dr. Ikramsyah Maulana, Menyapa Janin dari Kepulauan Banda dengan Layanan USG Keliling

“Satu janin, satu senyum, satu harapan pada setiap gelombang.”

Hadirnya kehidupan baru yang bermula dari janin adalah awal segalanya.

Ketika sang janin hadir dalam rahim seorang ibu saat itu juga kehidupan baru akan datang.

Ibu sebagai tempat bernaung akan berusaha semaksimal mungkin merawat sang janin supaya tumbuh sehat dan bisa hadir ke dunia dengan selamat.

Berbagai upaya dilakukan ibu mulai dari mengkonsumsi makanan dengan asupan nutrisi yang dibutuhkan pertumbuhan janin sampai memeriksakan kehamilan pada tenaga kesehatan setempat.

Sayangnya pada sebagian wilayah Indonesia khususnya yang berada di pelosok daerah masih ada kendala medis terkait pemeriksaan kesehatan untuk ibu hamil.

Terbatasnya moda transportasi dan minimnya sebaran tenaga kesehatan membuat banyak ibu hamil hanya bisa pasrah menunggu waktu persalinan tanpa pernah tahu apakah calon bayi dalam rahimnya tumbuh dengan sehat.

dr. Ikramsyah Maulana

Berawal dari kisah di atas yang membuat dada terenyuh hadirlah seorang dokter muda bernama dr. Ikramsyah Maulana.

Dokter muda ini mengabdikan dirinya di Kepulauan Banda tepatnya di Puskesmas Waer selepas lulus dari pendidikan dokter umum Universitas Pattimura tahun 2020.

Pengabdian dr. Ikramsyah Maulana dimulai sejak tahun 2023 hingga sekarang.

Berkat perhatian dan pengabdian pada masalah kesehatan ibu hamil dr. Ikramsyah Maulana mendapat apresiasi penghargaan pada ajang SATU Indonesia Awards 2024 di bidang kesehatan dengan judul kegiatan “Tindakan Kecil yang Dapat Menyelamatkan 2 Nyawa”

SATU Indonesia Awards merupakan ajang apresiasi tahunan yang rutin diselenggarakan PT. ASTRA International Tbk. Apresiasi yang diberikan berupa penghargaan kepada anak muda Indonesia dalam upayanya memberi kontribusi positif dalam bidang teknologi, kewirausahaan, pendidikan, lingkungan dan kesehatan.

dr. Ikramsyah Maulana
dokter muda inspiratif | sumber Instagram. dr Ikramsyah Maulana

Pertarungan Ibu Hamil dengan Alam

Menurut penuturan dr. Ikramsyah Maulana, jauh sebelumnya sebagian besar ibu hamil dari Banda Neira harus bertarung dengan tingginya ombak dan angin kencang untuk dapat memeriksa kandungan ke kota besar.

Jika umumnya pertarungan antara kehidupan dan kematian ada pada saat ibu melahirkan namun pada ibu hamil di Kepulauan Banda, pertarungan itu sudah ada sejak janin masih dalam kandungan.

Harapan untuk bisa bertemu dokter dan mengetahui kondisi kesehatan janin menjadi keinginan terbesar dari semua ibu hamil di Kepulauan Banda.

Namun harapan bertemu dokter untuk memeriksakan kehamilan itu sering kandas di tengah jalan.

Hal ini disebabkan ketika dalam perjalanan laut menuju kota terdekat, moda transportasi terdampak cuaca buruk.

Seringkali ibu hamil harus ikut bersandar di pulau terdekat sebelum sampai ke tujuan. Situasi ini sangat beresiko bagi kondisi kesehatan ibu dan janin dalam rahim.

Fasilitas Kesehatan

Sebenarnya untuk pemeriksaan kehamilan beberapa pulau sudah mempunyai sarana kesehatan seperti Puskesmas.

Sayangnya sarana kesehatan tersebut tidak dilengkapi dengan peralatan modern memadai seperti keberadaan USG untuk melihat kondisi pertumbuhan janin.

