Tips UMKM Sukses dari Bisnis Kecil Menjadi Besar

Sudah banyak kita mendengar kisah para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang berhasil mengembangkan usahanya dari kecil menjadi besar. Kisah UMKM sukses ini pun tentunya bisa menjadi motivasi siapapun untuk memulai usaha atau menjalankan bisnis.

Tidak perlu menunggu memiliki modal besar untuk bisa memulai usaha. Dengan modal kecil pun Anda bisa berwirausaha. Sebab, kesuksesan dalam berwirausaha tidak semata-mata ditentukan dengan modal besar, tetapi ditunjang faktor-faktor lainnya.

Apalagi di tengah era digitalisasi saat ini, banyak hal yang mendukung pelaku UMKM meraih kesuksesan. Selama ini, kendala pelaku UMKM sukses adalah mengenai permodalan, perizinan, produksi hingga pemasaran. Namun, era digitalisasi membuat hambatan itu bisa sedikit teratasi. Kehadiran platform digital ini memberi banyak peluang bagi pelaku UMKM, mulai dari promosi, pemasaran dan mampu menjangkau konsumen secara luas.

Karena itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan pelaku UMKM untuk bisa terus mengembangkan bisnisnya dari kecil menjadi besar. Yuk simak tips agar menjadi pelaku UMKM sukses!

UMKM sukses
Usaha kecil menengah sedang tumbuh saat ini

Pengertian dan Kategori Pelaku UMKM

UMKM atau usaha mikro, kecil dan menengah adalah usaha atau bisnis yang dijalankan individu perorangan, rumah tangga atau badan usaha perorangan. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2008 telah mengatur penggolongan klasifikasi usaha apa saja yang masuk kriteria UMKM tersebut.

Penggolongan pelaku UMKM ini dibagi dengan beberapa kriteria, antara lain jumlah kekayaan, omzet penjualan tahunan dan jumlah karyawan. Berdasarkan klasifikasi tersebut, kriteria usaha mikro yakni memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp50 juta tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha atau memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 300 juta. Beberapa contoh pelaku UMKM mikro ini antara lain pedagang kecil, pedagang asongan dan pedagang dengan modal di rentang tersebut.

Lalu pelaku UMKM yang masuk usaha kecil yakni yang memiliki kriteria kekayaan bersih lebih dari Rp 50 juta hingga Rp 500 juta tidak termasuk tanah dan bangunan usaha atau memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 300 juta hingga Rp 2,5 miliar. Contoh pelaku usaha kecil ini antara lain restoran atau tempat makan kecil, usaha bengkel motor, usaha fotokopi dan lainnya.

Kemudian yang masuk kategori usaha menengah yakni yang memiliki kekayaan bersih Rp 500 juta sampai dengan paling banyak Rp 10 miliar tidak termasuk tanah dan bangunan usaha atau memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 2,5 miliar hingga Rp 50 miliar. Pelaku usaha menengah sesuai kriteria ini yakni restoran atau usaha tempat makan besar, toko bangunan dan lainnya.

Kendala UMKM

Terdapat beberapa kendala yang dialami UMKM untuk bisa mengembangkan usahanya menjadi lebih besar. Kendala tersebut bisa berupa modal, akses perizinan, inovasi produk, pemasaran, hingga manajemen keuangan.

1. Modal usaha
Modal usaha kerap menjadi salah satu kendala utama agar UMKM sukses, khususnya usaha mikro. Modal yang minim membuat pelaku UMKM ini sulit mengembangkan produknya menjadi lebih besar, Sementara, untuk bisa menambah modal melalui pinjaman bank, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh pelaku UMKM. Tidak sedikit, persyaratan itu tidak bisa dipenuhi oleh pelaku UMKM sehingga usaha tidak bisa berkembang.

2. Akses perizinan
Perizinan juga menjadi salah satu penghambat UMKM sukses dan berkembang. Akses perizinan yang dianggap sulit membuat pelaku UMKM enggan mendaftarkan usahanya tersebut. Padahal izin usaha merupakan hal penting dalam pendirian usaha karena berkaitan dengan akses pembiayaan modal dan pengembangan bisnis.

3. Kurang memahami pemasaran digital
Selain produksi, pemasaran menjadi hal yang penting dalam mengembangkan usaha UMKM. Sebab, tanpa pemasaran yang baik maka pelaku UMKM tidak bisa memasarkan usahanya. Karena itu, pengetahuan tentang pemasaran menjadi hal yang harus dipahami pelaku UMKM untuk bisa sukses. Apalagi di era digitalisasi saat ini, pemasaran kini juga bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi atau pemasaran digital.

4.Manajemen keuangan
Manajemen keuangan juga menjadi hal utama yang harus diperhatikan pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya. Tanpa manajemen keuangan yang baik, maka pelaku UMKM tidak bisa mengatur arus masuk keluarnya keuangan sehingga tidak mengetahui keuntungan atau rugi yang dialami usahanya tersebut.

Tidak sedikit pelaku UMKM di Indonesia juga pembukuannya masih manual. Padahal pencatatan transaksi sebaiknya dilakukan secara digital atau otomatis untuk menghindari risiko kehilangan atau kerusakan.

Tips Sukses Membangun UMKM

Karena itu, untuk mengatasi berbagai kendala yang dialami pelaku UMKM, ada beberapa tips yang harus dilakukan agar UMKM sukses, antara lain:

1.Lakukan pengelolaan usaha dengan baik
Pengelolaan atau manajemen usaha yang baik menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan agar pelaku UMKM sukses mengembangkan usahanya. Pengelolaan usaha meliputi, perencanaan, penganggaran, produksi, pemasaran dan manajemen keuangan.

Untuk memudahkan pengelolaan usaha, terutama manajemen keuangan, pelaku UMKM bisa memanfaatkan platform pembayaran spenmo.com. Terdapat beberapa layanan pembayaran digital yang memudahkan dalam proses pengelolaan keuangan UMKM, salah satunya pembayaran invoice online.

2.Transformasi digital
Perkembangan era digital menuntut semua sektor beradaptasi, termasuk juga dunia usaha. Begitu juga pelaku UMKM harus bisa menyesuaikan perkembangan digital dalam mengembangkan usahanya. Saat ini, sistem pembiayaan, perizinan dan pemasaran sudah tersedia dalam bentuk digital. Karena itu, peluang digitalisasi ini harus dimanfaatkan dalam mengembangkan usaha agar UMKM sukses.

3.Branding UMKM
Branding atau citra sebuah produk UMKM juga penting dalam memasarkan produk usaha UMKM. Branding yang baik terhadap suatu produk dapat menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap produk UMKM.

4.Inovasi dan pantau tren pasar
Tips selanjutnya agar UMKM sukses adalah dengan menerapkan prinsip inovasi, Pelaku UMKM harus bisa terus berinovasi baik dalam proses produksi, promosi maupun pemasaran. Selain itu, pelaku UMKM juga sebaiknya selalu memantau tren pasar untuk bisa terus berinovasi.

Nah, demikian ulasan mengenai tips UMKM sukses dari bisnis kecil menjadi besar. Semoga bermanfaat!

 

Please follow and like us:

ditulis oleh

Bayu Fitri Hutami

Seorang pembelajar yang bukan siapa-siapa melainkan seorang yang senang bercerita. Seorang yang suka menulis berdasarkan apa yang dilihat, didengar dibaca dan dialami untuk menjadi sebuah tulisan informatif. Semoga tulisan yang saya sajikan bermanfaat. Terima Kasih.