
Satelit SATRIA berfungsi menyediakan kapasitas internet untuk mengoptimalkan konektivitas di seluruh wilayah Indonesia. Akronim dari SATRIA adalah Satelit Republik Indonesia.
Negara Republik Kesatuan Indonesia dikenal sebagai negara dengan jumlah kepulauan terbesar di dunia. Sebanyak 17.000 pulau tersebar dari Sabang sampai Merauke.
Tidak hanya itu jumlah penduduk NKRI juga menduduki peringkat empat dunia. Sebanyak 277 juta jiwa penduduk berdomisili sampai pelosok nusantara. Adapun penduduk Indonesia yang bisa mengakses jaringan internet sudah mencapai 210 juta jiwa.
Bagi penduduk di pelosok nusantara khususnya yang berada di daerah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal) serta di perbatasan, konektivitas jaringan internet masih menjadi kendala tersendiri.
Hal ini terbukti menjadi persoalan ketika menghadapi pandemi Covid 19. Saat itu semua jenjang pendidikan diwajibkan melakukan sistem pembelajaran dalam jaringan guna mencegah penularan virus C-19.
Berbagai cerita memprihatinkan datang dari penduduk di daerah 3T dan perbatasan. Menurut penduduk di sana, jaringan internet sulit didapat. Bahkan apabila bisa mendapatkan jaringan internet, kecepatannya sering tidak stabil. Akibatnya proses belajar mengajar dalam jaringan menjadi terkendala.
Untuk tenaga pengajar atau guru kendala jaringan internet juga sering menghambat pelaporan kegiatan belajar mengajar. Tak jarang laporan kegiatan dikerjakan dan dikirim secara manual. Hal ini tentu menimbulkan ketidak efisienan.
Dibidang kesehatan, kendala konektivitas menjadi masalah, sehingga sistem kesehatan digital (E-Health) belum berkembang baik. Bagi penduduk desa yang membutuhkan layanan dokter atau kamar rawat inap ternyata banyak mengalami kendala ketika mencari melalui sistem informasi digital. Hal ini terjadi karena ketiadaan jaringan internet atau jikapun ada kecepatan internetnya belum stabil.
Sewaktu pandemi C-19 banyak pelaku UMKM tidak bisa menjajajakan produknya dengan cara tatap muka langsung dengan pembeli. Namun untuk bisa memasarkan produk melalui jaringan internet juga terkendala konektivitas. Bagi pelaku UMKM terputusnya hubungan jejaring dengan dunia luar karena ketiadaan jaringan internet menimbulkan keprihatinan tersendiri.
Daftar Isi
Satelit SATRIA
Pemerintah Indonesia selalu berupaya sebaik mungkin untuk memberikan layanan publik secara merata ke seluruh nusantara. Salah satu layanan publik adalah tersedianya kemudahan konektivitas dalam bidang telekomunikasi dan informasi. Jika Layanan konektivitas berjalan lancar sampai pelosok desa-desa maka dapat mendorong pertumbuhan ekonomi digital.
Satelit SATRIA atau disebut SATRIA 1 adalah satelit multifungsi milik Pemerintah Indonesia. Satelit ini menjadi yang terbesar di kawasan Asia. Satelit ini dibangun oleh PT. Satelit Nusantara 3.
Pembuatan satelit SATRIA 1 dikerjakan di pabrik satelit Thales Alenia Space di Cannes, Prancis. Proyek kerjasama pembuatan Satelit SATRIA dimulai tahun 2019. Skema pembiayaan menggunakan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan masa kemitraan 15 tahun selama satelit beroperasi.

Peluncuran Satelit SATRIA
Pada hari Minggu 18 Juni 2023 pukul 18.21 waktu Florida Amerika Serikat atau Senin 19 Juni pukul 05.00 wib, Satelit SATRIA diluncurkan ke orbit menggunakan Roket Falcon 9 dari SpaceX, perusahaan milik Elon Musk. Lokasi peluncuran Satelit SATRIA berlangsung di Cape Canaveral Space Force Station, Florida, Amerika Serikat.
Pada pukul 05.00 wib tanggal 19 Juni 2023, Saya ikut menjadi saksi dalam peluncuran SATRIA 1 dengan menonton siaran langsung melalui kanal sosial media Youtube Kementerian Komunikasi Informatika RI.
Terdapat dua tahapan peluncuran satelit dimana setelah dibawa Roket Falcon 9 yang pertama maka akan dilanjutkan dengan roket pendorong Falcon 9 kedua untuk sampai ke titik edar atau orbit. Satelit SATRIA 1 akan menempati orbitnya di 146 derajat Bujur Timur tepatnya di atas langit Papua.
Satelit membutuhkan waktu sekitar 145 hari untuk dapat mencapai electric orbit raising. Kapasitas Satelit SATRIA 150 Gbps dengan teknologi Very High Throughput Satellite (VHTS). Usia pakai satelit sampai dengan 15 tahun.