Sehingga tenaga kesehatan seperti Bidan Desa yang ada di Puskesmas Waer hanya bisa meraba dan memperkirakan kondisi kesehatan janin secara perkiraan saja.

Tidak hanya itu keberadaan tenaga kesehatan dokter umum bahkan dokter Spesialis Kandungan juga sangat terbilang langka kalau tidak bisa dikatakan hampir tiada yang bertugas di Puskesmas tersebut.

Akibat dari beragam persoalan tersebut banyak peristiwa terjadinya komplikasi periode kehamilan yang berujung pada kehilangan nyawa si ibu beserta calon bayinya.

Program USG Keliling untuk Ibu Hamil

Kehadiran dr. Ikramsyah Maulana dengan pengetahun sebagai tenaga kesehatan sekaligus dokter umum yang bertugas di Kepulauan Banda menjdi oase bagi para ibu hamil.

Bagaimana tidak, dokter muda ini tidak hanya pasif menunggu pasien ibu hamil datang memeriksakan kandungan ke Puskesmas.

Namun sang dokter juga ikut jemput bola mengunjungi tempat tinggal para ibu hamil dengan membawa alat USG Portable.

Program jemput bola mengunjungi ibu hamil dilakukan secara periodik dibantu tenaga medis lainnya.

Pertanyaan berikutnya, sulitkah membawa alat USG Portable secara mobile ?

Bagaimana keamanan dan daya tahan alat USG Portable mengingat perjalanan bisa dibilang tidak selalu mulus karena faktor cuaca.

Ternyata jawaban dari dr. Ikramsyah Maulana tidak ada kendala dalam membawa alat USG Portable secara mobile.

Jadi alat USG Portable yang ada di Puskesmas Waer merupakan bantuan dari Dinas Kesehatan Maluku Tengah sejak tahun 2023.

Secara desain dan teknis alat ini memang difungsikan untuk bisa mobile tanpa kendala.

Kegiatan Jemput Bola

Pada akhirnya hasil dari inisiatif dr. Ikramsyah Maulana yang melakukan jemput bola mendatangi ibu hamil disambut hangat oleh masyarakat setempat.

Untuk melengkapi pemeriksaan ibu hamil, dr. Ikramsyah Maulana membuat beberapa jadwal kegiatan diantaranya;
Mendata jumlah ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Waer. Tujuannya untuk mengetahui berapa jumlah sesungguhnya ibu hamil yang ada sehingga bisa terpantau kondisinya.

Selanjutnya membentuk tim medis untuk membawa USG Portable dengan cara berlayar mengunjungi ibu hamil ke tempat tinggal atau posyandu terdekat. Adapun perjalanan berlayar antar pulau menggunakan kapal kayu dengan durasi 45 – 60 menit.

Untuk kegiatan rutin di Puskesmas Waer diadakan edukasi penyuluhan tentang gizi, tanda bahaya kehamilan dan pentingnya persalinan di fasilitas kesehatan.

Pada kasus kehamilan dengan resiko tinggi dr. Ikramsyah Maulana melakukan koordinasi dengan rumah sakit rujukan menggunakan telemedicine.

Terakhir untuk membantu data dasar kebijakan daerah, dr. Ikramsyah Maulana ikut melakukan monitoring dan evaluasi pencatatan data kesehatan ibu hamil.

Tenaga Medis
Kegiatan USG Keliling | sumber : Instagram dr. Ikramsyah Maulana

Tujuan Program USG Keliling

Secara luas keberadaan USG Keliling tidak hanya untuk memeriksa kondisi kesehatan janin namun bisa digunakan skrining penyakit lainnya.

Menurut dr. Ikramsyah Maulana, skrining penyakit lain dari hasil USG Keliling bisa mengantisipasi penyebaran penyakit itu sendiri.

