Tips Mencegah Kebakaran di Rumah dan Cara Menanggulanginya

Peristiwa kebakaran pastinya beresiko bagi siapa saja yang berada di dekatnya. Untuk itu penting mengetahui cara mencegah kebakaran di rumah. Memang diperlukan kewaspadaan yang tinggi apabila ingin terhindar dari bahaya kebakaran. Kebakaran sendiri dapat menyebabkan kerugian yang cukup besar secara finansial, sehingga perlu dilakukan pencegahan.

Kebakaran yaitu sesuatu bencana yang kerap terjadi di dekat kita. Penyebabnya bisa disebabkan berbagai faktor seperti hubungan listrik arus pendek, terdapatnya api yang menjalar, serta masih banyak yang lain. Kebakaran dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, termasuk di rumah sendiri.

Mencegah kebakaran di rumah
Pentingnya menanggulangi kebakaran pada tempat tinggal | canva.com

Mencegah Kebakaran di Rumah

Hal yang paling sulit diprediksi namun tidak bisa dihindarkan yaitu kebakaran dapat mengancam kerugian materil yang amat besar. Supaya kebakaran tidak merugikan keuangan, maka sangat di perlukan Asuransi Kebakaran untuk properti anda.

Anda perlu waspada supaya tidak terjadi kebakaran di rumah sebab dapat menimbulkan kerugian yang cukup besar. Terlebih bila kebakaran juga melanda rumah-rumah di sekitarnya. Sebagian perlengkapan yang dapat membantu mengatasi kebakaran di rumah dapat dipersiapkan. Seperti alarm asap, perlengkapan pemadam kebakaran dan brankas besi tahan api untuk melindungi dokumen-dokumen penting.

Cara Menanggulangi Kebakaran

Tetapi, upaya penanggulangan kebakaran saja tidak cukup. Tak ada yang dapat menjamin kebakaran tidak akan terjadi, walaupun sumber api jauh dan listrik dipastikan stabil. Dalam keadaan darurat, penting untuk Anda mengetahui bagaimana cara menanggulangi kebakaran dan menyelamatkan diri sendiri, dan orang lain.

Berikut tips perilaku untuk mencegah kebakaran terjadi rumah

1. Jangan menyalakan api secara sembarangan
Dapur jadi ruangan di mana sering sekali menyalakan api untuk masak. Apabila Anda selesai memasak, pastikan untuk tidak meninggalkan kompor dalam kondisi menyala.

Anda perlu untuk mengawasi kompor setiap saat supaya dapat mengenali potensi kebocoran tabung gas yang dapat menyebabkan kebakaran. Hal yang sama juga perlu dilakukan saat Anda menyalakan lilin ataupun beberapa barang yang mengeluarkan api.

Jangan menyalakan api secara sembarangan dan meninggalkan beberapa barang tersebut tanpa pengawasan. Karena, api dapat menyambar ke benda-benda yang gampang dibakar hingga dapat menyebabkan kebakaran.

2. Matikan perlengkapan elektronik
Sebagian besar dari musibah kebakaran diakibatkan oleh hubungan arus pendek listrik. Oleh karena itu, Anda perlu mencabut alat-alat elektronik yang tidak digunakan buat menghindari kebakaran.

Pemakaian listrik berlebih melalui perlengkapan elektronik di rumah dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran. Anda sebaiknya mematikan perlengkapan elektronik seperti televisi, komputer, dan juga mainan anak yang memakai listrik apabila tidak digunakan.

3. Hindari untuk merokok di dalam rumah
Rokok yaitu sumber api yang dapat menimbulkan kebakaran di rumah. Oleh karena itu, Anda sebaiknya menyuruh pasangan ataupun tamu untuk merokok di luar rumah walaupun rumah sudah dilengkapi ventilasi yang baik.

Saat sedang merokok di luar rumah, pastikan abu rokok tidak bertebaran dan puntung rokok sudah dimatikan seluruhnya saat sebelum dibuang. Karena, api pada puntung rokok yang menyala dapat membakar benda-benda di sekitarnya, sehingga menyebabkan kebakaran.

4. Hindarkan barang mudah terbakar dari sumber api
Tips selanjutnya, yaitu hindarkan benda-benda yang mudah terbakar dari sumber api dan panas. Benda-benda yang mudah terbakar biasanya terbuat dari kertas, kain, dan plastik.

Jangan meletakkan tumpukan koran ataupun kardus di dekat kompor ataupun lilin yang lagi menyala. Karena, api dari kompor dan lilin dapat menyambar ke barang tersebut sehingga menimbulkan kebakaran.

5. Rutin untuk mengecek kabel listrik di rumah
Meski rumah nampak aman, Anda tetap perlu melakukan pengecekan pada soket dan colokan listrik di rumah. Perhatikan bagian mana saja yang seketika tidak berperan serta berpotensi menimbulkan kebakaran.

