Keanekaragaman Hayati dan Begini Cara Melestarikannya

Sejak awal terbentuknya kehidupan, bumi beserta besaran alam seisinya sudah dipenuhi dengan keanekaragaman hayati.

Adapun yang termasuk keanekaragaman hayati adalah semua unsur yang ada di bumi mulai dari organisme, mikroorganisme terkecil sampai tumbuhan dan hewan skala besar.

Terdapat tiga jenis keanekaragaman hayati yaitu; keanekaragaan ekositem, keanekaragaman spesies dan keanekeragaman genetik.

Keanekaragaman Hayati

Beberapa unsur hayati salah satunya adalah variasi genetik dalam satu populasi. Kemampuan suatu spesies dalam beradaptasi bisa meningkatkan kelangsungan hidup.

Salah satu contoh yaitu terdapat pada tanaman yang mempunyai variasi genetik luas. Tanaman jenis ini bisa bertahan terhadap penyakit ditengah perubahan iklim.

Adalagi keanekaragaman spesies dalam suatu ekosistem yang jumlahnya bervariasi. Adapun cakupannya antara lain tumbuhan, hewan, jamur dan mikroorganisme.

Secara umum, spesies endemik Indonesia mempunyai varian yang paling tinggi di dunia. Arti dari spesies endemik adalah unik dan tidak ditemukan di tempat lain selain di Indonesia.

Untuk jenis variasi hayati lain meliputi; terumbu karang, hutan hujan tropis, lahan basah dan padang rumput

Peranan Keanekaragaman Hayati

Unsur-unsur hayati harus dilestarikan mengingat peranannya penting bagi kehidupan manusia. Adapun beberapa peranan penting dari keanekaragaman hayati bisa diuraikan sebagai berikut;

1. Menjaga Ekosistem
Keanekaragaman hayati berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Setiap spesies dalam ekosistem memiliki fungsi tertentu yang saling mendukung kehidupan spesies lain.

Apabila terdapat satu spesies yang punah, bisa mengganggu keseimbangan. Pada akhirnya bisa menyebabkan dampak negatif pada ekosistem secara keseluruhan.

2. Layanan Kehidupan Manusia
Tersedianya sumber air bersih, pengendalian hama alami, penyerbukan tanaman, dan penyimpanan karbon ditujukan sebagai layanan bagi kehidupan manusia secara alami.

Ini bisa terjadi jika ada keanekaragaman hayati dalam berbagai ekosistem. Sehingga bisa bersinergi membantu manusia dalam pemenuhan kebutuhan secara alami.

3. Sumber Daya Alam
Dalam kesehariannya, manusia membutuhkan sumber daya alam untuk pemenuhan kebutuhan. Misalnya obat-obatan, pangan, sandang, papan, bahan bakar dan sebagainya.

Pemenuhan kebutuhan tersebut dipenuhi dari sumber daya alam seperti beras dari padi, sayur mayur, kayu dari pohon untuk papan, tanaman apotik kesehatan seperti rimpang untuk obat-obatan, serta fosil untuk bahan bakar minyak dan masih banyak lagi.

4. Melestarikan Adat Istiadat
Beberapa adat istiadat mempunyai ritual yang berkaitan dengan pelestarian alam. Praktik adat seringkali terhubung dengan spesies dan ekosistem sekitarnya.

Misalnya ada sumber mata air yang tidak boleh dipakai sembarangan. Ada juga kawasan hutan tertutup yang tidak boleh diusik keberadaannya karena dikeramatkan.

Dampak Kerusakan Keanekaragaman Hayati

Berkurangnya kelengkapan unsur -unsur hayati diakibatkan berbagai kegiatan manusia seperti penggundulan hutan, urbanisasi, pertanian yang masif serta pembukaan lahan untuk peladangan dan perumahan. Semua kegiatan ini berakibat pada hilangnya habitat ekosistem.

Kegiatan manusia juga menyumbang terjadinya perubahan suhu dan iklim seperti efek gas rumah kaca. Dalam jangka panjang hal ini bisa mengancam keberlangsungan spesies tertentu.

Beberapa spesies ada yang bisa melakukan adaptasi akibat perubahan suhu dan iklim. Namun tak jarang terdapat sebagian spesies yang diambang kepunahan karena tak mampu beradaptasi dengan perubahan suhu dan iklim.

Cara Melestarikan Keanekaragaman Hayati

Berbagai cara untuk menjaga lingkungan supaya tetap lestari banyak diupayakan. Hal ini bertujuan supaya kelestarian lingkungan tetap terjaga.

Salah satunya dengan pengeloalaan sumber daya alam berkelanjutan. Misalnya seperti dilakukan PGN Saka melalui Saka Indonesia Pangkah Ltd (SIPL) dalam pelestarian lingkungan hidup.

SIPL menetapkan kawasan Banyuurip Mangrove Center (BMC) Kecamatan Ujung Pangkah Kabupaten Gresik sebagai lokasi program konservasi keanekaragaman hayati (Kehati) dan kawasan penelitian

Bisa juga menerapkan pengelolaan perikanan yang ramah lingkungan. Seperti membudidayakan mangrove.

Langkah selanjutnya terdapat pada upaya pemantauan berkelanjutan terhadap keanekaragaman hayati. Salah satu yang dilakukan PGN Saka melalui Saka Indonesia Pangkah Ltd (SIPL)  dengan memahami kondisi ekosistem dan mengidentifikasi spesies yang terancam. Misalnya melindungi fauna jenis burung yang dilindungi.

Pendekatan pada masyarakat juga tidak kalah penting dengan cara meningkatkan kesadaran tentang pentingnya melestarikan keanekaragaman hayati.

Salah satu cara memberikan materi ke ranah  pendidikan sejak dini. Misalnya pentingnya untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Selanjutnya dilakukan program kampanye lingkungan dengan melibatkan peran aktif masyarakat untuk menjaga lingkungan.

Pada tingkat kebijakan negara, pemerintah terus berupaya menjaga keanekaragaman hayati dengan membentuk taman nasional, cagar alam, dan kawasan lindung lainnya.

Kawasan konservasi yang dibangun bertujuan memberikan tempat berlindung bagi spesies yang terancam dan memungkinkan ekosistem untuk pulih.

Penutup

Melestarikan keanekaragaman hayati adalah tanggung jawab kita semua. Hadirnya ekosistem dengan ragam isinya adalah kekayaan alam yang tak ternilai harganya.

Dibutuhkan upaya pelestarian yang komprehensif dan berkelanjutan dari berbagai pihak supaya generasi mendatang dapat terus menikmati manfaat dari berbgai jenis unsur-unsur hayati yang ada di planet ini.

 

Please follow and like us:

ditulis oleh

Bayu Fitri Hutami

Seorang pembelajar yang bukan siapa-siapa melainkan seorang yang senang bercerita. Seorang yang suka menulis berdasarkan apa yang dilihat, didengar dibaca dan dialami untuk menjadi sebuah tulisan informatif. Semoga tulisan yang saya sajikan bermanfaat. Terima Kasih.