Berdasarkan data yang diperoleh dr. Ikramsyah Maulana, masyarakat Banda masih rentan terkena penyakit menular seperti TBC, Kusta hingga Malaria.

Sementara ibu hamil rentan tertular jenis penyakit tersebut.

Untuk mencegah penularan maka pemberian vaksin pada ibu hamil menjadi jalan keluar terbaik supaya daya tahan tubuh ibu hamil meningkat sehingga tidak mudah tertular penyakit.

Memperbaiki Lingkungan dan Asupan Gizi Ibu Hamil

Menjaga kesehatan ibu hamil ternyata belum cukup dari sekadar melihat hasil USG namun juga perlu kesadaran memperbaiki kondisi sanitasi dan pentingnya kebersihan lingkungan beserta sumber air yang bersih.

Jika kondisi lingkungan sudah bersih maka selanjutnya upaya dilakukan pada pemenuhan kebutuhan gizi bagi ibu hamil. dr. Ikramsyah Maulana menemukan beberapa kasus ternyata ada sebagian ibu hamil yang mengidap anemia dan kurang gizi.

Hal ini menjadi keprihatinan tersendiri karena bisa berakibat pada kondisi bayi menjadi stunting ketika dilahirkan.

Untuk mengatasi hal ini pada program USG Keliling untuk perbaikan pemenuhan kebutuhan gizi, dr. Ikramsyah Maulana membawa makanan tambahan seperti vitamin dan zat besi.

USG Keliling dan Penguatan JKN

Program USG Keliling yang diinisiasi dr. Ikramsyah Maulana pada akhirnya ikut menjadi penguatan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Hal ini dikarenakan ternyata banyak masyarakat Kepulauan Banda yang belum memahami pentingnya terdaftar sebagai peserta BPJS.

dr. Ikramsyah Maulana memberikan edukasi akan manfaat dari kepesertaan BPJS pada masyarakat Kepulauan Banda terutama untuk ibu hamil dimana bisa mendapatkan layanan persalinan secara gratis.

Sehingga pada akhirnya ibu hamil tidak terbebani biaya melahirkan yang dapat menghambat proses persalinan.

Penutup

Di usia yang masih muda, dr. Ikramsyah Maulana telah membuktikan bahwa pengabdian tidak harus menunggu fasilitas lengkap.

Berbalut tekad dan empati, dr. Ikramsyah Maulana membawa USG Portable yang biasanya hanya ada di rumah sakit besar ke ruang-ruang sederhana di pedalaman laut Banda.

Kini, setiap kali perahu kecilnya berlabuh di dermaga desa, warga sudah menunggu. Anak-anak berlari menyambut, ibu-ibu tersenyum lega.

Di balik tas ransel dan alat USG Portable-nya, dr. Ikramsyah membawa pesan bahwa kesehatan bukanlah hak istimewa bagi yang tinggal di kota, tetapi hak dasar bagi semua manusia.

Dari lautan Banda yang luas, dr. Ikramsyah Maulana terus menyapa kehidupan yang baru.

Referensi ;

https://ambon.tribunnews.com/2021/02/22/anak-muda-jarang-ikut-sosialisasi-jadi-alasan-dokter-asal-ambon-bagi-tips-kesehatan-di-tiktok

https://www.tempo.co/foto/arsip/viral-pria-tampan-dari-keluarga-broken-home-berhasil-raih-gelar-dokter-365072

https://medium.com/berbagi-berdampak/satu-tindakan-yang-menyelamatkan-dua-nyawa-kado-dr-ikram-syah-maulana-untuk-indonesia-1bc1e55ff39c

 

#APA2025-PLM

Please follow and like us:

ditulis oleh

Bayu Fitri Hutami

Seorang pembelajar yang bukan siapa-siapa melainkan seorang yang senang bercerita. Seorang yang suka menulis berdasarkan apa yang dilihat, didengar dibaca dan dialami untuk menjadi sebuah tulisan informatif. Semoga tulisan yang saya sajikan bermanfaat. Terima Kasih.