
BAB keras dan tidak lancar menjadi masalah untuk sebagian individu. Buang air besar adalah cara mengeluarkan feses dari sistem pencernaan.
Feses yang dikeluarkan adalah ampas makanan yang sudah tidak dibutuhkan tubuh lagi. Pada ampas makanan atau yang disebut kotoran sudah tidak mengandung zat baik yang dibutuhkan tubuh.

BAB keras dan tidak lancar
Jika feses atau kotoran tidak segera dikeluarkan maka akan terjadi penyerapan zat kotoran yang bersifat racun. Untuk mencegah penyerapan zat racun dari ampas makan proses pembuangan kotoran harus rutin.
Masalahnya tidak semua individu bisa melakukan buang air besar atau pelepasan feses secara rutin. Kendala yang ada umumnya struktur feses sangat keras sehingga membuat tidak nyaman saat melakukan BAB.
Penyebab BAB Keras dan Solusinya
Banyak faktor yang menyebabkan kegiatan BAB menjadi sulit dan tidak lancar . Untuk itu penting mengetahui penyebab BAB keras dan solusinya.
1. Kurang serat
Konsumsi makanan kurang serat seperti daging merah, makanan cepat saji dan makanan olahan menjadi salah satu penyebab sulit BAB. Ragam makanan ini biasanya tinggi lemak, mempunyai kadar zat besi tinggi, mengandung gluten dan mempunyai kadar garam tinggi.
Serat terdapat pada buah dan sayur mayur. Manfaat serat bagi tubuh untuk memelihara mikroba untuk membantu proses pencernaan . Selain itu serat berfungsi mendorong air pada untuk membasahi feses supaya bertekstur lunak sehingga mudah dikeluarkan. Solusi pemenuhan harian kebutuhan serat bisa didapat pada buah dan sayur mayur.
2. Kurang minum air putih
Kondisi hidrasi pada tubuh atau tubuh yang kekurangan cairan dapat berpengaruh pada struktur feses. Sisa makanan atau feses jika tubuh hidrasi akan mempunyai tekstur padat dan keras. Supaya feses bisa keluar melalui saluran pengeluaran maka teksturnya harus lembek dengan cara diberikan asupan air.
Air minum atau cairan yang masuk dalam tubuh secara perlahan akan membasahi tekstur feses sehingga mudah untuk dikeluarkan. Solusi supaya feses tidak keras dengan memenuhi kecukupan minum air putih minimal dua liter sehari. Kebutuhan hidrasi dalam tubuh juga bisa didapatkan dari mengkonsumsi asupan makanan sayurbuah-praktis.com
3. Adanya penyakit dan konsumsi obat
Faktor selanjutnya adalah terdapat riwayat penyakit pada tubuh. Beberapa penyakit timbul karena faktor usia. Semakin bertambah usia fungsi dari organ tubuh biasanya akan menurun.
Salah satu cara mengatasi penyakit yang muncul dengan mengkonsumsi obat-obatan. Namun dampak dari obat-obatan terkadang mengganggu sistem pencernaan. Selanjutnya mempengaruhi kegiatan BAB. Solusinya selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan atau dokter jika obat-obatan yang dikonsumsi mempengaruhi kegiatan BAB.
4. Kurang gerak
Sebagian kegiatan saat ini dikerjakan dengan piranti elektronik. Penggunaan gawai dan laptop sambil duduk atau rebahan menjadi anggota tubuh kurang gerak.
Kegiatan olahraga yang rutin dilakukan bisa melatih usus besar aktif untuk merespon pergerakan otot tubuh. Beberapa otot tubuh seperti pada dinding perut berperan aktif dalam melancarkan kegiatan BAB.
Solusi kurang gerak tentu dengan melakukan kegiatan gerak tubuh atau olahraga yang dilakukan rutin setiap hari. Jenis olahraga yang dipilih bisa dimulai dari yang ringan dulu. Seperti melkukan peregangan, lari kecil ditempat dan berjalan kaki santai.
5. Kecemasan berlebih dan sengaja menahan BAB
Sebagian besar individu sering merasakan kecemasan berlebih terhadap sesuatu hal yang belum terjadi. Biasanya hal ini terjadi akibat tingginya ekspektasi. Tubuh yang cemas akan mengeluarkan hormon kortisol.
Kecemasan berlebih pada akhirnya membuat tekanan pada saraf otak dan berakibat menjalar ke sistem pencernaan. Kecemasan berlebih atau stress bisa membuat sembelit atau susah buang air besar.
Individu yang sedang stress biasanya akan mencurahkan segala konsentrasi pada permasalahan yang dihadapi. Sehingga mengabaikan keinginan BAB alias sengaja menahannya.
Menahan BAB juga tidak baik bagi kesehatan seluruh tubuh. Karena air yang ada pada feses akan masuk kembali dalam tubuh menjadi racun. Sehingga feses menjadi keras dan susah untuk dikeluarkan.
Supaya BAB tidak keras maka individu harus bisa mengelola kecemasan berlebih. Kondisi pikiran yang tenang akan mudah melakukan kegiatan rutin seperti BAB.
Penutup
Kegiatan buang air besar atau BAB sebaiknya tidak diabaikan. Feses yang dihasilkan dari BAB sudah seharusnya dikeluarkan secara rutin. Karena feses yang tertahan lama di dalam pencernaan dapat menjadi racun bagi organ tubuh itu sendiri.
Supaya feses tidak keras dan mudah dikeluarkan maka penting menjaga kesehatan pencernaan terutama asupan yang dikonsumsi . Demikian tips BAB keras dan tidak lancar bisa diatasi dengan cara mudah, ini rahasianya! Semoga informasi ini bermanfaat.
