
Demam Berdarah Dengue adalah penyakit yang harus diwaspadai bersama. Salah satu solusinya dengan melakukan #Ayo3mplusVaksinDBD
Pada hari Kamis 21 Maret 2024 saya dan teman Blogger menghadiri “Talkshow & Buka Puasa Bersama” dengan tema #Ayo3mplusVaksinDBD. Kegiatan ini diinisiasi oleh PT Takeda Innovative Medicines (”Takeda”).
Hadir beberapa narasumber saat acara yaitu; Andreas Gutknecht selaku Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Dr. Imran Pambudi, MPH, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI, dr. Ngabila Salama, MKM dan dr. Alvin Saputra selaku Praktisi Kesehatan Indonesia.
Daftar Isi
Demam Berdarah Dengue
Kasus DDB kembali menjadi perhatian besar ketika berdasarkan data Kemenkes sampai dengan minggu ke-11 tahun 2024, terdapat 35.556 kasus dengue di Indonesia dengan 290 kematian, demikian dikatakan Dr. Imran Pambudi, MPH, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI
Penyebab tingginya kasus dengue pada awal tahun 2024 salah satunya karena faktor cuaca panas dan kering. Nyamuk penyebab DBD yaitu aedes aegypti sebagai nyamuk penyebab demam berdarah akan lebih sering menggigit 2,5 kali lipat pada cuaca panas dan kering.
Pemerintah RI melalui Kemenkes tidak pernah bosan untuk mengkampanyekan solusi pencegahan DBD yaitu menjalankan hidup sehat dan bersih dengan menerapkan kampanye #Ayo3mplusVaksinDBD.
Kolaborasi Takeda
Khusus untuk kampanye #Ayo3mplusVaksinDBD adalah hasil kolaborasi kemitraan antara Takeda dengan Dirjen P2P Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Menurut Andreas Gutknecht selaku Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines yang membuat vaksin DBD ternyata gerakan #Ayo3mplusVaksinDBD meraih penghargaan perunggu dalam ajang PR Indonesia Award 2024 untuk kategori Corporate PR perusahaan swasta.
Diraihnya penghargaan ini membuktikan adanya pengakuan kegiatan corporate yang dilakukan Takeda yang bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI dalam membasmi DBD.
Pengakuan ini menjadi bukti bahwa kampanye #Ayo3mplusVaksinDBD ternyata adalah gerakan komprehensif yang mempunyai dampak besar bagi bangsa Indonesia.

Dukungan Masyarakat
Kesuksesan kampanye #Ayo3mplusVaksinDBD juga mendapat dukungan penuh dan peran aktif masyarakat yang secara sinergi ikut melakukan pencegahan dan pengendalian DBD di seluruh wilayah Indonesia.
Implementasi nyata dari masyarakat untuk mendukung pemberantasan DBD dengan melakukan 3M Plus yaitu; menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air dan mendaur ulang barang bekas yang bisa menjadi sarang nyamuk.
Sedangkan Plus nya yaitu memeriksa tempat penampungan air, menanam tanaman penangkal nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menggunakan obat anti nyamuk, memasang kawat kasa pada ventilasi jendela rumah, membersihkan lingkungan sekitar rumah, memperbaiki talang air tersumbat, memberi larvasida dan tidak menggantung pakaian bekas pakai di sembarang tempat.
Upaya Target Nol Kematian akibat DBD
Indonesia sendiri mempunyai target dalam memberantas DBD yaitu “tercapainya nol kematian akibat dengue di tahun 2030.” Artinya diharapkan angka kematian penderita DBD semakin lama semakin kecil bahkan menjadi tidak ada kematian lagi akibat DBD pada tahun 2030.
Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan kerjasama kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan pihak-pihak swasta, untuk bersama-sama menangani kasus DBD. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Takeda yang secara berkelanjutan menjalin Kerjasama dengan pemerintah dalam menjalankan program-program terkait DBD, untuk mencapai target nol kematian akibat DBD pada tahun 2030.
Kemudian Takeda bersama Kaukus Kementerian Kesehatan dan Kesehatan DPR RI juga ikut berpartisipasi menjadi salah satu anggota Koalisi Bersama (KOBAR) Lawan Dengue. Koalisi ini bertujuan merekognisi upaya pencegahan DBD
Selain menghimbau melalui kampanye #Ayo3mplusVaksinDBD, pemerintah juga memberikan pemahaman pada masyarakat mengenai pencegahan inovatif seperti penyebaran nyamuk predator aedes aegypti yang disebut Wolbachia.

