Ramadhan di Luar Negeri yang Mengesankan

Ramadhan di Luar Negeri yang Mengesankan. Bertepatan dengan pertama kalinya saya melakukan perjalanan wisata ke negara Korea Selatan. Ramadhan adalah bulan yang ditunggu seluruh umat muslim. Idealnya saat ramadhan kita berkumpul bersama keluarga untuk menjalankan ritual ramadhan sesuai kebiasaan.

Bagaimana jika sewaktu ramadhan tiba, kita terpisah jarak ribuan kilometer dari tanah air? Ada pengalaman teman yang menjalani Puasa di Thailand atau seperti saya yang pertama kali merasakan Ramadhan di Korea Selatan. Semua punya cerita yang mengesankan.

Masjid Central Seoul | Pribadi

Ramadhan Pertama di Negeri OPPA

Tanggal 6 Mei 2019 petang waktu Seoul adalah hari pertama umat muslim melakukan ibadah sholat tarawih untuk berpuasa keesokan harinya. Sebagai salah satu pemenang D’Traveler Goes to Korea saya merasa takjub ketika pemandu wisata lokal membawa kami ke pemukiman muslim terbesar di Seoul.

Gerbang Masjid Central|Pribadi

Pandangan saya langsung tertuju pada Masjid megah yang ada di sudut Kota Seoul. Masjid megah itu bernama Seoul Central Mosque and Islamic Center. Terletak di 39 Usadan-ro-10-gil, Hannam dong distrik Yongsan-gu, Itaewon, Seoul.

Sejarah Masjid Central

Masjid ini menurut sejarah dibangun tahun 1976 oleh pemerintah Republik Korea yang diserahkan pengurusannya pada Korean Muslim Federation. Bangunan ini menjadi menjadi masjid pertama dan terbesar di Kota Seoul. Selain menjadi tempat ibadah umat muslim, masjid ini menjadi pusat kegiatan syiar dan pendidikan dasar agama Islam di Kota Seoul.

Lafal Tauhid | Pribadi

Pintu gerbang masjid berwarna biru, begitu masuk akan ada jalanan melingkar ke atas menuju masjid. Tepat setelah gerbang masuk terdapat plakat berisi peraturan masuk masjid khusus perempuan. Di bagian atas dalam tembok masuk terpasang kalimat Tauhid.

Bangunan Masjid Central

Bangunan masjid ini terdiri dari tiga lantai. Lantai satu berfungsi sebagai kantor pengurus Muslim Korea, lantai dua tempat sholat untuk jamaah laki-laki dan lantai tiga untuk jamaah perempuan. Namun untuk tempat wudhu ada di lantai paling bawah dengan tempat terpisah untuk laki-laki dan perempuan.

Dari luar Masjid didominasi warna putih dengan bangunan utama diapit dua menara tinggi. Bangunan utama beratap kubah dengan lambang bulan sabit menghias bagian atap. Di atas pintu masjid terlihat tulisan “Allahu Akbar” menggunakan huruf arab.

Masjid Tampak Samping|Pribadi

Tak terasa azan maghrib berkumandang dan kami bergegas masuk masjid. Saya bersama salah satu teman perempuan muslim setelah mengambil wudhu, langsung naik ke lantai tiga untuk menjalankan ibadah sholat maghrib berjamaah.

Guci Kaligrafi Masjid Central|Pribadi

Setelah sholat maghrib kami menuruni lantai masjid dan menjumpai plakat dalam bahasa korea yang menerangkan bangunan Masjid Central dan ada gerabah  yang berukir tulisan kaligrafi. Karena tidak ada petugas yang bisa ditanya, saya dan teman hanya melihat interior dan eksterior  Masjid Central yang masih kokoh terawat hingga saat ini. Sayangnya kami tidak bisa masuk ke lantai dua karena tempat tersebut dipersiapkan untuk shalat tarawih khusus jamaah laki-laki.

Denah dan Aturan Berpakaian Masuk Masjid|Pribadi

Kami tidak melakukan sholat tarawih di Masjid Central, karena driver dan guide lokal hanya mengantar jemput sampai pukul 20.00 waktu Seoul. Jadi kami memutuskan sholat tarawih di hotel saja. Sesudah sholat magrib, kami sejenak melihat pemandangan Kota Seoul dari halaman Masjid Central. Lokasi bangunan ini ada di dataran tinggi sehingga dari halaman depan Masjid kita dapat melihat lanskap Kota Seoul di malam hari.

Lanskap Kota Seoul dari Halaman Masjid|Pribadi

Itaewon adalah Pemukiman Muslim di Seoul

Di halaman luar terlihat jamaah sudah mulai datang untuk menjalankan sholat tarawih. Kebanyakan jamaah berasal dari penduduk muslim setempat dan orang Asia serta Timur Tengah. Tenda didirikan di luar Masjid untuk jamaah yang tidak tertampung ke dalam masjid. Ada rasa haru terlintas, ketika saya menyadari untuk pertama kali tidak menjalankan awal ramadhan dengan keluarga di tanah air.

Masjid Central terletak dipemukiman muslim yang jumlah penduduk muslimnya meningkat dari tahun ketahun. Menurut pemandu lokal, ada sekitar 200.000 penduduk muslim asli Korea di kawasan ini sisanya penduduk muslim pendatang dari kawasan Asia dan Timur Tengah.

Suasana Kawasan Itaewon|Pribadi

Kawasan seputar Masjid Central dijuluki Kawasan Itaewon. Banyak terdapat rumah makan “Halal Food” . Pemilik rumah makan didominasi orang Asia dan Timur Tengah. Salah satu rumah makan yang kami singgahi untuk makan malam bernama ” Makan Restaurant Korean Halal Food” dengan pemilik orang Malaysia. Jadi jika teman semua sedang traveling ke Korea Selatan bisa mampir ke kawasan Itaewon ini, karena makanan dan minuman halal banyak tersedia di sini.

Makan Restaurant Halal Food|Pribadi

Nah itu pengalaman traveling icon kota saya tentang Ramadhan di Luar Negeri yang Mengesankan. Bagaimana dengan teman-teman apakah ada cerita pengalaman di luar negeri versi lain. Boleh share ya dikolom komentar. Terima Kasih.

Baca Juga : Perjalanan Piknik Pertama Kali Ke Negeri OPPA

Please follow and like us:

ditulis oleh

Bayu Fitri Hutami

Seorang pembelajar yang bukan siapa-siapa melainkan seorang yang senang bercerita. Seorang yang suka menulis berdasarkan apa yang dilihat, didengar dibaca dan dialami untuk menjadi sebuah tulisan informatif. Semoga tulisan yang saya sajikan bermanfaat. Terima Kasih.