Mengenal Satelit SATRIA
Indonesia sudah mempunyai beberapa satelit sebelumnya yang berfungsi melayani kebutuhan telekomunikasi dan penyiaran melalui fiber optik. Hanya saja di era digitalisasi saat ini dibutuhkan satelit internet yang bisa melakukan pertukaran data dan informasi dengan cepat. Selanjutnya satelit internet tersebut harus bisa menjangkau wilayah yang lebih luas sampai ke pedalaman pelosok desa-desa.
Satelit SATRIA 1 adalah satelit yang didesain untuk layanan jaringan internet. Mengenal Satelit SATRIA dibuat oleh teknologi tercanggih. Satelit SATRIA memungkinkan akselerasi penyediaan internet di desa-desa yang tidak dapat dijangkau oleh teknologi fiber optik dalam 10 tahun kedepan, demikian dikatakan PLT Menkominfo Bp. Mahfud MD.
Prioritas utama penerima layanan Satelit ini ada pada sektor pendidikan, fasilitas pelayanan kesehatan, Kantor Pemerintahan Daerah, TNI dan POLRI. Jika konektivitas sudah merata maka tidak ada lagi kendala pembelajaran dalam jaringan di bidang pendidikan.
Layanan kesehatan dalam jaringan juga menjadi lebih mudah diakses. Untuk pelaku UMKM, dengan adanya konektivitas jaringan internet bisa menjadi lebih mudah memasarkan produk buatannya melalui laman internet atau sosial media.
Peluncuran Satelit ini ditargetkan bisa menghubungkan ke 150.000 titik yang belum terjangkau internet. Kapasitas internet Satelit mulai bisa digunakan bertahap pada awal tahun 2024.
Pengendali Stasiun Bumi
Untuk dapat mendistribusikan pancaran sinyal internet Satelit SATRIA 1 ke wilayah nusantara, maka Pemerintah Indonesia membangun 11 stasiun bumi atau gateway. Stasiun bumi berfungsi sebagai terminal komunikasi yang mengendalikan satelit agar jaringan internet terhubung.
Faktor penentu titik stasiun bumi didasarkan pada sebaran geografis pita lebar satelit, ketersediaan pita spektrum frekuensi dan ketersediaan jaringan infrastruktur seperti ketersediaan jaringan listrik dan jaringan fiber optik.
Lokasi 11 stasiun bumi yaitu; Batam, Cikarang, Banjarmasin, Tarakan, Pontianak, Kupang, Ambon, Manado, Manokwari, Timika, Jayapura. Pada wilayah sekitar stasiun bumi inilah dapat terjangkau layanan satelit.
Penutup
Peluncuran Satelit SATRIA 1 bertujuan untuk akselerasi transformasi digital. Diharapkan Satelit ini akan menyebarkan manfaat kepada kepentingan publik khususnya bagi penduduk di daerah 3T dan perbatasan.
SATRIA adalah bagian penting perjuangan Kita semua. “Hadirkan Koneksi” adalah nama perjuangan untuk menjembatani kesenjangan digital, mengentaskan kemiskinan informasi dan menyediakan koneksi internet untuk semua lapisan masyarakat.
Apabila pembangunan infrastruktur digital dilayanan publik pada desa – desa di Indonesia dapat terlayani dengan baik maka pertumbuhan ekonomi digital juga akan terlaksana secara merata. Selamat mengorbit Satelit SATRIA 1.

Alhamdulillah,
Kak bayu diharapkan dengan hadirnya SATRIA ini mampu melancarkan komunikasi di setiap sudut Indonesia.
Jadi kalopun harus pulang kampung atau bertugas di pulau terluar, tedepan maupun tertinggal namun semua orang bisa mengakses internet untuk berbagai kepentingan mereka.
Salut dan bangga akan peluncuran satelit SATRIA. Apalagi prioritas utama penerima layanan Satelit ini adalah sektor pendidikan, fasilitas pelayanan kesehatan, Kantor Pemerintahan Daerah, TNI dan POLRI.
Tentu konektivitas yang merata itu perlu agar tak ada ada lagi kendala pembelajaran dalam jaringan di bidang pendidikan juga lainnya.
Dengan adanya satelit Satria ini semoga mereka yang berada di daerah 3T bisa merasakan apa yang masyarakat perkotaan terima. Karena mereka juga sesungguhnya memiliki hak yg sama sebagai WNI ya
Alhamdulillah dengan peluncuruan satelit ini, dunia komunikasi di indonesia semakin baik dan semakin berkembang. Terutama untuk internet 3T semoga juga ikutan kena dampak baiknya.
Jadi sekarang ini, kita sudah gak pake BIMA Sakti lagi kah ?
Udah pake Satria kah?
Alhamdulillah ya mba, berhasil diluncurkan. semoga tol langit Indonesia makin terhubung dan menjangkau berbagai daerah setelah ini.