
Bank sampah digital menjadi salah satu solusi dalam menangani masalah lingkungan seperti limbah sampah rumah tangga.
Bertambahnya jumlah penduduk berakibat pada meningkatnya produksi sampah hasil dari kegiatan harian manusia.
Sampah yang dibiarkan begitu saja pastinya akan mendatangkan masalah lingkungan. Jika pengelolaan sampah sembarangan juga bisa membuat ketidaknyamanan manusia pada umumnya.
Pengelolaan sampah secara konvensional dengan membuang kumpulan sampah dalam jumlah besar ke tempat pembuangan akhir atau TPA lambat laun akan menimbulkan masalah lingkungan juga.
Beberapa masalah lingkungan akibat pembiaran sampah begitu saja seperti; sampah dapat mencemari lingkungan, sampah akan tertelan satwa liar, sampah organik yang dibiarkan bisa menjadi sarang bakteri dan menimbulkan penyakit bgi manusia.
Melihat peliknya masalah sampah maka dibutuhan solusi dan terobosan baru dalam mengelola sampah. Paling utama bagaimana sampah bisa dikelola dengan baik tanpa menimbulkan masalah baru di kemudian hari.
Daftar Isi
Bank Sampah Digital
Desty Eka Putri adalah salah satu penerima SATU Indonesia Awards 2022 dari ASTRA yang berasal dari Cilegon, Banten berhasil mengubah cara pandang masyarakat mengenai pengelolaan sampah.
SATU Indonesia Awards adalah program apresiasi dari ASTRA kepada para anak muda Indonesia yang menjadi penggerak perubahan di masyarakat.
Program SATU Indonesia Awards diberikan kepada individu atau kelompok yang dikelompokkan dalam Lingkungan, Pendidikan, Kewirausahaan dan Teknologi.
Menggunakan teknologi berbasis digital, Desty mendirikan Bank Sampah Digital untuk mengelola sampah dengan cara yang kekinian.
Adapun teknologi dari Bank Sampah Digital berbentuk Aplikasi Bank Sampah Digital. Sampah yang dapat dikelola oleh Bank Digital adalah sampah anorganik.
Menurut Desty, kehadiran Bank Sampah Digital sudah ada sejak tahun 2020 yang lalu. Nasabah Bank Sampah Digital sendiri saat ini berjumlah 3.549 nasabah per Desember 2022.
Jenis Sampah dan Konversi
Sampah yang dikumpulkan, terutama jenis sampah anorganik seperti plastik, kaleng, dan kertas, akan diklasifikasikan, diolah, atau didaur ulang oleh mitra Bank Sampah Digital yang telah tersebar di berbagai wilayah.
Selanjutnya sampah yang disetor menghasilkan poin yang bisa ditukarkan atau dikonversi dengan sejumlah uang atau berbagai barang dan layanan.
Adapun jenis sampah yang bisa disetor ke Bank Sampah Digital yaitu; Gelas dan botol plastik air minum kemasan, tutup botol dan galon, ember plastik, kardus, kertas, koran, aluminium, besi, kaleng kue, kaleng minuman, aki, paralon, plastik bening, beling dan pecahan kaca.
Keunggulan Bank Sampah Digital
Teknologi digital yang diterapkan pada bank sampah memudahkan proses pengumpulan dan pemilahan sampah.
Aplikasi Bank Sampah Digital memungkinkan masyarakat untuk mengecek saldo mereka, melihat jenis sampah yang dapat ditukar, hingga menentukan lokasi penjemputan atau tempat penyetoran sampah.
Dengan cara ini, Bank Sampah Digital memberikan solusi praktis bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Pemberdayaan Masyarakat
Bank Sampah Digital dalam kegiatannya mengajak partisipasi masyarakat secara langsung. Hal ini terjadi karena setiap orang diminta memilah sampah dari rumah terlebih dulu.
Selain menyasar individu dan rumah tangga, Bank Sampah juga menyasar pada komunitas. Tujuannya supaya keberadaan Bank Sampah Digital cepat diketahui sehingga banyak yang bisa berpartisipasi dalam pengelolaan sampah.
Adapun komunitas yang disasar yaitu; ibu-ibu pengajian, anak muda RT RW serta ibu-ibu arisan.
Tujuan dan Program Bank Sampah Digital
Tujuan didirikannya Bank Sampah Digital Yaitu; melestarikan lingkungan, pemberdayaan masyarakat dan peningkatan ekonomi.
Sedangkan dalam pelaksanaannya, Bank Sampah Digital juga mempunyai program kerja yaitu;
1. Membentuk titik baru sampah
Setiap RW membuat tempat pengumpulan sampah anorganik dan melakukan penimbangan berat pengangkutan sampah terpilah.
2. Edukasi pada anggota Bank Sampah Digital
Hal ini bertujuan supaya warga secara mandiri bisa melakukan pemilahan jenis-jenis sampah sesuai harga dan benefit.
3. Program Sedekah Sampah
Sedekah sampah menyasar pada kalangan warga yang mampu secara finansial namun tetap ingin terlibat gerakan sosial melalui Bank Sampah Digital.
Pada kasus seperti ini sampah yang dihasilkan oleh warga dari kalangan berpunya setelah dikonversi nilainya dengan sejumlah uang maka uangnya disedekahkan pada mustahik atau orang yang membutuhkan.
4. Wirawaste Anak Muda
Warga desa usia muda juga ikut dilibatkan untuk berkontribusi dalam penanganan sampah dengan cara mendampingi secara aktif pada lokasi tempat berkumpulnya anak muda.
Bank Sampah Digital akan mendekati anak muda untuk memilah sampah bekas tempat makan dan minum yang mereka gunakan ketika nongkrong di kafe. Disediakan juga dropbox tempat membuang sampah yang sudah dipilah supaya lebih mudah diangkut ke tempat pengelolaan sampah Digital
5. Permodalan Bebas Bunga
Tahun 2021 Bank Sampah Digital mempunyai program permodalan bergulir bebas bunga dan bebas riba.
Modal dari Bank Sampah Digital menggunakan sedikit profit yang diputar kembali untuk mendanai rumah tangga layak mendapatkan pinjaman modal karena mempunyai usaha rumahan.
Untuk permodalan usaha ini, pelaku usaha rumah tangga cukup mencicil pinjaman dengan menggunakan sampah terpilah.
6. Inovasi untuk Bayar PBB
Bank Sampah Digital yang dikelola Desty, mendapatkan dukungan dari pemerintah kecamatan Kota Serang Banten. Adapun bentuk kerjasamanya, warga bisa melakukan pembayaran PBB melalui tabungan sampah yang dimiliki dan bisa langsung melakukan pembayaran.
7. Bisa Berobat
Bank Sampah Digital juga bekerjasama dengan klinik untuk memfasilitasi warga yang ingin berobat jenis penyakit ringan seperti batuk pilek.
Penutup
Desty Eka Putri selain pencipta inovasi juga seorang inspirasi. Melalui Bank Sampah Digital, ia menunjukkan bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil dan dedikasi yang kuat.
Bank Sampah Digital bukan sekadar aplikasi atau program biasa, tetapi adalah sebuah gerakan menuju masa depan lingkungan yang lebih baik.
Semoga Bank Sampah Digital dapat menjadi model pengelolaan sampah yang bisa diadopsi oleh lebih banyak daerah di Indonesia.
#LFAAPADETIK2024
