Cerita Jelajah Gizi 2024 Banyuwangi, Dari Kulineran sampai Menanam Padi Biofortifikasi

Sebagai pemenang lomba video yang diselenggarakan Danone Indonesia, saya berkesempatan mengikuti kegiatan Cerita Jelajah Gizi 2024 Banyuwangi. Kegiatan berlangsung dari tanggal 5 – 7 November 2024.

Banyuwangi adalah kota setingkat Kabupaten yang terletak di ujung timur Pulau Jawa. Sebutan “Sunrise of Java” disematkan pada Banyuwangi karena menjadi tempat pertama dari sekian kota di Pulau Jawa yang disinggahi matahari saat mulai terbit dari peraduan.

Cerita Jelajah Gizi 2024

Saya dan sebagian besar peserta, berangkat pada tanggal 5 November 2024 jam 8.30 wib pagi hari dari Bandar Udara International Soekarno Hatta menuju Bandar Udara Banyuwangi (sebelumnya Blimbingsari).

Tiba di Banyuwangi

Tepat pukul 10.30 kami tiba di Banyuwangi. Setelahnya semua peserta dibagi menjadi beberapa kelompok yang dipandu Liaison Officer (LO) untuk menaiki HiAce yang akan menjadi kendaraan transportasi selama di Banyuwangi.

Peserta Jelajah Gizi 2024 berjumlah 50 orang yang terdiri dari Narasumber Talk Show, Staf Danone Indonesia, media dan gabungan beberapa pemenang lomba video reels, konten kreator dan influencer.

Cerita Jelajah Gizi 2024
Hotel Kokoon Banyueangi | doc. pribadi

Day 1

Hari pertama setelah tiba di Banyuwangi, peserta Jelajah Gizi 2024 diajak berkunjung ke Resto Srengenge Wetan untuk makan siang.

Srengenge Wetan Resto

Resto Srengenge Wetan adalah restoran yang menyajikan makanan lokal khas Banyuwangi dengan tetap mempertahankan resep tradisional. Beberapa diantaranya ada Nasi Cawuk, Ayam Kesrut, Botok Tawon, Rujak Soto dan Pecel Rawon.

Jika melihat makanan lokal khas Banyuwangi seperti menggabungkan dua makanan dalam satu menu. Namun itulah yang menjadi keunikan khas kuliner lokal Banyuwangi.

Saya yang terbiasa jika makan hanya mencoba satu jenis menu dan rasa seperti rujak saja, soto saja atau rawon saja dan pecel saja kali ini lidah saya “belajar” beradaptasi meresapi cita rasa dari perpaduan kombinasi dua rasa makanan yang digabung menjadi satu.

Cerita Jelajah Gizi 2024
Perpaduan dua menu pada kuliner lokal Banyuwangi | doc. foto pribadi

Kegiatan Talk Show

Setelah makan siang kegiatan dilanjutkan mendengarkan Talk Show dengan tema ” Eksplorasi Pangan Lokal untuk Kebutuhan Nutrisi”.

Jelajah Gizi
Talk Show Eksplorasi Pangan Lokal | doc. foto pribadi

Beberapa narasumber dihadirkan pada sesi talk show seperti; Bp. H. Sugirah, selaku Plt. Bupati Banyuwangi, Bp. Arif Mujahidin selaku Corporate Communication Danone Indonesia, Bp. Amir Hidayat, SKM, MSI selaku Plt. Kepala Dinas Kab. Banyuwangi, Prof. Dr. Ir. Ahmad Sulaeman MS selaku Ahli Gizi dari IPB, Prof Ike selaku Staf Khusus Kepala Gizi Nasional dan Dr.dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH selaku Medical & Science Director Danone Indonesia.

Gelar Wicara
Peserta Talk Show Eksplorasi Pangan Lokal | doc. foto panitia

Desa Wisata Kemiren

Seusai mengikuti talk show, peserta diajak berkunjung ke Desa Wisata Kemiren. Destinasi Desa Wisata Kemiren sangat unik karena memadukan keindahan alam dengan kekayaan budaya Suku Osing, yaitu suku asli Banyuwangi.