Selanjutnya, awasi kabel pada alat-alat elektronik. Perhatikan apakah ada kabel yang robek ataupun rusak akibat sudah usang ataupun digigit tikus. Segeralah untuk mengganti kabel yang rusak dengan kabel baru untuk menghindari konsleting listrik dan juga kebakaran.

6. Matikan sumber api dan alat elektronik sebelum meninggalkan rumah
Beberapa orang dapat lengah saat akan meninggalkan rumah. Mereka terkadang lupa untuk mematikan beberapa barang elektronik sampai kompor di dapur. Hal itu justru bisa meningkatkan potensi kebakaran.

Oleh karena itu, pastikan Anda sudah mematikan alat-alat elektronik seperti pengering rambut, oven listrik, Televisi, dan juga komputer saat sebelum meninggalkan rumah. Pastikan sumber listrik sudah dicabut, sehingga tidak ada perlengkapan elektronik yang tersambung ke listrik.

Tak cuma itu, perhatikan juga kompor di dapur. Jangan tinggalkan rumah dalam kondisi kompor menyala. Jika perlu, Anda harus melakukan pengecekan berulang untuk memastikan kompor sudah mati.

7. Jangan membakar sampah di dekat rumah
Terakhir, hindari membakar sampah terutama tumpukan daun kering, kertas dan kardus di sekitar rumah. Anda tidak akan pernah tahu sisa pembakaran sampah itu dapat menyambar benda-benda yang mudah terbakar di rumah sehingga bisa mengakibatkan kebakaran.

Untuk sampah dedaunan serta tumbuhan dapat diubah menjadi kompos tanpa perlu membakarnya. Untuk benda-benda yang mudah dibakar sebaiknya dibuang ke tempat yang lebih aman, tanpa perlu untuk membakarnya terlebih dulu.

Kebakaran dapat terjadi kapan saja, tetapi Anda masih bisa mencegahnya dengan melaksanakan langkah-langkah seperti di atas. Walaupun berbagai cara mencegah kebakaran sudah dilakukan, namun terkadang peristiwa kebakaran tetap tidak dapat dihindari.

Karena itu, ada beberapa hal yang sebaiknya Anda persiapkan untuk dapat menangani peristiwa kebakaran dengan segera sehingga mengurangi risiko kerugian yang lebih besar.

Alat Pencegah Kebakaran di Rumah

Berikut ini beberapa alat yang bisa di sediakan untuk menanggulangi risiko kebakaran di rumah.

Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
APAR yaitu alat yang seharusnya ada di rumah guna menanggulangi terjadinya kebakaran. Meski perannya sangat penting, sepertinya alat ini masih jarang dimiliki oleh penghuni rumah. Baiknya, APAR diletakkan di tempat yang mudah guna dijangkau dan berisiko menimbulkan api. Lokasinya disekitar area dapur atau dekat perabot elektronik.

Untuk keamanan rumah bertingkat dua, sebaiknya menyimpan dua buah APAR, misalnya di dekat garasi dan dapur. Bahkan lebih baik lagi jika disediakan satu APAR lagi di dinding lorong lantai dua untuk mencegah kebakaran dari kamar tidur atau kamar mandi.

Alarm Pendeteksi Asap
Selain alat pemadam api ringan, Memasang alarm pendeteksi asap dapat menanggulangi kebakaran yang paling dasar. Alarm ini dapat berbunyi saat detector mendeteksi adanya asap. Hal ini akan sangat membantu penghuni rumah menyadari adanya potensi akan kebakaran.

Tempatkan alarm pendeteksi asap tersebut di tempat yang dekat dengan potensi kebakaran terjadi seperti dapur. Dengan menyadari adanya asap lebih awal, Anda bisa segera memadamkan api sebelum membesar serta dapat menyelamatkan anggota keluarga dan barang-barang penting sebelum terlambat.

Asuransi Kebakaran dari Gardaoto
Yang tidak kalah pentingnya guna dipersiapkan dalam menanggulangi peristiwa kebakaran, yaitu asuransi kebakaran. Gardaoto menyediakan produk Asuransi Kebakaran yang memberikan jaminan risiko kerugian atas aset, bangunan, dan isi bangunan yang Anda miliki.

Penutup

Dengan memiliki asuransi kebakaran, Anda dapat tinggal dengan aman dan nyaman tanpa rasa cemas. Ini tentu bisa menjadi langkah baru untuk lebih baik dalam melindungi rumah dan properti lainnya yang Anda miliki. Demikian tips mencegah kebakaran di rumah dan cara menanggulanginya. Semoga informasi ini bermanfaat.

Please follow and like us:

ditulis oleh

Bayu Fitri Hutami

Seorang pembelajar yang bukan siapa-siapa melainkan seorang yang senang bercerita. Seorang yang suka menulis berdasarkan apa yang dilihat, didengar dibaca dan dialami untuk menjadi sebuah tulisan informatif. Semoga tulisan yang saya sajikan bermanfaat. Terima Kasih.