Edukasi Pencegahan Bahaya DBD
Sesi Talkshow yang menghadirkan narasumber dr. Ngabila Salama, MKM dan dr. Alvin Saputra selaku Praktisi Kesehatan Indonesia memaparkan bahwa edukasi pencegahan bahaya demam berdarah dengue harus terus dilakukan di masyarakat.
Hal ini mengingat latar belakang pendidikan masyarakat sangat beragam. Sehingga berakibat pada masyarakat yang lebih percaya berita menyesatkan tentang tindakan preventif DBD seperti vaksin DBD.
Sebagian masyarakat masih enggan mendapatkan vaksin dengue karena percaya berita menyesatkan tentang resiko yang akan didapatkan. Padahal vaksin DBD sama seperti vaksin lainnya yang berfungsi untuk melindungi daya tahan tubuh ketika terserang gigitan nyamuk aedes aegypti.
Untuk itu peran praktisi kesehatan seperti dr. Ngabila Salama, MKM dan dr. Alvin Saputra sangat dibutuhkan untuk memberikan edukasi pada masyarakat mengenai pentingnya tindakan preventif seperti vaksin DBD.
Vaksin DBD saat ini tersedia di Indonesia dan bisa diberikan untuk kelompok usia 6 – 45 tahun. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan dan cari tahu mengenai informasi untuk mendapat perlindungan menyeluruh dari DBD melalui vaksinasi.
Penutup
Pepatah yang mengatakan-, tindakan mencegah lebih baik daripada mengobati adalah benar adanya. Kasus kematian akibat DBD yang tinggi pada awal tahun 2024 diharapkan bisa menjadi peringatan dini bahwa peristiwa DBD tidak bisa dianggap enteng.
Tindakan pencegahan preventif 3MPlus harus terus dilakukan. Ditambah tindakan preventif lain seperti penyebaran nyamuk Wolbachia dan pemberian vaksin DBD.
Semoga target kematian nol akibat DBD segera tercapai dan Indonesia bisa menjadi negara yang bebas dari kematian akibat DBD. #Ayo3mplusVaksinDBD

Ikut senang sudah ada vaksin untuk DBD, karena kalau membaca cerita pasien yang pernah terjangkit penyakit ini, gejalanya sama seperti demam biasa sehingga banyak yang kecolongan.
Semoga kehadiran vaksin ini bisa mengurangi pasien yang terjangkit DBD dan tidak ada lagi kasus kematian akibat DBD.
Duh, beneran deh kak kalau sudah kena DBD itu kok ya kasihan sama pasien yang menderita. Pastinya badan akan sangat lemas sekali. Memang perlu ada penanganan di lingkungan tempat tinggal kiita. Intinya jangan biarkan nyamuk berkembang biak di pemukiman, dan lakukan vaksin DBD
Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi momok menakutkan di Indonesia. Di musim hujan seperti sekarang, nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus Dengue, semakin aktif berkembang biak. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pencegahan DBD secara menyeluruh.
Demam Berdarah ini tidak bisa kita abaikan, ya. Risikonya bisa menyebabkan kematian.
Dulu pernah pengalaman kena DBD, Alhamdulillah bisa langsung ditangani.
Sekarang senang banget karena sudah ada vaksin DBD. Tentu dengan tetap melakukan 3M.
Vaksin DBD termasuk vaksin baru ya . Buat negara tropis yg banyak nyamuk memang perlu ya vaksin DBD
Tiap denger berita tentang demam berdarah jadi waspada juga. Apalagi waktu itu sering banget orang yang datang ke rumah sakit diopname gara-gara demam berdarah. Aku sendiri berusaha menjaga lingkungan, makanan dengan baik dan berusaha untuk konsumsi makanan yang bergizi. Kesehatan mahal harganya dan itu bener adanya
Bener banget nih, mencegah lebih baik daripada mengobati. Dan tidak menganggap remeh penyakit demam berdarah. Bagus nih acaranya jadi bisa buat orang aware sama penyakit DBD dan cara pencegahannya.
Beberapa kali sudah terjadi KLB Demam berdarah oleh karena itu butuh awareness agar tidak berulang lagi
Minggu lalu anak-anak vaksin pertama DB, tinggal pengulangan 3 bulan lagi
Setuju banget kalau mencegah lebih baik dari mengobati. Semoga pencegahan DBD terus menjadi bahan edukasi setiap keluarga karena sakit DBD tuh emang nggak enak banget dan sangat berisiko. Berisikonya lebih ke burn out nakes. Sekali musim, RS penuh, bisa-bisa kita nggak dapet tempat rawat. (Pengalaman nyari RS pas musim DBD Depok)
Betul sekali, Mbak. Awal tahun kemarin keponakan juga harus di rawat di RS karena DBD. Alhamdulillah kondisinya segera membaik. Dan berbarengan dengan ponakan itu satu RT yang terkena DBD ada 10 orang. Memang sangat mengkhawatirkan. Memang harus melibatkan seluruh masyarakat juga ya.
Demam berdarah atau DBD sempat menguat kasusnya akhir-akhir ini. Kita harus menjaga lingkungan dan melakukan pencegahan agar DBD tidak semakin meluas. Jaga kebersihan lingkungan juga kondisi kesehatan kita.
DBD ini masih jadi ketakutan besar sih ya dan jadi PR bersama untuk memberantasnya, semoga dengan sosialisasi dan edukasi cara mencegah demam berdarah dengue yang diberikan kepada masyarakat bisa membantu mengurangi tingkat kematian karena DBD ini.
Sekarng di tempatku lagi musim hujan, banyak genangan air pula. Takud banget kalo DBD, apalagi kasusnya memang lagi tinggi-tingginya, banyak banged di rumah sakit berjuang melawan DBD. Setelah baca tulisan ini, aku baru tahu loh mba ternyata ada vaksin untuk DBD