
Bergerak dan berdaya adalah ajakan nyata untuk menyelamatkan bumi dari perubahan iklim. Ajakan nyata ini ditujukan untuk semua penduduk bumi.
Daftar Isi
Bergerak dan Berdaya
Sengatan matahari siang itu membuat seorang keponakan Saya yang masih di sekolah dasar pingsan ketika sedang menunggu angkot di halte depan sekolah. Beruntung teman-teman sekelas yang sedang menunggu angkot memberitahu ke penjaga sekolah mengenai peristiwa tersebut.
Tanpa waktu lama keponakan Saya langsung dibawa menuju UKS sekolah. Usut punya usut ternyata keponakan saya mengalami dehidrasi sehubungan dengan panasnya cuaca.
Kejadian di atas mengingatkan Saya akan kondisi cuaca panas ekstrim belakangan ini. Walaupun Indonesia tidak mengalami suhu panas seperti di negara India yang sampai 45 derajat celcius, namun hal ini menjadi perhatian kita semua.
Peristiwa suhu udara panas yang ekstrim menunjukkan sudah terjadi perubahan iklim. Pergantian dan peralihan musim menjadi tidak menentu.
Melihat kondisi tersebut, sudah selayaknya setiap individu bergerak dan berdaya bersama untuk melakukan aksi nyata penyelamatan bumi.
Penyebab Perubahan Iklim
Alat bantu untuk mempermudah kegiatan manusia pada era digital saat ini bagaikan buah simalakama. Satu sisi bisa mempermudah kegiatan dilain sisi bisa merusak lingkungan itu sendiri.
Sebagai contoh penggunaan alat transportasi kendaraan berbahan bakar fosil. Umumnya di negara berkembang penggunaan kendaraan bermotor masih menggunakan bahan bakar fosil.
Gas buang dari bahan bakar fosil akan melepaskan karbon dioksida ke atmosfer. Selanjutnya karbon dioksida menjadi panas dan terperangkap di lapisan atmosfer. Inilah yang menjadikan suhu udara menjadi panas bagi penduduk bumi.
Kegiatan manusia lainnya yang melepaskan karbon dioksida juga terjadi pada pembakaran hutan, pembakaran sampah, pembakaran limbah industri sampai penggunaan pembbungkus berbahan plastik.
Khusus untuk pembungkus plastik mempunyai waktu urai sangat lama. Oleh karenanya timbunan plastik yang didiamkan saja dipermukaan bumi juga bisa menimbulkan efek gas rumah kaca.

Akibat dari Gas Rumah Kaca
Kenaikan permukaan air laut adalah salah satu akibat dari perubahan iklim. Dampak yang terjadi bisa membuat banjir dan mengenai pemukiman manusia.
Perubahan iklim juga berdampak pada suhu panas yang ekstrem, akibatnya penggunaan alat pendingin meenjadi semakin masif. Sedangkan energi dari alat pendingin tersebut masih menggunakan listrik yang berbahan bakar batu bara.
Gas rumah kaca juga menyebabkan perubahan musim yang tidak beraturan. Kemarau panjang menyebabkan banyak area pertanian mengalami kekeringan. Sebaliknya jika musim penghujan curah hujan menjadi tidak terkendali sehingga menyebabkan longsor dan banjir.

Langkah Kecil dan Pasti
Sebagai Blogger, Saya banyak melihat, mendengar dan membaca mengenai cara melestarikan lingkungan. Semua dimulai dari hal sederhana bahkah bisa dikatakan “mulai dari langkah kecil”.
Saya pribadi sudah melakukan beberapa hal kecil yang sekiranya bisa membantu menyelamatkan lingkungan sekitar.
1. Kantong Belanja
“Bawa kantong belanja sendiri kak?” pertanyaan ini sering Kita dengar ketika sedang belanja di pusat belanja modern. Ya, kesadaran masyarakat terhadap kantong belanja mulai mengalami perubahan ke arah lebih baik.