Wisatawan yang berkunjung ke Desa kemiren bisa melihat tradisi, seni, dan kehidupan sehari-hari masyarakat Osing yang masih terjaga hingga kini.

Atraksi budaya Banyuwangi
Tarian Jaran Goyang | doc. foto pribadi

Di Desa Kemiren peserta Cerita Jelajah Gizi 2024 bisa melihat desain khas rumah adat suku Osing yang disebut Tikel Balung dengan ukiran tradisional yang memiliki makna filosofis.

Selanjutnya ada pertunjukan atraksi budaya Tari Gandrung, Tari Jaran Goyang dan Music Lesung yang menggambarkan tradisi ritual setelah panen raya hasil kebun sebagai budaya khas suku Osing.

Cooking demo
Membuat hidangan Pecel Pitik | doc. foto Panitia

Saat di Desa Kemiren, peserta Jelajah Gizi 2024 diajak melakukan “Cooking Demo” membuat Pecel Pitik. Ini adalah hidangan berbahan dasar ayam kampung yang disajikan dengan parutan kelapa berbumbu khas dengan ulekan sambal cabai merah dan terasi bakar.

Cerita Jelajah Gizi 2024
Pecel Pitik Banyuwangi | doc. pribadi

Kampung Lobster

Usai mengunjungi Desa Kemiren peserta Jelajah Gizi 2024 diajak berkunjung ke Kampung Lobster Dive Club Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi.

Budidaya Lobster
Kampung Lobster Dive Club | doc. foto panitia

Kampung Lobster awalnya adalah tempat budidaya lobster untuk keperluan ekspor. Namun sekarang Kampung Lobster menjadi tujuan wisata kuliner untuk wisatawan.

Tempat menarik di Kampung Lobster terdiri dari rastoran yang menyajikan aneka masakan lobster dan hasil laut, dome sebagai tempat pembesaran lobster untuk di olah menjadi masakan dan keramba yang ditanam laut dalam.

Lobster ternak
Dome Lobster di Desa Bangsring | doc. foto panitia

Di Kampung Lobster pengunjung bisa melakukan kegiatan penyelaman atau diving untuk melihat rumah lobster atau keramba yang ditanam di perairan Bangsring. Jumlah keramba yang ditenggelamkan kurang lebih 300 unit dan menjadi rumah dari ribuan benih lobster.

Peternakan Lobster
Lobster siap panen | doc. foto pribadi

Setibanya di Kampung Lobster, Peserta Jelajah Gizi 2024 diajak melihat budidaya lobster pada area dome dan menyantap hidangan makan malam dengan masakan lobster goreng mentega, lobster garlic, udang goreng tepung, kerang bambu bumbu saus padang,  pindang hoyong dan ikan laut lainnya.
Setelah usai makan malam peserta diantar untuk istirahat tidur malam di Hotel Kokoon Banyuwangi.

Cerita Jelajah Gizi 2024
Menu Favorit Lobster Banyuwangi | doc. foto pribadi

Day 2

Pada hari kedua nan cerah seusai breakfast di Hotel Kokoon, peserta diajak melakukan kunjungan ke Pabrik AQUA Digital Plant Banyuwangi.

Pabrik AQUA Digital Plant

Sebelum masuk ke dalam pabrik melihat proses produksi, peserta mendengarkan pemaparan singkat mengenai arti dari “Digital Plant”.

Terdapat narasumber dari pihak Pabrik AQUA Digital Plant Banyuwangi yaitu; Bapak Achmad Afandi, Senior Plant Manager TTV Banyuwangi, Ibu Istiqomah Amalia, Manufacturing Manager, Bapak Agung Cahyo, Quality Manager dan Bapak Khoirul Hamdani, Stakeholder Relation

Arti dari “Digital Plant” yaitu pabrik AQUA Banyuwangi menerapkan teknologi digital sepenuhnya dalam membuat dan memproses produk. Pabrik AQUA Banyuwangi sudah  tidak lagi menggunakan proses manual seperti tenaga manusia.

Tujuan Digital Plant untuk meminimalkan terjadinya gagal produk karena human error. Selain itu supaya kualitas dan kebersihan produk lebih terjaga.

