Yuk Kenali Pewarna dan Pengawet Makanan Alami

Saat ini kesadaran orang terhadap makanan sehat semakin tinggi. Ragam makanan disajikan menggunakan pewarna dan pengawet makanan alami. Tujuannya supaya kesehatan pencernaan terjaga. Untuk pedagang atau produsen makanan tentu supaya produk makanan laris manis dibeli pelanggan.

Tampilan Makanan Menjadi Menarik

Ketika orang memutuskan mencicipi suatu makanan, pertimbangan pertama kali adalah tampilan makanan yang menarik. Pertimbangan pertama kali dari segi uji organoleptik. Seperti aroma, rasa, tekstur dan warna. Tampilan makanan dilihat dengan panca indera mata. Maka yang terjadi produsen berusaha membuat produk makanan dengan warna semenarik mungkin.

Masalahnya bahan yang digunakan untuk membuat tampilan makanan menjadi menarik terkadang menggunakan bahan kimia. Tak jarang bahan tersebut peruntukkannya bukan untuk makanan. Selain itu jika menggunakan bahan pewarna dan pengawet sintesis khusus makanan tak jarang dosisnya berlebihan.

Pewarna dan pengawet makanan alami
Daun pandan sebagai pewarna makanan alami dan olahannya

Pengawet dan Pewarna Makanan Alami

Banyak bahan pangan alami yang dapat menjadi pewarna dan pengawet makanan. Selain bahan tersebut ada disekitar kita, tidak ada efek samping jika digunakan secara berlebih. Resiko yang terjadi biasanya hanya rasa yang terlalu kuat, terlalu pahit, manis dan sebagainya.

Kunyit
Rimpang satu ini terkenal dengan zat kukurmin berwarna warna kuning yang lekat. Biasanya digunakan sebagai bumbu masakan, minuman sehat dan pewarna makanan alami. Nasi kuning adalah salah satu menu tradisional Indonesia yang menggunakan pewarna alami dari kunyit.

Kunyit mengandung minyak atsiri yang bermanfaat untuk menghambat pertumbuhan bakteri. Oleh karena itu kunyit dikatakan sebagai pengawet makanan alami. Makanan yang diawetkan dengan cara diberi kunyit akan terjaga kualitasnya. Contohnya bandeng presto, tahu kuning, masakan berkuah santan kuning dan sebagainya.

Daun salam
Warna alami yang dihasilkan daun salam dapat mewarnai makanan menjadi lebih menarik. Daun salam mempunyai warna zat samak yang bisa digunakan untuk memasak nangka muda menjadi gudeg berwarna kecoklatan. Daun salam mengeluarkan aroma yang harum dan sedap jika ditambahkan pada masakan.

Berdasarkan pengalaman saya jika membuat gudeg nangka muda, dasar panci saya alasi dengan lembaran daun salam secara merata sebelum potongan nangka muda beserta bumbu gudeg dan santan dimasukkan. Kemudian dimasak dengan api kecil tanpa diaduk.

Warna pada daun salam akan menjalar pada tumpukan nangka muda secara perlahan. Semakin sering nangka muda yang sudah menjadi gudeg dihangatkan maka warna gudeg yang terkena daun salam semakin coklat.

Kandungan minyak atsiri mempunyai efek sebagai aktif antimikroba. Itu kenapa daun salam juga berfungsi sebagai pengawet makanan alami. Salah satu makanan yang mengalami proses pengawetan menggunakan daun salam adalah rendang dan bandeng presto.

Kulit bawang merah
Jika bawang merah digunakan sebagai bumbu masakan maka kulit bawang merah dapat digunakan sebagai pewarna makanan. Kulit bawang merah mengandung zat pewarna alami antosianin dan flavonida.