Saat ini sudah mulai terbiasa orang belanja ke pusat belanja modern membawa kantong atau tas belanja sendiri. Hal ini didukung kebijakan pemerintah yang melarang penggunaan kantong plastik di pusat belanja modern.
Saya pribadi mempunyai banyak kantong belanja atau tote bag yang bisa dipakai berulang kali.
2. Bungkus pribadi
Membeli bahan baku makanan basah seperti; daging, ayam, ikan dan sejenisnya terlihat masih banyak pedagang yang menggunakan kantong plastik. Hal ini terjadi mengingat bahan makanan basah lebih sulit pengemasan dan penyimpanannya.
Untuk Saya pribadi, jika membeli bahan makanan basah akan membawa kotak plastik dari rumah untuk penyimpanannya. Memang agak sedikit merepotkan, namun setidaknya sudah meminimalisir penggunaan kantong plastik sebagai pembungkusnya.
3. Tidak membakar sampah
Hasil bakaran sampah menimbulkan asap yang menjadi polusi udara. Asap pembakaran sampah tentunya tidak sehat jika terus menerus masuk dalam pernapasan manusia.
Perumahan tempat Saya tinggal memfasilitasi pembuangan sampah menggunakan truk sampah pemerintah daerah setempat. Resikonya tentu saja warga perumahan dikenakan biaya pengambilan sampah. Namun ini lebih baik daripada melakukan pembakaran sampah secara pribadi
4. Memilah sampah dari rumah
Tidak semua sampah bisa hancur atau terurai dengan sendirinya. Ada yang perlu waktu lama untuk terurai, bahkan ada yang sama sekali sulit terurai karena jenis dan sifat sampah.
Langkah kecil yang Saya lakukan memilah sampah mulai dari rumah. Untuk sampah dari dedaunan dan ranting biasanya diserahkan pada tukang kebun supaya dibuat kompos. Untuk sampah dapur sendiri biasanya Saya berikan pada pemilik ayam ternak untuk dijadikan pakan ternak.
5. Naik kendaraan umum
Secara umum asap pembuangan dari kendaraan bermotor akan menjadi gas buang rumah kaca. Gas buang ini akan dipantulkan kembali ke bumi begitu sampai di atmosfer. Alhasil gas buang kendaraan ini akan berputar-putar di bawah atmosfer bumi sehingga menyebabkan cuaca menjadi “gerah” dan berujung pada cuaca panas ekstrim.
Mengatasi masalah ini ketika berkegiatan di luar ruang yang membutuhkan transportasi Saya lebih memilih moda transportasi umum. Terlebih moda transportasi umum sudah baik secara sarana, prasarana dan fasilitasnya.
6. Menghemat Energi
Kegiatan manusia saat ini bergantung sepenuhnya pada energi. Mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi manusia membutuhkan energi untuk mempermudah kegiatannya.
Contoh energi yang paling dominan adalah listrik, jaringan internet dan sumber air bersih.
Energi penggerak ketiganya sebagian besar masih bergantung pada batu bara. Sedangkan batubara sendiri adalah sumber energi tak terbarukan. Dengan demikian persediaan batu bara semakin lama akan semakin menipis.
Saya pribadi berusaha melakukan kegiatan dengan efisiensi energi sebaik mungkin. Sebagai contoh tidak menggunakan lampu siang hari. Tidak menyalakan peralatan elektronik seperti pendingin ruangan 24 jam sehari. Tidak membiarkan penggunaan air keran secara berlebih dan masih banyak lagi.
Penutup
Semua kegiatan manusia hendaknya selalu memikirkan dampaknya pada lingkungan dan alam. Karena setiap manusia bernaung di tempat yang sama maka sudah menjadi kewajiban kita semua #BersamaBergerakberdaya melakukan tindakan kecil berkesinambungan melestarikan alam #UntukmuBumiku.
Kalau #BersamaBergerakBerdaya versi kalian apa nih? Boleh dong tulis di kolom komentar ya!”