Pabrik AQUA Banyuwangi
Foto bersama di Pabrik AQUA Digital Plant Banyuwangi | doc. foto Panitia

Desa Benulan Kidul

Seusai dari Pabrik AQUA Digital Plant Banyuwangi peserta jelajah gizi menuju Desa Benulan Kidul untuk mengikuti Talk Show Eksplorasi Pangan Lokal pada Padi Biofortifikasi.

Pada sesi talk show terdapat beberapa narasumber sebagai berikut; Bapak Wahyudi, Head of Innovation & Supply Chain, Pandawa Agri Indonesia, Bapak Suryantoko, Petani Padi Biofortifikasi, Bapak Krisnayudha Tri Pamungkas, Pimpinan Cabang Bulog Kabupaten Banyuwangi.

Bincang bersama
Talk Show Esplorasi Pangan dengan Padi Biofortifikasi | doc. Foto Panitia

Tanam Padi Biofortifikasi

Setelah mengikuti talk show peserta mengikuti kegiatan penanaman Padi Biofortifikasi di lahan pertanian yang disediakan.

Padi dengan nutrisi zat besi
Beras Biofortifikasi dengan nutrisi zat besi untuk mencegah anemia dan stunting | doc. Foto Panitia

Beras Biofortifikasi berasal dari padi yang dikembangkan kandungan nutrisinya, sehingga beras yang dihasilkan mempunyai kadar zat besi sesuai kebutuhan yang diharapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan zat besi harian pada anak perempuan dan ibu hamil.

Tanam padi
Menanan Padi Biofortifikasi | doc. foto Panitia

Beras Biofortifikasi masih belum dijual untuk umum karena masih digunakan untuk mencukupi kebutuhan pangan masyarakat Desa Benulan Kidul.

Selanjutnya peserta berkunjung ke Kampung Gizi Cawang yang merupakan kampung binaan Danone Indonesia. Warga Kampung Gizi Cawang mendapat binaan berupa edukasi dari Danone Indonesia mengenai upaya pencegahan anemia dan  stunting.

Di Kampung Gizi Cawang peserta berkunjung ke Kebun Gizi dan mencicipi aneka olahan makanan dari Beras Biofortifikasi, sayur mayur dan ikan air tawar.

Cerita Jelajah Gizi 2024
Ragam makanan yang dibuat dari Beras Biofortifikasi | doc. foto pribadi

Lomba Menghias Sayur dan Ikan

Untuk memeriahkan suasana peserta yang sudah berkumpul di Kampung Gizi Cawang diberikan kegiatan lomba menghias sayur dan ikan. Caranya peserta diberikan kebebasan untuk memanen hasil kebun dan menangkap ikan di empang.

Setelahnya peserta harus menghias sayur mayur dengan peralatan yang disediakan. Untuk ikan yang ditangkap, peserta bisa meletakkan pada thin wall dengan isian air supaya ikan tetap segar.

Penilaian hasil karya menghias sayur dan ikan dilakukan oleh juri yang berasal dari warga setempat. Senangnya saya termasuk salah satu peserta yang memenangi lomba menghias sayur mayur dan mendapat hadiah batik tulis Banyuwangi.

Winner
Pemenang lomba menghias sayur dan ikan | doc. foto pribadi

Daipoeng Resto

Setelah dari Kampung Gizi Cawang, Peserta Jelajah Gizi diajak makan siang ke Daipoeng Resto yang merupakan salah satu restoran lokal ternama di kota Banyuwangi.

Istimewanya peserta disuguhi nasi dari Beras biofortifikasi, dan beberapa kuliner khas Banyuwangi yang kaya nutrisi, seperti Pecel Pitik & Ayam Lodho.

Cerita Jelajah Gizi 2024
Pecel Pitik dan Ayam Lodo | foto doc. pribadi

Taman Nasional Baluran

Seusai dari Daipoeng Resto, peserta Jelajah Gizi 2024 diajak ke Taman Nasional Baluran. Cuaca cerah nan terik membuat pemandangan Taman Nasional Baluran terlohat indah dipandang mata. Peserta dengan kelompoknya masing-masing menaiki mobil jeep untuk menyusuri savana di Taman Nasional Baluran.