Berdasarkan pengalaman pribadi, kulit bawang merah saya gunakan untuk membuat telur pindang. Cara membuat telur pindang; cuci telur ayam utuh dan rebus bersama air dan kulit bawang merah berikut geprekan lengkuas, beberapa lembar daun salam dan garam secukupnya. Rebus hingga mendidih, setelahnya kecilkan api dan rebus kembali hingga kulit telur ayam berwarna coklat gelap.

Daun dengan Klorofil Hijau

Seperti diketahui klorofil pada tanaman berfungsi sebagai fotosintesis. Tugasnya untuk menyerap sinar matahari supaya dapat mengubah karbondioksida menjadi air dan karbohidrat. Selain itu klorofil berfungsi sebagai sumber warna hijau pada daun tanaman.

Daun pandan dan suji
Daun pandan dan daun suji adalah jenis daun yang sama-sama terkenal dengan zat daun yang berwarna hijau. Kandungan zat hijau klorofil pada kedua daun ini sangat pekat. Sehingga ketika digunakan untuk mewarnai makanan menjadi terlihat menarik.

Namun demikian tingkat kandungan klorofil daun suji lebih pekat dibandingkan daun pandan. Oleh karena itu ekstrak warna daun suji lebih hijau dibandingkan daun pandan. Sedangkan aroma daun pandan lebih harum dibandingkan daun suji.

Berdasarkan pengalaman saya pribadi, kedua daun ini akan saya blender dengan air menjadi satu. kemudian saring air dan rebus hingga mendidih. Selanjutnya didapatkan ekstrak warna hijau pekat dengan aroma wangi pandan. Makanan yang dapat diberikan warna daun pandan adalah kue basah dan cake seperti dadar gulung, aneka bolu dan aneka cake panggang.

Sayur Buah sebagai Pewarna Alami

Aneka warna pada sayur buah banyak yang dimanfaatkan sebagai pewarna makanan. Beberapa yang terkenal adalah buah bit dan wortel serta buah naga.

Buah bit dan wortel
Warna merah pada buah bit berasal dari zat betasianin. Sedangkan warna oranye pada wortel berasal dari zat beta karoten. Selain mengandung vitamin A yang tinggi, warna yang terdapat pada kedua sayur buah ini dapat dijadikan pewarna makanan pada cake.

Berdasarkan pengalaman pribadi, warna merah pada buah bit sering saya gunakan untuk membuat “Red Velvet Cake“. Sedangkan warna oranye pada wortel sering digunakan untuk membuat “Carrot Cake“. Jadi selain mendapatkan warna menarik, penganan yang dibuat juga mengandung serat dan vitamin A yang baik untuk kesehatan mata.

Sawi dan bayam hijau
Warna hijau pada kedua jenis sayuran ini berasal dari klorofil hijau yang tinggi. Ekstrak warna hijau dari sawi dan bayam hijau biasanya untuk “Mie Basah Hijau.” Bahkan saat ini salah satu produk mie instan kemasan menggunakan warna hijau dari sayuran tersebut untuk pewarna mienya.

Buah naga merah
Buah naga mengandung zat antosianin yang menyebabkan warna merah. Warna merah pada buah naga biasa digunakan sebagai pewarna kue basah. Seperti bolu kukus, cake dan puding. Selain mengandung pewarna alami buah naga kaya akan serat sehingga menyehatkan pencernaan.

Demikian tips Yuk Kenali Pewarna dan Pengawet Makanan AlamiĀ berdasarkan pengalaman saya pribadi. Bagaimana dengan teman semua? Apakah mempunyai pengalaman menggunakan pewarna alami ketika membuat panganan? Boleh share ya di kolom komentar. Terima Kasih.

Salam

 

 

Please follow and like us:

ditulis oleh

Bayu Fitri Hutami

Seorang pembelajar yang bukan siapa-siapa melainkan seorang yang senang bercerita. Seorang yang suka menulis berdasarkan apa yang dilihat, didengar dibaca dan dialami untuk menjadi sebuah tulisan informatif. Semoga tulisan yang saya sajikan bermanfaat. Terima Kasih.