Selain itu daerah rawan pangan dan rawan bencana serta desa minim pequrban juga sudah mendapat distribusi dari program Superqurban.

Menurut Irvan Nugraha selaku CEO Rumah Zakat untuk tahun 2023 ditargetkan terdapat 300.000 penerima manfaat amanah kurban dari 34 provinsi dan 7 negara. Adapun jumlah amanah pequrban yang diharapkan ikut ambil bagian sebanyak 15.000 orang.

Edukasi Zakat pada Millennial

Untuk menarik minat milenial dalam berzakat, Rumah Zakat bersama Koh Denis Lim memberikan edukasi mengenai program Superqurban. Koh Denis Lim adalah Da’i Muda yang menyampaikan dakwah dengan bahasa milenial dan kekinian.

Menurut Koh Denis Lim, dengan program Superqurban diharapkan terjadi pemerataan dalam distribusi hasil olahan daging kurban sampai pelosok daerah. Sehingga perayaan Iduladha bisa dirayakan semua umat muslim.

Penutup

Program Superqurban dari Rumah Zakat menjadi jawaban nyata atas persoalan distribusi dan ketahanan pangan. Optimalisasi daging kurban selain menjadi solusi bagi permasalahan distribusi juga bisa menjadi cadangan pangan.

Semoga semakin banyak pequrban terutama dari milenial yang tergerak untuk melakukan kurban. Jika ingin menyalurkan kurban bisa melalui Rumah Zakat dengan mengikuti program Superqurban. Qurban Anda #BergerakNyata Untuk Indonesia

Please follow and like us:

ditulis oleh

Bayu Fitri Hutami

Seorang pembelajar yang bukan siapa-siapa melainkan seorang yang senang bercerita. Seorang yang suka menulis berdasarkan apa yang dilihat, didengar dibaca dan dialami untuk menjadi sebuah tulisan informatif. Semoga tulisan yang saya sajikan bermanfaat. Terima Kasih.