Baluran
Senja di Taman Nasional Baluran | doc. foto pribadi

Pada jalur titik yang aman, peserta diijinkan untuk duduk di atap mobil jeep yang dinaiki tentu dengan syarat tetap memperhatikan keamanan. Wah senang rasanya buat saya yang baru pertama kali berkunjung ke Taman Nasional Baluran dengan menumpang jeep dan naik ke atas mobil jeepnya.

sunset baluran
Menyambut senja di Baluran | doc. foto Panitia

Pantai Bama dan Cemilan Khas Banyuwangi

Dari Taman Nasional Baluran peserta diajak mampir ke Pantai Bama. Pantai Bama merupakan salah satu destinasi wisata yang terletak di kawasan Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur. Pantai ini dikenal dengan keindahan alam yang masih asri dengan pemandangan ekosistem mangrove.

Cerita Jelajah Gizi 2024
Sunset di Pantai Bama Baluran Banyuwangi | doc..Foto Pribadi

Di aula Pantai Bama, peserta jelajah gizi 2024 disuguhi kudapan atau camilan khas Banyuwangi seperti; Bagiak, Kue Klemben, Tape Buntut dan Dodol Salak.

Cerita Jelajah Gizi 2024
Camilan khas Banyuwangi | doc. pribadi

Sego Tempong Mbok Wah

Seusai dari Taman Nasional Baluran peserta diajak makan malam ke Sego Tempong Mbok Wah “Kangene Ati”. Kata “Tempong” berasal dari Bahas Jawa yang artinya “Tampar”.

Hal ini merujuk pada pelengkap “Sego Tempong” yang ada sambalnya. Sehingga jika sedang makan rasanya bikin mulut kepedasan seperti ditampar.

Tempong
Sego Tempong Mbok Wah “Kangene Ati” | doc. foto Panitia

Sego Tempong atau Nasi Tempong disajikan dengan lauk ayam kampung goreng, tahu tempe, lalapan dan cumi balakutak serta sambal ulek cabai merah terasi. Oya sambal ulek ini disajikan pada tempat terpisah ya. Jadi aman buat yang tidak suka sambal.

Cerita Jelajah Gizi 2024
Nasi Tempong dengan sambal uleg yang maknyus | doc. foto Panitia

Rasa sambal ulek nya pedas dan segar karena ditambahkan perasan jeruk sambal. Buat yang tidak bisa makan pedas, saran saya sambalnya dicocol sedikit saja. Rasa nasi tempong Mbok Wah, enak dan lezat sekali. Setelah makan malam peserta kembali menuju Hotel Kokoon untuk beristirahat.

Day 3

Hari ketiga adalah hari terakhir peserta Cerita Jelajah Gizi 2024 berada di Banyuwangi. Setelah melakukan makan pagi di Hotel Kokoon, kami bersiap check out dan mampir  ke Pusat Oleh – Oleh Istana Gandrung Banyuwangi.

Di tempat ini peserta memborong berbagai ragam oleh-oleh baik berupa makanan dan minuman khas Banyuwangi maupun hasil kriya seperti kain Batik Tulis Banyuwangi dan Seni Pahat Kayu Banyuwangi.

Setelahnya peserta diantar menuju Bandar Udara Banyuwangi untuk terbang menggunakan pesawat Citilink ke Jakarta.

Cerita Jelajah Gizi 2024
Kebersamaan Peserta jelajah Gizi 2024 Banyuwangi | doc. foto Panitia

Penutup

Berkunjung ke Banyuwangi melalui Cerita Jelajah Gizi 2024 menjadi pengalaman tak terlupakan buat saya. Banyak insight, pengetahuan, wisata alam dan atraksi budaya yang saya dapatkan selama mengikuti Jelajah Gizi 2024 Banyuwangi.

Sukses terus buat Jelajah Gizi berikutnya. Sampai Jumpa…

Please follow and like us:

ditulis oleh

Bayu Fitri Hutami

Seorang pembelajar yang bukan siapa-siapa melainkan seorang yang senang bercerita. Seorang yang suka menulis berdasarkan apa yang dilihat, didengar dibaca dan dialami untuk menjadi sebuah tulisan informatif. Semoga tulisan yang saya sajikan bermanfaat. Terima Kasih.